
Semenjak kejadian penurunan Via di pintu keluar Pondok Indah. Yudha mengalami kesulitan menghubungi Via.
Willi mulai semakin protektif dengan Via yang masih ada di Indonesia 3 hari lagi. Namun sekaligus Willi bersyukur karena Via tidak seperti perempuan kebanyakan yang pendirian nya sangat kuat.
....Gubraaaak.....
Gerry dan Via mendelik kaget siapa yang membanting pintu kamar. Penuh kehati - hatian Via mengintip siapa yang membanting pintu kamar.
"Pergiiiii lu! Punya otak nggak? Kalau bohong mikir." Teriak Widia yang mulai emosi.
"Aduuuh Widoong, gue juga nggak sengaja. Pan dia yang minta anterin human gue." Kata Shite yang memelas.
"Monyeeeet. Pergi elu sanah!" Teriak Widia dan akhirnya Shite mengalah.
Via yang melihat shite di gituin, cuma bisa memberi semangat.
"Ger. Kasian yah si shite di aniaya sama Widia." Kata Via ke Gerry yang tiduran sambil melihat facebookers.com
"Pasti Shite berulah lagi?" Kata Gerry yang mengingatkan Via akan sifat Widia.
"Sepertinya begitu Gerr." Jawab Via yang akhirnya keluar kamar dan menuju kamar mandi.
Ke esokan harinya Widia, Gerry dan 1 mobil taksi sudah ada di depan Kost an White House. Seperti biasa Via pulang ke Geneva tanpa bilang Willi karena Willi pun sibuk dengan kerjaan nya.
Perjalanan ke bandara Soekarno - Hatta kali ini menyenangkan. Karena ada Widia yang menemani Via.
"Vi, see you in Swiss yah." Kata Widia sambil menyerahkan Visa Perancis. Muka Via langsung senang karena akhirnya Widia ikut menyusul.
"Gerry kapan?" Kata Via dan Gerry pun hanya tersenyum saja.
"Nantikan saja!" Kata Gerry yang masih seru melihat facebookers.com
Tertawa lepas itu mahal harga nya. Keberadaan 3 Orang ini sangat menarik dan saling melengkapi.
Setelah sampai di pintu keberangkatan international. Via menuju ke ruangan boarding untuk menuju ke pesawat yang membawa nya ke dunia tanpa batas.
"Ibu yang bernama Novia Heidy?" Tanya salah satu pramugari.
"Iyah, ada apa?" Kata Via yang kebingungan lantaran dikenal.
"Ibu duduk nya bukan disini. Mari ikut saya, karena system kami mengalami masalah." Kata pramugari tersebut.
Via pun langsung berkata dalam hati,
"Jika ini perbuatan Willi dengan memindahkan bangku. Lihat saja nanti!" Katanya dalam hati.
Setelah melewati 4 tempet duduk. Via sampai tempat duduk paling depan bertukar dengan seorang pria berbadan kekar. Heran kenapa bisa begini?
"Sore Pak, saya mau infokan kursi ini boleh di tukar dengan Ibu ini?" Tanya pramugari tersebut.
"Ada apa yah?" Kata pria tersebut dan terlihat bingung.
"Begini Pak, system kami mengalami error system. Sehingga pembagian tempat duduk itu dan sesuai regulasi penerbangan. Bahwa pintu darurat harus di isi oleh pria." Kata Pramugari yang menjelaskan kondisi tersebut.
Via yang mendengarnya merasa bersalah karena menuduh Willi yang bukan - bukan.
Perjalanan kali ini 18,5 hour karena ada layover yang panjang. Membuat Via sedikit kelelahan dan tidak lupa akan jarahan selama di Indonesia. Kali ini Via hanya membawa barang - barang makanan yang kering - kering saja. Lalu menjamur lah permintaan masak dari teman - teman kantor.
"Via! Ayo kamu bikin usaha makanan Indonesia ajah disini. Pasti laku keras deghk..."Kata Felly saat di ruangan Via.
"Bener Via, kita siap kok jadi pelanggan mu." kata Reza yang mendengar Felly berbicara seperti itu.
__ADS_1
"Via pikirin yah konsep nya. Biar kalian tidak kecewa sama masakan Via."Kata Via yang memberikan ke Reza berkas - berkas general affair.
Ide semakin mengalir deras, Via pun mulai menulis konsep yang akan dia pakai buat catering.
"Ahaaa... Seru juga jika memakai konsep makan dirumah. Atau pesta - pesta orang Indonesia yang tidak mau repot." Kata Via dalam hati.
"Coba buka pre order buat kue Indonesia ahk." Kata Via yang memulai pekerjaan iseng - isengnya.
Saat malam tiba dan perlengkapan memasak kue Indonesia telah di siapkan oleh Via. Ke isengan Via dan hobby nya menjadikan kue traditional Manado yaitu Ombekuk.
