Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Tragedi Di Kota Paris Part 1!


__ADS_3

Akhirnya sampai juga Gerry dan Claudia di Paris. Penjemputan langsung sama Widia yang kebetulan melewati airport Paris De Guelle. Walau di dalam perjalanan dari Marseille menuju Paris, Claudia membuat panas dingin dengan jawaban yang akan menentukan Gerry kedepan nya.


"Gerrrr...." Teriakan khas Widia yang seperti lelaki.


"Woooooyyy" Bales Gerry dengan membuat semua mata tertuju padanya.


"Let's go. Biar bisa makan gue nih." Kata Widia tanpa basa basi.


"Nyoook ahk" Kata Gerry yang mendorong trolley barang.


Setelah sampai di mobil Widia merasa ada yang aneh dan membuat nya membalikan badan dari arah bangku depan ke belakang supir.


"Hiiii, kenalin nama gue Widia. Elu nama nya siapa?" Tanya Widia tanpa basa basi ke Claudia.


"Nama gue Claudia, biasa dipanggil Clau." Jawab Claudia yang sumingrah karena di terima oleh Widia.


"Oh ini yang namanya Clau. Oh yeah, jangan cemburu yah sama gue dan Via. Kita emang suka begitu." Bales Widia dengan ngasal.


"Nggak kok, nyantai ajah." Kata Clau yang memberikan senyuman.


"Nanti kalau ketemu sama Via, jangan kaget yah. Anaknya bawel tapi kalau sama orang baru dia bisu terkadang gagap." Kata Widia yang memberikan penjelasan keadaan nanti.


Perjalanan dari airport ke apartment nya Widia menghabiskan waktu 30 menit.


Well, Claudia akhirnya bisa bercanda dengan Widia. Sementara Gerry hanya diam membisu mendengar percakapan mereka yang mengenai manjat gunung.


"Eh, malih. Diem aje!" Oceh Widia yang mengagetkan Gerry.


"Bacot elu panjang banget, bingung gue mau masuk dari mana?" Jawab Gerry yang multi bersuara.


"Ger, nggak tanya Via kapan dateng sama Yudha?" Kata Claudia yang mengingatkan Gerry.


"Katanya Via besok dateng. Biar gue ajah yang jemput." Jawab Gerry yang menengahi antara Via dan Widia.


"Ahk, itu anak pasti bawa nya parno. Dan lengkap banget deghk." Kata Widia yang tertawa mengingat kelakuan Via.


Sesampainya di Apartemen Widia langsung menunjukan kamar Gerry dan Claudia. Dan mengingatkan jika Via datang Gerry tidur sama Yudha. Sambil beberesan Gerry menunggu Claudia menyiapkan makanan.


"Wid, ini oleh - oleh buat elu. Dan ini nanti buat si Via." Kata Claudia yang mengeluarkan oleh - oleh dari New York.


"Waduh ini cookies yah?" Kata Widia yang melihat oleh - oleh Claudia buat Via.


"Iyah, tapi rasa keju kok." Jawab Claudia.


"Jangan sakit hati yah kalau Via nggak makan. Via susah banget seleranya dia, apalagi dia jago bikin kue." Kata Widia yang memberitahukan kesukaan Via.


"Yah, gimana dong, Wid?" Tanya Claudia setelah mendengar arahan dari Widia.


"Bentar, gue mikir yak." Kata Widia sambil menyiapkan makanan untuk makan malam.



#Maaaf gambar diulang


Makan malam pun sudah siap, dan Widia langsung mengajak Gerry untuk makan.


"Wid, itu Romi siapa?" Tanya Gerry tiba - tiba karena pembelian ticket bukan untuk Shite.


"Itu temen gue dari Dubai." Jawab Widia secara singkat dan padat.


"Ohhh. Kirain yang baru lagi." Bales Gerry yang sedikit menyindir.


"Mulut sekolahin, biar ngga nyindir." Kata Widia yang merasa ke sindir oleh Gerry.


Makan malam kali ini terasa menyenangkan, Claudia bisa tau sifat - sifat Gerry dari Widia langsung tanpa disensor terlebih dahulu.


