Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Badan Ku Mulai Bermasalah...


__ADS_3

Sambil menatap serius jendela pesawat yang akan membawa Via kembali ke California. Membuat Via sedikit resah dengan kejadian kemarin. Erick yang merasakan Via sedang gelisah lalu mengambil tangan Via.


"Apakah masih tersisa rasa cemburu mu?'Tanya Erick saat menggenggam tangan Via.


"Aku bisa apa, jika kamu lebih menyukai yang menggoda?"Jawab Via yang menundukan kepala nya. Lagi-lagi Erick menatap muka Via yang sedang tertunduk lemas.


"Ketika aku bersumpah dihadapan Tuhan untuk menjadikan kamu istri satu-satunya tidak ada niat ku untuk menduakan mu."Kata Erick yang menarik Via untuk di peluk.



Perjalanan 18 Jam terasa hangat karena kekuatan cinta. Berbeda dengan yang berada di London, Jerias semakin pusing karena Widia minta hal yang aneh-aneh. Saat hamil mendekati 5 bulan dan berarti sebentar lagi si kembar 3 ini akan berulang tahun. Via berencana untuk merayakan di London karena mengingat keadaan Widia yang tidak memungkinkan terbang.


Sementara Via pun sedang asik menikmati kebersamaan dengan Erick. Menuju ulang tahun bertiga ada saja ulah Via yang membuat Erick sedikit kesal. Ingin mengganti dekorasi apartment menjadi Mickey Mouse. Belum lagi dengan deretan permintaan aneh lain nya.



Di pertengahan musim panas bulan Juni, Erick disibukan dengan berbagai aktivitas di kantor. Lalu Via sibuk dengan kegiatan kantornya yang mulai saat ini Via akan mengontrol dari rumah.


"Rick, aku minggu depan ke New York. Buat konfrensi dan seminar selama 2 hari." Kata Via saat makan malam.


"Boleh, kenapa nggak." Jawab Erick dengan Enteng karena Erick sedang focus dengan Disneyland Shanghai.


"Okay" Jawab Via dan menunjukan muka ceria.


Keberangkatan Via ke New York membuat Erick membuat nya bernafas lega karena permintaan Via yang terkadang sangat ajaib. Hingga akhirnya saat Via berangkat ke New York dan melakukan fitting baju untuk acara malam amal lagi. Penjahit nya kaget karena ukuran Via tidak muat.


Muka Via panik karena saat di timbang badan Via tidak naik. Namun mengalami pelebaran dan untung saja bisa di akali oleh pihak designer. 7 jam perjalanan ke New York City, Via di sambut oleh banyak media dan fans nya.



Via yang sangat jet-lag terus saja meladeni teman-teman online nya. Darrell yang menemani Via kali ini melihat gelagat Via sangat aneh. Dengan sigap Darrell menghubungi team medis untuk siap-siap karena tampak nya Via sangat kelelahan.


Saat di mini van yang membawa Via dan team menuju ballroom International Hotel di New York. Darrell melihat Via ketiduran dan beberapa kali Via tidak focus.


"Bu, apakah ibu mau saya panggilkan dokter?" Kata Darrell yang memberikan saran ke Via.


"Boleh, saya minta di infus vitamin dan booster ajah. Biar gak jetlag nih, aneh semakin berumur semakin cepat kelelahan." Kata Via yang masih menutup mata nya saat berbicara.

__ADS_1


Setiba nya di hotel Via menuju kamar nya yang sudah disediakan team dokter yang berjaga. Via begitu masuk langsung di periksa oleh dr.Enrico yang biasa menangani Via.


Berkali-kali dr. Enrico mendengar nadi Via namun lemah. Lalu memeriksa perut nya dan sedikit tersenyum, dr. Enrico memberikan Vitamin penguat agar malam ini Via bisa tampil.


"Bu, Via. Saya sarankan ibu tidak menggunakan heels." Kata dr.Enrico yang memberikan Vitamin dan booster untuk Via.


"Dok, yang benar ajah kalau saya tidak pakai heels." Jawab Via yang melotot karena perkataan dokter nya tersebut.


"Yah, saya bilang jangan. Sampai saya lihat besok, dan ini alat tercanggih yang besok ibu pakai saat bangun pagi." Kata dr. Enrico memberikan sebuah alat dan sukses membuat Via semakin bingung.


