Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 3 : Pinstagram


__ADS_3

Makan malam hampir selesai bersama dengan Via, seperti sepasang kekasih Ben pun bercerita mengenai hari - harinya saat kemarin sampai di Los Angeles, California. Via mendengarkan secara seksama, lalu entah mengapa ada pertanyaan Ben yang Via sulit jawab...


"Bunda, apa yang menjadi alasan bunda menikah dengan ayah? Sementara Ben yakin dengan pekerjaan bunda ini, menemukan pasangan yang sepadan pasti banyak." Tanya Ben yang membuat Via skak mati dan diam memikirkan jawaban.


Hampir 10 menit Via merangkai kata dan akhirnya Via menemukan kata - kata yang tepat menjawab Ben.


"Ayah mu lelaki terhebat dan hadiah serta anugerah sang semesta buat bunda. Alasan nya adalah sederhana; bunda percaya ayah mu orang yang sangat bertanggung jawab dengan janjinya." Jawab Via dan Ben memikirkan janji apa sehingga ayah sangat setia dengan bunda.


"Janji apa bunda?" Tanya Ben semakin penasaran dengan jawaban Via.


"Menikah itu bukan karena kamu ingin merubah orang atau untuk menemani mu. Tetapi menikahlah dengan tanggung jawab. Ketika kamu berjanji dihadapan semesta dan orang tua mu, berusahalah mesti tidak mungkin. Pasti ada jalan nya.." Jawab Vis yang tersenyum mengingat masa - masa pacaran dengan Erick.


"Lalu?" Tanya Ben semakin detail.


"Menikah itu tidak seperti di film - film romantic, kamu tidak tau ajah dapur mereka seperti apa? Tetapi percayalah semua akan berlalu. Maka kunci nya adalah komunikasi dua arah dan love language nya kita dan pasangan." Jawab Via yang membuat Ben mengerti semua alasan Via.


Tidak sampai disana saja ada ke isengan Ben yang membuat pinstagram Via ramai dengan notification.



Halo world ini @noviaheidi mencari menantu perempuan. Modal nya bisa menaklukan @noviaheidi untuk berkata "YES" terhadap kalian yang ingin jadi istri saya.


Cuitan tersebut membuat sang empunya pinstagram langsung ramai. Terutama netizens dari Indonesia yang luar biasa hebat nya membombardir pinstagram Via mengenai lowongan menjadi menantu Via.


Kemabali ke rumah Erick tertawa melihat Via dan Ben. Shasha yang secara natural kepo langsung menanyakan apa maksud cuitan Ben mengenai mencari menantu tersebut.


"Kak, kamu serius mencari istri di Pinstagram?" Tanya Shasha saat melihat kelakuan sang kakak.


"Yah, enggak lah. Gila ajah kamu! Aku nulis begitu untuk bisnis nya bunda. Itu nama nya tehnik marketing." Jawab Ben dengan santai dan duduk depan tivi yang ada di ruang keluarga.


"Besok kita kerumah poppa. Kalian sudah beli hadiah ultah buat poppa*?" Tanya Erick tiba - tiba ditengah konflik pinstagram.


"Yes kita ke Switzerland. Poppa pasti senang aku bawain Madelaine." Teriak Shasha yang akhirnya mengalah dengan sang kakak.


Poppa \= Kakek dan Monda \= Nenek (Panggilan sayang anak - anak Via)

__ADS_1


Sementara Ben kembali ke kamar dan memeriksa jadwal buat besok dan melihat perkiraan cuaca di Switzerland. Ben melihat pertarungan seru di Pinstagram membuat foto sudah banjir komen.


80% di isi dari Indonesia yang luar biasa responsive nya menjawab komen - komen tersebut. Well, semakin banyak semakin seru dan penjualan pun akhirnya ngehit penjualan baju Romeo Beckhamsa. Yang sangat terkenal di seluruh dunia.


...----------------...


Subuh - subuh keluarga Via sudah siap terbang menunju rumah professor Bjorn. Dimana sang literatur berjalan tinggal dan menua bersama dengan orang yang dia kasihi, karena sudah lama tidak berjumpa dengan orang tua angkat nya ini.


Ben dan Shasha sangat senang jika bertemu dengan Prof. Bjorn dan Prof. Cho Song Hwa. Kemampuan berbahasa Ben dan Shasha bisa dikatakan menurun dari Via, disamping bisa berbahasa English, France dan Japan. Ben juga bisa berbahasa Switzerland dan German secara fluent.


