
Part 103 (Seikat Mawar) (Sesion 2)
Zelda..
Seolah aku tak asing dengan namanya. Aku pernah mendengarnya namun aku lupa siapa.. Wajahnya aku tak kenal namun familiar sekali di telinga. Benak Lusi sambil berfikir mengingat nama dari tunangan Rian. Kira-kira siapa ya.. Mengapa tiba-tiba aku ingat tapi lupa..
Lusi pun berfikir dan tak lama pun ia ingat..
Oh iya.. Aku ingat.. Zelda itu nama kakaknya Fany. Apa mungkin dia adalah kakaknya Fany. Benak Lusi.
Terlihat Lusi yang tampak melamun di pagi hari.
Sehabis kejadian yang memilukan hatinya. Membuat ia semakin sering melamun. Perasaannya yang dulu masih terselip cinta pada Rian seolah berubah menjadi luka..
Perasaan sakit yang ia miliki, kini mengubah sifatnya menjadi dingin pada Rian. Memang Lusi masih peduli pada Rian, soal pakaian kerjanya yang selalu ia siapkan. Dan sarapan paginya.. Tapi kalau urusan ranjang.. Masih terasa enggan..
Dan Sakit hati yang Lusi rasakan membuat ia tak banyak bicara. Dan telah menghilangkan senyumnya yang manis dan ayu.
Lalu Lusi pun menyiapkan sarapan pagi. Duduk di meja makan dan hanya minum air putih. Sambil memandang makan diatas mejanya. Ia pun hanya diam tak banyak bicara.
Tak lama Mama Renata datang. Duduk dengan tatapan sambil memandang Lusi tajam. Lusi pun hanya menunduk dan langsung bergegas berangkat.
"Lusi kamu tidak sarapan dulu" ucap Rian.
Lusi pun hanya menggelengkan kepalanya.
Dengan naik ojek, Lusi pun berangkat. Mengarungi jalan Ibu Kota yang telah ramai aktivitas dengan kendaraan berlalu lalang.
Sesampainya masih menunjukan pukul 07.30. Lusi pun sarapan Roti yang ia beli di pinggir jalan.
Lusi pun duduk menikmati sarapan sederhananya dengan secangkir teh dan Roti.
__ADS_1
****
Sementara itu..
Rian datang ke kantor tepat pukul 08.15, dengan membawa seikat bunga yang ia beli dijalan. Lalu Rian masuk ke ruangan.
"Viola.. Tolong panggil Lusi ke ruangan saya. Tadi saya melihat bunga ini di toko pinggir jalan. Aku jadi teringat dengannya" ucap Rian menaruh di atas mejanya.
"Baik pak.. "
Lalu Viola pun memanggil Lusi ke meja kerjanya.
Namun tak disangka -sangka.. Saat Viola memanggil Lusi.
Tiba-tiba...
Tampak seluruh karyawan yang memperhatikan ke datangan Zelda kala itu. Zelda datang secara tiba-tiba dan masuk ke ruangan Rian.
"Apa salahnya aku disini. Ini kan perusahaan calon suami aku" ucap Zelda.
Lalu Zelda pun melihat bunga di meja
"Ini buat aku kan.." ucap Zelda mengambil bunga itu.
Rian pun tampak terbata menjawab. "I.. Iya sih tapi... " ucap Rian.
Lalu Zelda pun memeluk Rian.
Tak lama Lusi pun datang dan melihat pemandangan tersebut.
Lusi pun langsung menarik napas panjangnya sambil menahan rasa sakit di dalam hati. Ketika melihat suaminya di peluk wanita lain.
__ADS_1
Rian pun kaget saat melihat Lusi yang sudah berada di depan pintu yang terbuka.
Lusi pun hanya membuang pandangannya saat melihat itu.
Lalu Zelda pun menoleh kebelakang saat ada Lusi dan viola yang tiba-tiba datang.
"Permisi pak.. saya membawanya.. Tadi bapak menyuruh saya untuk memanggilnya kan" ucap Viola dengan sopan.
"Maaf. Saya permisi dulu.. Sepertinya Viola salah memanggil orang" ucap Lusi pergi..
Rian pun hanya melihat kepergian Lusi yang terlihat kecewa saat melihat Zelda memeluknya.
Lusi pun duduk sambil memejamkan matanya seolah ia tak percaya ini. Saat ia harus melihat orang yang masih menjadi suaminya itu, memiliki wanita lain.
Beberapa saat kemudian.. Terlihat Zelda diruangan Rian.
"Hah.. Aku cuma ingin tahu seperti apa kantor mu.. Okelah cukup lumayan juga" ucap Zelda memandang ruangan Rian.
"Aku tak menyangka bila dirimu memiliki banyak karyawan wanita dan semuanya cantik. Sepertinya dirimu playboy juga" ucap Zelda lagi.
"Kecantikan itu bukan sesuatu yang harus disesali kan. Jadi buat apa kamu mempermasalahkannya. Lagi pula mereka bekerja dengan tangannya bukan wajahnya" ucap Rian.
"Dan ada satu wanita yang memang cantik. Sepertinya kamu memang sengaja memilihnya ya"
"Yang mana? "
"Yang barusan pergi.. Ada dua orang kan. Dan satunya terlihat sangat cantik"
"Iya terimakasih atas pujian kamu untuk karyawan ku hari ini.. Semua wanita itu cantik Zelda"
"okedeh.. Sebaiknya aku pulang.. Aku hanya ingin tahu kantormu dimana.. Next aku akan kantor mu lagi kalau sempat ya" ucap Zelda pergi.
__ADS_1
Rian pun hanya diam.. Melihat Zelda pulang.