Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Makanan


__ADS_3

Part 10 (Makanan)


Sarapan pagi ini terasa membosankan. Terlihat Lisa Sambil makan roti sandwich dan sambil memperhatikan Lusi sang kakak. Lusi yang duduk termenung namun entah apa yang ia pikirkan. Lisa memperhatikannya dan sesekali memanggil namanya, namun tidak ada jawaban dari sang kakak. Ia hanya diam seribu bahasa.


Lalu Lisa mendekatinya dan memberikan sepotong roti.


Tiba-tiba saja Lisa teringat kenangan masa kecil dulu bersama kakaknya. Dimana Lisa selalu merebut mainan milik sang kakak. Dan kakaknya hanya bisa menangis saat Lisa merebut mainananya secara paksa.


Entah kenapa tiba-tiba kenangan itu muncul benak Lisa.


Tidak lama terdengar suara klakson mobil.


Lalu Lisa menghampiri Rian di depan.


"Kamu mau berangkat sekarang kan?" tanya Rian.


"iya...."


"Sekarang Aku sudah hafal waktu kamu kapan kuliah dan pulang. Jadi aku aja yang anter jemput kamu".


Lalu Lisa pun mengangguk sambil tersenyum. Dan ia mengambil tas nya dan segera berangkat kuliah.


"Yaudah yuk.. ", Ujar Lisa. Lalu Lisa mempersiapkan diri. Lisa pun juga sudah menyiapkan makan siang untuk Lusi. Nasi box yang ia beli via ojek online. Lalu Lisa mengkunci pintu kost-an.


"Kakak kamu ditinggal di dalem. Terus kamu kunciin dia gitu?". Tanya Rian.


"Iya, emang kenapa?"


"Jangan dong kasihan. Kalau ada apa-apa gimana. Kalau di kunciin di dalam misalnya kebakaran. Kakak kamu gak bisa kabur keluar".


"Iya juga sih... ", ujar Lisa berfikir.


"Yaudah aku minta aja kunci duplikatnya atau kamu gak usah konci. Kasian dia kan"


Lalu tanpa berfikir panjang Lisa tidak jadi mengonci kostannya.


Lisa melakukan itu karena ia berfikir omongan Rian ada benarnya juga.


Pulang kuliah..

__ADS_1


Beberapa selang kemudian kini jam pulang kuliah. Lisa sudah bersiap-siap menunggu jemputan. Karena Rian sudah berjanji jika pulangnya Lisa akan dijemput juga oleh Rian. Namun sudah setengah jam lebih ia tidak datang. Karena terlalu lama Lisa pun memutusukan untuk makan siang dulu di cafe dekat kampus.


Setelah beberapa saat Rian pun datang menjemput. Ia sudah menunggu di depan pintu gerbang kampus. Lisa pun menghampiri dengan muka yang di tekuk. Karena menunggu Rian terlalu lama.


"Maafin aku ya sayang". Ucap Rian memegang tangan Lisa.


Lalu tak sengaja Lisa melihat ada bekas cakaran di tangan Rian. Karena heran Lisa pun bertanya.


"Loh kamu di cakar sama siapa. Kok ada bekas cakaran ditangan".


"Oh ini.. Ini di cakar kucing".


Lalu Lisa pun melihat ke arah wajah Rian yang pipinya juga terdapat luka bekas cakaran.


"Terus itu mukanya kenapa? di cakar kucing juga?" tanya Lisa.


"Oh iya. Ini bekas cakaran kucing juga. Kucing aku masih baru, jadi galak kalau dimandiin."


"Lagian kamu ngapain pelihara kucing segala. Mending pelihara yang lain aja. Mungkin ikan atau burung".


"Iya... "


Tumben sekali Kak Lusi menangis saat aku pulang. apa yang terjadi ya. Tapi percuma juga sih, ditanya sedemikian rupa. Kak Lusi tidak akan pernah menjawab, Benak Lisa.


Malam hari Rian pun datang lagi. Terlihat Lusi yang sedang tidur.


"stttt... " ujar Rian, menempelkan telunjuk di bibirnya. "Biarin aja kakak kamu tidur. Aku takut kalau dia bangun. Nanti dia takut lihat aku." ujar Rian berbisik.


"Iya... " jawab Lisa.


Lalu mereka pun menonton film action bersama. Rian membawa kaset CD film kesukaan Lisa.


Tak lama waktu berselang. Lalu Lisa ijin keluar sebentar untuk membeli makan.


Saat keadaan seperti itu, Rian pun memanfaatkan keadaan. Ia melihat dan memperhatikan wajah Lusi. Yang begitu menampakan aura kecantikannya saat tidur. Ia pun medekati Lusi yang tidur diatas kasur lantai. Ia membelai rambut dan wajah Lusi secara perlahan. Karena ia takut jika, membangunkannya. Dan ia pun mendekatkan wajahnya ke wajah Lusi. Saat itu juga ia ingin menciumnya bibirnya. Namun tiba-tiba..


"uhk.. Uhk.." terdengar suara batuk seorang laki-laki.


Rian pun kaget. Ternyata sudah terlihat Juna di depan pintu. Juna melihat Rian dengan tatapan tajam. Dan Rian langsung beranjak menghampirinya . Terlihat Juna yang membawakan paper bag berisi makanan ditangannya.

__ADS_1


"Siapa.. Ada apa datang kesini"tanya Rian.


"Saya mau bawain makanan", jawab Juna.


"Ngapain kesini. Kamu suka sama Lisa !!! Asal kamu tahu, Lisa udah punya pacar. Dan orangnya adalah saya"


"Lisa !!! Saya kesini bukan buat Lisa. Tapi kakaknya.. Dan asal kamu tahu. Saya sukanya sama Lusi. Bukan Lisa", ujar Juna dengan nada kesal.


"Apa barusan kamu bilang, Lusi!! Orang gak waras itu. Lusi itu cuma wanita jalang. Yang gak perlu kamu suka".


seketika Juna memukul wajah Rian dengan keras. Rian pun memegang pipinya, sambil kesakitan. Rian membalasnya juga dengan memukul Juna.


Tiba-tiba Lisa datang, dan kaget sekali melihat perekelahian mereka.


"stop!!!!" teriakan Lisa


Lalu mereka berhenti saat mendengar teriakan Lisa. Mereka saling melihat dengan tajam.


"Kenapa kalian ini" tanya Lisa.


Namun keduanya tak menghiraukan pertanyaan Lisa.


"Saya ingatkan!!! jangan pernah sekali lagi. kamu ngerendahin Lusi. Saya akan habisin kamu. Dan saya gak takut siapapun kamu.." ujar Juna kesal.


Lalu Juna pun memberikan kantong yang berisi makanan kepada Lisa.


"Gue bawain makanan buat kakak lu. Gue ijin pulang. Dan satu lagi.. Gue harap orang ini pulang juga."


Lalu Juna pun pulang dengan kesal.


"Ada apa sih sebenernya?" tanya Lisa.


"Sepertinya kita hanya salah paham.. Jadi jangan kamu pikirin.. Terus Dia itu siapa? Apa hubungannya dia sama Lusi," tanya Rian.


"Dia itu temen kampus aku. Hubungannya ama kak Lusi. Gak ada."


"Yaudah lah kalau gitu. Lebih baik aku pulang".


Tak lama setelah itu Rian pun pulang

__ADS_1


__ADS_2