Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Berenang


__ADS_3

Part 108.. (Berenang) (Sesion 2)


Lusi pun bangun pagi. Menyiapkan sarapan untuk Salsa. Nasi goreng dengan telur mata sapi.. Memang Lusi ini tidaklah terlalu pandai memasak. Namun kalau cuma nasi goreng Lusi pun bisa.


Hari ini tidak tampak Mama Renata. Ia sedang liburan ke luar kota dengan Ibu-ibu sosialita lainnya. Jadi Lusi bisa bernapas lega tanpa rasa nggak enak hati di rumah.


Lalu terlihat Salsa duduk di meja makan. Siap menerima sarapan pagi buatan Lusi. Lusi pun menyajikannya di piring.


"Salsa.. Makan dulu ya. Setelah ini kita main bareng" ucap Lusi duduk di hadapan Salsa.


Tak lama Rian datang menghampiri dan ikut makan bersama.


"Hallo Salsa.. Salsa makan apa?" tanya Rian.


"Makan nasi goreng buatan Mama Lusi.."


"Enak gak?" tanya Rian.


"Enak."


"Papa Rian cobain ya.." Rian mengambil nasi goreng yang ada di meja dan memakannya . "ini sih gak enak"


"Oh.. Ya.. "Sahut Lusi.


"Tapi... Ini tuh enak ba..nget hehehe" puji Rian.


Lusi pun tersenyum mendengar jawaban Rian.


Setelah itu..


Rian pun mengajak Salsa dan Lusi berenang. Kebetulan kolam renang memang sudah ada di dalam rumah. Sehingga tak perlu repot lagi keluar rumah.


Karena kolam nya di rumah. Lusi pun berani bila memakai baju renang. Sekalipun itu terlihat seksi.


Saat Lusi memakai baju Renang. Tampak Rian yang sangat terkesima dengan tubuh indah Lusi. Sekalipun Rian sudah biasa melihat tubuh Lusi.


Namun mampu, membuat Rian tak berkedip saat memandang Lusi dengan pakaian renangnya. Rian yang berada di kolam pun sontak diam sejenak memperhatikan Lusi secara seksama.


"Astaga.. Kamu kok diem aja.." ucap Lusi membuyarkan pandangan Rian.


Rian pun menarik napasnya panjangnya perlahan sambil tersenyum.


"Kamu sangat cantik dan seksi Lusi. Pantas saja nama kamu Lusi"


"Loh... Apa hubungannya" Lusi heran


"Lusi itu ada kepanjangannya loh"


"Apa?" tanya Lusi penasaran


"Luarbiasa Seksi"


Lusi pun menyipitkan matanya..


"Jangan ngelantur ya. . Orang tua aku tidak mungkin memberi nama aku dengan arti yang seperti itu" ucap Lusi sebal.. "Sudahlah aku ganti baju aja gak jadi berenang"


"Eh.. Eh.. Jangan ngambek dong... Aku cuma bercanda" ucap Rian. "Justru aku suka lihat kamu seksi begini. Bikin aku semakin gemas"


"Ha.. Tau ah.."


"Iya benar lagi..." ucap Rian.. Rian pun keluar kolam. Dan langsung menggendong Lusi dan membawanya ke kolam renang.


Byuuurrr..


Lalu mereka pun berenang bersama sambil bermain. Tampak Salsa yang begitu bahagia bermain bersama Lusi dan Rian.

__ADS_1


.


.


.


Sore harinya...


Lusi pun kembali memulangkan Salsa ke rumah Pak Adit. Lusi berangkat Dengan naik taksi.


Sesampainya...


"Lusi terimakasih kamu sudah menjaga Salsa" ucap Adit


"Sama-sama pak" jawab Lusi.


"Kamu mau minum apa? "


"Ah tidak usah pak. Saya langsung pulang aja ya.. "


" baiklah.. hati-hati"


"Dadah Salsa" ucap Lusi pada Salsa.


"Dadah juga Mama" ucap Salsa..


Adit pun tampak kaget saat Salda memanggil Lusi dengan sebutan Mama..


