Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Jalan jalan


__ADS_3

Part 94.. (Jalan-jalan) (Sesion 2)


Keesokan harinya di pagi hari yang cukup cerah. Lusi bergegas menyiapkan segala apa yang di butuhkan Rian untuk keluar kota. Tampak Rian yang masih tidur di kala itu.


Tak lama Rian pun terbangun dan memeluk Lusi yang sedang sibuk menyiapkan keperluannya.


"Selama disana. Kamu jangan lupa solat dan makan teratur.. Jaga kesehatan kamu" ucap Lusi sambil memasukan pakaian Rian dalam koper.


"Iya... Kamu juga ya"


Lalu setelah itu Rian pun berangkat ke Bandara. Namun sayang. Ternyata tanpa disengaja Rian lupa membawa handphonenya. Tampak handphonenya yang masih tergeletak diatas kasur.


"Belum tua aja udah pikun.. Masa barang sepenting ini ia melupakannya" benak Lusi.


Lalu Lusi pun menaruh handphonenya di laci kamarnya.


.


.


.


Setelah itu Lusi pun berangkat ke kantor. Kali ini ia berangkat dengan naik busway. Lusi ingin merasakan transportasi umum yang biasa orang Jakarta rasakan. Karena keadaan jam berangkat kerja, keadaan busway tampak penuh. Lalu Lusi pun berdiri dan berpegangan di tali yang sudah disediakan.


Meskipun harus transit dan sedikit melelahkan namun Lusi senang, karena ini adalah pengalaman pertamanya ia naik busway.


Saat di kantor...


Lusi pun datang dengan waktu yang sedikit mepet. Jam Delapan kurang lima. Sementara Jam masuknya itu pas banget jam delapan.


Pak Sultan tampak memperhatikan Lusi yang nyaris telat di depan kantor.


"Bapak perhatian banget tungguin saya di depan. Tenang pak.. Masih kurang lima. Emangnya Bapak mau setrap saya. Kalau saya telat" ucap Lusi sambil tersenyum.


"Kamu pikir ini di sekolah.. Mau strap karyawan.. Makanya Jangan telat terus. kamu pikir ini perusahaan kamu sendiri"


Lusi pun hanya tersenyum.


Ya emang bukan perusahaan saya. Tapi perusahaan suami saya pak. Benak Lusi.


Tiba-tiba Mela datang menghampiri.


"Pak.. Pak.. Telat itu hal lumrah pak.. Yang bahaya itu telat haid. Bisa-bisa hamil" sahut Mela, menyindir Lusi


Mela ini adalah karyawan yang pernah mergokin Lusi ke hotel.


"Ya.. Gak apa-apalah mel, kalau ada suaminya. Yang bahaya itu kalau belum menikah. Terus telat.. " jawab pak Sultan yang malah meladeni Mela.


Lusi pun hanya memandang Mela.


"Lahh.. itu bapak tahu.. Kalau masih single terus cek in di hotel. Itu namanya apa pak..?" ucap Mela menyindir Lusi lagi.


"Itu namanya cewek nakal Mel.."


"Oh cewek nakal ya.." ucap Mela sambil melirik Lusi.


"Emang siapa sih.." tanya Pak Sultan.


"Entar saya kasih tahu kalau orangnya dah pergi" ucap Mela.


Lusi pun hanya diam...


Setelah itu Lusi pun pergi tak menghiraukan. Meski ia tahu, telah menjadi bahan gosip oleh Mela.


"Nah itu orangnya.. Yang Barusan pergi" bisik Mela pada Pak Sultan.


Pak Sultan tampak kaget. Percaya dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Mela. bahwa Lusi adalah wanita yang dimaksud Mela.


.

__ADS_1


.


Setelah itu..


Lusi pun duduk di meja kerjanya. Sambil mengerjakan beberapa tugas utamanya. Tiba-tiba Mba Santi membuka obrolan di tengah-tengah pekerjaannya.


"Lusi.. Bagaimana kamu sama Lutfi. Kamu terima atau tolak adik saya?" tanya Mba Santi. "Maaf nih kepo. Abis gak ada kelanjutannya"


"Mmm.. Bagaimana ya mba. Emangnya Lutfi belum cerita soal ini lagi"


"Belom... " jawab Mba Santi.


Haduh bagaimana aku menjelaskan. aku gak bisa ceritain yang sesungguhnya kalau aku ini istri Rian. Bagaimana ya.. Benak Lusi.


"Sepertinya saya gak bisa mba" ucap Lusi.


Lalu Mba Santi pun terdiam dengan jawaban Lusi. Dan Sepertinya ia marah pada Lusi. Karena Lusi menolak adiknya.


Maaf mba.. Aku gak bisa jawab yang sebenarnya. Suatu saat nanti, pasti mba mengerti apa yang aku alami saat ini benak Lusi memandang mba Santi yang terlihat marah padanya.


...


Dan tak lama kemudian.. Adit menemui Lusi di meja kerjanya.


"Lusi kita makan siang yuk" ajak Adit pada Lusi.


"Belom istirahat pak. Masih juga jam 09.00" ucap Lusi yang sibuk.


"Gak apa-apa mumpung gak ada boss.. Kita jalan jalan juga gak apa"


"bapak kan atasan.. masa ngajak bawahannya berbuat yang gak bener"


"Yailah masih kaku aja sih Lusi"


"Kalau sampai ketahuan boss gimana" tanya Lusi.


"Tenang.. Pak Rian saya gak takut. Kalau bu Renata baru saya takut"


Lalu Adit pergi entah kemana.


