
Part 44 (Penolong yang meminta tolong) (Sesion 2)
Saat jam 02.30 pagi terlihat Lusi yang sudah bangun dan menyiapkan makan untuk sahur. Ia mulai memasak nasi, memasak sayur sop, dan menggoreng ayam. Maklum saja anak kost jadinya masaknya di dalam ruangan dengan kompor listrik yang alakadarnya.
Lalu setelah itu ia pun menyiapkan makan sahur dan membangunkan Marta.
"Marta.. Bangun" ucap Lusi menepuk lengannya
"Lima menit lagi ya. Tidur bentar" ucap Marta sambil memeluk guling.
"Marta imsak?!? "
Marta pun bergegas.
Ternyata...
"Ah masih jam 03.00"
"Yaudah terserah yang penting aku udah bangunin" ucap Lusi sambil menyiapkan piring.
"Hem.. Yaudah deh aku bangun. Kamu masak semua ini, kamu rajin banget Lusi" ucap Marta memandang hidangan di depan matanya.
"Sadar diri ada tamu. Masa iya kasih nasi ama kerupuk"
"Jadi betah tinggal disini" ucap Marta sambil tesenyum
Lusi pun menelan ludahnya..
Lalu mereka pun makan sahur bersama. Tidak lupa membaca doa.
"Lusi kamu polos banget jadi orang. Perasaan aku perhatiin kamu gak pernah deket sama cowok.. kamu jomblo ya" ucap Marta sambil makan.
"Emangnya kenapa, punya pacar kan bukan kewajiban"
"Iya tau. Cuma sayang aja wajah cantik tapi gak laku"
Lusi pun hanya tersenyum.
"Kalau kamu mau ini ada temen aku. Aku kenalin.. dia ganteng orangnya, keren lah orangnya"
"Gak makasih"
"Ih ga apa-apa"
"Aku udah tunangan"
" Oh pantes. Tapi aku gak pernah lihat tunangan kamu"
"Ya ada orangnya. Tapi masa iya aku bawa kemana-mana"
Lalu Marta pun tersenyum.
"Okelah kalau gitu" jawab Marta.
"pacar kamu siapa Ta namanya, yang kemarin kamu ajak kesini?" tanya Lusi
"Miko, emang kenapa? "
"Gak apa-apa. agresif aja liatnya lagi bulan puasa aja begitu. ampun daah.. "
Marta pun hanya tersenyum.
__ADS_1
.
.
.
.
Beberapa selang kemudian...
Saat jam 09.00 pagi terlihat Marta yang sedang sibuk bermain gadgetnya.
Lalu Lusi pun bergegas ingin mandi.
"Kamu mau ke kamar mandi gak. Soalnya aku mau mandi nih"
"Gak" jawab Marta.
Lalu Lusi pun masuk ke kamar mandi dan melepas pakaiannya. Saat Lusi ingin keramas. Tersadar kondisionernya ke tinggalan. Ia pun keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melipat dibadannya.
Lalu ia pun bergegas mengambil di rak baju. Saat ia menengok kebelakang Lusi pun kaget sekali. Melihat Miko dihadapannya. Saat itu hanya terlihat Miko seorang diri. Lusi pun kaget tanpa berfikir panjang ia pun langsung berlari, dan masuk ke kamar mandi mengingat ia hanya pakai handuk.
Namun saat Lusi masuk ke kamar mandi dan ingin menutup pintu. Miko pun mengikuti Lusi dan menahan pintu itu dengan tanganya. Sehingga Lusi kesulitan untuk menutupnya.
Namun Lusi tidak tinggal diam. Ia pun tetap berusaha untuk menutup pintu itu. Terlihat Miko juga dengan keras memegang kuat agar Lusi tidak bisa menutupnya.
Lalu Lusi pun sambil berdoa dalam hati dengan segenap kekuatannya. Mendorong pintu itu dengan kuat sampai tangan Miko terjepit dan kesakitan.
