Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Nyonya Mertua


__ADS_3

Part 79 (Nyonya Mertua) (Sesion 2)


Setelah itu sore harinya. Rian pun mengajak Lusi kembali ke Jakarta.


"Kita kembali ke Jakarta yuk" ucap Rian.


Lusi pun menghela napasnya. "Yaudah.." jawab Lusi.


Akhirnya mereka pun kembali ke Jakarta.


Selama di perjalanan.. Terlihat Rian sedang fokus menyetir.


"Aku mau bahas bulan madu Lusi. Bagaimana kalau kita bulan madu dulu. Kamu mau kemana? " tanya Rian.


"Gak usah.. Aku gak mood"


"Ayoolah.. Kamu mau kemana pun pasti aku turutin"


"Jakarta aja.. Cukup" jawab Lusi.


"Bagaimana, kalau malam ini kita menginap di hotel di Bandung aja" ucap Rian.


"Aku rasa semua terasa sama" jawab Lusi.


Rian pun tersenyum.


Lalu mereka pun berhenti di sebuah hotel yang ada di Bandung.


Sesampainya, mereka pun memesan sebuah kamar.


Suasana pun sedikit romantis. Kali ini tampak Rian yang tersenyum karena mabuk cinta kepada Lusi.


"Sayang... karena kamu masih jadi istri aku.. kamu mau kan melakukakannya lagi" ucap Rian tersenyum


"Hah.. Mudah sekali aku ini masuk kedalam pelukanmu lagi" ucap Lusi.


Rian pun tersenyum. "Gak apa-apalah. Kan kita udah halal.." ucap Rian mencium pipi Lusi dan memeluknya.


Lalu Rian pun menggendong Lusi ke kasur.


"Lusi kali ini aku mau kamu menikmatinya" ucap Rian.


Lusi pun memandang Rian. "Iya aku akan berusaha menikmatinya malam ini"


Maka...


Terjadilah malam yang penuh cinta diantara keduanya. Lusi pun berusaha menikmati malam itu.


Terjadilah belaian demi belaian, sentuhan dan demi sentuhan, menyelimuti diantara keduanya.


Mereka pun melakukan selayaknya pasangan yang sedang dimabuk asmara.


Sampai keesokan paginya.


Terlihat Lusi yang masih tertidur. Rian pun mengecup kening Lusi untuk membangunkannya.


Lusi pun membuka matanya.


"Jam berapa ya? " tanya Lusi.


"Ayo mandi setelah itu kita solat subuh berjamaah" ucap Rian.


Lusi pun tersenyum.


"Akhirnya aku denger juga kata-kata itu. Yaudah aku mandi kita solat berjamaah"


"Iya sayang" jawab Rian.


Setelah solat.. Mereka pun sarapan bersama di restorant yang ada di hotel tersebut.


"Kamu mau makan apa lagi..? Tanya Rian. "Nih punya aku kamu makan juga. Pesen lagi aja apaan kek gitu" ucap Rian menyodorkan sarapan ke arah Lusi.


"Hey.. Kamu mau bikin aku gendut ya" pekik Lusi.

__ADS_1


Rian pun tertawa.. "Aku ingin menebus kesalahan aku. Yang jarang kasih kamu makan"


"Iya tapi gak sekaligus gini juga makannya" ucap Lusi memandang Rian tajam.


Lalu Rian pun menarik sarapannya lagi.


"Oia Lusi, selain hobi membuat aku jatuh cinta. Kamu punya hobi apa lagi? "


Lusi pun tersenyum. "Emang buat orang jatuh cinta itu sebuah hobi ya" tanya Lusi


"Tergantung. Kamu anggapnya apa.. " ucap Rian.


"Ya standar aja sih hobi aku. Bersepeda, merawat tanaman dan apalagi ya.. bingung"


"Emangnya kamu gak punya hobi yang lebih cewek banget gitu. Merawat diri kek ke salon, facial, Perawatan tubuh, meni pedi atau semacamnya lah. Wanita kan biasanya begitu"


Lusi pun tertawa. "Tidak semuanya kali.. Aku sih pernah perawatan, tapi ga rutin"


"Kalau kamu mau seperti itu.. aku bolehin. Kamu mau perawatan wajah, mau beli apapun dan melakukan apapun. Aku akan kasih uangnya"


"Ya kita lihat nanti aja" jawab Lusi.


"Makasih buat tadi malam buat servicenya"


Lusi pun menghela napasnya. Sambil ternsenyum. "sama-sama"


"Haduh kalau ingat itu. Bikin mata melek. Kayanya bakal begadang tiap malam" goda Rian sambil mencubit pipi Lusi.


"Kamu bisa gak jangan bahas itu"


"Loh.. Kenapa? " tanya Rian.


