Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
I'm Falling In Love (TAMAT)


__ADS_3

Part 152 (I'm Falling In Love-TAMAT)(Sesion 2)


Dan kali ini Lusi merasakan kebahagian yang semakin bertambah hari demi hari. Mengingat dimana roda kehidupan pastilah akan berputar. Jika kemarin-kemarin Lusi sering merasakan kesedihan. Namun kali ini ia bisa merasakan juga apa itu sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan bagaimana rasanya dicintai. Diterima keluarga suami. Dan ditambah lagi akan datang kebahagiaan baru. Yaitu seorang amanah yang sudah dititipkan Tuhan. Yaitu anak yang akan lahir beberapa bulan kedepan.


Tampak Lusi yang bersiap diri untuk berangkat ke Bandung pulang kampung..


pulang kampung nih ye!!! Iya dong emang kamu aja yang pulang kampung. Aku juga lah masa aku nggak..


Tidak sabar rasanya ingin segera sampai.


Dan Jumpa kangen sama Ayah dan ibu yang sudah lama tidak bertemu.


Selama diperjalan Lusi pun tidak segan untuk menyadarkan kepalanya sesekali di pundak Rian. Rian pun hanya senyum pada Lusi. Yang manja-manja bagaimana gitu.


"Kamu gelendotan aja sih kaya kucing. Ngusel aja nih bisanya" ucap Rian sambil fokus menyetir.


"Gak apa-apalah halal ini kan. Udah ada sertifikat jugakan dari kua" ucap Lusi.


"Kalau ingat waktu bikin surat nikah. Waktu kemarin aku sempet kebingungan cari KTP asli kamu gak ada"


"Tapi untungnya bisa diurus. Aku udah bikinin surat kehilangan KTP kamu. Nanti pulang dari Bandung kamu urus ya KTP kamu"


"KTP aku bukannya hilang tapi ketinggalan dirumah Adit" ucap Lusi.


"Yaudah jangan kamu ambil ya. Bahaya samperin orang stres begitu" ucap Rian.


"Iya aku juga gak mau ketemu dia"


"Iya lebih baik jangan"


"Eh aku mau setel lagu ya biar gak ngantuk" ucap Lusi menyolokan kabel Jack ke handphone. "Kamu suka lagu apa?"


"Terserah kamu aja"


Dan Lusi pun menyetel lagu milik Melly Goeslaw.


________________________________


Judulnya: I'm Falling In Love


liriknya....:


Kekasihku mendekat padaku


Saat ini ku ingin


Secara kita berdua


Telah lama disini


Andai saja aku pengantinmu


Bahagia pasti di hati


Rengkuh Aku bersamamu


Malam ini, milik berdua


Dan Ku Tlah jatuh cinta


Ku wanita dan engkau lelaki


Perasaanku berkata I'm fallin in love


Sang cinta mendekatlah


Malam menyanggupi jadi saksi


Hati kecilku berkata I'm fallin in love


______________________________________


*Kalau yang gak tahu lagunya bisa di cari di Mbah YouTube.


Tampak Lusi yang bernyanyi dengan suara indahnya. Rian pun hanya tampak tersenyum melihat istrinya yang nyanyi sendiri di dalam mobil.


Rian pun tampak ketularan bahagia. Bagaimana tidak, Lusi seolah bernyanyi bukan hanya dengan mulutnya. Namun juga hatinya. Dan seolah lagunya mewakili perasaanya yang sedang jatuh cinta. Ah wanita ini.. Rian pun semakin ikut bahagia.


Selama di perjalanan keduanya tampak tersenyum. Bukan karena mereka stres tapi entah mengapa senyuman mereka tak bisa tertahan.


Tak lama mereka pun sampai rumah. Di kota Bandung itu. Tampak sangat sejuk. Terlihat rumah Lusi yang cukup indah dengan dihiasai bunga-bunga yang begitu indah dipandang.


Lusi pun turun dari mobil, terlihat sang ayah dan ibu yang menyambut di depan rumah. Lusi pun tampak tersenyum bahagia dan menghampiri dan memeluk dengan erat.


