Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Tas Branded


__ADS_3

Part 90 (Tas Branded) (Sesion 2)


Setelah itu Lusi pun membawa pulang Salsa ke rumahnya. Lusi sempat kerepotan menggendong Salsa dan membawa mainan yang begitu banyak yang sudah di belikan Rian. Untungnya pak Supir taksi mau membantu bawa sampai rumah.


Adit pun kaget melihat Lusi yang membelikan banyak mainan untuk Salsa.


"Lusi.. Kamu gak salah.. belikan ini semua" ucap Adit heran.


"Emangnya kenapa pak, saya salah ya"


"Bukan.. Saya cuma kaget. Kamu gajian aja belom, tapi beliin mainan Salsa sebanyak ini"


"Gak apa-apa pak.. Kan yang penting Salsa seneng" ucap Lusi. "Dah ya.. Sebaiknya aku pulang sudah mau maghrib"


" Lusi.. Terimakasih ya"


"Sama-sama pak" jawab Lusi tersenyum.


Lalu setelah itu Lusi pun pulang. Sesampainya, tak ada orang di rumah kecuali asisten rumah tangga.


"Nyonya Renata kemana?" tanya Lusi.


"Pergi barusan aja sama Tuan Rian"


"kemana ya?"


"Aku kurang tahu nyonya" ucap Mba Rina.


Hemm.. Kemana ya Si Rian. Kok pergi gak bilang-bilang. Yaudah lah aku tungguin aja di rumah. Benak Lusi..


Sementara itu..


Tampak Rian yang tiba-tiba mendapat undangan makan malam bersama keluarga Zelda. Rian pun hanya bisa pasrah saat itu. Tampak orangtua Zelda dan Zelda yang sedang menikmati santap malam bersama di Restaurant mewah.


Di sela-sela waktu makan, tiba-tiba Zelda mengajak Rian untuk jalan-jalan.


"Rian.. Aku boring. Masa aku gak pernah di ajak jalan sih " ucap Zelda mengadu.


"Rian.. Ajak dong Zelda jalan-jalan" ucap Renata.


"Mau kemana sih nyonya muda. Jangan jauh-jauh nanti di culik" ucap Rian.


"Anterin aku yuk ke Mall kita nonton"


"Ya ampun ... nonton lagi "


"Yaudah temenin aku belanja aja deh"


Karena Rian merasa tidak enak dengan orang tua Zelda. Akhirnya Rian pun menemani Zelda.


"Baiklah.. "


.


.


.


Sampailah mereka kesebuah mall mewah yang ada di Jakarta.


Tampak Zelda yang sibuk memilih dan melihat-lihat tas branded keluaran terbaru.


Saat Zelda sedang memilih, Rian pun teringat pada Lusi. Dan hendak ingin membelikannya tas.


"Tas wanita yang bagus yang mana ya?" tanya Rian.


"Semuanya bagus.." ucap Zelda.


"Yang paling bagus dari yang terbagus. Yang mana? "


"Buat siapa sih? "tanya Zelda.


"Buat mama" ucap Rian bohong.


"Baiklah aku akan pilihkan" ucap Zelda.


Dan akhirnya Zelda malah sibuk memilih tas untuk orang lain. Dan ia berfikir ia harus memilihkan yang terbaik untuk Renata. Dan karena Zelda ini wanita yang high class Dan punya selera tinggi. Ia pun memilih satu tas mewah yang harga lumayan fantastis.


"Waw.. Pilihan kamu keren. Kayanya kamu emang paling bisa memilih. Harganya sih emang mahal tapi aku akui pilihan kamu bagus banget" ucap Rian.


Zelda pun tersenyum..

__ADS_1


"Tidak perlu kamu bayar ya"


"Apa!!! Jangan.. Tidak usah" ucap Rian menolak.


"Tidak apa-apa Rian. Saya ikhlas memberikannya. Lagi pula, itu sudah aku bayar" ucap Zelda.


"Nanti aku ganti" ucap Rian.


"Gak perlu, uangku masih banyak kalau cuma untuk membeli satu tas. Kalau tokonya kamu mau.. Aku pun bisa saja membelinya. Tapi buat apa aku membeli tokonya. Sementara di rumahku saja.. sudah seperti toko tas" ucap Zelda.


"Mm gitu ya.. Buat apa kamu punya banyak tas, kalau pada akhirnya cuma satu tas yang akan kamu bawa kemana-mana"


"Ya.. Gak tahu sihh.. Mungkin, Karena ada kesempatan untuk membelinya. Jadi ada uang ada barang. Hati senang.. Uang pun masih berdatangan. Buat apa lah Rian, menahan keinginan kalau uang di rumah aja masih banyak"


"Okelah.. Anggap aja tas-tas yang kamu beli itu.. sebagai sumber penghasilan buat karyawan yang bekerja di perusahaan tas tersebut"


"thats right" ucap Zelda. "Kadang kamu pinter juga. Walaupun sebenarnya cuma kadang-kadang"


"Hah.. Astagaa.. Hinaan macam apa ini"


"Ya kita kan memang orang yang hina. Buat apa merasa terhina"


"Kamu persis banget Lusi kalau ngomong. Cuma kamu agak sombong sih sebenarnya" ucap Rian yang tak sengaja menyebut nama Lusi.


"Lusi itu siapa? " tanya Zelda.


"Karyawan aku.." ucap Rian bohong.


"Sekertaris kamu"


"Ya semacam itulah?"


