
Part 73 (Maaf) (Sesion 2)
Hari-hari terasa panjang untuk seorang wanita bernama Lusi. Kalau saja ini sebuah permainan dalam game, mungkin sudah ia reset dari kemarin-kemarin. Cuma ini adalah kehidupan yang harus ia terima dan jalani. Walau harus menyayat hati berulang kali.
Tampak Lusi yang baru saja terbangun dari tidurnya. Membuka gordennya dan membiarkan cahaya masuk ke dalam kamarnya. Lalu Lusi pun bercermin dan memandang wajahnya. yang masih membiru bekas pukulan. ia pun menghela nafasnya dan sedih melihat dirinya sendiri.
"aku sedih.. umur pernikahan ku belum genap sebulan. namun kini aku sudah mendapatkan hadiah pernikahan berupa luka. pengantin baru yang seharusnya penuh suka namun malah berakhir luka" benak Lusi sedih
Lalu Lusi pun keluar kamar, dan tampak sepi.
Sepertinya ibu sedang keluar benak Lusi.
Lalu Lusi pun sarapan pagi yang sudah disiapkan ibunya. setalah Lusi menghabiskan sarapan.
Lusi pun kedepan melihat tanaman di depan rumah. Mendekatinya dan Memandangnya satu persatu.
"Aku tak menyangka bahwa aku kembali ke rumah ini" benak Lusi.
Lalu karena asiknya dengan tanaman miliknya, tanpa Lusi sadari di belakangnya ada Rian. Rian sengaja parkir jauh mobilnya agar tak di ketahui Lusi.
Saat Lusi menengok.
"Rian" Ucap Lusi kaget.
Lalu Rian pun mendekati Lusi secara perlahan.
"Aku mohon kamu kembali, aku sangat mencintaimu" ucap Rian.
Lusi pun tersenyum pahit.
"kemarin-kemarin kamu kemana, baru bilang cinta sekarang.." ucap Lusi.
__ADS_1
"Lusi.. aku mohon beri kesempatan aku satu kali saja" ucap Rian dengan penuh harap.
"Tidak bisa. Tolong jangan paksa aku" ucap Lusi berusaha menghindar. Namun di halangi oleh Rian.
" Aku ingin mengobati lukamu" ucap Rian.
"Tapi mohon maaf sudah tak adalagi kesempatan untukmu. Aku mau kita cukup sampai sini. perpisahan memang lebih pantas untuk kita" ucap Lusi
"Sampai kapan pun aku takan pernah menceraikan mu Lusi. Sekalipun kamu memintanya"ucap Rian.
Lalu Rian pun menarik tangan Lusi dan mengarahkan tangan Lusi ke wajah Rian. "Pukul aku..pukul aku Lusi sepuas hati mu.."
Lusi pun hanya diam membuang wajah..
Lalu Rian pun mengambil sebilah pisau. Dan memberikannya ke pada Lusi.
"Bunuh aku agar aku dapat menebus kesalahanku" ucap Rian lagi.
"Kamu sudah gila ya.. Mana mungkin aku melakukannya" ucap Lusi emosi.
Rian pun tak sampai disitu. Lalu Rian menampar wajahnya sendiri dengan tangannya hingga beberapa kali dengan keras.
"Aku sadar Lusi aku salah" ucap Rian sambil menampar wajahnya lagi.
Plaaakkkkk
Lusi pun tak tahan melihat Rian melakukan itu. Lusi pun menghentikan Rian untuk menyakiti dirinya sendiri.
"Cukup Rian.. Cukup!!!" ucap Lusi memegang kedua tangan Rian agar berhenti memukul dirinya sendiri. "cukup..!!! Aku mohon jangan jadikan aku sebagai alasan untuk menyakiti dirimu sendiri"
Rian pun berhenti.
__ADS_1
lalu Lusi pun berbicara lagi.
"Aku mohon tolong.. jangan biarkan aku berada dalam perasaan bersalah padamu" ucap Lusi.
"Lalu maaf kan aku Lusi... apa sih sulitnya untuk memafkan aku" ucap Rian dengan gampangnya.
Lusi pun menitihkan air matanya sambil menunduk kepalanya. "Kamu lihat Rian bekas pukulan mu dan luka di wajahku ini.." ucap Lusi menangis. "belum sepenuhnya hilang bukan. Bagaimana mungkin rasa sakit hatiku yang baru kemarin itu telah hilang"
Rian pun memandang Lusi.
Lusi pun menangis tersedu. "Rasanya sakit Rian.. Sakit." ucap Lusi. "Disaat aku hidup bersama suami yang telah menyakiti perasaan dan membuat luka"
Lalu setelah itu Rian pun memegangi wajah Lusi yang memar itu dengan kedua tangannya.
" Maafkan aku Lusi.. Aku telah melukaimu wajah mu sampai seperti ini. Maafkan atas kebodohan ku selama ini" ucap Rian.
"Jika saja aku tahu obatnya aku pasti akan obati luka hatiku Rian. Cuma aku tidak tahu cara mengobatinya" ucap Lusi menangis langsung melangkahkan kaki Kedalam rumah.
"Lusi maafkan aku sekali lagi" ucap Rian menitihkan air matanya.
Namun Lusi tak menghiraukan sama sekali pemintaan maaf dari Rian.
"Aku sadar Lusi kesalahan ku... Dan aku takan pergi" ucap Rian.
Lusi pun masuk dalam kamar..
"Maafkan aku Rian. Aku sedang menyembuhkan luka ku saat ini" ucap Lusi di kamar sambil menangis.
..............
............
__ADS_1
*Like yaaa......