Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Pertemuan Pertama Tanpa Acara


__ADS_3


Widia menikmati makan siang yang seru, entah mengapa paling enak menggoda Via jika ternyata Via memang jatuh cinta. Mula nya memang Via tidak mengakui kalau menyukai orang tersebut, tapi akhirnya tidak bisa di sembunyikan.


"Vi, kalau kamu sama Erick. Siap-siap tinggal di hotel terus." Ledek Jerias yang sukses membuat Via hanya tersenyum.


"Erick nya suka gak sama elu, Duth?" Tanya Widia yang mencoba mengorek informasi dari Via.


Dengan cepat Via menggelengkan kepala karena Via tahu kalau Erick suka dengan Vika. Muka Via beralih ke tempat lain dan terus mengunyah.


"Erick tuh jomblo. Vika tuh pacaran sama temen nya Erick. Jadi jangan takut kalau pacaran sama Erick." Kata Jerias membela Via dan berusaha mencoblangi Erick dan Via.


"Masalahnya Erick gak suka sama Via." Kata Via ke Jerias yang membuat Widia mengerti pilihan Via.


"Kalau ada pergerakan, kasih info." Kata Widia menengahi ledekan demi ledekan ke Via.


Sehabis makan siang tiba saat nya dengan dessert khas Via. Surga penggemukan badan buat Jerias dan Widia yang sedang liburan berdua tapi selalu mengganggu Via.



Buah potong yang di tata sedemikian sama Via memanjakan mata Jerias dan Widia. Sambil menikmati makanan, tiba-tiba Via bertanya.


"Jika Erick mengetahui masa lalu Via, apakah Erick akan menerimanya?" Tanya Via yang membuat Jerias dan Widia tersedak ketika mendengar pertanyaan tersebut.


Mata Jerias dan Widia menatap Via lalu dengan sedikit tarikan nafas, Widia menginformasikan.


"Erick udah tahu, jika dia benar mencintai mu. Erick tidak akan meninggalkan dirimu." Kata Widia yang masih asik mengunyah makanan nya.


"Yah, kita lihat saja. Apakah ini benar cinta apa ini hanya sekedar aku terlalu terbiasa dengan Erick." Balas Via yang mendalami perasaan nya.


Liburan yang cuma sebentar selama di Geneva membuat Jerias dan Widia naik 5 kg akibat Via masak setiap hari. Jerias dan Widia memberikan waktu untuk diri sendiri agar bisa memprioitaskan program membuat anak.


Karena mereka sudah lama hanya berdua saja, sedangkan Via masih sibuk dengan kegiatan-kegiatan nya bersama United Nations. Lalu ditambah dengan kolaborasinya bersama dengan Disney. Peluncuran tersebut ternyata mendapat sambutan luar biasa diluar sana. Sehingga membuat para pelaku bisnis banyak yang terbantu.


Drrrrrrrtttt Drrrrrrrtttt layar telephone seluler Via ada panggilan dari Erickson Hardjanto.


"Yes, Rick. Ada apa?" Jawab Via dengan nada biasa.


"Ada yang nanya, bisa nengok kamu gak di Geneva?" Tanya Erick basa - basi karena terus di desak oleh Dickson, karena telephone seluler nya dibuat loud speaker.


"Aku boleh bicara sama Dickson?" Tanya Via dan Erick akhirnya membiarkan Dickson berbicara sama Via.


Dickson mendengarkan secara seksama apa yang Via katakan. Berkali-kali terdengar kalau Dickson berusaha menjelaskan apa yang terjadi.


"Jujur yah Dickson. Aku sudah punya pacar, entah kamu bisa percaya atau tidak. Erick dan Vika teman ku, begitu juga kamu. Aku..." Kata Via yang akhirnya di potong oleh Dickson.


"Aku tanya sama kamu, siapa pacar mu?" Tanya Dickson yang sudah to the point.


"Kamu pernah melihat nya di Indonesia, yang pada saat itu kita makan malam bersama." Jawab Via dengan tegas.

__ADS_1


"Well, bukan nya itu mantan mu?" Tanya Dickson lagi membuat Via sedikit kaget.


"Bukan, kami balikan lagi. Maafin yah, aku tidak bisa melarang ku menyukai mu. Namun setidaknya aku jujur pada mu." Jawaban yang menutup percakapan antara Via dan Dickson.


Setelah menelephone Via dan mendengar pengakuan Dickson kepada Via, wajah Erick terlihat dilemma karena entah mengapa hatinya terasa sesak.


Dickson menceritakan penolakan Via yang memilih kembali kepada Yudha. Erick kaget karena selama ini Yudha pun di tolak. Tetapi biarlah ini menjadi pilihan Via. Hati Erick pun terasa ikut perih karena pilihan Via.


Hari semakin bergulir Via sibuk dengan pekerjaan nya dan begitu juga Erick. Dickson sudah kembali ke Indonesia dan kembali ke rutinitas nya. Vika ditugaskan kembali ke USA. Untuk menghadap ke head office. Vika lebih memilih tinggal bersama dengan Erick, yah tentu saja Erick merasa senang.


"Rick, sini makan." Teriak Vika yang sudah menyiapkan makanan.


"Widih, thank you nyonya Mike." Kata Erick menggoda Vika.


"Gimana dengan si nyonya Erick?" Tanya Vika sedikit kepo.


"Masih sibuk dengan kegiatan nya." Jawab Erick Enteng.


