Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Kembali ke Rumah


__ADS_3

Part 84 (Kembali ke Rumah) (sesion 2)


Keesokan harinya... Hari ini adalah hari minggu. Rian dan Lusi tampak sedang berduaan menikmati hari libur, sambil menonton film.


"Enaknya nonton apa ya? " ucap Rian yang duduk disofa.


"Film kartun aja atau gak nonton berita"


Rian pun tersenyum.. "Nonton film horor ajalah" ucap Rian.


"Gak ah, aku takut" ucap Lusi.


"Sini aku peluk biar kamu gak takut lagi ya.. " ucap Rian.


Lusi pun tersenyum.


"Sengaja ya.. Kalau pas aku ketakutakan aku bisa peluk kamu"


"Iya.. " ucap Rian.


"Udahlah kamu aja yang nonton. Aku mau masak dulu ya"


Belum sampai Lusi ke dapur.


Tiba-tiba ada suara ketukan pintu.


Lalu Lusi pun membukanya.


Ternyata yang datang adalah Renata.


Rian pun tidak tahu.. Mengapa Renata bisa tahu alamat rumah mereka.


Renata datang langsung memadandang Lusi dengan tajam. Lusi pun hanya menunduk, karena takut dengan tatapan Renata yang terlihat membencinya. Dan Renata pun langsung masuk lalu menemui Rian.


"Pulang kamu Rian.. Buat apa kamu ikuti wanita seperti dia" ucap Renata.


Lusi pun hanya hanya diam.


"Ma.. Lusi istri Rian. Aku tidak mau terpisah" ucap Rian.


Lalu Rian pun menghampiri Lusi yang terlihat tertunduk. Dan mendekapnya..

__ADS_1


Renata pun diam sejenak melihat Rian yang terlihat mencintai Lusi.


"Baiklah.. Mama tidak ingin kehilangan kamu Rian. Bawalah wanita rendahan yang kamu cintai ini pulang" ucap Renata dengan tegas.


Sepertinya Renata pun paham bahwa Rian tidak mau melepaskan Lusi.


Lalu Rian pun mengajak Lusi ke rumahnya. Dan membawa baju di dalam koper.


.


.


.


.


Sesampainya di rumah besar milik Rian. Suasana terasa berbeda. Kali ini tampak ada asisten rumah tangga.


Lusi pun masuk kedalam rumah sambil menundukan kepalanya.


Memang, Lusi boleh tinggal di rumah itu tapi Lusi merasa bahwa dirinya tak diinginkan sama sekali. Lusi pun hanya diam dan tidak banyak bicara


Lusi pun masuk ke dalam kamar.


Lalu Renata pun berbicara pada Rian.


"Ada telepon dari Pak Sandy. Dia meminta dirimu untuk Segera temui dia sekarang" ucap Renata.


"Ada apa ma pak Sandy menelpon ku?" tanya Rian.


"Soal bisinis sepertinya"


"Baiklah aku akan temuinya.. "ucap Rian.


Sebelumnya Pak Sandy ini adalah Ayah dari Zelda. Lalu Rian pun menemui Pak Sandy dirumahnnya


.....


Sementara itu..


Lusi pun ke kamar dan menaruh pakaiannya ke dalam lemari. Sementara Rian pergi untuk menemui Sandy.

__ADS_1


Tiba-tiba Renata datang menemui Lusi di kamar. Dan terlihat Lusi yang sedang menaruh pakaiannya ke dalam lemari.


"Lusi.. " panggil Renata.


"Iya.. " jawab Lusi berhenti merapihkan pakaiannya. Lalu memandang Renata dengan wajah yang tegang.


Lalu Renata pun mendekati Lusi dengan wajah yang sinis.


"Jangan harap kamu bisa enak tinggal disini" ucap Renata, memandang Lusi. "Sampai kapan pun saya takan pernah menganggap kamu sebagai menantu"


Lusi pun hanya diam.


Lalu Renata pun menarik tangan Lusi dengan kasar. Dan membawa keluar dari kamarnya.


"Lusi ingat!!! saya menikahkan kamu dengan Rian. hanya karena soal kesalahan Rian yang pernah menidurimu" ucap Renata dengan nada tinggi. "Saya tidak pernah menyangka kalau Rian mau meniduri wanita kampungan seperti mu. Padahal kalau dia mau, bisa saja dia mendapatkan sepuluh wanita seperti mu"


"Sampai kapan pun aku tak pernah menganggapmu sebagai menantu." ucap Renata lagi.


Lalu Renata pun mengambil sapu dan kain pel. Lalu melemparnya ke arah Lusi.


"Kerjakan pekerjaan dirumah ini. kamu jangan mimpi jadi nyonya dirumah ini. Karena Kamu saya anggap cuma sebagai pembantu" ucap Renata.


Lusi pun hanya menangis.


"Dan satu lagi. Jangan pernah sekalipun kamu pernah mengaku pada orang lain. Bahwa kamu adalah istrinya Rian. Karena sampai kapanpun kamu hanya akan menjadi istri siri. Jadi kamu jangan pernah mimpi"


"Kenapa mama membenci Lusi. Salah Lusi apa pada mama" ucap Lusi.


"Kamu tidak perlu tahu kesalahanmu apa, intinya aku tidak menyukaimu sampai kapan pun" ucap Renata.


Lusi pun menangis sambil tertunduk.


"Satu lagi jangan pernah sekalipun kamu panggil saya mama. Mengerti.." ucap Renata pergi.


Saat itu Lusi merasakan perasaan yang begitu hancur dengan ucapan Renata. Ia hanya bisa menangis, dan tidak tahu harus bagaimana menyikapi mertuanya yang tak suka dengan dirinya


Ya Allah hatiku terasa sakit dan hancur saat mama bilang seperti itu. Aku tak sanggup.. Tolong kuatkan hatiku. Aku tak sanggup bila harus menerima perihnya penghinaan ini... Benak Lusi menangis.


.........


like.. yo.. nanti lanjut lagi..

__ADS_1


__ADS_2