Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Reunion SMU dan Kejutan Untuk Via


__ADS_3

Selama masa kehamilan pertama Claudia Gerry di buat kepusingan. Bagaimana tidak? Claudia slalu meminta apa yang Via makan dan barang-barang Via.


"Fix ini anak nya Novia Heidy bukan Gerry Putra Al-Rasyid." Omel nya dalam hati saat Claudia menginginkan makanan yang Via masak.


Sementara Via yang sudah berada di Den Haag, Netherlands. Mulai ribet dengan presentasi kasus yang sedang marak di dunia.


"Halo nona manis?" Sapa seorang pria yang sudah lama Via tidak jumpa.


"Heii, Yudha. Apa kabar?" Sapa balik Via yang menanyakan keadaan nya.


"Baik dan sedang menata hati setelah di tinggal sama seorang wanita hebat." Balas Yudha yang membuat Via tersenyum seadanya.


Via mengajak makan Yudha dan bercerita hari-harinya di Geneva, Switzerland serta kegiatan nya selama di negara tersebut.


"Jadi bulan depan kamu mau reunion SMA?" Tanya Yudha dengan muka serious.


"Iyah, tenang ini gak ada angkatan nya kak Dewin kok." Kata Via berusaha menenangkan Yudha.


"Hmn, siapa tahu kan." Balas Yudha dengan ketus.


"Yah, sudah. Via nyesal kasih tau Yudha." Ejek Via dan memakan poffertjes kesukaan Via.


Via merasakan seperti pulang kampung jika berada di Netherlands. Negara sang nenek yang akhirnya memilih Indonesia sebagai tempat berlabuh kenegaraan nya.


Acara selama di Den Haag bersama dengan Via, membuat Yudha mengobati kerinduan. Via akhirnya pulang ke Indonesia buat reunion sekaligus akan menghadiri hari anak Indonesia sebagai perwakilan United Nations.


"Thank you Vi, buat semua nya. See you!" Kata Yudha mengakhiri perjumpaan dengan Via.


Bruuuuukkkk...


Tubuh Via sedikit terpelanting namun sepasang tangan kokoh menangkap badan Via.


"Kamu nggak apa-apa kan?" Sapa si cowok tersebut.


"Oh, aku baik-baik saja." Balas Via dengan muka juteknya.


Via menyusuri pintu keluar dan akhirnya mendapatkan sesosok orang yang Via cari.


"Ndreeewww..." Teriak Via dengan cempreng nya.


"Pipiyoooo" Bales Andrew sahabat Via di SMU kekasih Renatha.


Muka Via berubah saat melihat Andrew menggandeng sprang wanita yang sedang membawa trolley bayi.


"Siapa ini Ndrew?" Tanya Via hati-hati dan masih belum terima kalau Andrew sudah menikah dengan wanita lain.


"Kenalin ini Talitha Sheren. Ini anak aku Renatha Sylvia" Jawab Andrew yang memberitahukan Via.

__ADS_1


"Akhirnya!" Balas Via dengan muka lebih bersahabat.


Via memperhatikan Talitha sejenak mirip Thata. Ingin bertanya langsung namun tidak kuat. Air mata Via sedikit jatuh. Andrew melihat Via sedang memikirkan sesuatu, akhirnya melajukan kendaraan nya dengan cepat.


Saat tiba di rumah Andrew, Via kaget di sambut oleh mamanya Thata.


"Halo mami kuuuu.." Teriak Via senang dan bahagia melihat mama angkatnya yang pertama.


"Halo anak kesayangan papi dan mami." Sapa Mamanya Tatha.


"Mami, Via miss you so bad." Kata Via sambil memeluk mamanya Tatha.


"Mami juga, oh yah. Mami turut berduka atas kepergian papah mu yah." Kata Mamanya Thata yang duduk di sebelah Via.


Via dengan muka ceria, menjawab tidak apa-apa waktu itu mami tidak ada karena pas papah Via meninggal, bertepatan Talitha melahirkan, lalu mamanya Tatha menceritakan sesuatu.


"Jadi ini sepupunya Thata yang orang tua nya meninggal itu?" Jawab Via yang penuh terkejut mendengar apa yang di beritahu oleh mamanya Tatha.


Senyuman khas Via melihat anggukan mamanya Thata membuat nya sedikit lega. Karena cinta sejati tidak akan pernah lekang oleh waktu.


Cinta sejati akan kembali kepada pemiliknya yang sejatinya itu pasangan nya.


"Vi, besok reunion udah bawa kado belum?" Tanya Andrew yang mengingatkan Via mengenai kado.


"Udah, bungkus koran kan?" Balas Via yang menunjukan bungkusan rapih menggunakan koran.


"Oh, yah udah. Berati kamu tinggal istirahat ajah." Kata Andrew yang duduk disamping Via memberikan sepiring buah kesukaan nya.


Via menaruh foto Gerry dan Widia dimana bersebelahan dengan foto Via dan Thata. Sambil berbisik kepada hatinya.


"I never asked for a better best friend like you, but GOD gave me better than I could not ask for.*" Kata Via dalam hati.


