Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Aku Karma Mu


__ADS_3

Sudah seminggu Via belum bangun dari todurnya, keadaan alat vital nya menunjukan pergerakan bagus. Dokter membawa nya keruang perawatan dan terus memantau keadaan nya. Namun sampai saat ini Via belum terbangun dari tidurnya...


"Vii.. Kamu ngapain disini" Suara seorang perempuan yang tiba-tiba teriak.


"Thaaa.. Aku dataaang...."Teriak Via dalam alam bawah sadarnya.


"Kamu belum bisa disini Pipiyo... Ayo balik..." Teriak suara cewek tersebut.


"Nggak, Via gak mau balik. Via mau ikut pokoknya!" Jerit Via yang tidak kalah ngototnya.


"Kamu masih ada Gerry, Widia, Erick, Claudia, Jerias. Kamu nggak sayang sama mereka?" Tanya suara itu ke Via.


"Sayang, tapii..." Kata Via dengan muka merenung dan terus menatap punggung suara tersebut.


Suara yang sangat Via rindukan dan membuat nya kembali. Entah mengapa Via akhirnya menggerakan jarinya di sebelah kanan yang banyak selang-selang monitor.


Erick melihat tangan Via bergerak sedikit demi sedikit. Doctor pun di panggil oleh Erick karena seminggu lebih Via belum sadar kan diri. Dari tangan lalu mulai beranjak dan...


"Hoeeeks" Via memuntahkan seluruh isi perut nya selama ini.


Dokter panik karena ini tidak pernah terjadi sebelum nya. Erick pun panik karena Via muntah, dokter akhirnya memeriksakan keseluruhan tubuh Via.


"Yah, Tuhan selamatkan mantu ku. Berikan kesempatan.." Doa mama nya Erick saat melihat Via di ruang MRI.


"Vii, kamu harus kuat. Benar-benar kuat." Doa Erick tidak putus-putus.


Hasil MRI keluar dan Via dibawa ke ruang perawatan. Erick di beritahu kalau Via hanya mengalami shock tubuh. Dan saat kembali ke ruangan Via, kali ini Erick kaget karena perawat membereskan peralatan yang menempel pada Via..


"Suster, kemana istri saya?" Teriak Erick yang kaget.


"Sedang dikamar mandi. Istri anda sudah bangun.." Kata sang suster yang memberitahukan.


"Via.. Viii..." Ketuk Erick yang akhirnya di buka oleh perawat dan memunculkan muka senyum Via.


Via keluar dengan khas senyum nya dibantu oleh suster. Erick memeluk Via dengan erat dan Via mulai menangis. Tidak lama orang tua Via dan Erick masuk ke kamar.


"Adeekkk.." Teriak Bunda dan tidak lama oma Via juga ikutan teriak.


"Yah.." Jawab Via yang disarray senyum tidak lama mereka berpelukan.


Setelah Via sadar dari tidur panjang nya, Via harus menjalani test dan MRI sekali lagi.


"Ini orang terbuat dari apa, luka hebat pemulihan nya cepat." Kata kepala dokter yang menangani Via.


"Kepala nya normal, sehabis ini kita lihat kinetic nya." Kata dokter syaraf yang meyakin kan tidak ada kerusakan apapun.

__ADS_1


Via akhirnya menjalani serangkaian test yang melelahkan. Setelah itu kembali ke ruangan dan duduk di tempat tidurnya. Via menatap laptop Erick dan membuka email kerjaan nya.


Dengan masih seperti biasa Via menggerjakan pekerjaan-pekerjaan nya yang tertunda. Via juga sudah melakukan Video call untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.


Disela itu Dickson masuk ruangan dan membuat Via tidak nyaman.


"Hi, kamu dah bangun?" Tanya Dickson saat membawa makanan untuk Erick.


"Aku kok punya feeling aneh yah? Entah kenapa rasanya menyesakan dada" Kata Via yang langsung to the point.


"Ahk itu hanya feeling gak jelas." Jawab Dickson seraya menaruh makanan disebelah tempat tidur Via.


"Yah, mudah-mudahan feeling ku salah mengenai kecelakaan ini sama dirimu." Balas Via yang menatap Dickson tajam dan di akhiri oleh Erick yang datang.


Erick melihat Dickson langsung memeluknya dan mengucapkan terima kasih. Tidak lama mama mertua Via datang dan ikut mengucapkan terima kasih karena membantu Erick.


"Saayang, akhirnya kamu sembuh juga. Mama sampai kaget kamu belum bangun." Kata Mama nya Erick dan memeluk Via.


"Iyah mah, terima kasih doa-doa nya." Jawab Via yang duduk di tempat tidurnya.


Mama dan papa Erick berbincang dengan Via mengenai kecelakaan itu. Via lebih banyak mendengarkan. Lalu...