"Kamu memanggil apa barusan" tanya Adit.


"Mama.. " jawab Salsa..


"Mama!!! Apa papa gak salah denger sayang" tanya Adit lagi pada putrinya penasaran.


"Aku tak menyangka bila Salsa sepeka itu untuk memanggil mama pada dirimu Lusi"


"memang itu permintaan Salsa untuk memanggil saya dengan sebutan Mama.. Maaf ya pak, kalau lancang.. Saya tidak bermaksud apa-apa.. " ucap Lusi tidak enak.


"Gak apa-apa justru saya senang. Tandanya salsa menyukai mu.. "


"Aku pun begitu.. Aku senang jika Salsa menyukaiku.."


Lalu dari kejadian itulah.. Adit pun semakin merasa jika memang Lusi lah yang paling pantas menggantikan istrinya yang sudah meninggalkannya begitu saja.


Karena baru pertama kali ini juga lah Salsa memanggil orang lain dengan sebutan Mama.


Kalau bicara perasaan.. sebenarnya.. Lusi ini sama sekali tidak tertarik pada Adit. Bagi Lusi Adit ini hanya sebatas kakak.. Apalagi dengan umur yang terpaut 15 tahun. dirasa tidak mungkin Lusi menjadikan Adit tambatan hati.. Ditambah Lusi ini sudah bersuami dirasa sangatlah tidak mungkin sekali. . .


.


.


Lalu Lusi pun pulang..


Sesampainya dirumah..


Lusi disambut oleh sang suami didepan rumah.


Lusi baru saja turun dari taksi.. Terlihat Rian menaiki sebuah sepeda sambil tersenyum.


"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan sore. Kamu suka bersepeda kan" ucap Rian.


"Sepeda ini cuma satu.. Kamu saja lah"


"Tidak Lusi.. Aku sengaja hanya satu sepedanya.. supaya kamu dapat aku bonceng "

__ADS_1


"Gak lah aku berat Rian"


"Lebih berat lagi cinta aku buat kamu"


"Gombal"


"Ayolaahh..."


"Baiklah.."


Lalu Lusi pun mengiyakan keinginan Rian yang menurut Lusi tidak lah sulit itu.


Sambil memandang pemandangan sekitar perumahan. Terlihat Rian yang mengayuh sepeda dan mengajak Lusi berkeliling area komplek perumahan.


Angin sore yang berhembus pun, mampu membuat suasana menjadi lebih romantis.


Tedengar suara detak jantung Rian yang terasa begitu cepat. Lusi yang di bonceng didepannya pun begitu merasakan suara degup jantung Rian saat itu.


Mungkin kah Ia mencintaiku.. Benak Lusi bertanya tanya. Lusi pun hanya tersenyum sambil memandang pemandangan.


Lusi pun terbawa dan terhanyut dengan perasaannya kala itu..


.


.


Jujur aku menyukai Rian..


Andai ia selalu baik padaku..


Mungkin aku bisa bahagia untuk mendampinginya.


Namun,


Jiwa manisnya yang teramat mahal dan sulit untukku dapatkan..


Membuat aku selalu terbawa dalam perasaan sedih dan kecewa...


Yang akhirnya cinta ku kalah dengan rasa sakit hati ku sendiri.


Tuhan...


Bila memang Rian adalah takdirku..


Aku menerimanya dengan ikhlas..


Dan aku ingin ia mampu mencintai ku secara utuh..


dan tidak memberi luka yang begitu pahit seperti ini..


Dan jika Tidak...


aku pun ikhlas untuk melepasnya kapanpun..


Karena aku tahu..


Cinta dan jodoh itu bukan suatu hal yang harus dipaksakan.


Sebenarnya Rian pun memiliki perasaan cinta untuk Lusi. Hahnya saja obsesi dan keinginan dalam hidup yang membuat Rian egois dan melupakan makna cinta itu sendiri...


#


Like. Like. Like like.. Yaaaaaa...


Hatur nuhun...

__ADS_1


__ADS_2