
Ke esokan harinya Shasha menyiapkan makanan untuk keluarga. Kaori pun membantu Shasha dalam menyiapkan makanan untuk keluarga nya.
"Pagi, semua nya." Sapa Dewin yang duduk di bangku makan. Lalu membuka KiPad nya dan membaca berita yang terjadi hari ini.
Ben melihat sang papah sudah duduk manis dan langsung ikut lah Ben bergabung. Begitu Ben bergabung Dewin menaruh KiPadnya dan memperhatikan anak - anaknya.
"Pah, besok kita akan tanda tangan kontrak sama perusahaan Kimowa Group. Apa papah punya pertinbangan khusus?" Tanya Ben saat selesai makan dan melihat Dewin yang sedang mengelap mulut nya.
"Nggak, papah semua nya menyerahkan ke kamu. Karena papah mau ke Indonesia nanti sore, karena ada yang harus papah urus." Jawab Dewin sambil menatap ke Ben yang kebingungan.
"Pah, are you okay?" Tanya Ben penuh pertimbangan khusus.
Dewin pergi begitu saja saat Ben bertanya. Sejak kejadian sama Chadala, Dewin banyak berubah dan lebih banyak pendiam. Sedangkan di group keluarga besar sudah ramai merencanakan liburan Bersama.
Drrrrrtttt... Drrrrrtttt... WhatsApp Group bergetar karena mama Widia mulai menanyakan semua anggota keluarga. Sebagai anak pertama yang menikah Ben langsung mengambil alih tugas.
Ben : Yes mam. Aku ikut ajah, aku bisa segala medan dan rintangan.
Widia : Itu anak mamah... Mana yang lain?
Gerry : Woh anak papah Gerry emang de best.
Anya : Aku juga ikutan kalian, kita emang jadi liburan ke Indonesia?
Damien : Iyah, katanya ke Indonesia?
Cia : Iyah. Kita liburan ke Indonesia kan?
Bianca : Yes, Kita ke Indonesia
Dianne : Yeay, Indonesia
Gerrad : What? Yes. Indonesia
Widia : Cepat kalian beberes. Mamah kasih waktu 3 jam dari sekarang. Kita ketemu di airport setelah 3 jam dari sekarang.
Entah kekuatan sihir mana yang merasuki anak - anak ini. Cia, Gerrad, Anya, Bianca, Dianne, Damien, Danny, Ben dan Shasha pun langsung ngacir kalau si Widia sudah bertitah. Sementara Gerry, Jerias dan Dickson sedang bersiap - siap menuju airport.
__ADS_1
Sementara Dewin sudah berjalan menuju Airport. Dewin tidak ikut sama mereka karena ingin mengunjungi Via dan Thata. Karena besok adalah tanggal pernikahan Dewin dan Via. Walau harus melihat Erick juga.
Perjalanan 28 Jam di tempuh Dewin untuk sampai di Indonesia dan ditambah oleh 3 jam menempuh tempat peristirahatan Via yang terakhir. Seperti biasanya Dewin membawa Lili pink kesukaan Via dan membawa coca cola untuk Erick. Sebelum ke Via, kaki Dewin menuju tempat nya Erick. Dimana Dewin menaruh coca cola kesukaan Erick.
"Bro, sorry. Hari ini gue mau jenguk istri elu. Oh, yah. Anak - anak elu aman dan sekarang mereka tumbuh jadi orang yang bisa di percaya. Terlebih lagi buat Ben, you are a great father. Bro!" Cerita Dewin di depan tempat perisitirahatan.
Setelah Dewin bercerita tentang kejadian anak - anak nya Erick. Sekarang gantian dengan Dewin menceritakan kepada Via.
"Hei, cantik. Boleh di kurangin gak kecantikan mu? Offised nih. Anak - anak mu sekarang sudah bisa mandiri. Aku sudah nepatin janji dengan apa yang aku janjiin dulu. Well, nanti. Jika aku kembali ke semesta aku punya muka untuk bertemu dengan kalian." Kata Dewin yang memandang foto Via yang ada disana.
Hari semakin sore dan Dewin kembali ke Jakarta, setelah itu membuka WhatsApp nya yang sudah ramai dengan panggilan dan chat yang masuk. Dewin pun membuka chat tersebut, chat yang paling banyak adalah di Group keluarga cemara. Widia mengganti keluarga Triplet menjadi keluarga cemara karena sudah banyak keluarga di dalamnya.
Drrrrrrr.... Drrrr.....
"Halo..." Jawab Dewin yang langsung mendapat ceramahan dari orang yang ada di seberang sana.
"Baik, tarik nafas dulu. Terus hembuskan dan ulangi pembicaraan tadi." Kata Dewin yang menenangkan. Setelah mendengar permintaan dan menanyakan Dewin ada di mana, akhirnya orang di seberang mengehela nafas panjang.
Dewin pun ke airport karena rombongan sirkus baru tiba dari London ini. Saat menuju Soekarno Hatta Airport. Dewin melihat chat yang ada di group, sesampainya Dewin saat di VVIP Lounge, suara renyah orang - orang dewasa bergema.
