
Semua barang - barang yang sudah di beli oleh Via dan Erick saat berbelanja di Akihabara, di bungkus dan di bawa ke dalam pesawat United Nations yang akan membawa Via pulang ke California.
Margaret yang melihat dari dekat Erick membuat nya terbuai. Langkah Margaret yang dinamis mendekati Erick yang sedang menikmati hari minggu dengan berada di lounge tidak bersama dengan Via. Adalah saat yang tepat untuk mendekati Erick.
"Sore pak, kok sendirian?"Tanya Margaret saat bertemu dengan Erick di Lounge - Hotel.
"Istri saya lagi ada urusan kantor, nanti akan menyusul kok."Jawab Erick yang menambah minuman cocktail nya yang biasa di pesan.
"Hari minggu loh pak, masa kerja?"Goda Margaret lagi yang masih penasaran dengan sikap Erick.
"Iyah, istri saya juga mau nya libur. Namun perang antar negara emang ada liburnya?"Balas Erick yang sudah mulai kesal dengan Margaret.
Erick melihat layar telephone selulernya dan menghubungi Vika melalui WhatsApp chat.
Erick : Vik, Director of sales and marketing elu kurang target yah?
Vika : Kagak, bulan ini achieve dia. Bulan depan belum ada pergerakan nih...
Erick : Pantes, banyak waktu yah dia godain suami orang?
Vika : Godain elu maksudnya?
Erick : Iyah, gue kerja disini gak sempet loh godain istri orang.
Vika melihat chat terakhir dari Erick yang sudah emosional akhirnya memutuskan untuk turun ke lounge. Erick yang begitu menawan saat berada di lounge dengan jas nya.
Penampilan nya dengan kaos hitam dan jas putih membuat nya tampak seperti executive muda. Wajar sekali kalau Margaret menggodanya seperti itu. Vika menghampiri Erick yang duduk dengan Margaret.
"Rick.." Sapa Vika yang hanya sekedar basa -basi.
"Eits, Vika." Sapa balik Erick dan seketika Vika ikut bergabung.
"Thanks Vik. Gue ke kamar dulu, bini gue nanya nih."Pamit Erick dan pergi meninggalkan 2 perempuan tanpa apa - apa.
Vika mengenal sifat Erick jika tidak suka sesuatu, maka sikap nya akan frontal keluar. Tersisa hanya Margaret yang sepertinya kesal karena Erick pergi dan tidak ada pembicaraan lebih. Margaret pun semakin penasaran dengan Erick.
" Percuma kalau elu niatnya buat naklukin Erick dengan cara seperti ini. Erick udah hilang feeling dulu sama elu."Kata Vika membuyarkan pemikiran Margaret.
"Maksud elu apaan?"Tanya Margaret pura-pura bodoh demi Vika cerita masalah Erick.
"Erick itu lebih suka perempuan yang elegant dan classy. Dia lebih suka mengejar ceweknya hingga dapat." Kata Vika membeberkan rahasia Erick.
__ADS_1
Tidak satupun yang dibicarakan Vika dapat menguntungkan Margaret. Tapi membuat Margaret semakin ingin mendapat kan Erick.
Via selesai berberes dan pekerjaan nya pun sudah selesai. Melihat Erick yang baru saja masuk ke kamar dengan muka kusut membuat Via bertanya-tanya.
"Kamu kenapa?" Tanya Via dengan suara manja khasnya membuat Erick menolehnya.
"Kesal, karena di gangguin saat me time." Jawab Erick sekedarnya.
Via memesan room service makanan cemilan dan beberapa buah. Erick yang melihat nya menganggap biasa saja. Karena muka Erick semakin tidak ada perubahan...
"Kamu mau cerita?" Tanya Via yang memutar badan nya dari duduk di sebelah Erick menjadi dipaha Erick.
"Kalau aku tidak mau bagaimana?"Jawab Erick masih kesal dengan Margaret.
"Yah, aku tidak akan maksa. Tapi aku boleh dong..." Balas Via tetiba mencium bibir Erick dengan penuh gairah.
Erick membalas ciuman tersebut, karena Erick meirindukan saat - saat berdua dengan Via.
Tinggg Toooonng....
