Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Kiriman Paket


__ADS_3

Mudah2an kalian jangan bosan ya...


Maaf maren gak sempet up..


Gak tahu kenapa.. lagi gak ngambung..


Kalau dipaksa up yang ada takut cuma cuma jadi pepesan kosong.


Part 116.. (Kiriman Paket)(Season 2)


Keesokan harinya.. Tampak Rian yang bergegas pergi. Setelah melakukan hubungan panas dengan istrinya. Rian seolah lupa bahwa dirinya tadi malam sudah terpuaskan.


Entah mengapa kali ini Lusi yang merasa baper. Perasaanya Lusi agak bucin dan merasa ingin sekali diperhatikan oleh Rian.


"Rian, apa yang menurut mu penting?" tanya Lusi.


"Kamu"


"Masa sih, Kok Aku gak ngerasa seperti itu"


Rian pun malah tersenyum


"Kamu mau kemana Rian" tanya Lusi.


"Bermain golf dengan rekan bisinis ku"


"Siapa? "


"Papanya Zelda"


"Bisakah hari libur ini kita berdua saja. Aku ingin sekali bersama mu" ucap Lusi manja.


"Tidak bisa. Ini penting"


"Bukankah katamu, aku yang penting bagimu"


"Maksudku, kamu penting bagiku tapi hanya untuk urusan ranjang. Untuk urusan yang lain tidak"


" begitukah.. Sungguh menyebalkan, jangan bilang disana kamu juga akan bertemu Zelda"


"aku tidak tahu, tapi sepertinya iya"


"Kamu jahat Rian"


"Maaf ya. Ini bisnis penting, jadi aku tetap harus pergi. "


"Terserah kamu ajah lah." ucap Lusi memasang wajah cemberut.


Rian pun pergi meninggalkan Lusi.


Entah mengapa kali ini Lusi ingin sekali dimanjakan oleh Rian. Tapi Rian malah lebih memilih pergi dengan rekan bisinisnya.


.


.


.


Lalu setelah itu,


Lusi pun membereskan rumah Rian yang besar itu.


Tampak Renata yang memperhatikan Lusi yang membereskan rumah miliknya. Lusi pun hanya menundukkan kepalanya saat Renata memperhatikan dirinya. Ia merasa sungkan dengan Ibu mertuanya itu. Walau Lusi tahu ibu mertuanya itu takan mungkin mengigit dirinya. Tapi tetap saja Lusi merasa takut.


Lalu setelah bergulat dengan sapu dan kain pel. Lusi pun istirahat sebentar sambil minum air putih pakai es. Meskipun dirumah itu banyak makanan tapi Lusi takut memakannya. Takut diomelin sama Renata. Dan Lusi hanya berani memakannya kalau ada Rian. Atau ia membelinya sendiri.


Teng nong..


Teng nong...


Suara bel..


Tiba-tiba saat siang hari. Ada seseorang mengantarkan sebuah paket. Dan ditujukan untuk Lusi.


"Permisi dengan mba Lusi" ucap Mas kurir pengantar paket.


"Iya saya sendiri" jawab Lusi.

__ADS_1


"Ada paket"


"Dari siapa? "


"Namanya sengaja di rahasiakan. Karena ini kejutan. Mungkin didalamnya sudah ada namanya"


"Oh baiklah. Terimakasih"


Lalu Lusi pun membuka box paket itu. Saat Lusi membuka, Lusi pun tampak kaget ternyata hadiah itu berisi sebuah lingeri berwarna merah terang. Wajah Lusi pun mendadak merah saat membukanya.


Dan ada surat berisi:


Pakailah ini sayang..


Lusi pun langsung berfikir bahwa itu dari Rian.


Apakah Rian sengaja memberikan ini. Apakah dia mau aku memakainya nanti. Haruskah aku memakai ini.. Benak Lusi melihat baju tidur seksi itu secara seksama.


Apa-apaan ini seksi sekali.. Rian mesum sekali otaknya. Bisa bisanya lagi bertemu dengan rekan bisnisnya ia memberikan hadiah ini untukku. Tapi..Baiklah.. Aku akan tetap memakainya nanti malam. Benak Lusi.


Saat malam harinya, tampak Rian pulang.


Lalu Lusi pun menyambutnya dengan senyuman.


"Aku dilupain ya. Lama banget sih pulangnya" ucap Lusi.


"Maaf ya. aku pun sebenarnya lelah. Tapi aku tidak bisa menolak, karena sudah terlanjur janji. Setelah main golf ada undangan makan malam bersama" ucap Rian. "Kenapa emangnya kamu kangen? "


"Iya gak tahu kenapa aku kok jadi kangen kamu" ucap Lusi.


Rian pun tersenyum mendengar jawaban Lusi.


"Padahal aku sudah menunggu kamu buat makan malam bersama. Eh kamu malah sudah makan malam" ucap Lusi.


"Yaudah aku temenin makan ya" ucap Rian.


Lalu Lusi pun makan malam ditemani oleh Rian.


"Makan nya jangan lama-lama ya. Aku ngantuk pengen tidur"


"Iya" ucap Lusi.


Tanpa diduga.. Lusi pun masuk ke kamar. Dan mengganti pakaiannya dengan memakai lingerie warna merah yang ia terima paket tadi siang.


Sontak Rian yang awalnya sudah hampir menutup matanya untuk tidur. Mendadak keget dan kembali segar. Melihat Lusi yang begitu seksi dan menggairahkan dihadapannya.