"Wid, emang segitunya Via sama makanan?" Tanya Claudia saat mencuci piring makan.


"Via itu unik, dia gak bisa makan pedes pertama. Lalu dia gak suka manis ataupun gurih. Dia tuh suka yang tasteless, Clau." Kata Widia yang memberitahukan kesukaan Via.


"Jadi salah dong gue bawa cookies." Kata Claudia ke Widia yang cuma memandangi wajah Claudia penuh kecewa.


"Besok, biar gue dulu makan cookies nya. Nanti kita liat reaksi Via." Kata Widia menenangkan Claudia, lalu menyuruh Claudia istirahat untuk besok jemput si Via dan Yudha.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


dokkkk dooookkkk dooookkkk...


"Wooyyy, cepetan." Kata Gerry dengan kegaduhan terjadi.


"Apaan sih. Gue bukan Weni yak!" Teriak Widia yang keluar dengan handuk mandi menutupi badan.


"Aduuuh, mata gue ternoda liat punya elu." Kata Gerry sambil melakukan panggilan alam.


"Bagusan gue, Claudia apa Via?" Tanya Widia yang meledek Gerry.


"Viaaa punya lah." Kata Gerry dengan tidak berfikir panjang serta lupa kalau ada Claudia.


Tidak waktu lama Gerry keluar dengan tergesa - gesa hingga baju nya masuk semua ke dalam celana pendeknya.

__ADS_1


"Hahahahahahahaha" Widia dan Claudia tidak sanggup menahan ketawa mereka melihat Gerry.


"Gerr, move on boleh kali?" Ledek Widia ke Gerry.


"Jadi katanya mau serius?" Claudia menimpali ledekan Widia yang masih tertawa dengan melihat Gerry.


"Udah sih! Namanya juga alam bawah sadar." Kata Gerry sambil jalan ke arah kulkas.


"Yah, alam bawah sadar juga berpengaruh sih sama kesadaran berpakaian." Ledek Claudia lagi.


Setelah menunjuk celana Gerry yang seperti orang konyol dan melihat Widia juga Claudia tertawa tanpa henti. Dengan muka kemerahan dan malu, akhirnya Gerry membetulkan celana nya yang seperti artis Indonesia; Jojon.


"Yuk, jemput tuan putri malu. Nanti dia bawel di group." Ajak Widia yang mengambil kunci mobil dan melempar ke Gerry.


"Kudu gitu jemput?" Tanya Gerry yang masih marah akibat kebodohan nya.


"Harus, nanti dia ngalahin president pidato." Kata Widia yang menyeret Gerry buat nyalain mobil.


lalu....


Tink Tooonkkkk Tinkkkk Toooonkkkk


"Ini apaan sih rusuh amat mencetnya." Kata Gerry yang mulai marah.


"Ini Via dah didepan pasti." Tebak Widia yang bermain feeling.


"Gak mungkin dia. 100% itu anak nyasar kalau kemana - mana." Ledek Gerry yang berasa tahu sifat Via.


"Gak mungkin nyasar Ger. Kan ada Yudha?" Tiba - Tiba Claudia memberikan sebuah pencerahan.


"Percaya deh, Via itu keras kepala. Sotoy nya itu nggak ampun - ampun." Kata Gerry meyakinkan.


*Sotoy \= Sok Tahu*


Tiiiiiiiiinkkkk Toooonkkkk Tiiiiiiiiinkkkk Toooonkkkk.....


"Waaaaiiit..." Teriak Widia dari dalam apartment dan membuka pintu.


"Lamaaa banget sih bebiiiih, Via dah kayak topeng monyet." Kata Via yang mulut nya tidak berhenti ngoceh.


"See, taruhan gue benar kan Gerry?" Kata Widia yang senyum penuh kemenangan.


Sementara Gerry bingung dengan kejadian ini dan melihat Yudha sibuk memasukan koper - koper Via. Laluuuuuu


"Yaaaah Tuhaaaan, punya MU lah kebesaran dan kejayaan." Teriak Gerry melihat koper - koper Via.


"Tenang Ger, Via mau pindah ke Afrika." Ledek Widia sambil melirik Via.