Praaaakkk
aaaaaawwww.. ucap Miko memegangi tangannya kejepit pintu.
Didalam kamar mandi Lusi pun terlihat ketakutan. Ia tidak mau kalau hal yang sudah terjadi itu terjadi lagi.
Lalu terdengar suara ketukan pintu kamar mandi. Namun Lusi tahu itu Miko yang mengetuknya.
tok.. tok.. tok..
Lusi pun tidak mau keluar sampai benar-benar merasa dirinya aman.
Haduh kamu kemana sih marta tolong dong itu pacar kamu kandangin. Aku takut.. Benak Lusi sambil ketakutan...
"Miko kamu pergi gak. Kalau gak.. aku akan teriak minta tolong. Biar orang-orang pukulin kamu sekalian" ucap Lusi teriak dalam kamar mandi.
Namun Miko hanya diam.
Selang satu jam kemudian terdengar suara Marta. Lalu Lusi pun teriak memanggil Marta.
"Marta.." panggilan Lusi.
"Iya"
"Tolong ambilin baju aku dilemari, baju apa aja bebas. Ama celana sekalian" ucap Lusi
"Iya.. Iya.. Perasaan galak amat dia"
Lalu Lusi pun mengeluarkan hanya tangannya dan mengambil bajunya.
Lalu Lusi pun keluar dari kamar mandi. Dan memasang wajah kesal.
"Miko mana???" tanya Lusi.
__ADS_1
"Pulang"
Lalu Lusi pun menarik napasnya karena sudah lega.
"Marta. Aku mohon sama kamu. Kamu jangan pernah masukin pria asing siapapun ke kostan aku termasuk Miko"
"Kamu kenapa? " tanya Marta.
"Aku gak mau ada pria asing disini"
"Tapi gak bisa Miko pacar aku"
"Aku gak peduli. Ini kamar aku dan aku bebas punya aturan kaya gimana pun"
"Tapi.... "
Lalu Lusi pun mengambil uang di lemari baju senilai satu juta lima ratus ribu rupiah.
"Ini uang buat kamu. Buat bayar kostan kamu. Masalah ganti sebisanya kamu aja. Cuma aku gak mau ada Miko disini"
"Nanti kamu gimana" ucap Marta.
"Yaa.. Aku gak apa-apa?!?.. Itu uang buat beli tiket pesawat ke Bandung. Nanti aku naik kereta aja"
"Beneran.. "
"Iya.. "
"Lusi aku jadi gak enak"
"Ta.. Mulai sekarang kamu tinggalin si Miko. Dia gak baik buat kamu"
"Kok kamu ngomong gitu"
Lalu Lusi pun menarik napasnya.
"Asal kamu tahu dia mau nerobos masuk ke kamar mandi. Jelas-jalas ada aku didalam situ"
"Yang bener kamu Lusi" ucap Marta
"Demi apapun aku berani bersumpah. Mungkin saat nanti kamu tanya dia pasti gak akan ngaku. Sebagai temen aku sayang sama kamu Marta. Please.. untuk kali ini aja kamu percaya sama aku. Karena ini demi kebaikan kamu"
Lalu terlihat Marta yang diam sambil berfikir.
"Marta, kamu boleh punya pacar yang tampan. Tapi aku gak mau kalau sampai kamu diapa-apain. Kita merantau disini, kita tinggal sendiri disini. Kalau bukan kita yang jaga diri.. siapa lagi.. Kamu jangan termakan bujuk rayu pria buaya seperti Miko"
Lalu Marta pun diam.
"Lusa aku ke Bandung. Aku mohon kamu hati-hati dan jaga diri kamu disini"
"Iya Lusi terimakasih banyak ya"
akhirnya Lusi pun selalu mengkonci kostannya. dalam kondisi apapun..
.
.
.
(jgn lupa like) .......thnk you.....
__ADS_1