
Part 74 (Usaha) (Sesion 2)
Tak lama siang hari, ibu pun pulang dari pasar dan melihat Rian di depan.
"Masuk nak Rian" ucap Ibu menyuruh Rian masuk.
"Iya bu.. Saya tunggu Lusi dulu" ucap Rian.
Lalu ibu pun masuk dan menemui Lusi di kamar.
Saat di kamar ...
"Ada suami kamu di depan kamu udah temuin" tanya Ibu.
"Udah"
"gak kamu suruh masuk" tanya ibu lagi.
"Gak usah bu.. Biarin aja nanti juga dia pulang"
"Hemmm.. Yaudah kamu kasih minum dulu sana"
"Jaman udah modern bu. Warung udah banyak, kalau dia haus tinggal beli" ucap Lusi cuek.
"hemm.. Yaudah terserah kamu lah" ucap Ibu pergi.
...
Lalu sampai sore harinya Rian pun masih sama. Rian masih di depan rumah. Menunggu Lusi untuk menemuinya dan untuk memaafkannya.
Lalu ibu keluar menemui Rian.
"Rian kamu masuk sana" ucap Ibu.
"Saya gak mau bu. Saya mau tunggu Lusi aja yang menyuruh saya masuk. Karena dia masih belom bisa maafin saya" ucap Rian.
"Emm.. Yaudah kalau gitu" ucap Ibu.
Lalu ibu pun menemui Lusi lagi yang sedang nonton tv di ruang tengah.
"Lusi.. Tadi ibu suruh Rian masuk ke dalam rumah. Eh dia gak mau, katanya tunggu kamu yang nyuruh masuk. Kamu ajak masuk sana"
"Biarin aja lah bu. Gak ada yang mau culik juga" ucap Lusi yang masih masa bodo.
.
.
.
Sampai pada saat malan harinya pun Rian masih setia menunggu di depan rumah.
Lusi pun mengintip dari jendela. Dengan perasaan cuek dan sedikit penasaran.
__ADS_1
Nih orang bukannya pulang. Masih betah aja disitu. Hemm.. Biarin aja lah terserah dia mau apa.. benak Lusi dalam hati.
Sampai waktu menunjukan tengah malam. Rian pun masih saja stand by di depan rumah. Terlihat Rian yang tertidur di lantai depan rumah Lusi.
Biarin dia rasain tidur di luar. biar dia tau tidur diluar itu gak enak. Benak Lusi sambil mengintip lagi.
Lusi pun hanya memandang Rian dari jendela. Dan tiba-tiba terdengar suara geluduk.
Duuukkk.. Geeeeerrrrr..
Dan turunlah hujan. Hujannya pun cukup lebat saat itu dan disertai angin.
Lusi pun tetap berusaha tidak peduli pada Rian. Walaupun sebenarnya hati nya tidak bisa bohong. Ia pun membaringkan diri di atas kasurnya. Sambil berusaha memejamkan matanya.
Namun suara hujan membuat Lusi tidak bisa tidur dan memikirkan Rian terus.
"Oh Tuhan.. kenapa saya tidak bisa tidur begini. Kenapa jadi mikirin dia sih" ucap Lusi menghela napasnya.
Lalu Lusi pun kedepan dan mengecek Rian dari jendela. Ah... Ternyata dia masih ada.
Lalu Lusi pun membuka pintu dan melihat Rian yang tertidur di lantai sambil kedinginan.
Lusi pun membangunkannya dengan menepuk badannya.
Lalu Rian pun membuka matanya dan kaget melihat Lusi di hadapannya.
"Masuklah" ucap Lusi memandang Rian.
"Tidur di sofa ya" ucap Lusi dan memberikan selimut. "Aku tidur di dalam.."
"Iya iya makasih Lusi" ucap Rian.
Saat malam itu ibu sudah tidur lebih dulu. Sehingga ibu tidak tahu bahwa Rian di suruh masuk oleh Lusi.
Lalu Lusi pun masuk kedalam kamarnya. Dan berbaring kembali diatas tempat tidurnya. Dan memejamkan matanya.
"Sekarang saatnya tidur... Oke saatnya tidur nyenyak dan jangan lupa berdoa" ucap Lusi memjamkan mata.
Lalu Lusi pun akhirnya bisa juga memejamkan matanya dan tertidur.
.
.
.
Dan Saat pagi hari..
Terdengar suara ketukan pintu..
Tokk...
Tokk..
__ADS_1
Tokk..
Suara ketukan pintu mampu membangun kan Lusi.
Lalu Lusi pun membuka matanya, saat ia membuka mata ia pun kaget sekali. terlihat Rian yang sedang tidur di sebelahnya..
Issshh nih orang kok bisa-bisanya tidur disini benak Lusi memukul Rian dengan bantal.
Rian pun terbangun dan menatap Lusi senyum
sementara Lusi memandang Rian sinis.
Lalu terdengar suara panggilan ibu. "Lusi ayo bangun" ucap ibu.
Lusi pun beranjak bangun, keluar kamar dan membuka pintu.
"Iya bu Lusi dah bangun.. " ucap Lusi.
Lalu Rian pun juga beranjak dari kasur dan berdiri tepat di belakang Lusi.
Lalu ibu pun kaget melihat Rian di belakang Lusi.
"Ibu pikir kalian masih berantem tapi tidurnya kok bareng" ucap Ibu heran.
Rian pun tersenyum pada ibu.
Lusi pun menghela napasnya. Dan sulit untuk menjelaskan.
"Ah sudahlah ibu lupa kalau kalian ini pengantin baru" ucap Ibu.
"Gak gitu juga sih bu ceritanya" ucap Lusi menjelaskan.
Ibu pun hanya tersenyum dan lalu pergi.
Lalu Lusi pun langsung cemberut dan memukul Rian.
"Siapa yang suruh kamu tidur di kamar aku. Kan sudah aku bilang di sofa" ucap Lusi.
"Aku gak biasa tidur di sofa. Jadi yaudah aku ke kamar kamu aja. Eh ternyata gak dikunci" ucap Rian.
"Kamu lihat kan ibu mikirnya lain" ucap Lusi kesal.
"Yaudah lah biarin aja sih. Daripada aku gak bisa tidur masa iya aku pindah ke kamar ibu kamu" ucap Rian tersenyum.
"Isshh... Kamu.. Ngeselin!!! " ucap Lusi kesal.
Lalu Lusi pun mau tak mau menerima Rian masuk ke dalam rumahnya.. dan sarapan pagi bersama.
....
....
.
__ADS_1