"Kamu sangat seksi Lusi" ucap Rian sambil menatap Lusi melotot tanpa berkedip.


"Terimakasih atas pujiannya"


"Haduh.. Jadi gak tahan" ucap Rian.


Dan tanpa basa basi lagi. Rian pun langsung menarik Lusi dan memulai permainannya. Lusi pun tak bisa berkutik saat suaminya menerkamnya dalam permainan yang menggairahkan.


Mereka pun melakukan permainan itu. Suasana kamar pun berubah menjadi sangat panas. Ditambah Lusi yang memang sangat menggairahkan. Rian menciumi setiap inci bagian tubuh Lusi tanpa tersisa. karena bagi Rian tubuh Lusi merupakan candu yang tak bisa ia lepaskan.


Rian pun tampak menikmatinya malam itu. Lusi pun juga tampak pasrah menikmati belaian demi belain serta ciuman demi ciuman yang didaratkan Rian untuk Lusi.


Keesokan harinya, Lusi pun bangun menyiapkan pakaian kerja untuk Rian.


"Lingerie yang kau kenakan tadi malam seksi sekali. Kamu sengaja membelinya untukku" ucap Rian.


"Bukannya itu hadiah darimu kemarin siang"


"Hadiah, Aku tak memberikan mu hadiah"


"kemarin siang ada paket datang. Dan kurir bilang itu hadiah untukku"


"Lusi aku tak memberikan mu hadiah apapun."


Lusi pun diam dan berfikir sejenak.


Lalu tampak Rian yang malah menaruh curiga pada Lusi.


"Sekarang aku tanya itu dari siapa?" ucap Rian.


"Aku sungguh tidak tahu, Aku pikir dari kamu"

__ADS_1


Teng tong...


Tiba-tiba terdengar suara bel. Dan datang lagi sebuah paket untuk Lusi.


Rian pun tampak penasaran lalu membukanya segera. Saat Rian membuka betapa kagetnya. Ternyata berisi sebuah lingerie lagi. Dan ia pun menggelengkan kepalanya seolah tak percaya ini. Dan didalamnya di tambah sebuah surat.


Isi suratnya:


Lusi sayang.. bagaimana. Hadiah kemarin itu sangat pas kan dibadan mu. Aku senang bila kamu menyukainya


tolong kirim foto saat kamu mengenakannya, pasti kamu sangat terlihat seksi. Dan aku mau kamu memakai ini saat bercinta denganku.


Deg..


Rian pun tampak kaget setelah membaca surat itu. Karena Rian merasa tidak pernah mengirim hadiah apapun untuk Lusi. Lalu Rian langsung menghampiri Lusi. Terlihat Rian yang sangat marah pada Lusi.


"LIHAT INI, TULISAN INI. Kamu selingkuh dengan siapa!!!" ucap Rian marah dengan nada tinggi.


Lusi pun langsung kaget melihat Rian yang marah padanya. Lusi pun menjatuhkan air matanya. Yang menuduhkan Lusi selingkuh.


"Sungguh aku tidak tahu Rian" ucap Lusi.


"Bohong.. Kamu pasti bohong!!" ucap Rian.


"Rian. Tolong percaya aku. Sungguh ini tidak sesuai dugaanmu"


Lusi pun membaca surat itu.


Ya ampun siapa orang iseng mengirimi paket ini kepadaku. Sungguh keterlaluan orang ini benak Lusi.


Rian pun langsung bergegas pergi meninggalkan Lusi.


Lusi pun mencoba menarik tangan Rian. Namun Rian menarik tangannya dari tangan Lusi.


"Rian. Ini salah paham dengarkan aku dulu"


"Lepaskan aku wanita murahan" ucap Rian pergi.


Lusi pun langsung menangis.


Teganya kamu Rian. menuduh aku selingkuh setelah permainan kita semalam. kamu anggap aku apa. benak Lusi.


Lusi pun menarik napasnya dalam dalam ketika suaminya berbicara seperti itu. dan Lusi hanya bisa menahan rasa sedihnya kala itu.


Tampak Renata yang melihat kejadian itu dan langsung tersenyum. Karena ia tahu itu pasti kerjaan Adit untuk membuat Rian dan Lusi bertengkar.


****


"Nyonya apakah saya sudah berhasil membuat Rian membenci Lusi" ucap Adit ditelepon.


"Saya sudah lihat kerjamu. bagus.. kalau begitu nanti saya akan berikan uang kepadamu" ucap Renata ditelepon.


"Tapi ada satu lagi rencana saya"


"Apa?"


"saya pastikan Rian dan Lusi akan selama lamanya tak akan bersatu. Dengan rencana kedua saya"


"Rencana kedua apa? Menurut saya ini saja sudah cukup mereka bertengkar"


"Rencana keduanya Rahasia. biarlah menjadi kejutan untuk nyonya. dan nyonya cukup melihat kehancuran hubungan mereka. dan menurut saya membuat mereka bertengkar saja tidak cukup"


"Ingat kamu boleh melakukan apa saja tapi saya tidak mau juga kalau kamu melewati batas"


Adit pun hanya tersenyum..


Lalu Renata pun menutup teleponnya.


like..


likee..


likee..


likee..


hari ini aku lagi cuti . mungkin aku akan up up up .. biar bisa end..

__ADS_1


jangan bosan bosan ya.. guys..


__ADS_2