"Setiap kali kamu bahas itu entah kenapa hatiku deg-degan serasa kaya mau ujian nasional"


Rian pun tertawa...


Setelah itu.


Mereka pun lekas bergegas kembali pulang. Yaitu ke Jakarta.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam. Lalu mereka pun sampai.


Sesampainya di Jakarta..


Rian pun kaget melihat mobil Renata terparkir di depan rumah.


Lusi pun turun dari mobil bersama Rian, dengan menarik koper miliknya.


Sesampainya.


Tak sampai Lusi masuk rumah. Lusi dan Rian pun bertemu dengan Renata di depan pintu rumah..


Terlihat tajam Renata memandang Lusi sambil melipat tangan di atas perut.


Lusi pun hendak mencium tangan milik Renata. Namun Renata tidak menghiraukannya sama sekali. Lusi pun menarik kembali tangannya.


Meskipun begitu, Lusi pun tetap berusaha menyapa Renata.


"Mama baru datang" tanya Lusi pada Renata sambil sedikit menaruh senyum di bibir.


"Kamu.. Jangan panggil saya mama. Saya bukan mama kamu" ucap Renata ketus.


"I..iya.. Lalu aku harus memanggil apa? " tanya Lusi.


"panggil aku nyonya!! Kamu tidak pantas untuk menjadi menantu saya" ucap Renata tegas.


Lusi pun berusaha menahan air matanya.


"Mama jangan bicara seperti itu" ucap Rian kesal.


Lalu Lusi pun bergegas masuk membawa koper ke dalam rumah.


"Ehh.. Eehh.. Kamu mau kemana?" tanya Renata sinis.

__ADS_1


Lusi pun menghentikan langkah kakinya.


"Mau masuk ma.. Maaf maksudku nyonya.. Aku mau masuk" ucap Lusi


"Hah.. No.. !!! Pergi kamu..!!! Ini bukan rumah kamu. Enak sekali kamu mau tinggal di rumah ini" ucap Renata sinis.


Lusi pun menjatuhkan air matanya yang tak bisa tertahan dari tadi.


Sambil menangis Lusi pun menjawab.


"Iya.. Nyonya aku tidak masuk kedalam rumah ini"


"Pergi kamu!!! Jangan injak rumah saya sedikit pun"


Lusi pun menganguguk sambil menangis.


Lusi pun langsung pergi membawa kopernya dengan langkah kaki yang cepat.


Rian pun mengejarnya dan memeluknya..


Tampak Lusi menangis dipelukan Rian.


"Aku mau pulang aja. Aku diusir Rian" ucap Lusi.


"Ayo kita cari tempat lain aja" ucap Rian menghapus air mata Lusi.


Lalu..


Rian pun membawa Lusi pergi dengan mobilnya.


Setelah itu..


Rian pun mencari rumah yang bisa mereka tinggali. Lalu mereka mengontrak di sebuah rumah minimalis.


"Untuk saat ini kita mengontrak saja dulu ya" ucap Rian.


Lusi pun mengangguk.


Lalu mereka pun masuk kedalam rumah itu.


"Oia aku ambil baju dulu ya dirumah mama" ucap Rian. "Aku tinggal dulu ya sebentar"


"Iya" jawab Lusi.


Lalu Lusi pun membawa kopernya ke dalam kamar, sambil melamun memikirkan hal yang tadi.


Aku tidak menyangka. Kalau ternyata Mama tidak menyukai ku. Salah aku apa.. Bukankah dulu dia yang meminta untuk aku menikahi Rian. Namun kenapa aku yang merasakan kekecewaan ini. Kalau memang ia tak merestui mengapa tidak bilang dari awal.. Benak Lusi sedih.


Lalu malam hari.. Rian sampai di rumahnya.


Sesampainya terlihat Rian yang memandang mamanya.


"Kapan kamu akan menceraikannya Rian" tanya Renata.


"Aku tidak bisa menceraikannya" ucap Rian


"Kamu ingat kan kamu berjanji kalau kamu akan menikahi Zelda"


Rian pun hanya diam.


"Rian.. Kamu dengar mama gak? " ucap Renata tegas.


"Iya.. Ma.. Besok pasti akan aku akhiri" ucap Rian.


"Ingat!!! mama sudah bicarakan soal pertunangan dan pernikahan mu.."


"Iya.. " ucap Rian.


Rian pun hanya diam. Karena ia memang sudah terlanjur berjanji dengan mamanya.


Aku tidak bisa meninggalkan Lusi. Maafkan aku ma.. Aku tidak mau Lusi lepas dari tanganku, dan aku tidak mau Lusi dimiliki oleh siapapun. benak Rian.


*Like yaa

__ADS_1


__ADS_2