
Erick mekihat Via kelehan tapi senang membuat nya gembira. Hari ini petualangan kami ditutup rona muka bahagia. Sambil makan buah Via mengamati bintang diluar.
Kemudian Erick menghampiri Via yang mengunyah strawberry yang di campur dengan aneka berries lain nya. Wangi sabun mandi Via bunga - bunga. Membuat Erick tepat berada di belakang Via. Badan nya yang tidak pendek namun di banding Erick 185 cm. Membuat Via diada nya Erick.
"Kamu mikirin apa sih?" Tanya Erick dari arah belakang membuat Via kaget dan bulu kudu nya berdiri.
"Nggak, aku tadi abis lihat bangunan disini cantik yah. Sayang cantik-cantik bau bombay." Kata Via membuat Erick tertawa geli akibat jawaban spontan Via.
"Oh pantesan, sedari tadi kamu selalu ke kamar mandi karena muntah ke bauan?"Selidik Erick yang sedikit penasaran karena Via yang sering muntah.
Kepala Via mengangguk dan meletakan piring diatas meja makan. Via duduk di kasur dan melihat Erick yang masih tertawa akibat ulah Via.
Setelah puas tertawa akhirnya Erick tertidur, dan Via pun membalikan badan nya memunggungi Erick yang sudah tertidur. Kali ini matahari tidak bersahabat seperti kemarin. Panas nya sinar matahari di pagi hari membangunkan Via dan Erick. Sementara kaki mereka masih keram akibat perjalanan mereka.
Erick buru-buru mandi karena jika Via mandi dahulu, dia tidak akan bisa breakfast. Jika menunggu Via mandi nya kayak siput.
"Rick, hari ini kita akan ke Panna Meena ka Kund. Habis itu ke Galta Ji Temple, lalu ke hotel yah." Kata Via yang sudah memakai baju mandi nya yah sudah di pastikan bergambar Disney.
"Oh, biar bisa nyicil foto buat content yah?" Ledek Erick yang tertawa melihat Via.
"Bukan sih..."Omel Via tepat di muka Erick yang kali ini membuat Via juga terkaget saat mata mereka berdua bertemu.
Via buru-buru lari karena deru nafas rasa kaget nya memburu. Air kamar mandi di nyalakan agar meruntuhkan rasa panas di pipi nya Via. Sama dengan Erick yang dengan cepat mengambil air minum.
"Lagi-lagi kan itu anak berulah.."Oceh Erick dalam hati. Sambil menunggu Via yang masih mandi dan sedikit berdandan. Erick memesan makan pagi di kamar buat mereka berdua.
Hari ini Via berdandan manis dan memakai baju putih dengan rok Rajasthan berwana merah ke ke unguan. Erick terpukau dengan dandanan Via kali ini.
Tiba di tujuan pertama Manoj dan sang photographer sibuk mencari spot untuk foto. Sementara Via sibuk dengan membaca literasi Panna Meena ka Kund. Tidak lupa juga Erick iseng dengan meminta Via foto.
Senyuman ini benar-benar menggoda Erick, sesekali Erick melihat postingan di Pinstagram, Erick melihat Vika dan Mike begitu bahagia.
Manoj Chopra meminta Via untuk sesi photoshot, dengan muka ceria akhirnya Via menuruti sang photographer. Dengan berhadap-hadapan turun dari tangga.
Hasil nya cukup bagus dan Via menyukai, setelah sampai di Galta Ji Temple, lagi-lagi Via mempelajari dulu literasi dari tempat yang di kunjungi, dalam sejarah Galta Ji Temple adalah tempat juga dikenal karena mata air alami yang dipisahkan dalam 7 kolam besar termasuk Galta Kund yang paling suci. Bukan hanya mata air, tempat ini juga dipenuhi dengan puluhan monyet yang berkeliaran bebas. Bersyukur para monyet tidak mendekati Via ketika berada disana.
