Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Fitnah


__ADS_3

Part 8 (Fitnah)


Tidak terasa waktu berlalu silih berganti. Sudah hari ke lima Lusi tinggal bersama Lisa. Jika pada umumnya seorang Kakak dan Adik yang tinggal bersama penuh rasa suka. Namun ini berbanding terbalik dengan apa yang di alami Lusi.


Pagi itu Lisa tidak kuliah. Karena kesiangan untuk berangkat kuliah. Ia tidak kuliah Lisa pun mengundang Rian untuk datang lagi ke kostannya.


Tidak butuh lama Rian pun datang. Dengan tampilan keren dan memakai kemeja, dan celana jeans dengan rambut yang rapi. Hal itulah yang selalu membuat Lisa jatuh cinta dengan Rian. Ia juga datang ke kostan dengan membawa bunga mawar. Lisa pun sangat senang dengan kedatangan sang kekasih.


Sesampainya disana. Rian masih berhati-hati untuk mendekati Lusi. Ia takut apabila Lusi histeris. Meskipun Lusi masih terlihat sangat takut saat melihat Rian. Namun tidak terlalu histeris seperti kemarin. Lalu Rian pun duduk dikostan Lisa yang ukurannya cuma satu kamar tersebut. Meskipun cuma satu kamar namun cukup luas untuk ditinggali dua orang dan dilengkapi juga kamar mandi di dalam. Dan Terlihat Rian yang duduk sambil memperhatikan Lusi secara seksama. Mulai dari bibir, mata, dan hidungnya. Bahkan sampai suaranya. Semua ia perhatikan dengan jelas. Sedangkan Lusi bersembunyi di kolong meja belajar milik Lisa. Rian sepertinya sangat penasaran dengan Lusi. Hingga berkali kali ia memperhatikan Lusi dengan jarak yang sangat dekat. Sementara Lusi hanya menundukan kepalanya sambil ketakutan.


"Kakak kamu ini beneran sakit jiwa atau cuma pura pura?" tanya Rian sambil memperhatikan Lusi.


"Beneran. Gak mungkin pura-pura sampai berbulan bulan." Jawab Lisa.


"Penyebabnya apa? kakakmu bisa sampai seperti ini? "


"Tidak tahu.. Semua terjadi begitu saja. Memang sempat tidak ada kabar, Ia sempat menghilang satu pekan kata temannya di kampus. Lalu Ibu ke jogja menemui Kak Lusi. untuk mencari kabarnya. Sampai disana dikostannya. Kak Lusi udah seperti ini".


"Kenapa gak di bawa ke rumah sakit jiwa".


"Iya dulu sempet sebentar. Cuma ayah maunya urus di rumah aja. Paling berobat jalan. Tapi biarin ajalah dia sakit jiwa. Biar Ayah dan Ibu, gak banding-bandingin aku terus dengan Kak Lusi."


Rian pun mengangguk paham.


Tak lama terdengar suara gemericik hujan yang turun. Suasana pun berubah sedikit romantis. Tidak lama setelah itu pun Rian mendekati Lisa sambil merayu dan membelai rambut Lisa yang terurai panjang. Sebenarnya Lisa ini cantik, tidak berbeda jauh dengan Kakaknya meskipun lebih cantik kakaknya. Hanya saja Lisa punya sifat yang sedikit galak dan cuek. Sehingga menutupi aura kecantikannya. Ia lebih banyak menekuk wajahnya di banding tersenyum.


Lalu Rian pun mendekati Lisa secara seksama.


"Aku kangen banget sama kamu. Kamu itu cantik... Aku beruntung punya pacar kamu", ujar Rian sambil membelai rambut Lisa. "Aku ingin kita berdua selalu begini".


Lisa pun membalas dengan senyuman.


Sambil menatap mata Lisa. Rian pun ingin mencoba mencium bibir Lisa. Dan Saat itu juga.


Plak......


tamparan mendarat tepat di pipi Rian.

__ADS_1


Terlihat Lusi dengan tatapan tajam seolah ingin menyerang Rian. Dan Rian pun kaget sekali saat melihat Lusi. Lalu Lusi pun tidak berhenti sampai disitu. Ia kembali mencakar pipi Rian. Namun itu berhasil di gagalkan oleh Lisa. Tangan kakaknya di pegang erat oleh Lisa. Saat itu pun Lisa menyuruh Rian keluar kostan. Karena kejadian tersebut. Rian Langsung keluar dan pergi.


Lisa tak pernah menyangka bahwa kakaknya akan melakukan hal ini. Lalu Rian pulang.


