Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Xtra part (Luka dan Duka)


__ADS_3

Xtra part (Luka dan Duka)


Di hari yang terasa begitu cerah. Datang Renata menemui Lusi yang sedang berdiri di atas balkon melihat pemandangan.


"Lusi, dulu saya pernah berjanji kan bahwa saya akan memberikan mu hadiah" ucap Renata memandang Lusi.


"Hadiah?" ucap Lusi heran.


"Bila kamu mau menikahi Rian. Saya pernah berjanji akan memberi mu uang dan saham diperusahaan saya"


" saya tidak memintanya" Lusi merasa memang tidak menginginkan itu semua


"Terimalah.. bukankah Janji itu adalah hutang. Saya sudah berjanji. Dan janji harus ditepati. Nanti kamu jangan kaget kalau tiba-tiba ada uang masuk ke rekening mu"


"Jangan ma.." tolak Lusi halus.


"Tidak apa-apa.."


"Aku sudah cukup dengan semua ini. Dan tak perlu apapun" ucap Lusi.


"Lusi.. terimalah"


Lusi pun tampak menerimanya secara terpaksa karena Renata memaksanya. Lusi sebenernya tidak mau apapun dari Renata.


*******


Sebulan kemudian... Usia kandungan Lusi kini beranjak 9bulan.


Lusi bersyukur kenyataannya hidupnya sudah lebih baik. Lusi memiliki suami yang mencintai dan ibu mertua yang mampu menyanyangi.


Namun ada hal yang masih mengganjal dalam hidupnya. Yaitu Adit..


Lusi tahu persis bahwa dirinya belum sepenuhnya berdamai dengan pria yang kini menjadi musuhnya. Rasanya Lusi ingin sekali melakukan penyelesaian yang baik. Namun rasanya sulit sekali. Lusi pun juga sudah menghubungi Adit namun tidak bisa dihubungi. Rumahnya pun sudah pindah. Entahlah..


Lusi tidak ingin ada masalah lagi, lagi dan lagi di kemudian hari.


Jika memang Adit menginginkan kerjaan lagi . Lusi akan berusaha memberikan jabatannya kembali. Namun ternyata sulit untuk menemuinya.


******


Sampai suatu hari...


Saat itu jam 12.00 malam.


Suasana tampak sangat sepi tak biasanya. Lusi yang tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya, lalu ke dapur untuk mencari minum.


Tiba-tiba seseorang datang dengan pakaian serba hitam. Dan datang dengan cara yang membuat Lusi takut. Dengan cara memecahkan kaca jendela lalu ia masuk. dan saat itu Rian memang pulang agak larut, karena ia masih berada di luar kota.


Dan yang datang adalah Adit..


Lusi memang ingin bertemu dengan Adit..namun bukan dengan cara yang menakutkan seperti ini.


"Adit.." ucap Lusi kaget."Kenapa kamu bisa masuk" Lusi pun memandangnya.


"Bodohnya kamu. asal kamu tahu, Aku sudah membius satpam dirumah ini. Dan kamu berikutnya" ucap Adit


"Kamu. Kamu kenapa datang dengan cara seperti ini. Kamu mau apa?"


Lalu Adit pun tampak tertawa dengan ucapan Lusi.


"Hahahha. Asal kamu tahu wanita sialan...!!! Gara-gara kamu saya kehilangan pekerjaan" ucap Adit. "Kamu menghancurkan cita-cita saya untuk menjadi kaya"


"Lalu kamu mau apa? Jika kamu mau pekerjaan aku akan memberikannya"


"Telat semua sudah telat. Yang saya mau, kamu mati ditangan saya ini" ucap Adit memandang tajam Lusi.


Lalu Adit mendekati Lusi dan Adit pun langsung menodongkan pisau di leher Lusi. Dan juga memegang kedua tangan Lusi.


"Aku mohon jangan lakukan ini. Aku minta maaf jika aku salah" ucap Lusi.


Adit pun tampak tidak menghiraukan masih saja dia memegang Lusi dengan kuat dan menodongkan pisau dileher Lusi.


Tak lama Rian datang. Ia baru saja pulang kerja.


Dan Rian pun tampak kaget saat melihat Lusi dengan keadaan pisau yang ditodongkan ke lehernya.


"Adit!!!! Lepaskan dia!!" Rian memandang Adit tajam.