Persis seperti sang ibunda yang mahir menggunakan bahasa Indonesia, English British, France, Japan dan Korea Selatan. Berbeda dengan Shasha yang bisa berbahasa France, English British dan Japan yang hanya sedikit - sedikit. Maka tidak jarang Ben dan Shasha suka di bully sama anak - anak Widia dan Gerry. Karena tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu mereka.


Tidak membuang kesempatan ketika pulang ke Switzerland. Via pun juga sedikit bertanya dengan pemerintah Switzerland bagaimana bisa membawa donasi. Pemberian donasi untuk anak - anak yang mengalami traumatik.


Drrrrrrttttt... Group WhatsApp ibu - ibu ramai dengan hit item yang sempat di promosikan oleh Ben.


Widia : Wah, ada yang minta menantu nih...


Claudia : Uhuk, anak nya dah posting dari dalam hati apa mamak nya yang perintah.


Dyandra : Ngeri yah, punya mertua perempuan galak.


Widia : Via galak? Gue ngakak baca nya ini.


Dyandra : Yah, paling nggak anak nya posting.


Via : Bagus dia mau posting, jahil nya nurunin Erick banget.


WhatsApp terakhir sebelum Via duduk manis di pesawat yang membawa nya pulang ke Geneva, Switzerland.


"Ayah, aku sudah buatkan makanan kesukaan poppa dan monda. Semoga mereka suka yah..." Kata Shasha yang minta duduk bersama dengan Erick kali ini.


"Pasti poppa dan monda suka dengan makanan kamu."Sela Via saat mendengar obrolan Shasha dan Erick.


Perjalanan menuju Geneva, Switzerland cukup panjang yang hampir memakan waktu 8 jam. Ben dan Via menghabiskan membaca buku, sementara Shasha dan Erick menghabiskan dengan tidur karena kurang istirahat.

__ADS_1


Bahan bacaan Ben sudah hampir habis, lalu Ben mengeluarkan KiPad terbaru untuk mereview kejadian demi kejadian di pasar saham.


" Kamu sudah nyerok saham ABCD? Menurut bunda bagus."Kata Via saat melihat Ben membaca laporan keuangan.


"Nggak, besok pasti turun. Karena mereka punya laporan jurnal keuangan nya tidak serapih saham EFGH." Kata Ben penuh dengan ketelitian dan tingkat analisa Ben cukup mahir.


"Bunda, aku boleh bertanya?" Tanya Ben sangat berhati - hati dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Ben.


"Boleh, kenapa?"Jawab Via dan terus tangan nya masih membaca buku dan mata Via mengembang luar biasa. Melihat Ben yang asik dengan bacaan nya.


Ben mengeluarkan beberapa buku management human resources. Via tertawa dengan apa yang anak nya keluarkan. Setelah itu bertanya dengan baik - baik terhadap Ben.


"Kode apa ini, atau ada sesuatu yang bagus?" Ledek Via yang ternyata Ben menjadi anak beasiswa berprestasi.


"Aku mau bunda setuju kalau aku kuliah S2, tapi aku sudah masuk kuliah sih." Kata Ben meminta ijin terhadap Via.Dengan cara memaksa Via menyetujui apa yang Ben pilih.


Keluarga Via dan Erick langsung menuju pintu VVIP. Dimana prof. Bjorn dan prof. Cho sudah menunggu anak dan cucu tersayang.



Setelah sampai tidak lupa kalau Ben mulai mengawali dengan Pinstagram Story, yang menyatakan bahwa Ben sedang berada di Geneva, Switzerland.


Caption yang menggoda netizen Indonesia;


Sepertinya belum terlambat untuk belajar bahasa South Korea. Colek bunda @noviaheidy yang butuh menantu orang Indonesia. Pinstagram Via yang di tautkan kepada oleh anak terebut.


Via dan Erick berbincang seru dengan Prof. Bjorn dan Prof. Cho terkait dengan objectivity dari kedua belah pihak. Mata Ben tertuju kepada sebuah foto ya terletak di ujung meja kesayangan .


Lembar demi lembar di buka Ben yang penasaran isi dengan. Banyak sosok yang Ben kenal ada beberapa sosok yang asing untuk Ben. Rasa penasaran itu terasa sangat seru.


°


°


°

__ADS_1


Comment, like, Share dan Vote yah! Semoga terus update setiap harinya.


__ADS_2