Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Menunggu


__ADS_3

Part 67 (Menunggu) (Sesion 2)


Lalu terlihat Lusi yang seorang diri menunggu Rian. Duduk termenung memandang nasi goreng di hadapannya. Sampai nasi goreng itu dingin namun Rian tak tampak.


Lusi tidak ingin memakannya, ia ingin memakan bersama Rian. Namun sudah hampir satu jam Lusi menunggu Rian tidak kunjung kembali. Lusi pun terpaksa memakannya duluan. Setelah makan beberapa suap.. Lusi pun penasaran dengan keberadaan Rian yang tak kunjung kembali.


Lalu Lusi pun keluar untuk mengecek dan mencari Rian. Namun tak tampak dirinya dan mobilnya pun tidak ada di parkiran.


Kamu kemana Rian dalam hati Lusi mencari.


Lalu Lusi pun melihat tukang parkir yang berdiri. Dan menghampirinya serta menanyakan siapa tahu ia mengetahui keberadaan Rian.


"Pak maaf saya mau tanya, lihat pria dengan jas coklat. Dia bawa mobil sedan hitam. Tadi sih parkir disini" tanya Lusi pada tukang parkir.


"Ohh iya saya lihat. Tapi udah lama pergi."


Lusi pun tampak mendengarkan.


"Tadi sih sama perempuan" ucap tukang parkir


"Apa.. Perempuan" ucap Lusi kaget..

__ADS_1


"Kalau gak salah sih ya. Tadi sih pergi sama perempuan cantik. Kenapa emangnya mba? " tanya tukang parkir.


"Ohh gak apa-apa terimakasih"


Lalu Lusi pun kembali ke meja resto yang ia duduki. Seolah ia tak percaya ini. Sambil memandang nasi goreng milik Rian yang masih utuh. Pikiran Lusi pun tak karuan.


Apa benar ya, Rian pergi sama wanita lain. Kalau benar... ia sungguh keterlaluan meninggalkan aku sendiri disini. Hemmm.. Tapi aku gak boleh berfikir negatif dulu. Siapa tahu itu bukan Rian. Kan orang yang memakai jas coklat banyak benak Lusi berfikir. Berkali-kali Lusi berusaha berfikir bahwa itu bukan Rian. Namun Rian yang tak kunjung itu meyakinkan Lusi bahwa itu benar Rian.


Lusi pun tak mampu lagi memakan nasi goreng miliknya yang ia baru santap beberapa suap itu. Tenggorokannya entah mengapa begitu terasa sakit. Sulit rasanya untuk menelannya lagi.


Sampai Restaurant mau tutup. Sekitar jam 22.00 Rian pun tak kunjung kembali. Lusi terus menunggunya, sampai bil pembayaran pun datang di hadapannya. Lusi pun memandang sedih melihat bil itu dan Lusi tak punya uang sama sekali untuk membayar itu semua. Terlihat di bil itu seharga dua ratus ribu.


"Mba jujur saya gak punya uang. Dan suami saya belum kembali. Jadi saya bayar pakai jam tangan saya. Ini bisa untuk jaminan"


Lalu waitress tampak diam melihat Lusi.


"Oia ini ktp saya, pegang aja. Pasti saya akan mengambilnya kembali"


Lalu waitress itu pun membaca alamat Lusi yang berada di Bandung.


"Tidak usah dengan KTP. Cukup jam tangannya saja buat jaminan. Karena saya takut kalau ada apa-apa nanti mba ga ada KTP" ucap Waitress tersenyum. "Yang masih utuh di bungkus aja ya. Sayang kalau gak dimakan"

__ADS_1


Lusi pun tersenyum.


"Terimakasih banyak mba. Saya pasti akan kembali dan menggantinya"


"Iya sama-sama"


Lalu Lusi pun diberikan sebuah bungkus nasi goreng milik Rian. Lusi pun menerimanya.


Aku gak tahu Rian. Aku dianggap apa sama kamu. Sampai-sampai kamu tega meninggalkan aku begini. Jika sampai malam pun kamu tak bisa menjemput ku. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa pulang ke rumah. Benak Lusi sambil menahan air matanya.


Lalu Lusi pun keluar, karena Restaurant itu sudah tutup. Lusi pun menunggu Rian di depan Restaurant. Dan sesekali menitihkan air matanya. Karena kekecewaan yang berkecamuk di dalam hatinya.


Ya Allah mengapa berat hidupku menerima kebahagiaan walau sekali saja. Belum saja aku merasakan bahagia itu. Namun aku sudah merasakan kecewa lagi. Benak Lusi.


Lusi pun menunggu hingga hampir satu jam.


Lalu Lusi pun duduk di tanah. Ia sama sekali tidak peduli sama sekali dengan gaun yang ia pakai. Tidak peduli bila harus kotor. Baginya tak ada artinya sama sekali. Lusi pun tidak mau pergi dari restauran itu. Karena Lusi tidak ingin saat Rian kembali Lusi tak ada.


Tak lama kemudian..


Sebuah motor terparkir di hadapannya. Saat Lusi melihatnya.. Lusi pun kaget saat yang ia lihat adalah Juna.

__ADS_1


__ADS_2