
Part 24 (Atm keblokir sudah takdir) (sesion 2)
Pagi hari yang cerah. Terlihat Lusi yang sedang bercermin memperhatikan diri di dalam kamar. Wajahnya yang dulu terawat kini terlihat berbeda. Dan juga memperhatikan rambutnya yang sepertinya sudah terlalu panjang. Gangguan jiwa selama setahun sudah banyak membuat Lusi melupakan dirinya.
Ini muka kucel banget. Ini rambut sudah panjang juga. Sepertinya harus di potong. Benak Lusi sambil berkaca di cermin.
Tiba-tiba terlihat Lisa yang sedang memperhatikan dirinya di depan pintu kamar.
"Udah cakep mau diapain lagi tuh muka" celetuk Lisa di depan pintu.
"Kagetin aja sih. Tiba-tiba nongol" ucap Lusi
Lalu Lisa pun masuk dan duduk di kasur milik sang kakak.
"Kamu mau gak anter kakak ke salon".
"Mulai dah mulai. Keluar genitnya. Mau tebar pesona ke siapa sih" ucap Lisa.
"Gak ini rambut kakak udah kepanjangan. Kayanya emang harus di potong."
"Yaudah ayoo. Salon yang di Mall aja. Aku juga bosen pengen jalan-jalan"
Mereka berdua pun akhirnya pergi ke sebuah Mall. Terlihat Lusi yang sangat bahagia karena bisa pergi bersama Lisa. Baru kali ini ia merasakan lagi jalan-jalan bersama adiknya. Mengingat dahulu Lisa tak pernah mau bila di ajak pergi dengan kakaknya.
Sesampainya disebuah mall. Lusi pun masuk ke sebuah salon. Sedangkan Lisa pergi mengunjungi toko lain.
"Mau di apaain nih" ucap petugas salon.
"Mau dipotong." ucap Lusi.
"Oke sekalian saya bikin tambah cantik ya"
"Oke" jawab Lusi.
Lalu rambut Lusi mulai dikerjakan sama petugas salon tersebut.
Perasaan lama amat ngerjainnya. Jadi ngantuk benak Lusi. Lalu tak sadar Lusi pun ketiduran sampai beberapa saat.
Saat ia bangun ia kaget sekali ternyata rambutnya sudah di cat coklat.
"Ya ampun" ucap Lusi kaget. "Ini kenapa rambut saya di warnain. Saya gak bilang kalau minta diwarnain"
"Iya saya tau. Tapi kan bilang biar cantik. Yang cantik menurut saya ya kaya gini. Keren kan kaya artis-artis." ucap Petugas salon sambil tersenyum.
"Aduh.. Ini sih bukan diri saya banget" ucap Lusi
"Kulit putih. Mau di warnain rambut apa juga cocok. Udah ah cin! Udah cantik gitu. Gak usah banyak protes" ucap petugas salon langsung pergi.
"Lah dia kabur." ucap Lusi heran.
Akhirnya Lusi pun beranjak dari kursi. Meskipun sedikit kecewa tapi ia menerima hasil dari salon tersebut. Saat ia ingin membayar tagihan. Namun semua Atmnya sudah terblokir.
__ADS_1
"Kalau kartu kredit saya gak bisa. Yang ini coba. Ini debit mba. Seingat saya ini masih ada uangnya" ucap Lusi menyerahkan atmnya.
"Mohon maaf, gak bisa juga" ucap kasir salon
Lusi pun sedikit menarik napas panjangnya. Dan menelpon Lisa untuk membayar tagihannya. Karena semua pembayaran gagal menggunakan kartu Atm Lusi.
Tak lama Lisa datang dan memperhatikan kakaknya. Yang kini rambutnya tampil beda. Dengan warna rambutnya yang lebih terang.
"Ya ampun ini siapa? kok aku gak kenal. Sumpah ini bukan kak Lusi. Ini artis hollywood apa bollywood?" ucap Lisa meledek.
"Udah Lisa bayarin dulu. Jangan ngeledekin kakak. Kartu kakak keblokir nih"
"Iya.. Iya" ucap Lisa sambil senyum senyum. Mengeluarkan kartu kreditnya.
Lalu Lusi pun agak sedikit heran kenapa kartu kredit Lisa bisa. Sedangkan kartu debit dan kreditnya miliknya tak ada satu pun yang bisa. Padahal keduanya sama-sama pemberian Ayah untuk setiap kebutuhan.
"Kakak bohongin Lisa. Bilangnya mau potong rambut. Tahunya warnain rambut"
"Udah deh. Ini tuh gak sengaja. minta di potong. Malah udah berubah warna begini. Mau marah tapi mau gimana lagi. Salah kakak juga tadi sempet ketiduran sebentar"
Lalu Lisa tertawa mendengar ucapan sang kakak.
"Itu kan yang nyuruh aku buat warnain rambut. Aku nyuruhnya diem-diem tanpa sepengetahuan kakak"
"Pantesan! Kamu itu ya iseng banget jadi orang" ucap Lusi.
