
X-tra part (Dendam dan Cinta)
Keesokan harinya..
Setelah operasi selesai. Salsa pun tampak kembali sadar. Lusi pun sangat bahagia melihat Salsa dapat membuka matanya.
Lusi tidak pernah tahu, bahwa Salsa memiliki penyakit leukimia.
Dan penyakit leukimia dapat disembuhkan dengan cara mendonorkan sumsum tulang belakang yang cocok dengan penderitanya. Dan beruntung mba nike dapat melakukan donor itu karena ia cocok.
Dan biasanya memang sulit untuk mencari donor sumsum tulang belakang. Kebanyakan walaupun ibu kandung pun belum tentu cocok. Namun kali ini mba Mike harus bernapas lega, karena cocok dengan Salsa.
Dan untuk melakukan pendonoran atau sumsum itu biaya operasinya sangatlah mahal. Ya, kalau disebutkan biaya bervariasi namun bisa dibilang itu tidaklah murah. Tergantung rumah sakitnya. Kali ini rumah sakit yang melayani operasi salsa. Dananya menghabiskan diatas 1M. Dan itu termasuk standar karena ada yang lebih dari itu.
Kalau bukan karena Renata Lusi tak pernah memiliki uang sebanyak itu. Namun kali ini bukan soal uang tapi nyawa. Jika uang bisa di cari. Nyawa kali ini tak bisa di bayar dengan apapun. Soal masalah penggantian dana. Lusi tidak terlalu memikirkan. Yang terpenting keselamatan Salsa kali ini.
Saat Salsa tersadar terlihat Mba Nike yang yang menunggunya. Mba Nike menunggu penuh dengan cinta. Melihat Mba Nike seperti itu mengingat kan Lusi pada Fabio dirumah. Lusi selalu berharap Fabio selalu sehat dan baik-baik saja.
Lalu Lusi pun masuk kedalam ruangan menemui Salsa. Salsa terlihat tersenyum saat melihat Lusi.
"Salsa" ucap Lusi.
"Mama" ucap Salsa.
"Kamu, memanggil Lusi dengan sebutan mama. Apa Lusi ini mama baru kamu" ucap Nike kaget.
"Jangan salah paham dulu mba. Aku gak punya hubungan apa-apa sama Mas Adit. itu hanya permintaan Salsa jadi memang tidak ada hubungan apa-apa"
"Saya hanya kaget saja Lusi"
"Salsa pun memanggil Rian dengan sebutan Papa. Karena memang kita menganggap Salsa seperti anak sendiri"
"Oh.. iya terimakasih Lusi. Selama saya tidak ada..saya selalu memikirkan Salsa. Saya beruntung kamu sangat perhatian sama Salsa"
Lusi pun tampak tersenyum.
"Makasih mama sudah jenguk salsa" ucap Salsa.
"Iya, Salsa sekarang sudah sembuh ya. Salsa tahu gak, sekarang salsa punya Adik baru . Bayi kecil namanya Fabio. Salsa mau gak ketemu sama Fabio"
"Aku mau ketemu ma, sama Dede Fabio"
"Iya salsa sembuh ya, nanti kita main bareng ya sama Fabio"
"Iya ma"
"Nah, sekarang Salsa makan, habis itu kita minum obat" ucap Lusi.
"Iya salsa makan ya" ucap Mba Nike, lalu mba Nike pun menyuapi makan salsa.
"Aku senang punya dua mama" ucap Salsa.
"Iya"
"Papa dimana ma?" Ucap Salsa.
Lusi pun tampak menghela napasnya saat Salsa bicara seperti itu.
"Papa lagi sibuk. Jadi belum bisa ketemu Salsa dulu" ucap Nike.
"Tapi Salsa tenang saja, mama Lusi bisa sampaikan pesan Salsa ke papa Adit. Nanti Salsa ngomong ya sama papa. Nanti mama Lusi rekam" ucap Lusi mengambil ponselnya. Dan merekamnya.
"Mulai ya salsa"
"Iya, Hallo papa, Salsa kangen papa. Salsa sayang papa. Salsa disini ditemani sama mama Lusi, mama Nike, dan ada papa Rian juga. Pa, papa jangan sedih ya. Salsa disini baik-baik aja. Papa sekarang gak usah nangis lagi. Karena dokter bilang Salsa udah sembuh. Dan Salsa bisa main lagi. Papa gak usah sedih. Aku sayang papa" ucap Salsa. Dan tampak merekamnya.
Seketika Lusi pun tampak menjatuh kan air matanya saat Salsa bicara seperti itu. Entah mengapa ada perasaan haru didalam ucapan Salsa yang penuh akan makna.
Lusi pun menyimpannya dan memang Lusi ada niatan untuk menjenguk Adit di tahanan untuk menyampaikan hasil tes DNA bila sudah keluar.
Setelah itu, Saat Salsa tidur. Lusi dan Mba Mike pun makan dikantin bersama sembari mengbrol.
__ADS_1
"Saya tahu kok kalau Adit di penjara. Cuma saya tidak tahu detail inti permasalahannya apa" ucap Mba nike.
"Iya mba panjang ceritanya" ucap Lusi. "Mba mau pesen apa?"
