Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
X-tra part (Mencintainya Adalah Takdir ku)


__ADS_3

X-tra part (Mencintainya Adalah Takdir ku)


Mencintainya adalah takdir ku.. disaat aku mencintai sesosok yang pernah ku benci dalam hidupku. Itu semua sudah menjadi takdirku. Dan Kini aku tersadar bahwa kita adalah dua insan yang saling mencintai. Hatiku pilu disaat aku menerima kenyataan bahwa dirinya harus terbaring diantara hidup dan mati..


Perasaan Lusi kini bercampur aduk antara bahagia dengan kelahiran anaknya.


Atau bersedih menerima kenyataan pahit tentang suaminya yang kini terbaring tak sadarkan diri.


Terlihat Lusi yang sedang duduk sambil tertunduk.


Lusi sengaja menyuruh ibu mertuanya untuk pulang dan beristirahat. Karena sudah menemani dirinya semalaman untuk melahirkan.


Lusi juga tak mau kalau Renata sampai ikut sakit.


Terlihat Juna dan Lisa juga yang saat itu gantian menemani.


"Apakah kakak sudah melihat kondisi kak Rian" tanya Lisa pada sang kakak yang terlihat sedih.


Lusi pun menggelengkan kepalanya.


"Aku akan mengantar mu untuk melihat Rian" ucap Juna. Juna pun membantu Lusi untuk duduk dikursi roda. Dan membawa Lusi untuk melihat kondisi Rian.


"Kenapa pakai kursi roda. Kaki aku gak sakit Jun" ucap Lusi.


"Gak apa-apa. Aku gak mau kalau kamu lelah. Kamu kan baru saja melahirkan. Jalannya lumayan jauh loh" ucap Juna.


"Iya lagi juga luka jahitan bekas lahiran kakak masih basah kan" ucap Lisa.


"Kakak diantar Juna ga apa-apakan..soalnya aku pengen lihat ponakan tampan aku dulu diruang bayi" ucap Lisa.


"Iya gak apa-apa"


Lalu Lusi pun dibawa ke tempat dimana Rian dirawat. Dengan dibantu Juna.


Sesampainya Lusi pun melihat dari kaca. Tak terasa air mata Lusi jatuh saat melihat Rian yang masih memejamkan matanya.


Lusi pun masuk kedalam, Lusi langsung memeluk suaminya. Dengan air mata yang membasahi pipinya. Lusi memeluknya...


Lusi tak pernah menyangka ini akan terjadi. Melihat suaminya terbaring lemah sungguh membuatnya tak sanggup untuk melihatnya.


"Rian. Anak kita sudah lahir. Aku mohon kamu bangun. Kamu gendong anak kita. Aku mohon Rian" Lusi pun tampak menangis. "Aku tidak mau kamu seperti ini. Dengarlah aku Rian"


Juna pun tampak ingin menjatuhkan air matanya. Namun ia menahannya. Kini Juna sedih, melihat Lusi yang seolah tak siap bila kehilangan Rian. Dengan kondisi seperti ini.


saat melihat Lusi yang begitu sedih. Juna pun tampak sadar, selama ini Lusi memang lah mencintai Rian. Tanpa Lusi sadari atau tidak...


Bila aku yang terbaring seperti ini. Aku belum tentu yakin Lusi akan menangisi ku.. benak juna.


Juna pun tampak mengelus pundak Lusi, ungkapan bahwa Lusi harus bersabar dan kuat.


"Lusi kamu sabar ya" ucap Juna


"Aku tidak kuat melihatnya seperti ini"


"Kita harus sama-sama berdoa untuk kesembuhan suami mu" ucap Juna.


Lusi pun tampak mengangguk sambil menghapus air matanya.


Tiba-tiba saja, Lisa pun menelpon Juna. Agar Lusi kembali ke ruangannya. Bahwa Baby-nya ingin menyusu.


Lalu Lusi pun kembali ke ruangan nya.


Sesampainya...


Lusi pun menggendong bayinya. Lusi pun mencium bayi laki-laki yang belum ia beri nama itu.


"Ibu harus rajin memberi asi ya, karena agar terangsang untuk keluar. Dan asi pertama itu bagus untuk kekebalan tubuhnya" ucap perawat.


"Iya Sus" jawab Lusi.


Perawat itu pun lalu melihat Lusi dengan mata yang memerah dan seperti habis menangis.