"Rick, kamu sudah tanya dokter mengenai hasil Via?" Tanya papanya Erick.


"Sudah pah, kalau 2 hari ini Via tidak ada gejala klinis. Via bisa pulang ke rumah, dan bisa istirahat total." Jelas Erick saat sang ayah bertanya.


Sementara Dickson berpamitan pulang karena Via sudah sembuh. Di dalam mimpi Via, Thata sempat memberitahu bahwa Dickson ada di tempat kejadian.


Via mengumpulkan bukti-bukti menjerat Dickson saat ini. Erick membawa keluar keluarga dan hanya tinggal Via yang ada di ruangan.


Drrrrrrrtttt.... Drrrrrrrtttt... Layar ponsel Dickson menerima pesan dari Via.


Novia : Mungkin feeling ku salah, tapi aku akan mencari bukti.


Dickson : Carilah. Jika itu membuat mu senang.


Novia : Thank GOD. Kebangkitan ku dari kematian tidak seperti Dyandra.


Kali ini Dickson bergetar mengingat kejadian semasa SMU. Dyandra yang meninggal karena kecelakaan bersama Dickson saat ingin menggugurkan kandungan nya.


"Kejadian itu tidak ada yang tahu, kenapa Via bisa tahu?" Oceh Dickson dalam hati saat berada di dalam taxi.


Via mengetahui kematian Dyandra saat bersama Thata. Sempat Dyandra menulis pesan pada Thata dan kembali Via di ingatkan dalam mimpi tidur panjang nya.


Dengan bantuan kepolisian Via mendalami kasus kecelakaan nya. Gerry dan Widia bertindak sebagai kuasa hukum Via.

__ADS_1


"Benar nih, Duth. Ternyata itu mobil Dickson yang disewa." Kata Widia sambil membaca laporan analisa dari kepolisian Los Angeles.


"Lalu, apa tindakan elu?" Tanya Gerry saat selesai membaca berkas-berkas tersebut.


"Aku yang akan jadi karma buat dia."Kata Via yang mata nya sudah kelihatan seperti pembunuh.


Via terlalu lama ngobrol sama Gerry dan Widia, membuat Erick sedikit khawatir dengan keadaan nya. Pelan-pelan Erick masuk ke kamar Via dan mereka tetap masih membahas berkas yang Erick tidak mengerti.


"Okeh, Vi. Kayaknya elu butuh istirahat deh."Kata Gerry yang melihat Erick.


"Iyah, nanti gue update kalau ada info lagi. Jaga kesehatan elu yah. Mi El Diablo..." Ledek Widia yang membuat Via tersenyum simpul.


Berkas-berkas digital yang di baca Via, membuat Erick penasaran apa yang Via sembunyikan. Wajah Erick sedikit penasaran melihat Via menutup berkas-berkas tersebut.


"Rick. Jika seseorang terdekat mu melukai kamu, apakah yang akan kamu lakukan?" Tanya Via saat Erick memberikan buah ke Via.


"Aku akan menyerahkan kepada yang berwajib." Jawab Erick dengan mantap.


"Sekalipun itu Dickson?" Selidik Via yang membuat Erick terkejut dengan omongan Via.


"Sekalipun Dickson, yah harus di proses secara hukum." Kata Erick sedikit goyah namun berusaha stabil.


Via menghela nafasnya panjang dan sekali lagi berkata ingin pulang. Erick menanyakan apa yang terjadi saat Via tertidur panjang sehingga membuat orang khawatir.


"Aku ketemu Thata. Jujur aku ketemu dia dang tidak mau kembali, namun saat Thata bilang aku harus kembali. Aku melihat kamu nangis, dan saat itulah aku mau memeluk mu." Jawab Via yang meneteskan air mata.


Rasa kangen sama Renatha membuat Via sangat tersiksa. Kesempatan ketemu Thata dalam mimpi sangat di tunggu Via, bahkan ketika nyawa nya sudah diujung pun masih harus menyelesaikan hidup dengan baik.


Air mata Erick terus jatuh dan memeluk Via yang ternyata belum bisa melupakan Thata. Dan...


"Rick. Kamu masih ingat Dyandra?" Tanya Via tiba-tiba membuat Erick kaget dan pucat.


"Mantan nya Dickson kan? Kenapa?" Balas Erick yang membuat Via semakin mencecar Erick.


Erick menceritakan sehabis lulus Dyandra dan Dickson pergi ke Jakarta untuk liburan. Tetapi saat di perjalanan Dyandra dan Dickson mengalami kecelakaan hebat, lalu hanya Dickson yang selamat karena diselamatin warga desa.


Via merasakan feeling ini benar, dengan bantuan teman nya. Via minta tolong untuk mengecheck nama daerah yang Via dapat dalam mimpi.


°


°


°


°

__ADS_1


Like dan komen nyah... Jangan lupa subscribe juga...


__ADS_2