Via tampil cantik dengan gaun ombre nya membuat semua mata terpana melihat nya.



Bahkan beberapa orang mendekati Via, seperti biasa Via pun mulai menghindar. Dandanan Via yang seperti boneka barbie membuat para lelaki ingin mengenal siapa Via.


"Hai, kenalan dong..."Sapa seorang pria berkebangsaan Italia yang memakai tuxedo dan begitu mempesona.


"Maaf, saya dipanggil oleh team." Jawab Via yang buru-buru menuju ruang ganti.


"Hii, apa kabar?" Tanya Erick saat melihat Dickson lebih sehat dan lebih segar.


"Baik, minggu kemarin Dyandra kesini dan bawa anak gue." Cerita Dickson yang membuat Erick kaget. Dickson menceritakan betapa bodohnya dirinya saat melihat anak nya dan mendengar nya memanggil Dickson dengan kata om.


Erick merasa kasihan lantaran Dickson mendapat karma begitu beratnya. Tampak dari wajah Dickson begitu kecewa nya, Erick pun berusaha menghiburnya. Setelah bertemu dengan Dickson Di penjara. Erick melanjutkan pulang ke Apartment dan saat sampai di Lobby.


WhatsApp message nya bergetar dari Vika,


Vika : Rick..


Erick : Yo


Vika : Udah seminggu lebih nih, kasus bini elu sama Margaret.


Erick : No comment kalau urusan itu.


Vika : Gue juga, cuma kantor gue minta klarifikasi.

__ADS_1


Erick : Masa dari gue? Yah dari Margaret lah.


Vika : Margaret kekeh kalau elu yang salah dan Via


Erick : Halu ajah itu perempuan.


Kata Erick saat menutup pembicaraan dengan Vika. Kejadian malam itu membuat Erick sedikit malu karena perbuatan Margaret. Hampir said Erick juga kehilangan pekerjaan nya akibat pelecehan seksual yang tidak pernah Erick lakukan.


Sementara di New York City Via mengahdiri acara demi acara. Bahkan saat pagi-pagi Via sudah dibuk berdandan dan menemui Perdana Mentri Israel. Perjanjian yang akan dibawa mengenai Palestine dan Israel harus diselesaikan masalah korban. Via yang terlalu sibuk akhirnya membuat Darrell yang terus membuat laporan kepada Erick.


"Well, hari ini kita balik kan ke California?" Kata Via yang memastikan hari ini akan pulang ke rumah.


"Iyah, tapi dokter Enrico nanya bu. Kenapa ibu belum kasih alat yang di berikan dokter?" Tanya Darrell saat di airport.


"Ahk, iyah aku lupa. Besok ajah deh aku kasih ke dokter Enrico." Jawab Via yang sudah masuk kedalam pesawawat yang membawanya ke California.


New York City ke California memakan waktu 7 jam dan Via mengambil penerbangan malam agar bisa tidur di pesawat. Erick yang senang karena akan bertemu dengan Via membuat Erick buru-buru beberes kamar dan ruangan.


"Ahk, ini bisa ngambek Via kalau berantakan begini." Kata Erick memarahi diri nya sendiri. Erick yang melihat jamnya hampir menunjukan pukul 7 pagi dan berarti Via akan tiba dalam waktu 1 jam lagi.


Buru-buru Erick membereskan rumah dan buru-buru juga Erick merapikan baju bekas dia pakai selama Via tidak ada. Sementara Via dalam perjalanan pulang ke rumah, Darrell sudah menginfokan ke Erick bahwa mereka sudah sampai. Erick pun akhirnya menumpuk pakaian kotor di mesin cuci.


ckliiikkk.....


Suara password pintu rumah berhasil di buka. Terlihat Via yang mendorong koper kecil nya menuju kamar. Erick pun melihat wajah Via yang masih mengantuk, beruntung saat Via nyampe adalah hari sabtu dan hari libur Erick.


Via yang sudah rapih dengan piyama Disney nya dan menaruh rapih barang - barang nya. Membuat Erick sedikit geleng-geleng kepalanya.


°


°


°


°


Hayooo terus dukung author dengan like dan vote di ajang You are writer volume 4. Ajak teman-teman lain nya untuk bergabung juga. Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2