"Jangan stres juga, biar asinya keluar ya. Jangan banyak menangis ya." ucap Perawat itu lagi. "Makan yang banyak dan minum air putih yang banyak. Biar asi banyak juga"


"Iya kak, jangan stres ya.. makan yang banyak" sahut Lisa.


Tak lama Juna pun tampak bernjak pergi saat melihat Lusi yang ingin memberi asi.


"Baiklah, aku tunggu luar saja. Selama Lusi memberikan asi untuk bayinya" Juna beranjak pergi.

__ADS_1


"Memang ini bukan suaminya" ucap Perawat heran.


"Bukan, saya bukan suaminya. Saya hanya temannya"


Juna pun tersenyum.


Lalu Juna pun tampak keluar ruangan. Saat Lusi memberikan Asi pada bayinya.


Lusi pun hanya diam tak banyak bicara sambil memandang bayinya sambil memberi Asi. Melihat bayi yang menggemaskan dan lucu ini. Semakin ia teringat akan Ayahnya.


Rian, aku ingin sekali kamu melihat bayi ini. Bayi kita ini.. bayi yang tampan dan lucu ini. Aku yakin kamu pasti bahagia saat melihatnya. Benak Lusi.


Tak terasa..


Setelah selesai bayi mungil itu menyusu. Ia pun tampak tertidur.


Dan Juna pun kembali masuk..


Dan Juna pun melihat si mungil itu tertidur.. namun ada perasaan Juna ingin menggendongnya.


"Boleh saya menggendongnya, sebentar" ucap Juna.


"Boleh" ucap Lusi.


Lalu Lusi pun memberikannya kepada Juna. Juna pun perlahan menerimanya dan menggendongnya.


Juna pun memandang bayi yang tidur itu secara sekasama.


"Sepertinya bayi ini memiliki ikatan batin dengan ku ya. Lihat lah dia tersenyum" ucap Juna.


"Ini anaknya Rian bukan anak lu. Jangan ngarep ada ikatan batin. Nanti yang ada malah tekanan batin" Ucap Lisa meledek.


"Iya aku sadar Lisa..." Ucap Juna sambil menimang.


Dan tak lama Juna pun kembali memberikan bayi itu kepada Lusi.


Juna pun langsung duduk disamping Lusi. Dan memandang Lusi, sambil tersenyum.


"kamu tahu Lusi, walau pun aku tahu aku sangat mencintaimu. Namun aku tak ingin kalau bayi kamu jika tanpa Ayahnya"


Lusi pun seketika memandang Juna juga.


"Dan Betapa bodohnya aku selama ini. Masih saja.... Mengharapkan cinta yang salah. Jujur aku masih mengharapkan mu. Namun Aku Tak pernah menyadari bahwa kamu hanya mencintai Rian.. kamu hanya mencintai Rian Lusi.. Sadar atau tidak kamu hanya mencintainya. Aku dapat melihat semuanya dari matamu.." ucap Juna.


Lusi pun menghela napasnya.


"Dalam hidup kita tak pernah tahu jun, kepada siapa kita akan jatuh Cinta. Sekalipun orang yang kita cinta adalah orang yang paling kita benci sekalipun. Tapi aku yakin.. Semua memang sudah menjadi takdirNya. Aku tak menyalahkan dirimu. Justru aku banyak berterima kasih karena kamu sudah baik sama aku selama ini" ucap Lusi.


"Dan Aku yakin, kelak kamu akan menemukan yang terbaik juga dalam hidupmu. Yang kamu harus tahu Juna... Siapapun pasangan sah mu Nanti. kamu wajib mencintainya penuh kasih dan sayang. Kelak kita akan tahu apa yang terbaik"


Juna pun tampak tersenyum. "Iya, siapapun itu. Aku akan berusaha mencintainya"


"Jun.. Bantu aku, aku ingin menemui Rian diruangannya. Aku ingin membawa bayi ini. Menemui Ayahnya"


Lalu Lusi pun kembali ke ruangan Rian.


Aku harus mempertemukannya pada Rian.. aku ingin anak aku merasakan hangat tubuh dari seorang Ayah.


Lusi pun kembali ke ruangan Rian dengan membawa bayi kecilnya.


Lusi pun tampak sedih melihat Rian yang masih belum sadar.


Lalu Lusi pun masuk. Dan Juna tampak menunggu dari luar.


Suasana tampak hening. Lusi pun memandang suaminya penuh dengan kesedihan.