"MasyaAllah anak ibu akhirnya pulang. Alhamdulillah sayang ayo masuk" ucap Ibu mengandeng tangan Lusi.


Lalu tampak Ayah yang tersenyum melihat Lusi yang terlihat bahagia dan sehat Wal Afiat.


Lalu mereka pun duduk. diruang tamu..


"Ayah pikir kamu sudah lupa jalan pulang" ucap Ayah.


"Gak kok. Sampai kapan pun gak akan lupa" tutur Lusi.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan kandungan kamu?"


"Alhamdulillah sehat"


"Jadi gak sabar pengen terburu-buru menimang cucu ini" ucap Ayah.


Lusi pun tampak tersenyum. "Tunggu tanggal mainnya aja yah"


Lalu setelah itu tampak Lusi yang melihat ibu ke dapur. Lusi pun refleks mengikuti ibu masuk ke dapur.


........


Pas di dapur..


"Kamu tunggu di depan aja" perintah Ibu.


"Gak apa-apa Bu. Sudah lama gak bantu ibu masak"


"Kamu capek nanti"


"Gak kok.. lagi pula rasa capek Lusi hilang kalau udah ketemu Ayah sama ibu disini"


Terlihat ibu yang sedang menggoreng semua makannya yang sudah diungkap. Dan beberapa menu dihangatkan kembali. Karena ibu sengaja tidak semuanya dimasak. Agar ketika Lusi datang makanannya terasa masih hangat


Saat Lusi membantu ibu di dapur.


Terlihat Rian yang duduk didepan dengan Ayah duduk berdua. Rian pun tampak kaku duduk bersama ayah mertuanya itu. Lalu Rian pun tampak ke depan rumah. Dan entah mengapa pasang matanya tertuju pada burung kutilang milik Ayah Lusi.


Ia pun langsung refleks menyiul nyuiulkan bibirnya dan mengajak ngomong si burung itu.


Suwitt... Suit.. ker... Ker... Tampak Rian yang serius mengajak bicara si burung.


"Kamu suka burung" tanya Ayah yang tahu-tahu muncul mengikuti Rian kedepan.


"Gak saya lebih suka kucing" jawab Rian sambil tersenyum.


"Kok kaya perempuan sukanya kucing"


"Karena lebih mudah untuk dielus-elus. Kalau burung sudah terbang jauh. kadang susah untuk kembali. Dan saya kasihan lihat burung yang disangkar. Pasti ia akan sedih melihat teman-temanya terbang bebas. sementara dia terkekang gak bisa kemana-mana"


Ayah pun tampak tersenyum.


"Saya ini bahas burung bukan masalah kehidupan" ucap Ayah.


Rian pun tampak tersenyum juga.


"Itu kan kembali lagi.. hoby setiap orang berbeda" ucap Rian.


Ayah pun menepuk pundak Rian hingga beberapa kal.


"Terimakasih untuk apa?"


"Kamu sudah menjaga anak saya"


Seketika perasaan Rian pun tampak kaget dengan ucapan Ayah dari Lusi ini.


pada dasarnya..


selama ini Ayah tak pernah tahu permasalahan yang telah Lusi alami sebelumnya. Dari mulai Lusi yang sering dipukuli, diselingkuhi dan diusir dari rumah pun oleh Rian. ayah tak pernah tahu. Sampai yang terakhir Lusi dijebak oleh Adit. Ayah pun tak tahu soal itu. Dan memang Ibu atau pun Lusi tak pernah menceritakan semuanya. Itu semua dilakukan agar menghindari perang antara Rian dan Ayah.


Dan Ayah pun merasa bahwa Lusi telah bahagia. Itu sangat terpancar saat Lusi yang pulang ke Bandung. Membawa senyuman di wajahnya.


Rian pun tampak terdiam. Ia merasa sangat bersalah..karena tidak menjaga putrinya dengan baik. Ucapan Ayah seolah seperti tamparan keras dan betapa menyadarkannya. atas kesalahannya selama ini.


Tampak Rian yang terdiam dan berfikir..