"Hmm, ternyata kue nya wangi. Dulu oma sering bikin." Kata Via dalam hati dan memandang kue tersebut.
Ruangan dormitory Via wangi gula merah dan kayu manis. Beberapa orang yang lewat kamarnya mencium harum kue nya ingin mencicipi.
Tokkkk Toooookkkk....
"Eh, Felly. Kebetulan aku selesai bikin kue Ombekuk. Yuk cobain yah..." Kata Via menggandeng tangan Felly setelag membuka pintu kamarnya.
"Astagaaaa Viaaaa..." Felly melotot dan mulut nya masih penuh dengan kue.
"Enak gak? Apa gak enak?" Kata Via yang mulai ketakutan.
"Ini enak, dodol." Kata Felly yang masih mengunyah terus mulutnya dengan kue di tangan kanan nya.
Kue nya pertama masih banyak, lalu Felly datang dia sudah mengahbiskan 5 potong kue.
"Vi, elu kudu bawa makanan ini di acara malam International. Sumpah, ini enak gila!" Kata Felly yang terus meracau kue Via enak.
Setelah Via berberes, Via pun bilang besok dia akan bawa kue ini dan Nasi Tempong cumi. Felly tidak menyangka kalau Via sangat lah berbakat dengan masakan Indonesia.
Drrrrrrrttttt... BBM Via bergetar...
Yudha: Hei, kamu!
Via: Iyah, kenapa?
Yudha: Kamu tidak kangen kah sama Jakarta?
Via: Hmn, kenapa?
Yudha: Send picture (IMG_001278)
Yang memamerkan deretan giginya yang Putih dan badan nya yang kekar. Via tersenyum dan membalas chat nya dengan emoji saja.
Via: 👍
Yudha: Kamu di Bandung kan?
Yudha mulai memancing keberadaan Via melalui percakapan nya.
Via: Kenapa?
Yudha: Nggak, hanya bertanya saja dengan dirimu.
Via: Ooooh.
Itu chat terakhir Via ke Yudha. Seperti biasa Via tidak membalas chat nya Yudha. membuat pria kelahiran Bogor ini semakin penasaran dengan Via.
__ADS_1
"Bener - bener unik, semakin lama semakin penasaran." Celetuk Yudha tanpa sadar setelah minum wine kesukaan nya di salah satu bar terkenal di Jakarta.
Yudha tidak mau berpangku tangan saat ini. Karena merasa harga dirinya di robek oleh Via, yang tidak pernah menjawab chatnya.
Sementara banyak wanita yang real antri demi jadi pacarnya.
Namun di lain pihak, Via kaget ada PIN BBM masuk dan menyapa Via.
Orang Baru: Hi, sorry. Menyapa mu seperti ini.
Via: Tidak apa. Kamu dapet PIN BBM ini dari siapa?
Orang Baru: Kamu. Oh, Yah. Nama saya Krishna.
Via: Oh kamu toh. Sorry lupa.
Krishna: Iyah. Saya yang tadi nabrak kamu di Supermarket.
Via: Iyah, ada apa Krishna?
Krishna: Iyah, mau ngundang kamu ke perkumpulan orang Indonesia nih.
Via: Kapan?
Krishna: Besok jam 9 pagi. Kan dept. kita lagi outing. Jadi bisa kan?
Via: Okay, dimana?
Krishna: Di depan kantor yang ada patung kursi patah.
Via: Baik. See you.
Krishna pun tersenyum dengan Indah nya. Akhirnya dia bisa berbicara dengan cewek idaman nya yang pertama kali ketemu di ibukota Bern.
Seminggu lebih Via asik di Geneva, Gerry pun menyiapkan diri untuk pindah ke New York City. Negara yang mendapatkan julukan big apple. Sementara Widia akan berangkat ke Paris, Gerry pun sedih dan galau.
Mereka kerja berjauhan, terlebih lagi Gerry harus berpisah dengan Via. Kangen dengan ocehan Via yang tidak ada habisnya.
Gerry menghabiskan waktunya di Bali, dan menikmati deburan ombak yaersahutan membuat hatinya senang.
Separuh jalan sudah dijalanin, sedikit memahat kecewa. Gerry sering melihat Via tidak pernah update untuk Mediasocial nya.
UN, June - 26th 2009.
"Switzerland, 2009. Penuh kenangan yang sangat Indah. Apalah artinya jika kita hidup ngelihatin orang saja.
Bulan ini sama Jazz Geneva Lake.
Setelah membaca ulang semua blogs yang Sudah ditulis. Lalu memposting kan kegiatan di luar ruang selama Via berarda di kantor tersebut.
" Please comment, like dan jangan lupa."
Cast:
Willy: Darmha Mangkuluhur
Yudha: Sean Gelael.
Krishna: Dokumentasi sendiri.
__ADS_1