
Part 78 (Berseteru gak jelas) (Sesion 2)
Keesokan harinya..
Lusi pun bangun pagi.. Ya sekitar jam 04.30 pagi. Terlihat Rian yang masih tertidur pulas.
Setelah itu Lusi pun segera mandi. Dan tidak lupa mandi wajib. Biasa kalau perempuan kan kalau selesai masa haid pasti mandi wajib. Selesai mandi Lusi pun membangunkan Rian untuk solat subuh.
"Bangun.. " ucap Lusi membangunkan Rian. "Solat subuh yuk"
"Ahh.. Masih ngantuk" ucap Rian sambil merem.
"Oh jadi begitu ... Oke aku cukup tahu kamu aja. Baru di kasih kesempatan udh balik lagi" sindir Lusi.
Rian pun langsung berdiri. Dan berusaha membuka matanya
"Oke sayang. Aku siap.. Aku siap. Aku solat ya.. Kamu jangan marah ya" ucap Rian berdiri dan langsung cus ambil wudhu.
Lalu saat Rian selesai wudhu.
"Ayo solat berjamaah.. kamu jadi imamnya" ucap Lusi.
"Kita berjamaah? "tanya Rian kaget.
"Kenapa..?" tanya Lusi heran.
"Bisa gak ya.. Aku imamin kamu. Emangnya kamu udah solat. Bukannya lagi halangan" ucap Rian.
"Udah Selesai. Buruan lah solat.. Tunggu apalagi" ucap Lusi.
"hemm oke" ucap Rian.
Lalu Rian pun mengimami solat dan Rian memimpin doa sebisanya. Selesai solat Lusi mencium tangan Rian.
"Sebenernya kamu bisa kan mengaji dan solat. Terus kenapa males buat solat. Mulai sekarang sebagai imam yang baik. Kamu harus rajin solat ya.." ucap Lusi.
"Iya aku usahain ya. Demi keutuhan rumah tangga kita"
"Solat itu bukan cuma buat rumah tangga . Tapi untuk dirimu Rian. Jangan tinggalkan solat. Karena dikuburan yang pertama kali di tanya adalah solat kamu"
"Iya insyaAllah" jawab Rian.
Setelah itu...
__ADS_1
mereka pun sarapan bersama di meja makan. Tak lama Lisa datang dari Jakarta. Ia pun kaget melihat kakaknya sudah ada di rumah.
"Hem.. Kirain siapa.. taunya ada pasangan ini" ucap Lisa.
Lalu Lisa pun duduk disamping kakanya. Dan gelendotan dengan kakaknya.
"Hah. Nempel aja sih. Kaya kucing ngusel-ngusel" ucap Lusi.
"Ikh.. Emang kenapa. Gak boleh.. aku kan kangen sama kak Lusi. Eh,, tar dulu.. lagi juga yang kucing itu bukan aku. Kakak tuh kucing peliharaannya Rian"
"apaan.. kucing.. enak ajah" jawab Lusi tidak terima.
"Rian tuh yang pernah bilang" sindir Lisa.
Lusi pun memandang Rian.
Rian pun merasa tidak enak saat melihat Lusi. Dan mengalihkan suasana.
"Iya kamu kan Lucu kaya kucing sayang. Imut-imut gimana gitu" ucap Rian senyum-senyum
Lisa pun hanya menahan tawa.
"Bu aku mau tanya. Kenapa sih waktu gila, bisa-bisanya aku kabur ke Jakarta" tanya Lusi.
"oh kirain kabur. Gak kepikiran aja sih buat nanya-nanya saat itu" ucap Lusi.
"Jadi selama kakak diJakarta. Gak ingat apa-apa setiap kejadian udah dilalui. Haduh.." timpal Lisa.
"Ya gak tau lebih jelasnya kenapa-napanya. ingat dan sadar waktu nolongin kamu kecelakaan. Kakak sadar kalau kamu itu Lisa. Jadi kakak harus tolongin"
"Terus.. Kakak kok tahu kalau aku pacaran ama Rian"
"Kalau itu sih felling aja.. Kayanya gak mungkin Rian tiba-tiba ke Jakarta. Kalau gak punya gebetan disini. Model-model kaya Rian kan, yang badannya tinggi. emang tipe kamu"
"Oeekk.. Cowok sialan kaya Rian aku jadiin pacar, mau muntah rasanya kalau inget itu" ucap Lisa.
"Terus apa kabar kakak Lisa, yang bersuamikan Rian"
"Iya itu sih DL.. Terima ajalah takdir kakak" ucap Lisa.
"Hah dasar.." ucap Lusi.
Rian pun hanya diam menyaksikan adik kakak berantem .
__ADS_1
lalu ibu pun membuka ucapan.
"Lisa sudahlah.. bagaimana pun. Rian ini kakak ipar kamu. Yang sopan sedikit" ucap Ibu.
"Iya bu maaf" ucap Lisa. "Sebenrnya banyak lah kejadian waktu di Jakarta tapi aku gak bisa aku ceritain secara detailnya. kalau aku ceritain pasti aku malah diomelin ibu. apalagi kalau ibu tahu aku apain aja kakak selama di jakarta"
Ibu pun melotot pada Lisa. Pada saat mendengar pengakuan Lisa. "Jadi kamu apaain kakak kamu Lisa!!!" tanya Ibu dengan nada sinis.
"Tuh kan bener, belom di ceritain aja Ibu udah marah sama aku. Bagaimana aku ceritain semua. Nanti mobil aku bisa di tarik lagi..." ucap Lisa.
"Lisa.. Kamu apain kakak kamu" ucap ibu lagi.
"Hem udah lah bu.. Mungkin tidak semua hal bisa di ceritain" ucap Lusi menenangkan.
"Iya.. Iya mending gak usah di ceritain" ucap Lisa.
"Ya intinya.. Lisa ini bawang merah. Si Lusi ini bawang putih" ucap Rian menambahkan.
"Oh balas dendam ya.. Mau mojokin aku didepan ibu rupanya" ucap Lisa kesal.
"Sudah lah gak perlu di bahas lagi." ucap Lusi.
"Iya kak"
Mereka pun mulai kembali tenang setelah perseteruan sengit.
"Eh kak bulan madunya kemana? " tanya Lisa kepo.
"Tadinya mau ke hutan amazon biar Rian di makan piranha. Apa gak kutub utara. Eh ternyata malah ke api neraka" ucap Lusi.
Lisa pun tertawa mendengar pengakuan kakaknya yang bicara asal-asalan.
"Yaudah lah yang deket ajah gak usah jauh-jauh" ucap Lisa.
Lusi pun hanya menghela napasnya. " gak kepikiran mau kemana"
"Yaudah besok kita bulan madu ya" ucap Rian melirik Lusi sambil tersenyum dengan tatapan menggoda. "Tadi kan kita udah solat bareng itu tandanya kamu udah siap untuk hehehe.." ucap Rian tersenyum.
Lusi pun hanya diam tak menjawab karena merasa canggung melihat Rian. Yang pikirannya mulai kemana-mana.
*Like yoo.....
__ADS_1