Saat masuk di Galta Ji Temple ada seorang penjaga yang memberitahu Via bahwa pintu ini hanya orang yang bersih motivasi nya bisa menemukan jalan ini. Via tersenyum karena konon kabarnya jika memasuki tempat ini akan di kabulkan semua permintaan nya di kuil monyet ini.
Namun saat berada di Galta Kund, Via tidak sengaja beetemu dengan monyet dan menyemprotkan air dari kolam tersebut. Via segera mengganti roknya dengan yang baru. Beruntung motif nya sama di dalam kuil tersebut.
Setelah ke Galta Ji Temple Via kembali ke hotel karena ingin menikmati spa di hotel. Erick beberapa kali melihat hasil foto-foto yang sudah di jepret oleh sang photographer.
Sudah hari ketiga besok dan ke empat bersiap kembali ke tanah air. Erick merencanakan untuk ke Bandung terlebih dahulu dan berbicara kepada ibunda Via untuk menikahi Via.
__ADS_1
Namun....
Drrrrt... Drrrrrttt WhatsApp call dari Vika yang terus memanggil.
"Heii, yang lagi bulan madu, Bagaimana?" Tanya Vika sembari meledek sahabatnya.
"Kata siapa bulan madu? Tau dari mana?" Selidik Erick yang penasaran.
"Loh elu ngga jadi ke Jaipur sama Via?"Balas Vika yang terkaget karena mendengar jawaban Erick.
"Udah yah Vik. Nanti gue telephone elu lagi." Kata Erick yang menyudahi pembicaraan dengan Vika saat melihat Via sedang jalan menuju Erick.
Via habis spa harumnya semerbak ke seluruh ruangan. Erick pun terbawa oleh wangi nya tersebut.
"Besok tinggal ke city of palace, sisanya akan ke Indonesia." Kata Via yang melihat jadwal selanjutnya.
"Aku liburan ke Bandung boleh?" Tanya Erick yang harap-harap cemas.
"Boleh, kenapa enggak?"Balas Via yang melihat muka Erick begitu cerah.
"Baik, aku di Bandung cuma 3 hari ajah. Sisanya di Jakarta."Sambung Erick yang memberitahukan Via.
Via pun tersenyum dan senang bisa membawa Erick ke rumah nya. Liburan ke Indonesia bulan December adalah hal pertama kali Via lakukan setelah papah nya tiada. Biasanya Via menghabiskan waktu di negri orang.
Hari sudah malam dan Via langsung tertidur karena kecapekan sesi photoshot. Erick sengaja keluar sebentar karena akan berpamitan kepada Sathis Kumar.
"Thanks yah, Bro. Nanti kalau elu ke Disneyland mana pun. Bill on me* yah, please!" Kata Erick yang selama liburan kali ini di bayarin oleh Satish.
"No, justru gue yang belum ada apa-apanya ini. Gue masih banyak berhutang sama elu." Kata Satish ketika duduk di lounge hotel.
Bahkan dari Satish lah Erick belajar bisa bernegosiasi dengan para India-India ini.
"Rick, kalau gue sama ular kobra yang elu korbanin buat mati siapa dulu?" Tanya Satish dengan lelucon lama nya.
"Elu lah. Kan tipu muslihat elu banyak." Jawab Erick yang tertawa karena pertanyaan itu muncul.
"Masih inget ajah elu itu. Hahaha." Balas Satish yang menyesap minuman nya.
Malam semakin larut dan mereka berdua semakin larut juga dalam pembicaraan serious.
"Rick, jujur ini. Gue bersumpah diatas nama Tuhan gue, kalau bukan elu yang nolong. Gue tidak ada di posisi ini." Kata Satish yang sudah mulai bergetar suaranya akibat ingatan masa lalu.
"Yah, di nikmati lah Bro. Gue thanks banget buat hadiah ini."Balas Erick sambil mengisi gelas nya dengan Wine dari Satish.