Bell kamar Via berbunyi membuat Via berdiri dan membuka kamar nya dan secara cepat mengambil pesanan nya. Erick menunggu Via yang masih berberes makanan camilan, namun sudah tergoda dengan badan Via yang ada di depan nya saat ini. Tidak butuh waktu lama Erick pun melancarkan aksi pembalasan ke Via.
Pelukan Erick dari belakang membuat Via sempat terkaget dan tersenyum. Erick menarik pinggang Via untuk mendekat kepada nya. Tubuh Via yang mungil dengan rambut tergerai, membuat Erick semakin leluasa memainkan tubuh Via.
"Aku hanya berusaha menjadi yang terbaik.." Jawab Via dan Erick pun mulai mencium bibirnya Via lagi dan lagi.
Hari ini benar-benar membuat Erick merasakan hilang kesalnya akibat ulah Margaret. Via selalu ingat pesan mama nya Thata yang mengatakan;
"Ketika pasangan mu sedang tidak mau cerita mengenai masalah nya, kita harus menahan diri untuk tidak terlalu sibuk mencari tahu. Tetapi kita harus membuat nya nyaman melepas rasa kesalnya dengan berbagai cara. Mulai dari makanan, jalan-jalan, quality time atau melakukan sesuatu yang pasangan kita suka."
Kata-kata mamanya Thata saat Via datang untuk reunion sekolah. Kejadian tersebut ternyata membuat Via menemukan jodohnya. Kegiatan suami istri untuk membuat anak dilakukan juga sebelum berangkat ke California.
Via yang bangun terlebih dahulu dan membereskan bekas pergulatan tadi malam lalu mandi dan memakai baju untuk kepulangan nya ke California.
Drrrrrrrtttt Drrrrrrrtttt
Bunyi pesan masuk dari Darrell yang sepertinya memberitahukan next kerjaan Via apa.
Darrell : Pemerintah Jepang mengundang ibu dan bapak ke acara kerajaan.
Via : Terus kepulangan ku di undur selasa?
__ADS_1
Darrell : Iyah, Antonio Gutierrez minta ibu untuk mendampingi beliau juga.
Via yang membaca pesan tersebut tiba-tiba merasa emosi karena masih saja di beri tugas untuk misi-misi yang sulit. Erick melihat istrinya kesal akhirnya gantian untuk berusaha tetap tenang.
"Sayang, kenapa?" Tanya Erick yang mengelus pipi Via saat bersamanya.
"Kamu besok full gak jadwalnya?" Tanya Via yang memelas.
"Tidak, aku bisa atur dari sini jika kamu mau." Jawab Erick yang membuat Via lega.
Kali ini Darrell membawa baju kerajaan dan lengkap dengan tiaranya. Via dan Erick akan menghadiri acara amal kerajaan. Dan ternyata perusahaan Erick pun ikut turut andil dalam acara tersebut.
Via sangat cantik mengenakan baju khas kerajaan dengan lencana dari United Nations, 1 set perhiasan. Erick yang kelihatan Gauteng dengan baju setelan jas nya menambah nilai untuk pasangan ini.
Kali ini Via menambahkan 10cm untuk sepatu heels nya agar bisa sedikjt menyamai tingginya Erick. Untungnya heels tersebut tertutup oleh gaun Via yang panjang.
"Harus terima nasib kalau semampai* begiii.."Kata Via dalam hatinya.
*Semampai \= Semeter Tak Sampai*
Selesai berdandan dengan rapih, Via menuju mini van yang di sediakan oleh Darrell untuk menuju Royal Palace. Turun ke lobby para media sudah bersiap - siap menyerbu pasangan muda ini.
Beruntung Darrell dengan cekatan membuat barisan pengamanan. Kali ini Via bertemu dengan Putri Kako dan Mako yang terkenal cantiknya. Erick menggandeng tangan Via berjalan menuju mini van yang di sediakan oleh Darrell.
"Princess kodok hari ini cantik banget..."Ledek Erick yang melihat Via memakai gaun kerajaan.
"Sudah jangan menggoda ku nanti dandanan ku rusak." Protes Via yang tetap tenang dengan posenya.
Perjalanan ke Royal Palace yang memakan waktu 40 menit. Akhirnya sampai juga dan langsung menuju ruangan yang di tuju.
°
°
°
°
Yeay, update lagi! ayooo di like dan komen yah...
lalu di love novel nya juga...
__ADS_1