"Rian rasakan.. peganglah anak mu ini. Ini anak kita, kamu harus rasakan. Gendong lah dia. Dia membutuhkan kan mu Riaaan.. aku mohon" ucap Lusi menjatuhkan air matanya. Lusi pun menaruh tangan Rian ditubuh putranya


"Kamu dapat merasakan kehadiran anak kamu ini kam" ucap Lusi.


Lalu Lusi pun tampak membisikan kata-kata ditelinga Rian. Mengungkap kan perasaannya.


"Rian aku mohon bangun. Aku sangat mencintaimu.. aku sangatlah mencintaimu.. demi aku dan anak kita" tampak Lusi yang berulang kali mengucap kan kata-kata itu ditelinga Rian.


Rian pun masih tampak terdiam dan belum bangun.


Lalu Lusi pun menaruh sang bayi disamping nya dan Lusi pun memeluk Rian.


STiba-tiba saja bayinya menangis. Dengan suara yang kuat dan suaranya berhasil memenuhi isi ruangan.

__ADS_1


"Hoooaakkkkkk..... Hoooaakkkk"


Lusi pun tampak kaget saat melihat bayinya yang tertidur pulas itu tahu-tahu menangis dengan kuat.


"Aduh.. Sayangnya, mama diem ya.. cup.. cup.."


Namun...


Tiba-tiba saja, tangan Rian bergerak dan memegang kepala Lusi. Saat itu posisi Lusi sedang menunduk.


Lusi pun spontan kaget. Dan langsung melihat ke arah Rian. Rian pun tampak membuka matanya secara perlahan.


Lusi pun sangat kaget melihat Rian yang akhirnya sadar..


"Alhamdulillah ya Allah.." ucap Lusi.


"Lusi.. Lusi.." ucap Rian dengan suara yang sangat lirih.


"I..iiya" ucap Lusi memandang wajah Rian.


"Aku bersyukur kamu selamat. Aku bersyukur bahwa kamu baik-baik saja" ucap Rian dengan terbata.


Lusi pun tersenyum saat melihat suaminya yang akhirnya sadar.


"Iya aku selamat dan bayi kita pun selamat. Kamu lihat ini anak kita. Dia tampan seperti mu" ucap Lusi.


"Dia anak aku Lusi. Dia anak kita" Rian pun tampak menangis terharu.


Lusi pun kembali memeluk suaminya itu.


"Kamu harus kuat sayang, aku sangat mencintaimu. Aku sangat mencintaimu.."


******


Dan dari kejauhan..


Tampak Juna yang tersenyum sambil memandang Lusi dan Rian dari kejauhan.


Dalam hati Juna. Juna tersadar akan cintanya selama ini kepada Lusi


Lusi....


Dan kini aku sadar bahwa cinta memanglah tak harus memiliki.. melihat mu bahagia sudah cukup bagiku..


Jika aku bisa memilih seharusnya aku bahagia bila Rian benar-benar pergi untuk selamanya. Namun satu sisi aku pun tidak tidak sanggup melihat mu berduka.


Terlalu banya luka yang sudah kamu lalui dan hadapi. Kamu harus bahagia dengan keluarga mu.. kamu harus bahagia.. aku tidak mau melihat mu sedih lagi.. Benak Juna sambil memandang.


Lalu Juna pun tampak menghmpiri Rian dan Lusi.


Lusi pun melepaskan pelukan nya. Saat Juna datang.


Dan Juna pun memandang Rian, sambil tersenyum.


"Maaf kalau mungkin gue mengganggu. Tapi gue mau ucapin terimakasih , karena sudah jagain Lusi. Selama ini gue pernah mengira kalau lu itu cuma sia-siakan Lusi. Tapi setelah gue lihat ini semua.. gue tahu lu bisa jagain istri lu dengan baik. Gue bahagia lihat Lusi bahagia"


Rian pun tampak tersenyum.


"Gue akan selalu menjaganya Jun"


************


Oke.. sampai sini dulu..


Ya.. seperti itu lah cinta. Ada pahitnya, ada getirnya, ada manisnya..


Terkadang kita harus menemukan jalan berliku dan asem manis kehidupan dalam percintaan. Agar kita tahu bahwa dia adalah benar-benar tulus dalam mencintai...


Tapi semanis manis nya cinta...


Pernikahan lah ikatan paling suci dalam cinta... Jadi kita harus menjaga pernikahan ya..


Dan..


Semoga kalian semua selalu bahagia dalam ikatan suci dalam pernikahan.


Dan selalu menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah..


Amin.

__ADS_1


__ADS_2