"Elu cepat banget sih liburan nya. Tambah lah hari nya, gue masih mau cerita-cerita sama elu. Sorry gue sibuk banget."Ujar Satish yang benar- benar ingin Erick lama an di Jaipur.
"Next holiday, gue kesini lagi. Bawa anak gue.." Ledek Erick dan di barengi ketawa Satish.
Selesai ngobrol sama Satish di lounge, akhirnya Erick memutuskan kembali ke kamar. Karena hari terakhir di Jaipur. Via yang tertidur pulas membuat Erick berhati-hati dalam masuk ke dalam.
Akibat wine semalam Erick telat bangun, Via sudah berdandan cantik dan riasan nya membuat Erick tersenyum.
__ADS_1
"Tunggu, besok kita pulang ke Bandung. Kamu jadi milik ku." Kata Erick dalam hati dan segera mandi.
Via menunggu Erick sambil makan pagi yang sudah Via pesan melalui room service. Selesai Erick mandi dan berberes, Via memberikan makan yang sudah di siapin buat Erick.
Princess kodok ini sepertinya bisa membaca pikiran apa yang Erick suka dan Erick tidak suka. Selesai makan pagi, mobil Manoj sudah menunggu untuk membawa ke City of Palace, Jaipur.
Pertama kali Via melihat sangat indah, lebih dari indah untuk aslinya. Sang photographer pun mengabadikan Via dan Erick.
"Boleh kah Via di gendong oleh Erick. Biar terlihat mesra." Oceh sang photographer, demi foto Erick dan Via mengikuti.
Erick mengangkat Via yang tidak terlalu berat dan sang photographer sangat senang melihat hasilnya. Setelah itu Manoj mengajak ke Amber Fort yang terkenal.
Kali ini sang photographer meminta Erick melakukan cium ke Via. Agar hasil foto nya terlihat lebih natural.
"Kalian harus kiss disini dan saat ini lagi bagus pencahayaan nya." Teriak sang photographer dan di ikuti oleh Manoj yang tersenyum.
"Ijin nyium kamu yah." Pinta Erick yang akhirnya Via mengijinkan nya.
Erick melakukan apa yang si photographer suruh dan kali ini Via benar-benar deg - deg an. Saat Erick mencium bibirnya Via..
Dengan sekali tarikan di pinggang Via dan Erick mencium dengan mudah bibir Via.
Kali ini jantung Via tidak beraturan bunyinya dan ritmenya. Saat sang photographer selesai mengambil gambarnya.
Sang photographer puas melihat beberapa karyanya. Lalu mendekat ke Via dan Erick,
"Kalian benar-benar professional yah. Terima kasih, saya akan kirim kan hasilnya ke kalian. Boleh kah saya memakai photo kalian buat iklan saya?" Tanya sang photographer.
"Nanti team saya akan menghubungi bapak yah. Karena ini diluar yang seharus nya." Kata Via yang memberikan informasi pendek.
Via menghubungi Darrell untuk menyelesaikan semuanya. Karena Via tidak mau dirugikan dengan pemberitaan yang ada.
Selesai hari ini Via dan Erick di undang makan malam bersama Satish untuk perpisahan. Satish meminta ijin ke Erick makan bersama keluarga Satish di hotel
Via dan Erick mengabulkan, kali ini benar-benar di jamu mewah oleh Satish karena rasa terima kasih Satish ke Erick.
Kembali kekamar hotel Via langsung beberes karena sehabis breakfast Via dan Erick harus ke New Delhi, India. Quaresh minta sama Via untuk makan siang bersama nya. Via pun meminta ijin Erick ketika Quaresh mengajak mereka makan siang bersama.
°
°
°
°
__ADS_1
°
Yuuuuuhuuu comment ceritanya dan Like ceritanya, Terus vote dan love buat novelnya yah biar semakin semangat Author nya mengejsr ketinggalan cerita. Jangan lupa mampir di cerita Hotelier karena nyambung sama disini. Terima kasih.