Mengapa ayah bicara begitu....


Apakah ayah tidak dendam denganku soal Lusi yang selama ini sudah ku perlakukan tidak baik....


Atau Lusi memang tidak pernah cerita. Sehingga Ayah tidak tahu.. benak Rian.


"Rian.. Lusi adalah putri kesayangan saya. Lisa pun juga kesayangan saya. Dan saya merasa bahagia. Bila Lusi bahagia juga. Ia adalah anak yang baik... dari kecil ia selalu penurut. Saya sedih bila melihat ia menangis. Hati saya pun perih bila melihat dirinya terluka. Selama ini saya mengira bahwa Lusi salah memilih suami. Tapi... kenyataan itu salah" ucap Ayah yang sedikit menghapus air matanya yang nyaris terjatuh. "Ternyata kamu mampu.. kamu mampu membuatnya bahagia"


Ucapan Ayah pun seolah begitu merasuk dalam relung hati Rian. Selama ini Rian yang sering melakukan kesalahan dan menyakiti perasaan Lusi pun. Sangat merasa bersalah sekali dengan ucapan Ayah.


"Saya mencintai Lusi.. Saya akan berusaha untuk membuatnya bahagia. Karena saya pun juga bahagia bila melihat ia bahagia"


Ayah pun tersenyum pada Rian, dan mendekapnya. "Terimakasih kasih Rian"


.......


........


Lalu setelah itu mereka pun makan siang bersama. Dengan masakan super mantap buatan sang Ibu. Apalagi sambal terasi yang dibuat dengan ramuan khusus plus goyangan Ibu. Buueehhh... Jangan di tanya.. bakal ketagihan pasti. mungkin Ayah suka sama Ibu pada saat Ibu sedang membuat sambal sambil bergoyang. Hehehhe..


"Kami merasa kesepian disini.. cuma dua-duaan. Kalau tambah cucu pasti akan ramai ya kan. Jadi gak sabar nungguin cucu lahir" ucap Ibu.


"Bukannya enak ya bisa dua-duan jadi kaya romeo and Juliet" ucap Lusi.


"Halah udah tua sudah tak produksi lagi. Tinggal nunggu hasil panen aja" ucap Ibu.


Lalu tampak Ayah yang merasa tersindir karena omongan ibu yang membahas soal

__ADS_1


tua.


"Walaupun sudah tua. Ayah masih kaya Rian Bu. Badannya masih kekar. Tenaganya pun masih kuat. Jangan ngeremehin Ayah ya" ucap Ayah tidak terima.


"Tuh Bu... Ayah marah. Lagian ibu ngebahas tua. Ayah masih merasa belum tua heheh" ucap Lusi.


"Umur boleh tua, tapi jiwa muda" ucap Ayah lagi.


"Tua-tua keladi. Tua-tua makin jadi" ucap Ibu asal.


"Wah nantangin nih kayanya" Ayah memandang ibu.


Lusi pun tersenyum.


Hadeh ucapan Ayah persis banget Rian. Ngeledekin doang masa dibilang nantangin. Benak Lusi.


lalu Lusi pun membahas pada inti acara..


"Untuk acara tujuh bulanan nya besok malam ya Bu. Kita beli nasi box aja. Biar gak pake ribet" ucap Lusi.


"Kalau ibu sih ikut kamu aja" ucap ibu.


"Oke"


Malam harinya..


dikeheningan malam. Yang terasa sepi hanya terdengar suara jangkrik yang saling bersahutan. krikk. kriikkk kriikk..


Terlihat Lusi yang duduk dipinggir kasur sambil merapihkan pakaiannya. sementara itu.. Terlihat Rian yang tiduran dan memperhatikan istrinya. Wajah Lusi yang polos tampak begitu cantik meski natural tanpa makeup sama sekali. Wajahnya pun begitu menampakan kecantikan hatinya yang begitu alami. Lusi.. itulah wanita yang mampu membuat Rian jatuh cinta.. bukan hanya karena wajahnya namun kecantikan hati dan kebaikannya.