Esok harinya Lisa pergi kuliah tanpa Lusi. Ia merasa kesal dengan Lusi. Karena Lisa merasa dengan kehadiran Lusi, hidupnya terkekang tidak bisa kemana-mana. Ia pun bertemu dengan Juna di kantin.


"Mana Lusi gak di ajak?", tanya Juna sambil menikmati Ice Coffe.


"Gak lah biarin ajah di kosan". Jawab lisa.


"Yakin.. Nanti kalau dia kabur gimana?"


"Kayanya enggak.. Kalau dia mau kabur juga bodo amat. Gak peduli".


"Tega lu... Padahal gue mau kasih sesuatu buat kakak lu. Tapi dia malah gak ada. Yaudah tolong kasih aja deh", ujar Juna sambil memberikan box yang berisi Roti.


"Ada angin apa. Tumben baik",ujar Lisa heran.


"Kan udah gue bilang. Gue naksir kakak lu".


Lalu Lisa pun tertawa sekaligus terkejut. "Kakak gue kan gangguan jiwa. Lu suka ama dia beneran. Aneh...."


Lalu lisa pun hanya tertawa mendengar ucapan Juna.


"Jun.. Jun.. yaudahlah terserah. Yg penting lu gak ikut gila."


"iya.. Iya.. Jangan sampai lupa"


Lalu Lisa pun pulang kuliah. Sesampainya, terlihat Lusi yang sedang duduk sambil melamun dengan tatapan kosong.


Mungkin sekarang udah aman. Kak lusi udah gak kabur lagi. Walaupun pintunya gak gue kunci. Oke... Dan sekarang gue udah bebas kemana mana tanpa harus direpotin Kak Lusi. Dalam hati Lisa senang.


Keesokan harinya. Suasana kost-an tampak sepi. Dan Rian berniat untuk menemui Lisa. Ia memang tidak ada janji, untuk bertemu. Rian datang sengaja tanpa pemberitahuan, agar menjadi kejutan untuk Lisa. Namun yang terlihat hanya Lusi, yang sembunyi di kolong meja.


"Aku datang sayang" teriakan kecil dari Rian.


"Loh kok gak ada Lisa. Kirain sudah pulang kuliah."

__ADS_1


Lalu rian pun tidak sengaja melihat Lusi dikolong meja.


Sambil memperhatikan Lusi. Ia menghampiri Lusi . "Oh ini ya yang kemarin pukul dan cakar aku", ujar Rian sambil tersenyum pada Lusi.


"sini.. Sini sayang." ujar Rian sambil membelai rambut Lusi.


Lusi pun tidak berkata sepatah kata pun. Ia hanya menangis ketakutan saat melihat Rian.


Lalu Rian menarik paksa Lusi keluar meja. Dan Rian mendorong kuat Lusi ke tembok. Rian memegangi kuat tangan Lusi. Lusi sekuat tenaga melepaskan diri. Namun kalah kuat dari Rian.


Tiba-tiba Lisa datang, karena Rian takut ketahuan Lisa telah mendekati Lusi. Rian pun mengambil pisau yang ada di dekatnya. Dan menggoreskan Luka di lengan tangannya.


Rian pun berpura-pura tersungkur kesakitan, sambil memegangi lengannya yang darah. Lalu Lusi hanya menangis dan bersembunyi di kolong meja.


Lisa kaget saat melihat darah tercecer di lantai.


"Apa yang terjadi". ujar Lisa kaget.


Lalu Lisa pun membawa Rian ke rumah sakit untuk mengobati tangannya yang terluka


"Kenapa bisa begini." tanya Lisa.


"Kakak kamu tusuk tangan aku dengan pisau", jawab Rian berbohong.


"Ya ampun.. Kak Lusi bener-bener kelewatan"


"Iya tadi aku kerumah kamu mau kasih kejutan. Lalu kakak kamu datang dan melukai lengan aku."


Lisa pun kaget sekali dengan pengakuan Rian. Ia sangat merasa kesal dengan kakaknya. Karena telah melukai pacarnya. Setelah Rian dibawa ke rumah sakit dan ditangani oleh dokter.


Lalu Lisa pun pulang.


Sesampainya di kosant. Lisa langsung menarik Lusi dengan kasar.


"Kakak ini bener-bener kelewatan ya. Seharusnya kakak itu sadar. Kakak cuma numpang disini. Rian itu pacar aku. Gak sepatutnya kakak melukai Rian", ujar Lisa marah.


Lusi hanya diam seribu bahasa sambil menangis ketakutan. Sepertinya Lusi masih takut dengan apa yang tadi ia alami tadi.

__ADS_1


Lalu Lisa menarik lagi tangan Lusi. Dan langsung mengurung Lusi di kamar mandi. Lusi hanya menangis di dalam kamar mandi.


__ADS_2