"Saya tidak akan melepaskannya" ucap Adit.


"Adit. Sekali saja, kamu berani melukai istri saya. Kamu akan menyesal" ucap Rian.


"Tidak akan"


Lalu dengan cepat Rian pun menarik tangan Adit.


Namun dengan cepat juga Adit menusuk perut Rian.


Darah pun menetes dan jatuh ke lantai.


"Awww...." Rian pun tampak kesakitan dan lalu tersungkur.


"Riaannn....!!!!" Teriak Lusi. Dan tak percaya melihat Rian yang ditusuk didepan matanya.


Lusi pun langsung berusaha untuk menolongnya.


"Rian..." Ucap Lusi sambil menjatuhkan air matanya. "Adit kamu jahat, teganya kamu lakukan ini"


saat itu Lusi tak dapat menolong Rian. Lusi langsung dibawa pergi oleh Adit. Dengan dipaksa, dan kaki tangan Lusi pun diikat.


Lusi dibawa pergi dengan mobil entah kemana. Lusi pun tampak menangis. Ia tidak tahu dengan keadaan Rian saat itu.

__ADS_1


****


Lusi pun diculik ditempat yang ia tak kenali. Dengan Tangan dan kakinya diikat. Ia pun tidak tahu harus apa dan bagaimana. Lusi di bawa ke dalam kamar.


Saat itu waktu masih menunjukan jam 01.00pagi.


"Adit aku mohon lepaskan aku" ucap Lusi sambil menangis.


"Saya tidak akan melepaskan mu"


"Kamu mau apa!!!"


"Mau apa??? Katamu... Saya akan memberi pelajaran untuk mu"


"Tolong lepaskan tangan aku Adit. Malam ini aku akan melayani mu" ucap Lusi. Lusi sengaja bicara begitu agar Adit mau melepaskannya


"Apakah kamu yakin?" Tanya Adit sambil memandang wajah Lusi.


"Iya..."


"Kamu sedang hamil apa enaknya" ucap Adit.


"Kamu itu tidak tahu seberapa enaknya, kalau kamu sendiri tidak pernah mencobanya" ucap Lusi.


Adit pun tersenyum.


"Tapi saya mau kamu membuka baju mu duluan" Lusi pun tampak mencari kunci agar behasil kabur.. Dan melihatnya berada disaku kanan.


"Tidak aku tidak yakin. Kalau saya membuka baju. Kamu pun sama" ucap Adit yang mulai jelalatan melihat Lusi. Ia pun sepertinya memang tidak tahan, melihat wanita cantik dihadapan nya itu. Dan langsung membuka ikat tangan dan kaki Lusi dan memeluknya penuh gairah.


"Saya akan puaskan mu Lusi" ucap Adit.


"Tidak adil.. tidak begitu. Saya yang akan memuaskan mu. Jadi seharusnya kamu yang pasrah" ucap Lusi berpura-pura.


"Kenapa tiba-tiba begini"


"Aku yakin kamu menculik aku karena ingin mengulang malam bersejarah itu kan. aku tidak suka dipaksa untuk melayani seseorang. aku lebih suka melakukan nya sendiri tanpa paksaan. aku yakin kamu sangat menginginkannya. Kamu ingat kan rasanya menikmati tubuh wanita itu secara gratis"


"Tentu ingat" ucap Adit yang sudah bernafsu.


"Baiklah"


Meskipun Lusi berpura-pura mau melayani Adit. Namun Lusi tidak mau melepaskan pakaiannya sama sekali. Adit berusaha berkali-kali membuka baju milik Lusi. namun Lusi berkali-kali juga menahannya


Dengan cepat Lusi pun membuka baju milik Adit itu. Tampak Adit mencium bibir Lusi penuh gairah.


Dan saat Adit benar-benar sudah melepas bajunya dan celananya. Lusi pun tampak mengambil kunci yang berada di baju Adit.


Setelah dapat Lusi pun beranjak dan melepaskan ciuman Adit.


"Kamu mau kemana?" Adit melihat Lusi yang tahu-tahu memengang kunci di tangannya.


"kamu mau kemana Lusi!" Adit tampak kesal.


"aku mau pergi dari sini. lalu apa lagi" ucap Lusi.


"Sial aku ditipu olehnya" ucap Adit kesal.