Seketika Via langsung hening tanpa suara lagi seakan terkunci rapat.


"Jadi?" Tanya Widia setelah melihat Via tertunduk lesu akibat melihat Claudia pertama kali nya.


"Well, ini perbekalan kita." Jawab Via yang lemes dan memelankan nada suaranya.


Gerry melihat kondisi ini, menarik tangan Claudia dan mendekatkan Claudia ke Via. Sementara Via masih diam, dia menutup rapat mulut nya.


"Tenang, Claudia tidak sebuas elu kira kok." Kata Gerry membuka percakapan setelah melihat Via terdiam.


"Oooo" Kata Via yang membulatkan bibir nya dan menutup kembali mulutnya.


"Vi, udah yah semua koper mu." Kata Yudha memberitahukan mengenai koper - koper tersebut.


Setelah membereskan semua koper - koper tersebut. Via masih terasa canggung dengan Claudia. Bahkan sifat kepo nya bergejolak hebat. Namun apadaya Via tidak bisa mengeluarkan kata - kata. Namun saat di dapur Apartemen Widia....


"Via, mau dibantuin masak apa?" Kata Claudia berusaha mendekatkan diri ke Via.


Senyum yang minimalist Via seperti jawaban kalau Claudia mengganggu.



Melihat akan itu Widia dengan sigap menolong Claudia.


"Clau, potong ini wortel sama ini bawang." Perintah Widia dan Via lihat lalu kembali dengan kegiatan nya.


Dengan santai Widia makan cookies pemberian Claudia rasa Coklat kesukaan Widia. Yang harus diakui cita rasanya boleh juga. Via pun melihat dan melirik sesekali ke arah Claudia.


"Vi, ini enak lowh." Kata Widia sambil mengunyah cookiesnya. Lalu Via mendekat dan mencium cookies rasa keju.


"Bukan racun, nggak mungkin gue racun duth."Kata Widia yang emosi dengan kebiasaan Via suka mencium sebelum makan - makanan yang baru dia lihat.


"Ihk, nggak gitu." Kata Via membuka mulut dengan irit kata - kata.


"Susah sama anjing German Shepherd."Celtukan Gerry yang membuat Via memanyunkan bibir.


Via akhirnya mengambil 1 cookies keju nya dan memakannya. Namun...


" Oo.. ooow..." Kata Via yang melepehkan cookies yang dimakan dengan muka terlalu jujur.


"Kenapa Via?" Kata Claudia memberanikan diri.

__ADS_1


"Nggak enak." Kata Via yang mulutnya minta diobras.


"Ini hits loh Vi di New York. Ngantri kalau mau pesen." Bela Gerry yang melihat Claudia sudah menundukan wajah nya.


"Nggak suka. Ini ada coklat putihnya, trus kejunya aneh." Kata Via yang menjabarkan ingredients cookiesnya dan eng ing enggg...



#maaf gambar diulang


Gerry dan Widia langsung melihat isi ingredients yang diomongin Via. Dan ternyata emang benar apa yang Via bilang. Claudia merasa gagal untuk mengambil hati Via. sementara Via tetap membuat makanan.


Widia yang masih disana memberi kode ke Gerry membawa keluar Claudia. Biar Widia bisa ngobrol sama Via. Melihat itu Gerry langsung paham dan mengajak Claudia keluar.


"Vi, kasian Gerry. Udah bawa Claudia kesini buat berbaur sama kita. Elu malah begitu sifatnya." Kata Widia mencoba menasehati Via.


"Maafin, Via sudah usaha. Bibir ini bingung mau ngobrol apa." Kata Via yang menyiapkan makanan yang sudah jadi.


"Sedikit peka Vi, dia bawain cookies ini lowh." Kata Widia memberitahukan ke Via.


"Cookies momofuku?" Kata Via setengah terkejut.


"Duuuh, maaaffff." Kata Via dan mulai dia mengeluarkan air mata tanda rasa bersalah banget.



Setelah mendengar Widia cerita akhirnya Via cuma tersenyum getir karena kebiasaan jeleknya dia. Ceramah Widia membuat Via tertunduk lesu akibat kata - kata kasar yang Via ucapkan tadi.


