Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Teh Rasa yang pernah ada


__ADS_3

Part 34 (Teh Rasa yang pernah ada)(sesion2)


Keesokannya Rian datang lagi saat siang hari. Dan membawa seikat bunga mawar merah untuk Lusi. Terlihat Lusi yang sedang duduk diluar.


"Nih" ucap Rian memberikan bunga.


"Gak ada ujan gak ada angin. Tumben bawa bunga. Biasanya bawa masalah." ucap Lusi, sambil jual mahal.


"Bukannya makasih udah di bawain bunga" ucap Rian memandang Lusi tajam.


"Iya makasih. Ada apa lagi dateng kesini. Gak punya rumah mampir mulu perasaan"


"Rumah kamu pun bisa aku beli. Jika aku mau.. Aku kesini mau ketemu orang tua kamu" ucap Rian.


"Hemm.. Alasan doang mau ketemu orang tua aku"


"Terserah. Kamu mau anggap apa" ucap Rian.


Lalu tak lama Ibu pun datang melihat Rian.


"Ada tamu bukannya disuruh masuk dan disuguhin minum. Lusi?!? kamu buatkan minum dulu buat Rian"


Lalu Rian pun masuk.


Dan Lusi pun segera membuatkan minum.


Lalu Lusi pun kedapur. Dan saat di dapur sudah ada Lisa yang sudah selesai membuat teh.


"Kak ini, udah aku buatkan minum buat Rian. Jadi kakak gak usah bikin lagi" ucap Lisa memberikan secangkir teh.


Lalu Lusi pun membawakan teh tersebut dan meletakannya di atas meja tamu.


Lalu Rian pun membuka obrolan.


"Sebenarnya tujuan saya datang kesini. Saya ingin minggu depan bisa segera bertunangan. Mudah-mudahan ibu setuju dengan rencana saya. Mengingat dua minggu lagi Lusi akan kembali ke Jogja untuk melanjutkan kuliahnya"

__ADS_1


"Kalau Ibu sih setuju aja. Coba tanya Lusi"


"Kayanya saya gak perlu minta jawaban dia bu. Karena ridho orang tua itu lebih penting daripada jawabannya"


Lalu Lusi pun menarik nafas panjangnya.


Halah..! Sok bijak!!, terus aku dianggap apa!. Kalau dia gak butuh jawaban aku, Gerutu Lusi dalam hati.


Lalu tak sengaja Lusi melihat Lisa cekikikan tertawa dari kejauhan. Lusi pun penasaran dan menghampiri adiknya.


"Eh kenapa ketawa-tawa?" tanya Lusi.


"Kak itu kan tehnya aku kasih garem bukan gula. Udah diminum belom sama Rian.


"Ya ampun Lisa. Kamu bener-bener ya"


"Biarin kak, sekali-kali kita kerjain"


Lalu Lusi pun kembali menemui Rian di ruang tamu.


Setuju gak setuju tetap aja. Gak merubah keadan benak Lusi


"Iya aja dah" jawab Lusi


Lalu niat jahat Lusi pun keluar, ia menyuruh Rian untuk meminum tehnya.


"Kok gak diminum, aku udah buatinnya spesial buat kamu loh" ucap Lusi.


"Iya atuh di minum" ucap ibu


Lalu Rian pun mengambil teh tersebut. Dan meminumnya secara perlahan. Sontak Rian langsung mengerinyitkan wajah karena keasinan.


"Kok tehnya aneh ya, ternyata teh di Bandung dan di Jakarta itu beda ya bu"


Lalu Lusi pun menahan tawa.

__ADS_1


"tolong dong di habisin itu teh buatan aku. Dibuatnya pakai cinta" ucap Lusi sambil senyum-senyum.


Lalu Rian pun dengan berat hati. Meminum teh tersebut dalam sekali teguk dan memejamkan matanya karena rasanya yang asin.


"Sepertinya setelah minum teh ini. Saya bakalan darah tinggi" ucap Rian.


"Loh kenapa?" tanya Ibu.


"Jujur rasanya asin banget" ucap Rian.


Lusi pun menahan tawanya.


Ibu kaget dan langsung marah pada Lusi.


"Lusi?!? Maksudnya apa ini. kok bisa asin" ucap tanya ibu kesal.


Lalu Lusi pun takut saat ibunya marah.


"Ini bukan ide Lusi bu, tapi ide Lisa" ucap Lusi.


"Tapi kamu udah tahu kan kalau tehnya itu asin"


"Iya sih bu. Tau" ucap Lusi


Lalu Ibu pun mencari Lisa. Dan menemukan Lisa yang sedang tertawa cekikikan di balik pintu. Lalu menarik Lisa ke ruang tamu.


"Aduh kalian ini sama aja ya. Kakak adik kompak banget kerjain orang"


"Ayo kalian minta maaf" ucap Ibu.


"Gak apa-apa bu. Saya gak marah" ucap Rian.


Lisa pun juga kaget saat ketahuan sang ibu.


Halah, didepan ibu aja kamu bilang gitu. Coba kalau di belakang. Udah abis aku di hajar sama kamu Rian, Benak Lusi.

__ADS_1


__ADS_2