Lalu Lusi pun mendorong pintu itu dan menutupnya kuat-kuat.. Adit pun terkonci didalam kamar.


"Lusi !!!! keluarkan saya dari sini. Sialan kamu. Jangan kabur!!!" ucap Adit kesal.


setelah ia mampu membuat Adit terkunci di dalam kamar.


Lusi pun langsung berusaha keluar dari rumah itu. lalu Lusi pun keluar dari jendela dan berhasil kabur.


Lusi pun tampak berlari tidak peduli meskipun ia sedang hamil. Agar ia berhasil pergi dari jerat Adit.


*******


Namun di tengah jalan tiba-tiba saja perut Lusi merasakan sakit.


Lusi pun duduk sejenak berhenti.


Namun sayang dijalan yang sepi tak nampak seorang pun yang lewat..


padahal saat itu Lusi sudah merasakan kontraksi seperti ingin melahirkan.


Lalu Lusi pun nekat memberhentikan mobil yang sedang melaju. Dan saat itu Mobil itupun berhenti.


Orang itu pun membuka kaca jendela mobilnya dan ternyata mami nya Zelda. Lusi pun kaget namun Lusi tetap meminta tolong. Karena ia sudah tidak tahan lagi dengan perut nya yang sakit. Lusi sangat butuh pertolongan saat itu.


"Tolong saya" ucap Lusi dengan suara lirih.


"ahhh.. ternya Wanita murahan ini rupanya" ucap Nova sini.


Maminya Zelda pun tampak membuang mukanya dan pergi. Saat yang ia lihat itu adalah Lusi.


"Jalan pak..." Ucap Nova kepada pak supir.


Mobil itu pun kembali melaju pergi.


Lusi pun langsung menangis saat itu. Ia tidak menyangka bila maminya Zelda setega itu. Mengabaikan dirinya saat membutuhkan pertolongan.


ya ampun tega banget sih. maminya Zelda seperti itu. haduh, kenapa bisa disaat seperti ini sih aku mau melahirkan.


Lalu Lusi pun kembali berjalan lagi dengan perlahan. Sambil memegang perutnya. Berharap ada klinik atau rumah sakit disekitar. Tidak peduli sejauh apa dan sampai mana ia berjalan.


namun sayang.


Sepertinya Lusi sudah tak sanggup lagi berjalan jauh. lututnya terasa lemas dan tubuhnya pun terasa lelah sekali. Ia pun duduk. Tidak peduli bila harus melahirkan dijalan. Karena ia tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini dalam hidupnya.

__ADS_1


Saat kejadian itu, Lusi tidak membawa handphone, uang saja Lusi tak pegang sama sekali.


Lusi pun hanya menangis sambil memegang perutnya. Dikeheningan malam dan hanya ditemani rembulan. Lusi tampak kesakitan memegang perut nya, yang sebentar lagi ingin melahirkan.


Kebetulan jalan yang Lusi lewati bukan jalanan raya yang besar. Jadi sedikit sekali mobil yang lewat.


Dan tiba-tiba ada mobil berhenti dihadapan Lusi.. dan ternyata.. Maminya Zelda tampak kembali. Lalu membuka kaca mobilnya.


"Masuklah" ucap Nova.


Lusi yang tertunduk sambil menangis pun beranjak dan masuk kedalam mobil itu.


Dan masih terlihat maminya Zelda melihat Lusi dengan tatapan tak suka. namun kali ini mau menolongnya.


"Sial.. kenapa saya mau menolong mu" ucap Nova. "Kamu orang yang sangat saya benci. Bisa bisanya saya menolong mu. sepertinya saya masih ada rasa kasihan juga sama kamu" ucap Nova.


Lusi pun tampak memejamkan matanya sambil kesakitan.


"sa..saya mau melahirkan nyonys.." ucap Lusi memegang perutnya.


"Apa!!!! kenapa kamu gak bilang daritadi.. kemana suami mu" Nova kaget.


"Suami saya di tusuk orang"


"Ya ampun... Pak jalan yang cepat. Kita ke rumah sakit" ucap Nova pada supirnya.


dengan segera.. Nova pun menelpon Renata. Memberitahu bahwa Lusi saat ini sedang bersamanya.


"Renata, mantu kamu ada sama saya. sepertinya ia akan melahirkan" ucap Nova ditelpon.