"Dia harus berbangga hati.. karena bisa-bisa nya ia disamain sama aku. Taulah hidup aku ini bergelimang harta, dan semua serba ada" ucap Zelda. "Aku harap sih, ia selalu hidup bahagia.. Seperti apa yang selalu aku alamin sampai saat ini"


Rian pun tersenyum hampa. " ya aku pun berharap ia selalu bahagia dalam hidupnya.. Oia, kamu jangan bangga dulu Zel. Duitmu itu duit orang tuamu. Masa hal itu di banggain"


"Gak apa-apalah duit orang tuaku kan halal bukan hasil korupsi. Jadi aku harus bangga dong"


"Oke.. Oke" ucap Rian tersenyum.


Setelah itu...


Sesampainya tampak Lusi yang tertidur di ruang tamu menunggu Rian.


Dan Renata pun memandang dengan sinis.


"Ngapain lagi nih wanita kampung tidur di sini" ucap Renata sinis. "Sepertinya ia sudah bosan tidur di kamar"


"Bukan gitu ma, Lusi itu menunggu kita"


"Halah nungguin.. Mau cari muka sampai seribu kali pun hati mama tak akan luluh."


"Sudahlah ma.. Lebih baik mama istrahat"


Lalu Rian pun menggendong Lusi dan membawa ke kamar.


Renata pun tampak kesal saat melihat Rian menggendong Lusi.


.


.


Sesampainnya di kamar tampak Rian yang memandang Lusi lama..


"Ya ampun nih orang kebo amat sih tidurnya. Di gendong gak kebangun. Gue jadi takut ama nih perempuan, kalau di apa-apain jangan-jangan gak berasa lagi.." ucap Rian yang memandang Lusi.


Tak lama..


mata Lusi pun terbuka..


Dan melihat Rian di hadapannya.


"Kamu kemana sih Rian.. Kok perginya gak bilang" ucap Lusi sambil mengumpulkan kesadarannya.


"Ada deh.. "


Lalu Lusi pun duduk dan memeluk Rian.


"aku sedikit rindu ingin memeluk mu" ucap Lusi.. "entah mengapa, perasaan aku sakit Rian.. bila tiba-tiba kamu pergi begitu saja.."


"Iya.. Sayang.. Maafin aku"

__ADS_1


Rian pun tersenyum dan memberikan hadiah yang di beli di mall.


"Ini apa? " tanya Lusi


"Ini tas untukmu"


Lusi pun mengambil tas yang ada dalam paper bag itu.


"Tas ini lebih pantas kalau untuk Mama mu Rian. Tas ini terlihat mahal"


"Mamaku sudah memiliki banyak tas. Saking banyaknya sampai tidak terhitung. Jadi ini untuk mu. Pakailah.. "


Lusi pun tersenyum..


"Kamu yakin"


"Yakin"


"Baiklah.. kalau begitu aku terima.. Terimakasih ya.. " jawab Lusi tersenyum.


"Sama sama"


Lalu setelah itu..


"Malam ini kita jadi kan" tanya Rian.


"Aku kira kamu lupa" ucap Lusi.


"Gak lah gak mungkin lupa.. "


Tiba-tiba saja suara ketukan pintu. Ya seperti biasa nyonya Renata ini menggangu malam Lusi dan Rian saat ingin berduaan di kamar.


Rian pun membuka pintunya..


"Rian pijitin mama.. Kaki mama sakit" ucap Renata.


"Ma.. Rian capek ma. Mama tidur aja dulu. Siapa tahu mimpi di pijitin.."


"Rian kamu ini ya" ucap Renata kesal.


"Nyonya. Kalau gitu saya yang pijet.. Bagaimana? " ucap Lusi.


Renata pun terdiam sejenak.


"Yaudah.. Saya tunggu di kamar"


Lalu Lusi pun menemui Renata di kamarnya. Terlihat Renata yang terbaring. Dan Lusi pun memijat kakinya dengan lembut. Lusi pun hanya diam tak banyak bicara.


"Lusi... Kamu sadar gak sih kalau saya itu tidak suka denganmu. Sebaiknya kamu tinggalkan Rian. Carilah pria lain jangan anak saya"


"kenapa nyonya.. tega bicara begitu"


"kamu sadar gak sih kamu bukan level saya. Ditambah lagi kamu itu pernah mengalami gangguan jiwa. Saya malu mengakui kamu sebagai menantu saya" ucap Renata sinis. "Aku takut penyakit gila kamu kambuh"


Lusi pun menjatuhkan air matanya. Hatinya terasa sakit, saat ibu mertuanya bicara seperti itu.


"Asal kamu tahu.. Penyakit gila kamu itu merupakan aib yang tak bisa saya terima. Saya pun terpaksa menyuruh mu menikahi Rian hanya karena satu. saya tak ingin Rian masuk penjara itu aja.. Lebih baik kamu pergi.. "


Lusi pun hanya menangis dan menundukan kepalanya.. sambil memijat kaki ibu mertuanya itu. Lidahnya terasa berat untuk berbicara. Cuma air mata yang mengalir deras atas pedihnya hinaan yang renata lontarkan.


Renata pun sama sekali tidak peduli saat air mata Lusi yang terjatuh beberapa kali di kakinya..


Ya Tuhan berikan lah aku kekuatan atas penghinaan ini.. Aku sungguh tak sanggup hatiku terasa sakit.. Benak Lusi menangis.


Lusi pun tetap memijat Renata sampai ketiduran.. Dan sampailah besok pagi...


....


...


....


*Like yaa


Aku lagi off day nih. Jadi cepet up nya... Mdh2an kalian tdk bosan.


Klo udah msk kerja baru agak lama up soalnya biasalah..


Kadang bnyk kerjaan jadi agak blank mau nulis apa.. Apalagi klo kesandung trouble di kerjaan..


Hah... Akunya langsung nge hank....bHehehehe..

__ADS_1


__ADS_2