Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Mohon maaf lahir batin


__ADS_3

Part 47 (Mohon maaf lahir batin) (sesion 2)


Dua minggu kemudian..


Sebentar lagi lebaran.. Terlihat Lisa yang sudah pusing memikirkan baju lebaran.


"Kak beli baju lebaran yuk" ucap Lisa.


"Gak usah. Baju kemarin aja masih bagus kan"


"Iya udah deh gak usah beli baju. Kita bikin kue lebaran aja" ucap Lisa


"Jangan sekarang. Kakak lagi gak semangat" ucap Lusi sambil melamun.


Lusi pun langsung masuk kamar. Dan merebahkan diri di kamarnya. Sambil memandang langit kamarnya.


Kayanya aku gak bisa bohong terus sama ibu soal hubungan aku yang menggantung ini. Aku harus tahu apakah Rian ingin mengakhiri atau tidak. Benak Lusi.


Lalu Lusi pun menelpon Rian. Namun masih tak ada jawaban.


Dan Lusi memberikan pesan singkat.


Isinya:


Rian.. Mohon jawab pesan aku. Aku mau tahu soal hubungan kita ini. Mumpung aku di Bandung, jangan sampai tanduk aku keluar ya Rian. Cepet bales sms ini..


Lalu Lusi pun menunggu jawaban sms nya. Namun tak ada jawaban darinya. Padahal Lusi sudah menunggu 4jam, 35 menit, 28 detik masih belum ada jawaban juga. Akhirnya ia pun menyerah.


Hah.. Di sms gada jawaban emang dasar itu pria apa wanita sih dia.. Benak Lusi.


Yaudah lah biarin ajah. Terserah dia mau nya apa..


Tak terasa... Beberapa hari setelahnya.


.


.


.


.


Sampailah di hari kemenangan. Takbir berkumandang.


Seraya membawa senyuman serta kebahagiaan.


Sudah tertata di meja kue lebaran.

__ADS_1


Tidak lupa juga ketupat dan opor ayam.


Ditambah lagi rendang sama sambel ati kentang..


Ah nikmat mana lagi yang engkau dustai.


Idul fitri ini serasa membahagiakan.


Karena dapet berkumpul lagi bersama keluarga...


Lusi dan Lisa sungkem kepada kedua orang tua Meminta maaf.


Lisa pun turut meminta maaf sama kakaknya.


"Kakak maafin aku ya. Kalau kesalahan aku banyak" ucap Lisa.


"Iya kakak pun sama"


Dan setelah itu banyak dari keluarga yang datang. Dan Lusi pun paling benci saat di tanya kapan akan menikah. Lusi pun hanya tersenyum tak memberi jawaban.


Namun ada sesuatu hal tak terduga terjadi. Karena Ayah adalah anak tertua dikeluarga seluruh keluarga pun datang.


Tiba-tiba saja Lusi baru tahu kalau dia itu sepupuan dengan Miko. Miko adalah anak dari Pak Deden. Pak Deden itu adiknya Ayah. Mereka terpisah karena orang tua mereka yang bercerai.


Saat bertemu.. Diruang tamu.


Lalu Lisa dan Lusi pun bersalaman dengan Mang Deden. Tak lama terlihat Miko datang Lusi pun kaget.


"Miko" ucap Lusi kaget


"Lusi" ucap miko kaget


"Loh kalian udah saling kenal" ucap Ayah.


Lusi pun mengangguk dengan menatap tajam Miko.


"Waah kalian ini sepupuan loh" ucap Ayah


"Sepupu?!?!" ucap Lusi.


"Iya sepupu kandung" jawab Ayah.


"Kamu kenal Miko?" tanya Mang Deden pada Lusi.


"kenal" ucap Lusi.


"Miko kamu panggil Lusi dengan sebutan kakak ya mulai sekarang. Karena bagaimanapun ia kakak sepupu kamu"

__ADS_1


Miko pun tak berkutik. Ia diam karena shock setelah tahu Lusi itu adalah kakak sepupunya. Lalu mereka pun makan bersama.


Terdengar Ayah bahagia sekali berkumpul dan bertemu adiknya yang sudah lama tak bertemu itu


disela sela makan bersama..


"Miko itu umur berapa Mang Deden" tanya Lusi.


"20 tahun" jawab mang Deden.


"masih anak-anak ternyata." ucap Lusi.


Hemm.. Sekarang aku udah megang kartu kamu Miko. Awas aja kalau kamu macem-macem lagi.. aku aduin sama bapak kamu Miko dalam hati Lusi.


Tiba-tiba saat Lusi sedang sendiri di depan rumah. Miko menghampiri Lusi..


"Kak Lusi. Maafin aku kemarin ya.."


"karena hari ini lebaran.. aku maafin. Oia satu lagi. Jangan kamu sakitin marta ya"


"Iya kak"


sore harinya barulah kita sekeluarga mengunjungi ke rumah nenek. dan menginap di rumahnya..


.


.


.


.


Lalu tiga hari setelahnya....


Lusi sudah bersiap diri..


Lusi pun kembali ke Jogja dengan naik pesawat.


saat di Bandara...


Tidak sengaja Lusi berpapasan dengan Renata yaitu orang tua dari Rian. Terlihat Renata berjalan sambil memandang lurus kedepan. Jangankan menengok, tersenyum atau menyapa pun tidak sama sekali. Seolah Renata sengaja tidak mau melihat Lusi.


Padahal Lusi sudah berusaha tersenyum saat melihatnya. Namun Lusi sama sekali tidak di pandang oleh calon mertuanya itu. Lusi pun cuma bisa sabar. Walau hatinya sedikit kecewa.


Aku ini sebenernya dianggap apa sih.. seolah tidak ada artinya pertunangan kemarin.. benak Lusi...


(Jangan Lupa Like..... Ya guys.. )

__ADS_1


__ADS_2