"Pak Adit emang begitu Lusi. kalau gak ada pak Rian. Seenaknya sendiri.. Mau istirahat itu sebebasnya dia. Tapi kalau ada Pak Rian baru deh rajin. Apalagi kalau ada Ibu Renata cari muka terus dia. Maklum aja sih dia anak kesayangannya Bu Renata"


"hemm.. Haduh ada-ada aja sih pak Adit"


.


.


.


Saat jam pulang kerja..


Tiba-tiba sebuah motor sport menghadang. Seorang pria dengan memakai jaket kulit dan helm berhenti di hadapannya. Terlihat misterius dan tak mampu di kenali.


Saat ia membuka kacamata helm Lusi pun tampak kaget bahwa itu adalah Rian.


"Riaan.. Ka.. kamu kok disini" tanya Lusi.


"Heheh.. Jadwal penerbanganku besok. Meetingnya di undur. Jadi aku putusin buat jemput kamu"


"Ini motor siapa dan darimana?"


"Nyolong di toko matrial.. "ucap Rian. "Ya.. Motor aku lah.. Kamu lupa ya.. kalau aku ini anak motor dulunya"


"Oh iya.. Ya.. aku lupa" ucap Lusi.


"Ayo naik" perintah Rian.


Lalu Lusi pun naik motor dan siap di bonceng Rian.

__ADS_1


"Kamu pegangan yang kenceng. Peluk juga gak apa-apa. Aku pengen ngerasain boncengin kamu itu rasanya gimana. Hah.. Emangnya cuma Juna aja yang bisa boncengin kamu"


"Ya ampun Rian.. gitu aja masih diinget-inget" ucap Lusi. Lalu memegang pinggang Rian.


Saat di perjalanan.. Lusi pun memeluk Rian dengan erat Sambil tersenyum. Rian pun tampak memperhatikan Lusi dari kaca spionnya.


"Kenapa sih harus senyum. Aku takut kamu kesurupan" ucap Rian.


Lusi pun hanya diam tak menjawab..


"Ih.. Ternyata bukan cuma kesurupan tapi tuli juga" ucap Rian.


Lalu Lusi pun menjawab.


"Please Rian. Lebih baik kamu fokus aja bawa motornya. jangan liatin aku terus lewat kaca spion. Nanti kamu terkesima lihat betapa cantiknya aku"


Rian pun tersenyum mendengar ucapan Lusi yang pedenya kelewat batas.


"Syukur deh.. " ucap Rian


"Kenapa? " tanya Lusi.


"Kamu puji diri kamu sendiri"


"Kok gitu.. "


" Jadi aku gak usah capek-capek lagi bilang kamu cantik.."


"Uuchh... Hehhehe.. Pria nakal ini ternyata bukan cuma punya motor. Tapi punya mata juga ya... Kemana aja kamu Rian.. baru sadar kalau aku ini cantik.."


"Hehehe.. Aku sadar kok.. Cuma baru sempet bilang aja" ucap Rian tertawa..


Lalu Rian pun mengajak Lusi berjalan-jalan mengelilingi kota Jakarta dengan motornya. Hingga berhentilah di Kota Tua di dareah jakarta.


Lalu Rian pun memarkirkan motornya. Dan Rian pun mengajak Lusi duduk dan makan malam disana.


Setelah makan..


Lalu Rian pun mengajak Lusi untuk berkeliling untuk menikmati suasana di Kota Tua. Begitu banyak Meseum yang mampu menambah pengetahuan tentang kota Jakarta. Dan juga banyak wisata kuliner yang mampu memanjakan lidah saat disana. Disana pun banyak muda mudi yang menikmati suasana malam hari. Suasana pun tampak ramai dan menyenangkan. Di tambah lagi Lusi bisa menikmati wisata sepeda di malam hari dan banyak spot foto yang bagus untuk mengabadikan moment-moment.


Rian pun tampak menggandeng tangan Lusi dan beberapa kali ia mencium pipi Lusi tanpa malu-malu.


"Aku kan belum mandi.. Berani sekali kamu mencium ku" ucap Lusi sambil berjalan menikmati suasana.


"Kamu kan bukan bunga Raflesia Arnoldy buat apa aku takut mencium mu" ucap Rian.


Lusi pun tersenyum.


"Pasti banyak tempat wisata yang belum kamu datangi ya di jakarta" tanya Rian.


"Begitulah kira-kira"


"Abis ini aku akan mengajak mu wisata lagi"


"Wisata apa? "


"Wisata malam yang menyenangkan. Nanti kamu juga tahu"


Lalu Rian pun mengajak Lusi ke sebuah hotel. Dan mengajaknya cek in.


Lalu Lusi pun di ajak menginap di sebuah kamar excelusif. Dengan suasana romantis.


"Ya ampun Rian kirain mau kemana.." ucap Lusi yang sedikit tersenyum meledek.


"Ini penutup yang paling menyenangkan" ucap Rian tersenyum. "Aduhh.. aku gak sabar kalau lihat kamu. Rasanya gregetan sekali aku ingin memulainya"


"Astaga... Otak kamu harus aku sapu bersih biar kamu gak mikir kesitu terus" ucap Lusi.


"Tidak perlu kamu sapu bersih. Karena malam ini dirimu yang akan aku sapu bersih" ucap Rian yang tidak sabar ingin melakukannya.

__ADS_1


Rian pun memeluk Lusi lalu mencium nya. Dan langsung memulai permainannya. Rasanya Rian ini tidak bisa, jika tidak melakukannya pada Lusi. Apalagi Lusi ini adalah wanita yang mampu mencuri hati Rian secara perlahan namun pasti.


Like.. Yiaa.....


__ADS_2