Drrrrrrrt....


Bbm Gerry bergetar...


Widia: Ger, ayo makan!


Gerry: Wokeh.


Melihat Gerry masuk lalu disusul oleh Widia membuat Via merasakan kebingungan untuk meminta maaf.


"Vi, ayo makan keburu dingin ini."Kata Widia yang menyendoki nasi dan beberapa lauk.


Sementara Claudia mengambil tempe mendoan dan sambel korek kesukaan Gerry dan Widia.


"Enaaaaaak..." Teriak Claudia yang secara tiba - tiba membuat Gerry dan Widia serta Yudha kaget.


"Apaan sih Clau, norak!" Kata Gerry yang ngeledek Claudia.


"Ini enak pake banget Ger." Bales Claudia yang memberitahukan ke Gerry.


Sementara seperti biasa Gerry dan Widia berasa biasa saja. Karena mereka sudah terbiasa dengan Via masak seperti itu.


selama 15 menit meja makan terlihat hening akibat Via. Claudia mencoba sebisa mungkin agar tetap menjaga amanah.


"Claudia, ini coba dulu." Kata Via, yang mengambi ayam cabe kering untuk Claudia. Lalu seluruh mata tertuju pada Via dan Claudia. semua dan melihat apa yang Via pegang saat itu.


"Terima kasih." Kata Claudia yang masih bingung dengan Widia.


Karena sore masih terlihat Indah, Widia mengajak Gerry lalu Yudha untuk kita bersantai sejenak setelah sehari penuh drama - drama Korea. Dengan kecepatan cahaya Widia duduk depan dengan mobil sebelah pengemudi.


Cuaca menuju malam dan sedikit rintik - rintik hujan.


"Ayoo, cepat!" Teriak Via saat mobilnya dan melupakan sisi pendiam nya.


Gerry, Yudha, Claudia dan Widia langsung menduduki mobil dan mengunci pintunya.



Gerimis makin Gede, dan tanpa sengaja Gerry kebablasan membuang"Gas" yang membuat isi mobil berteriak.


"Alaaaamaaaaaaakkkk" Teriak Via yang menutup mulutnya dan hidung nya dengan sapu tangan yang ada.


"Egookkk! Otak elu dimana, Malih?"Kata Widia yang makin emotional banget.


Sebagai pelaku kekejaman tersebut Gerry hanya tersenyum bahagia dan meminggirkan mobil untuk mengeluarkan gas amoniak buatan Gerry yang ada. Setelah mobil sudah melipir ke sebuah gedung olahraga. Via, Yudha, Claudia dan Widia mengalami sesak nafas dan katanya akan mati secara tidak terhormat.


"Gerrr, elu bikin gue masuk koran sekarang!" Kata Widia dengan muka kesel dan sedikit mengancam.


"Nggak sengaja bebih." Kata Gerry sedikit memelas mukanya.


"Gerrr, Via mau muntah!" Kata Via tiba - tiba ke pinggiran jalan.


Gerry dan Widia langsung menggiring Via ke toilet untuk menyelesaikan secara adat muntah. 3x balik muntah membuat isi perut Via keluar semua.


"Ini sih namanya tragedy amoniak. Kalau matinya dibunuh gas beracun kan keren banget." Kata Yudha yang mulut nya ngga ada obatnya.


"Lah kan keren, amoniak. Elu bisa kecanduan atau elu bisa pemake." Kata Gerry yang menginfokan ke Yudha.


Via, Claudia dan Widia hanya memberesi bekas sisa - sisaan muntah masing - masing akibat ulah Gerry. Via mulai nyaman dengan Claudia, mulai berkata - kata dan mengajaknya berbicara.


"Via, terima kasih sudah mulai memberanikan diri." Kata Claudia yang memberikan apresiasi terhadap Via.

__ADS_1


*Please Comment and Like ceritanya*


Note: Perjalanan Afrika sepertinya berjalan lancar. Petualangan sudah dimulai dengan banyak kejadian unik selama ada di Afrika.


__ADS_2