Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 3 : First I Met You


__ADS_3

Keonaran yang terjadi siang ini membuat Shasha shock karena Dewin bisa semarah itu. Ben juga terkaget melihat Dewin bisa sekasar itu. Tidak bagi Widia yang mengingat dengan jelas itu pernah terjadi dengan Via beberapa kali. Hanya Gerry dan Widia lah yang menenangkan Via saat itu.


"Bagaimana hasil Visum nya dok?" Tanya Dewin yang mencecar dokter saat selesai menerima hasil Visum Shasha.


"Ada bekas tamparan di pipi kiri, tapi ini ada goresan sedikit dengan benda. Mungkin kena kuku atau cincin si pelaku." Kata Dokter memberi penjelasan kepada Dewin.


Tidak butuh waktu lama untuk Dewin menaikan tensi amarah nya. Gerry dan Jerias buru - buru menuju kantor polisi untuk meredakan situasi. Karena dunia social media sekarang ramai memperbincangkan Dewin dan Shasha.


"Ini hasil visum, ini bukti cctv. Saya tidak perduli siapa dia, jika anak perempuan saya di lukai." Kata Dewin penuh penekanan saat menyerahkan bukti - bukti.


"Saya kuasa hukum dari Jehovah Shammah Hardjanto. Perkenalkan saya Gerry Putra Al-Rasyid." Kata Gerry memperkenalkan diri.


Shasha hanya geleng - geleng kepala karena orang tua nya terlalu berani bersikap. Semua orang di dunia maya bangga banget dengan Dewin dan Gerry yang membela anak asuh nya mereka berdua.


Tidak pelak Widia pun datang dengan penuh tatapan dingin. Menyerahkana semua hasil temuan nya Widia. Tidak lupa Jerias yang sudah siap memback up Gerry dan Dewin. Claudia pun juga datang, tidak ketinggalan Dyandra dan Dickson juga ikut nimbrung.


"Baik, siapa orang tua Shasha..." Tanya polisi saat selesai membuat berita acara perkara.


"Sayaaa.." Teriak semua nya dan polisi hanya terdiam heran.


"Orang tua kandung dari Jehova Shammah Hardjanto." Ulang polisi yang menangani kasus Shasha.


"Saya, Dewin Hyung." Kata Dewin dengan mantab.


Dewin akhirnya di periksa dengan kepolisian dan pastinya di temani oleh kuasa hukum. Jerias yang menjadi kuasa hukum untuk Dewin. Shasha mendekat kepada Widia, dan menarik tangan Widia untuk berbicara sebentar.


"Mah, aku mau nanya. Bunda sama ayah kalau aku di sakiti seperti ini kah reaksinya? Maksud aku reaksinya seperti papah Dewin." Tanya Shasha dengan muka tertunduk dan menahan air matanya untuk tidak turun.


"Melihat papah Dewin, mamah Widia seperti melihat Bunda mu waktu marah. Hanya mamah Widia dan papah Gerry yang sanggup menenangkan nya." Kata Widia menjelaskan nya.


"Bisa begitu mah? Aku tidak pernah melihat bunda marah. Kalau ngomel sering sih mah." Kata Shasha yang membuat Widia tersenyum simpul.

__ADS_1


Widia menceritakan kejadian demi kejadian dimana Via jika ngamuk, setan dalam diri nya bangkit. Bahkan Via sanggup membunuh orang jika membuat nya mengamuk. Bahkan Widia sudah menelpon Chadala untuk datang ke London, England bertemu dengan Shasha dan Ben.


Proses hukum berlanjut dan bukan Gerry namanya jika tidak bisa membuat lawan bertekuk lutut meminta maaf. Orang tua gadis tersebut meminta maaf kepada Gerry dan Dewin setelah putri nya membuat onar di kantor Dewin saat sedang rapat.


Hari ini sangat melelahkan dan membuat Shasha belajar untuk bisa menyelesaikan masalah. Saat berada di dalam mobil Dewin, Shasha dan Dewin berserta supir hanya terdiam karena cukup melelahkan masalah ini.


"Pah, Shasha minta maaf. Sudah buat papah repot dan membuat heboh dunia internet." Kata Shasha yang membuka pembicaraan.


"Sha, ini tidak membuat papah repot. Yang kamu harus ingat, papah tidak akan membuat anak papah di lukai siapa pun." Kata Dewin yang memberikan penekanan pada setiap kata - katanya.