"Ini dah November loh. Kapan mau liburan nya?" Kata Vika lagi dan mengingatkan Erick akan janjinya.


Sudah 3 bulan Erick tidak berhubungan dengan Via. Hanya melalui social media nya di Pinstagram Erick menyukai postingan Via. Begitupun sebaliknya.


"Eh, besok ada yang ulang tahun nih." Ledek Erick membuat Vika tersenyum ramah.


"Gue minta kado loh." Balas Vika yang menggoda Erick.


Erick menata kue donat yang di taruh dalam kulkas nya menjadi kue ultah. Tepat pukul 00.00 Erick mengucapkan selamat Ulang Tahun Navika Geraldine. Tulis Erick dalam caption di story gram nya. Via yang melihat tersebut meyakin kan bahwa langkah nya kali ini salah. Merusak kebahagiaan orang lain.


Drrrrrrt... Drrrrttt nama Erickson Hardjanto keluar dari layar telephone selulernya.


Erick : Desember kamu pulang ke Indonesia dulu atau kemana dulu?


Via : Bingung. Kamu?


Erick : Kalau gitu aku bisa ajak kamu liburan?


Via : Pacar mu marah kah?


Erick : Vika? Nggak, dia bukan pacar ku. Lalu Yudha bakalan marah kalau kamu liburan.


Via : Nggak, dia cuma mantan.


Melihat jawaban Via kepada Erick dan begitu juga Erick muka mereka merona. Erick yang akan tugas ke Paris, France mengunjungi Disney akan mampir sekalian ke Geneva, Switzerland.


Erick mengatur jadwalnya dan mengatur ticket dari Geneva, Switzerland menuju Jaipur, India. Via pun kembali dengan kesibukan nya, dan saat weekend kembali ke rumah prof. Bjorn dan prof. Cho. Kali ini muka Via berbinar-binar seperti menemukan belahan jiwa.


"Anak daddy muka nya cerah banget." Ledek Prof Bjorn saat melihat Via menata Brunch di meja balkon belakang.


"Dad, aku December mau istirahat." Info Via anak kesayangan nya.

__ADS_1


"Apa? Kamu mau kemana?" Teriak Maxime yang mendengar adik angkatnya akan istirahat.


"Aku mau leyeh-leyeh kak."Balas Via yang membuat Alex dan Maxime tertawa.


" Bagaimana kalau kita ke Lucerne?" Tanya Prof. Bjorn menengahi perdebatan seru antara kakak dan adik.


Via kali ini mengundurkan diri karena tidak mau kehilangan moment bersama dengan Erick. Via yang sudah bosan ke Lurcerne, Switzerland. Namun malu mengatakan jika Via sedang dekat dengan seseorang.



Akhirnya sudah di penghujung bulan November dan Erick pun sudah selesai pekerjaan nya di Paris, France. Hanya memakan waktu 3 jam perjalanan untuk sampai di Geneva, Switzerland.


Erick bersiap dengan barang bawaan nya yang cukup lumayan banyak. Namun Sudah memilih pakaian yang akan di bawa ke Jaipur. Sebagian barang sudah di kirim ke California, jadi tidak akan memberatkan perjalanan.


Menyusuri kota Geneva, Switzerland disore hari dengan cuaca dingin sangat menantang. Berdasarkan alamat yang dikasih oleh Jerias akhirnya Erick menemukan Apartments Via.


"Semoga Via ada di rumah. Tapi kata Jerias Via ada kok di rumah." Kata Erick dalam hati.



Begitu melihat gedung apartment Via, Erick dibawa ke belakang unit. Karena unit apartment Via tidak tinggi. Karena menghadap langsung ke danau Geneva, Switzerland.


Ting.... Tooooong..... Ting.... Tooooong....


Suara bel apartment Via berbunyi dan membuat Via kaget. Karena tidak ada janji dengan siapa pun kali ini. Saat di buka Via kaget melihat Erick ada di depan Via.


"Kok kaget gitu sih." Kata Erick yang bengong melihat ekspresi muka Via.


"Kaget lah, kamu gak bilang mau kesini." Jawab Via yang tersenyum.


"Mandi sana, kamar mu disebelah. Aku akan masakin soup." Teriak Via dan melempar handuk baru ke arah Erick.


Karena Via tidak suka orang yang membawa Virus dari luar. Via berkutat masak buat Erick dan sedikit membuat kudapan manis untuk nya. Selesai membersihkan diri dengan benar, Erick menuju meja makan. Erick memperhatikan Via yang masak dengan cekatan.


"Ini dah jadi soupnya, ini dessert nya nanti abis kita makan dah jadi." Kata Via yang menawari makan soup berserta dengan condiment nya.


Baru pertama kali Erick mencoba masakan Via walaupun waktu di London, England sempat mencoba kudapan manis yang Via buat di rumah Jerias.


"Enaaak, ini soup apa?" Tanya Erick yang mencoba menerka-nerka masakan Via.


"Sayuran dengan seafood. Aku tahu kamu pemilih makanan jadi aku kreasikan sayuran dan seafood jadi satu." Kata Via menjelaskan dan Erick terkaget kalau Via bisa sedetail itu memperhatikan orang.


Soup tersebut ludes dalam hitungan menit dan sukses menambah piring. Erick pun mengakui Jerias gendut kemarin gara-gara makanan Via.


°


°


°

__ADS_1


°


Yuuuk Comment ceritanya, lalu like ceritanya, terus love novel nya biar bisa tahu update an nya. Lalu Vote author nya.


__ADS_2