
Lanjut ya guyss.
Lanjut..
lanjut..
Aja...
Laahh..
Part 107.. (Aku jadi takut) (Sesion 2)
Terlihat Zelda yang akhirnya pulang..
Rian pun merasa bersalah pada Lusi. Karena membiarkan Lusi melihat kemesraannya di depan matanya sendiri.
Namun dalam hati Rian ia sangat senang bila membuat Lusi cemburu padanya. Karena selama ini Rianlah yang selalu cemburu jika Lusi dekat dengan pria lain.
Lalu Rian pun agak ragu ingin menemui Lusi di meja kerjanya. Padahal ia ingin sekali menemuinya. Ia merasa tengsin bila harus menemui karyawan biasa seperti Lusi sekalipun Lusi ini adalah istrinya.
Malam harinya..
Sepulang kerja..
Rian tiba-tiba merindukan Lusi. Ia ingin sekali memeluk bahkan mencium bibirnya. Apalagi ciuman gagal tadi siang.. yang membuat ia semakin penasaran ingin melakukannya karena belum mendapatkannya.
Namun... Semua di luar dugaannya.. Karena ia mendapat undangan makan malam dengan rekan bisnisnya. Akhirnya Rian pun menghadiri undangan makan malam itu.
Sampai pada akhirnya...
Rian pun pulang lebih malam dari biasanya sekitar jam 21.00 malam..
Sesampainya Rian di rumah.. Lusi pun yang membukakan pintu. Rian pun tampak bahagia saat melihat istrinya dihadapannya. Itu artinya ia dapat menikmati istrinya malam ini.
"Maaf soal yang tadi. Gara gara dia mungkin kamu jadi marah dan cemburu" ucap Rian..
__ADS_1
Lusi pun hanya diam... Lalu masuk kedalam kamar.
Rian yang masih penasaran pun mengikuti Lusi ke kamar, dengan maksud ingin melalukan permainannya dengan Lusi.
"Hemm.. Sepertinya udara malam. ini terasa dingin. Aku ingin bersembunyi di balik selimut bersamamu.. " ucap Rian.
Lalu saat Rian menengok ke kamar alangkah kagetnya ia melihat Salsa di kamar. Yang sedang duduk.
"Ya ampun kenapa dia ada disini" ucap Rian kaget.
"Hallo.. Papa Rian" Sahut Salsa.
"Lusi kenapa ada dia disini" ucap Rian memasang muka melas.
"Maaf aku tidak bilang bahwa salsa akan ingin menginap disini"
"Hah.. Sungguh kelewatan.. Kenapa dia mengganggu malam kita Lusi"
"Rupanya dirimu pun bisa bisanya cemburu pada anak kecil"
"Iya.. "
"Hello.. Lusi.. Aku bukan cemburu padanya. Hanya aku membencinya"
"Ssssttt.. Tidak baik bicara begitu pada anak kecil"
Lalu Rian pun dengan perasaan kesal bercampur lelah ia pergi ke kamar mandi.
Tak lama Rian keluar dari kamar mandi dan memandang Lusi dan Salsa di kasur.
Andai saja tidak ada ini bocah.. Sudah pasti Lusi aku terkam malam ini.. Hah.. Gak Adit gak anaknya ganggu aja sih benak Rian kesal.
Lalu Rian pun tiduran di kasur. Tampak Salsa yang juga sedang berbaring di tengah diantara mereka.
Setelah beberapa saat kemudian tampak Salsa yang meminta di bacakan buku dongeng.
__ADS_1
"Papa Rian bacain Salsa buku cerita"
" Gak mau.. Ama Mama Lusi aja"
"Ayolaah Rian.. Gak apa-apa sama anak kecil ngalah aja" sahut Lusi.
Rian pun tampak menarik napas beratnya.
"Baiklah.. "
Lalu Rian pun membacakan buku dongeng. Hingga sampailah beberapa saat Salsa pun tertidur.
"Lucu juga melihat Salsa kalau sedang tidur seperti ini" ucap Rian memandang Salsa.
Lusi pun hanya tersenyum..
"Kalau seperti ini kita seperti mama papa sungguhan.. Aku jadi terharu" ucap Rian.
"Tadi bilang benci sekarang terharu. Kamu gimana sih.. " ucap Lusi..
"Tapi aku jadi takut" ucap Lusi lagi.
"Takut kenapa.. " tanya Rian.
"Jika nasib ku saja tak pernah kamu anggap istri. Aku takut anakku pun akan bernasib sama seperti diriku. Tak dianggap oleh dirimu..."
Rian pun terdiam tak berkata sepatah kata pun. Tampak Rian yang kaget dengan ucapan Lusi yang begitu memilukan hatinya.
"Hah... Tidurlah Rian. Aku selalu sedih bila membahasa nasib ku di dunia ini. Dimata orang yang berharga bagiku pun. Aku sangat tidak berharga.. Aku juga tidak mau menangisi nasibku. Semakin aku menangisi semuanya.. Semua terasa semakin menyakitkan.. " ucap Lusi memejamkan matanya. Sambil menahan air matanya itu..
.....
Next.. Update lagi nanti ya.. Like like like like.. Thank you.
c
__ADS_1