"Biar lebih fresh kak. Gak gitu-gitu aja tampilan rambutnya" ucap Lisa
Lusi pun hanya diam dengan keisengan adiknya.
Akhirnya mereka sampai di rumah. Terlihat Ayah dan Ibu memberikan sebuah kejutan Ulang Tahun untuk Lisa. Dengan memberikan kue Ulang Tahun. Sementara Lusi lupa bahwa hari ini ulang tahun adiknya.
Lalu Ayah memberikan sebuah hadiah. Sebuah kotak kecil. Ketika di buka Lisa kaget bukan main. Ternyata isinya sebuah kunci. Dan ternyata itu adalah kunci mobil.
"Ini beneran untuk Lisa! Ayah memberikan mobil?" ucap Lisa kaget
"Iya" ucap Ayah
Lalu Lisa pun memeluk Ayah.
Ibu pun membawa kado.
"Ini buat Lisa kado dari kak Lusi" ucap ibu
Lalu Lisa pun membukanya dengan semangat ternyata sebuah kamera mahal yang dia suka.
"Kak sumpah ini bagus banget ini kapan kakak belinya" tanya Lisa
"Ini kado dua tahun lalu. Yang dulu Lisa pernah tinggalin" ucap Ibu.
Lisa pun kaget mendengar jawaban Ibu. "Masa sih bu?" ucap Lisa.
__ADS_1
"Iya ini kamu tinggal entah sengaja atau tidak saat ulang tahun yg ke 19. Lalu kak Lusi menyuruh Ibu untuk menyimpannya. Siapa tahu kamu nyariin. Sampai ulang tahun kamu yang ke 21. Tapi kamu gak pernah cari lagi" ucap Ibu.
"Ya ampun. Bisa -bisanya aku kaya gitu ke kak Lusi. Kak maafin aku ya" ucap Lisa
Lalu Lusi pun tersenyum " iya gak apa-apa. Maaf juga kakak gak bisa kasih apa-apa"
Lalu Lisa pun memeluk kakaknya.
Setelah merayakan Ulang Tahun adiknya. Lusi pun, berniat menemui Ayahnya. Ingin menanyakan kartu atmnya yang tiba-tiba saja terblokir.
Saat itu di sebuah Ruang tv. Terlihat Ayah yang duduk sendiri. Ketika Lusi datang seolah Ayah ingin menghindar dan beranjak pergi. Lusi pun memegangi tangan sang Ayah.
"Jangan pergi dulu yah, sebentar. Aku mau tanya sedikit" ucap Lusi.
Lalu Ayah pun kembali duduk.
"Kok Atm aku ke blokir. Itu kenapa yah?" tanya Lusi.
"Itu Ayah yang blokir semua"
Saat Lusi tahu itu. Lusi pun hanya diam seribu bahasa. Mengingat Ayahnya kenapa tega melakukan ini.
"Udah gak ada lagi kan pertanyaan. Ayah lelah ingin istirahat. Jangan ganggu" ucap Ayah langsung pergi.
Lusi pun heran melihat Ayahnya pergi begitu saja. Apa yang menjadi kesalahannya. Sehingga Ayah bisa berubah sikap seperti ini. Apakah ini yang dirasakan Lisa dulu?. Sehingga Lisa begitu membenci ku. Benak Lusi dalam hati.
Tiba-tiba Lisa datang. Dan duduk disamping Lusi.
"Kak aku seneng. Ayah beliin aku mobil. Ternyata Ayah sayang sama aku. Aku kira Ayah gak sayang sama aku."
Lalu Lusi pun terdiam.
"Aku yakin, pasti ulang tahun kakak nanti. Kakak akan di beliin mobil juga sama Ayah" ucap Lisa.
Lusi pun menarik napas panjangnya.
"Tapi kakak gak yakin.Jangankan mobil. Atm kakak aja di blokir sama Ayah" ucap Lusi
Lalu Lisa pun kaget mendengar ucapan Kakaknya.
"Maaf kak. Aku bukan maksud menyindir. Tapi beneran aku gak tahu kalau atm kakak di blokirnya itu sama Ayah" ucap Lisa
"Gak apa- apa Lisa. Kakak pun pertamanya juga gak nyangka Ayah melakukannya. Tapi emang kenyataannya seperti itu. Yaudahlah mau gimana lagi sudah takdir. Yang penting sekarang Lisa sudah jadi anak kesayangannya Ayah. Jadi Lisa jangan kecewain Ayah"
Lalu Lisa pun hanya diam.
"Oia kamu ulang tahun ke 21. Kalau kamu 21, berarti kakak ulang tahun nanti yang ke 25. Tua juga ya umur kakak" ucap Lusi.
"Gak apa-apa tua. Yang penting jangan sok tua" ucap Lisa.
"Itu sih sok tau Lisa" ucap Lusi tersenyum.
__ADS_1
(maaf ya gengs... Aku mendadak lupa sama umur para pemainnya.
Jadi aku sambil mengingat umur mereka di episode ini. Maklum aja yang nulis juga faktor U. Suka poho)