"Paaaaaahhh..." Teriakan suara perempuan yang Dewin sangat kenal. Yang tidak lain dan tidak bukan suara Shasha.
"Gila, Win. Salah prediksi kita ini, jadi kita langsung nih ke Misool?" Oceh Gerry yang sudah tidak sabar menuju surga diving di Timur nya Indonesia.
Setelah melihat kanan dan kiri lalu Dewin menghitung jumlah. Serta memberitahu apa yang boleh mereka lakukan dan tidak boleh lakukan di tanah Misool - Wasai, Papua.
"Baik, karena perjalanan ini tidak ada kata VVIP jadi kita akan menempuh perjalanan 10 jam untuk sampai ke Wasai." Kata Dewin yang menjelaskan bak Tour Guide.
"Kangen princess kodok kalau begini..." Kata Claudia yang membuat mata semua tertuju pada nya dan menatap sedih.
Dewin mengambil alih acara dan fokus mereka kembali kepada Dewin. Perjalanan pun di mulai, Shasha mengupdate social media nya dan memberitahukan perjalanan menuju Misool. Perjalan 5 jam di pesawat yang sudah di sewa oleh keluarga cemara karena mereka takut kalau di dalam pesawat menimbulkan keributan.
Lagi - lagi Ben habis di kerjain sama Dianne, Damien, Danny, Gerrad, Cia, Anya dan Bianca. Satu - satunya anggota keluarga cemara yang tidak bisa berbahasa Indonesia hanya Ben.
"Terus saja kalian buat aku jadi bahan guyonan kalian." Amuk Ben yang kesal karena yang lain menggunakan bahasa Indonesia.
"Hayo, yang bisa tebak bahasa ini Papah masakin ikan Bakar special." Teriak Dewin sambil memperlihatkan Ikan yang sudah di persiap kan.
__ADS_1
Biar saja umur sudah beranjak dewasa. Tetap saja jiwa anak - anak mereka keluar. Dewin akhirnya tersenyum dan melihat mereka bersiap - siap menjawab.
"Ciek, Duo, Tigo..." Teriak Dewin dan langsung saja semua terdiam dan tidak lama Gerry berteriak.
"Gue, Win. Bisa jawab nya.." Jawab Gerry yang dengan lantang nya dia ingin menjawab.
"Khusus papah Gerry, tidak boleh." Ledek Dewin lagi dan tiba - tiba tangan mungil khas cowok priyayi* terjulur keluar.
Priyayi \= Dalam hukum budaya istiadat Jawa, istilah priyayi atau berdarah biru merupakan suatu kelas sosial yang mengacu kepada golongan bangsawan. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena hadir keturunan dari keluarga kerajaan.
Lalu menjawab dengan benar dan semua mata tertuju padanya. Tidak menyangka jika keturunan priyayi tersebut bisa menjawab.
"Benar sekali, Melvin. Kok bisa kamu menjawab? " Tanya Dewin yang setengah tidak percaya.
"Iyah, om. Tidak percuma saya hobby makan nasi padang. Eh, nasi kapau hampir tiap hari kalau di Indonesia." Jawab Melvin yang setengah merendah. Lalu dengan bangga memamerkan makan malam yang enak. Sementara yang lain harus menghunakan skill survive untuk bisa makan.
10 Jam perjalanan terbayarkan dengan melihat pemandangan laut yang indah dan mempesona. Bukan keluarga cemara kalau tidak ada kerusuhan yang di buat nya. Kalau bukan Ben yang mengomel karena cuaca panas yang membuat mukanya bak kepiting rebus.
"Tuan muda Benayah El Gibbor Hardjanto. Tadi kita sudah sepakat yah, kalau perjalanan kita ini sangat panjang." Tegur Gerry saat melihat Ben yang sudah mulai kelihatan tidak suka.
Sementara yang lain tersenyum melihat Ben seperti melihat Via jika marah akibat panjang nya perjalanan. Alhasil, semua jadi menikmati alam ketika
Keluarga cemara kali ini terkagum melihat indah nya Misool - Raja Ampat, Papua.Benar - benar seperti surga. Semua langsung mencari perlengkapan diving. Di kapal pesiar yang di sewa oleh Keluarga cemara menyediakan perlengkapan menyelam dan master diving. Agar jika terjadi sesuatu bisa di tangani.
Gerry melihat Claudia menikmati sekali alam Misool dan tidak hentinya mulut Claudia terkagum.
"Sayang, kamu suka kah?" Tanya Gerry Saat melihat Clau duduk di perahu kecil dan memandangi lautan tersebut.
"Suka banget. Ternyata anak - anak kita semakin dewasa yah. Dan kita semakin menua dan semakin lemah." Jawab Claudia membuat Gerry setengah heran.
"Kamu tidak lagi ada hal yang aneh - aneh kan?" Cecar Gerry.
__ADS_1
" Tidak. Aku hanya mengagumi." Jawab Claudia yang akhirnya balik ke perahu dimana keluarga cemara menunggu.