"Aku tidak pernah berharap punya teman baik serperti mu. Tetapi Tuhan kasih yang lebih baik dari apa yang aku harapkan."


Pagi-pagi Via dibangunkan oleh suara tangis anak bayi yang menggelegar. Sungguh membuat Via terkaget. Via duduk manis di meja makan sambil memperhatikan Talitha memberikan ASI kepada anaknya.


"Ren, Ren haus? Sini mama kasih. Uh sayang-sayang." Suara Talitha terdengar sangat merdu. Via tersenyum melihat kejadian seperti itu dan sedikit mengingat nanti jika bayi Gerry dan Claudia akan seperti apa.


"Ayo, makan. Mami sudah buatkan French toast kesukaan Via." Tiba-tiba mamanya Tatha membuyarkan lamunan Via seketika.


Via menghabiskan sarapan dan bergegas bersiap mengkuti serangkaian acara reunion SMU mereka. Terasa special Via akan bertemu teman-teman nya setelah 15 tahun berpisah.


Andrew memarkirkan kendaraan nya lalu mengajak Talitha keluar, lalu di barengi oleh Via. Beberapa orang menyapa sang mantan ketua Osis pada zaman nya..


"Ndreeewww... Ahk elah apa kabar?" Teriak lelaki setengah bule. Yang ternyata dulu sekelas sama Andrew. Via pun hanya bermuka datar karena dahulu Via hanya kenal Renatha dan Andrew sisanya Via tidak begitu mengenalnya.


"Halo Novia Heidy, mantan anggota Paskirbraka Nasional." Teriak seorang lelaki yang sukses membuat Via berkerut mengingat namanya.

__ADS_1


"Masih inget gue gak Lu?" Tanya lelaki tersebut dan Via cuma tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Waaah, ternyata Via si selebgram itu yah?" Tiba-tiba ada wanita dengan dandan an yang terlihat tua dari umurnya. Lagi-lagi Via tidak mengenal orang- orang tersebut.


Di dalam acara Via mulai terasa asing karena tidak banyak yang Via kenal. Namun 2 orang di depan nya saat ini akhirnya menyerah dan memperkenalkan diri.


"Vii, Gue Dimas. Mantan Ketua Paskibraka SMU kita." Kata laki-laki tersebut yang membuat Via sedikit mengepalkan tangan mengingat kejadian tersebut.


"Gue cewek nya Dimas, Devi." Disambung oleh wanita disebelahnya.


Tangan Via masih mengepal dan tidak mau berjabat tangan. Andrew yang melihat tersebut langsung menarik tangan Via untuk bersalaman dengan ke dua orang tersebut.


Tidak lama seseorang lelaki datang memanggil Andrew.


"Heii Dreww... Apa kabar?" Sapa orang tersebut dan Via ingat, orang ini kemarin sempat menabrak Via saat di Bandara Soekarno Hatta.


"Heii Dickson Wicaksono." Bales Andrew akhirnya mereka terlibat percakapan seru.


Namun mata Dickson, tidak berhenti memperhatikan wajah Via yang membuat nya terpesona. Via yang kesal karena mereka masih ngobrol akhirnya membawa Talitha duduk di kursi yang di sediakan.


"Via?" Sapa Pria setengah kemayu dan giginya sukses di rantai besi.


"Yah.." Jawab Via yang duduk di sebelah nya sesuai dengan undangan.


"Inget gue nggak? Fandy, dulu anggota trio bebek." Kata Pria tersebut dan akhirnya Via mengingat nya.


"Apa kabar?" Sapa Via yang sedikit lupa dengan teman nya ini.


Dickson dan Andrew akhirnya duduk di kursi setelah pembawa acara mulai membuka acara reunion sekolah mereka.


Namun saat di awal-awal ada pria yang setengah berlari akibat terlambat. Lalu duduk di depan Via yang membuat Via melotot kaget saat melihat muka pria tersebut.


"Baiklah, kita akan mengundi nama yang akan mendapatkan hadiah dari...." Kata pembawa acara yang memecahkan konsentrasi Via.


Sementara sang pria juga kaget melihat Via yang ada didepan nya.


"Saya panggilkan Erickson Hardjanto untuk maju kedepan mengambil kunci permainan." Teriak si pembawa acara dan Erick kaget saat mendengar namanya disebut.


Melihat kejadian ini Via sedikit tersenyum karena saat ini dihadapan nya ada Erick yang pernah membantu dirinya. Di sudut lain Via melihat ada sosok Vika yang menemani Erick. Jelas saja Via sedikit kesal mengikat kejadian waktu itu. Walaupun Vika berulang kali meminta maaf kepada Via.


Saat melihat Via duduk dekat makanan yang akan disajikan, Vika berusaha mendekat kepada Via namun. Banyak orang mengantar untuk foto bareng. Pada hal banyak beberapa teman Via, juga artis papan atas.


°


°


°

__ADS_1


°


Like ceritanya, lalu tinggalkan comment di cerita, Vote untuk novelnya.


__ADS_2