Melihat Lusi ngambek saja sudah mampu membuat Rian jatuh cinta. Apalagi disaat tersenyum. Rian pun seolah meleleh pada istrinya itu.


Rian pun mendekati Lusi dan menatapnya.


"Lusi.. tadi aku sempat ngbrol sama Ayah kamu. Aku kaget saat aku tahu Ayah mu tidak tahu soal permasalahan rumah tangga kita" ucap Rian.


"Aku sengaja tidak memberitahunya. aku niat akan beritahu kalau memang saatnya Sudah tepat. Namun aku bersyukur belum sampai Ayah tahu. Kita sudah kembali akur" ucap Lusi.


"Lusi, saat ayah mu bilang aku berhasil menjagamu. Hatiku terasa sakit. Karena nyatanya aku gagal menjaga dirimu dengan baik" ucap Rian lagi.


Lusi pun tersenyum sambil menarik napasnya.


"Rian.. bila aku mengingat itu semua. Perasaan ku memang sangat lah sakit. Namun aku yakin, semua akan berubah lebih baik lagi. Hingga saatnya kita akan kembali menjadi pasangan suami istri yang saling mencintai"


Rian pun mencium kening Lusi. Dan Rian pun menekuk lututnya. "Lusi aku mencintai mu"


Lusi pun tampak tersenyum. "Aku pun sama. Aku mencintai mu.. "


"Aku ingin sekali malam ini kita merasakan malam yang romantis berdua. Kamu mau kan sedikit berdansa dengan ku. Seperti di film-film"


Lusi pun tersenyum.


Lusi pun berdiri dan menerima ajakan Rian. Lalu mereka pun berdansa dengan perlahan.


Rian pun memeluk Lusi. Tampak Lusi yang menikmati pelukan Rian. Sesekali Lusi pun menjatuhkan kan air matanya. Karena ia merasakan lagi rasanya dicintai. Setelah sekian lamanya di campakan oleh suaminya.


"Lusi aku ingin kamu bahagia. Aku ingin melihat mu bahagia. Aku ingin kita selalu bahagia. Bersama dan selamanya........."


"Iya .. aku pun sama. Aku ingin bahagia bersama mu.. untuk malam ini dan seterusnya.." Lusi pun tersenyum.


akhirnya malam itu pun ditutup dengan keheningan malam yang penuh cinta. diantara dua insan yang mencoba kembali merajut cinta. mungkin cinta mereka tak seindah itu.. namun percayalah jika jodoh itu sudah Allah yang mengatur. dan akan indah pada waktunya.


-----Tamat-----------------


Pada akhirnya Rian pun mencintai Lusi secara tulus dan ikhlas....


Mengapa cerita ini seolah menggantung.. memang diluar dugaan autor. Autor hanya niatkan Lusi dan Rian ini bahagia. Autor sudah merasa kalau Lusi dan Rian sudah bahagia. Bumbu bumbu cinta sudah mereka rasakan.


Karna pada dasarnya aku menulis ini tanpa plot cerita.


Mengikuti arah hatiku ingin pergi...


Mengikuti ke mana arah hati ku ingin berlabuh..


Dan dibawa kemana cerita cinta mereka..???


yang pada akhirnya tetap kekuatan cinta lah yang hanya dapat meawakli semuanya. Ahaaayyy...


Kalau ngebahas soal Adit yang masih dendam pada Lusi. Aku akan tulis di sesion 3 nya saja atau extra part saja. Dan itu pun kalau akau mau ya.... Karena niat saya memang untuk menyatukan cinta Rian dan Lusi saja. Titik...


takutnya... Kalau dicampur adukan dengan masalah baru. Nanti gak kelar kelar dan lebih rumit lagi..


Oh no...!!!


Aku tidak suka yang seperti itu..


Banyak kok kisah kisah yang seolah menggantung tapi tetap bahagia...


Dan yang paling penting adalah..


---------jangan lupa bahagia-------


#selamat hari kemerdekaan untuk Indonesia ku. Semoga semakin maju dan makmur... Sukses selalu..#

__ADS_1


#17 Agustus 1945#


__ADS_2