"Pah, terima kasih. Buat semua nya yah pah..." Kata Shasha lagi dan memeluk Dewin.


Sesampai nya di rumah Ben, Shasha melihat keluarga sudah berkumpul. Shasha melihat seorang nenek - nenek yang masih kuat dan terlihat segar. Wajah nya seperti orang Africa. Benar saja Shasha mendapat sambutan dari wanita South Africa tersebut.


"Selamat malam, little El Diablo*. Selamat malam buat El Demonio." Sapa Chadala memberi hormat kepada Dewin dan Shasha.


"Malam, perkenalkan nama saya Dewin Hyung. Bukan El Demonio*, atau apapun." Kata Dewin mempertegas.


"Paaaah..." Teriak Shasha tanpa sengaja dan membuat Dewin langsung emosi dan matanya menajam juga memerah.


"Lepasin anak saya, atau kamu menghadap saya di dalam kegelapan." Teriak Dewin dan jelas Gerry dan Widia mengingat kejadian ini seperti kejadian sama Via.


"Salam hormat El Demonio... Selamat datang kembali." Kata Chadala membungkuk kan badan seakan memberi hormat.


Tangan Shasha di lepas dan Dewin kembali normal. Semua mata tertuju kepada Dewin dan Shasha. Hingga akhirnya Chadala memberikan informasi terkait masalah ini.


"Apakah kamu tahu bahwa bakan terpendam ibumu di wariskan ke kamu?" Tanya Chadala kepada Shasha yang masih bingung dengan kejadian ini.


"Maksudnya apah?" Tanya Ben yang heran dengan semua perkataan Chadala.


"Hari ini tepat 25 tahun lalu ibu mu ke South Africa. di umur nya 25, dia mengetahui ada yang aneh dalam dirinya. Di umur 52 tahun ibu mu mestinya sudah berpulang, namun ayah mu menghalangi." Kata Chadala membuka takbir yang selama ini tertutup. Gerry dan Widia mengingat jelas iyah, umur 25 mereka semua ke South Africa.

__ADS_1


Perbincangan tersebut akhirnya mendapatkan benang merah bahwa, memang sudah di takdirkan jika Dewin dan Via tidak bersama dan kemampuan mereka berdua turun kepada Shasha tanpa ada yang sadar sama sekali. Ben sedikit tertawa dengan kejadian hari ini. Karena semua kejadian ini jauh dari kata logika dan realitas.


Satu hal yang membuat Ben tercengang adalah pengakuan Dewin hari ini mengenai Ben dan Shasha. Karena tidak mudah untuk seorang Dewin mengakui anak orang lain menjadi darah dagingnya, lucunya Dewin juga sudah memberikan hak penuh kekayaan nya untuk Ben dan Shasha sebagai pewaris tunggal dari harta Dewin.


Kembali ke Chadala yang membawa Shasha ke cermin yang membuat nya semakin bingung.


"Oma, apa yang oma maksud dengan little El Diablo dan El Demonio?" Tanya Shasha yang melihat Chadala masih memandangi Shasha.


"Mamah dan papah tiri mu adalah anak special. Termasuk kamu juga, berbeda dengan kakak mu walaupun kembar. Kamu lah yang dipilih mamah mu." Kata Chadala menjelaskan dari mana berasal masalah anak special.


Selama 1 jam Chadala memberikan keterangan dan memperingati bahwa jantung mamah nya (Via) ada di South Africa. Jelas itu yang di takdirkan oleh semesta terhadap Via.


"Well, kamu tidak usah takut. Ini bukan sesuatu yang berbahaya. Ini karunia dari semesta untuk kalian dimana kalian akan memperjuangkan ketidak adilan." Jawab Chadala saat menjawab pertanyaan terakhir oleh Shasha.


"Kalau begitu, aku akan seperti bunda? Maksud ku umur ku?" Tanya Shasha yang sepertinya tidak mengerti apa tujuan ini.


"Justru kamu akan jauh lebih hebat dari mamah mu. Dan terus lah bersinergi dengan semesta." Kata Chadala mengakhiri semua nya.


Shasha dan Ben baru mengetahui seberapa special ibunya. Sejak malam ini Shasha dan Ben selalu berkumpul bersama.


El - Diablo : Jiwa raja setan yang biasa dalam mitologi masyarakat latin.


El Demonio : Roh setan dalam tubuh manusia yang ada di mitologi masyarakat latin.


°


°


°


Like, commnet, share, vote juga yah... Terima kasih!

__ADS_1


__ADS_2