"ya ampun Nova.. ya segera bawa ke rumah sakit. saya saat ini sedang membawa Rian ke rumah sakit juga. saya kaget melihat putra saya, sudah tergeletak dengan luka tusukan"


"iya"


lalu Nova pun membawa Lusi ke rumah sakit.


*********


Sesampainya di IGD. Renata pun menemui Lusi di IGD. dan kebetulan Nova membawa Lusi ke rumah sakit yang sama tempat Rian di rawat


"Ma, dimana Rian." Ucap Lusi sambil menangis.


"Rian masih ditangani dokter. Kondisinya masih koma, belum sadar" ucap Renata yang terlihat sangat sedih


"Kamu harus tenang nak, mama yakin kamu bisa melewati semua" ucap Renata.


Lusi pun hanya tampak menangis. ia tidak tahu harus bagaimana. kondisi saat ingin melahirkan dan ia harus menerima kenyataan bahwa suaminya kini dalam keadaan kritis.


Lalu Lusi pun dibawa ke ruang bersalin. Dan Lusi pun sudah mencapai pembukaan lengkap. Dan dengan cepat Lusi pun ditangani. dan bersiap akan melahirkan.


Lusi pun melahirkan dengan proses normal di temani oleh sang mama mertua. Renata sengaja menemani untuk menggantikan Rian yang tidak dapat menemani istrinya itu.


Lusi pun sesekali menjatuhkan air matanya.


"Ayo sekali lagi. Tarik napas buang perlahan. Sedikit lagi ya.. ayo Bu dorong" ucap Dokter yang membantu Lusi melahirkan.


Dalam hati Lusi terus berdoa. Agar Rian, dirinya dan bayinya di beri keselamatan. Dimana saat ini dirinya dan Rian sama-sama sedang berjuang. Antara hidup dan mati...


Daaann... Akh.. akhirnya lahir tuh si Rian junior.


Lusi pun tampak menangis saat bayi itu lahir. Dan langsung di taruh di dada Lusi. Untuk merasakan asi pertamanya(IMD).


Lusi pun hanya bisa menangis... Saat melihat bayi diatas dadanya. Renata pun tampak mencium kening menantu nya.


"Siapa yang akan mengAdzani bayinya" tanya dokter.


Lusi pun tampak terdiam. Karena ia juga tidak tahu siapa yang akan memberikan adzan pada anaknya.


.....


Tak lama Juna dan Lisa pun datang..


Lisa di telpon oleh Renata.


Lalu saat bayi Lusi mau di bawa ke ruang bayi. Tampak Juna yang melihat perawat membawa bayi itu. Juna pun secara refleks menghampirinya.


"Suster apa bayi ini sudah di adzanin" tanya Juna


"belum"


"boleh saya mengAdzkannya" ucap Juna.


"Oh Boleh"


Juna pun tampak mengAdzankan bayi Lusi. Lusi pun tampak sedih saat mendengar suara Juna. Kesedihan yang ia rasakan begitu mendalam. Yang seharunya ini menjadi kebahagiaan untuk dirinya dan Rian. Namun terasa sedih saat Rian sedang tak bersamanya.


Lalu Juna pun tampak mengAdzani Bayi Lusi itu. Juna pun tampak terharu saat pertama kalinya ia merasakan getaran yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Bayi mungil milik wanita yang ia cintai kini dihadapannya. Dengan perasaan haru Juna pun menagadzkan bayi itu ditelinga sebelah kanannya. Dan komat di sebelah kiri.


*****


Lisa sang adik pun masuk kedalam melihat Lusi yang masih terlihat sedih dan melamun. Lalu dengan cepat Lisa pun memeluk sang kakak.


Dan Lusi pun tampak menangis.


Lusi sadar betul. Rian terluka dan kini terbaring lemah tak sadarkan diri,Tel Demi menyelamatkan dirinya.


Jika dulu Lusi yang selalu berkorban untuk suaminya. Kini Lusi merasakan bagaimana pengorbanan Rian dalam menjaga dirinya. Lusi pun hanya bisa menangis. Dan ia tersadar dirinya memanglah sangat mencintai suaminya itu.


*********


Maaf kalau gak pake penghayatan nulisnya .. sebisanya aja laaaahhh...

__ADS_1


__ADS_2