"Samain saja sama kamu"
"Aku suka yang asem-asem kalau minuman. Kalau makanan aku suka yang gurih-gurih.. aku takut selera kita beda" ucap Lusi.
"Selama halal dan menurut kamu enak, mba sih suka aja"
"Mm oke. Jus Stobery dua dan sup buntut dua ya" ucap Lusi.
"Iya"
"Ya, saya bingung harus memulai cerita darimana soal Rian yang sudah ditusuk mas Adit tapi.. intinya ada soal cinta dan balas dendam yang membawa semuanya ke meja hukum mba. Kalau saya ceritakan semua terasa sulit. Jadi intinya seperti itu" ucap Lusi.
"Mba mengerti maksud kamu Lusi. Asal kamu tahu Lusi. Saat kamu masih pacaran sama Devan. Mas Adit itu sudah suka sama kamu.. cuma karena dia sudah menikah. Jadi semua terasa sulit.." ucap Mba Nike.
Lusi pun hanya diam mendengarkan.
"Dan.. selama mba berumah tangga dengan Mas Adit. Mas Adit hanya sayang dengan Salsa. Tidak sayang sama saya. waktu Devan kenalin kamu ke mas Adit.
ia membandingkan saya sama kamu terus. Dia bilang saya gak secantik kamu. Semanis kamu,. Seinilah seitulah.. sampai mba muak. Dan mba selingkuh. Dan Mas Adit tahu, lalu mba putuskan meminta cerai. Namun Mas Adit malah menghalangi saya untuk bertemu Salsa. Perasaan mba hancur saat itu"
"Jadi saya terbawa sampai kerumah tangga mba. Saya bener minta maaf soal ini. Saya gak pernh menyangka soal ini"
"Iya Lusi. Saya khilafnya. Saat itu mba hanya emosi sesaat. Dan mba sadar, mba selingkuh itu salah..malah mba jadi susah ketemu Salsa"
"Tapi mas Adit bilang mba pergi sama selingkuhan mba'' ucap Lusi.
"Itu hanya karangan Adit saja. Dan selingkuhan mba pun sekarang sudah kembali bersama istrinya..kita berfikir bahwa kita punya keluarga yang tidak mungkin kita tinggalkan hanya karena ego. Dan mulai sekarang mba pun tidak mau egois. mba miris saat mba tahu Salsa dirumah sakit..ditambah lagi mas Adit di penjara. Tapi mba gak menyesali adit di penjara. Karena itu memang kesalahannya. Dan Adit harus menerima konsekuensi atas kesalahannya"
Lusi pun menghela napasnya.
"Rumit mba. Tapi semua yang sudah dijalani. Memang akan ada hikmahnya" ucap Lusi.
"Lalu bagaimana kamu bisa bertemu dengan suami mu itu"
"Tapi, kalau mba lihat. Dia sepertinya sayang sekali dengan mu. Dan kalau dilihat-lihat sih tampan juga"
Lusi pun tampak tersenyum.
*****
Keesokan harinya, hasil tes DNA pun keluar. Dan Lusi pun tampak membuka hasil itu. Meskipun ia tahu hasilnya apa. Tapi tetap saja deg-degan. Dan..... Hasilnya Fabio ini memanglah anaknya Rian.
Pulang dari rumah sakit Lusi pun membawa hasil test tersebut. Sambil tersenyum Lusi menunjukan kepada Renata dan Rian.
"Mama dan Rian ini hasil test DNA-nya. Ini anak aku dan Rian ma" ucap Lusi.
Renata pun tampak tersenyum.
"Iya bayi tampan itu memang cucuku"
Rian pun langsung senang dan mencium bibir Lusi.
"Eits, jangan cium-ciuman yang gak perlu di depan Mama ya" ucap Renata.
"Maaf ma, aku suka gak sadar main nyosor aja" ucap Rian melepas ciumannya "Yaudah kalau gitu kita simpan buat tar malam. Kamu masih merah gak?"
"Sudah selesai"
"Yes..yes.. yes.." ucap Rian seneng.
Lusi pun hanya tersenyum tersipu malu
*****
Keesokan harinya, Lusi pun bergegas berangkat untuk menemui Adit di tahanan. Ia tidak tahu, ini salah atau tidak. Namun ini memang harus dilakukan. Demi kejelasan bayi yang selama ini ia anggap anaknya.
Dan Lusi pun sadar diri. Ia juga membawakan makanan untuk Adit di penjara. Memang yang Lusi tahu banyak orang yang menjenguk ke penjara itu pasti membawa makanan. Lusi pun membawa makanan enak dari restaurant langgannan Lusi.
__ADS_1
Lusi pun agak tengang untuk bertemu Adit. Dan waktu yang di berikan kurang lebih 20 menitan. Lalu Adit pun duduk dihadapan Lusi. Adit masih saja melihat Lusi dengan tatapan sinis. Padahal harusnya penjara adalah cara terbaik untuk berfikir tentang kesalahnnya selama ini.
"Kenapa kamu temuin saya!!! Kamu Ingin mentertawakan saya. Karena saya masuk penjara .. iya begitu???" Ucap Adit dengan nada meninggi.
Lusi pun tampak menghela napasnya. Meskipun Lusi emosi tapi Lusi tidak mau terbawa emosi.
"Lusi, meskipun saya di penjara. Saya akan tetap dendam sama kamu. Kamu lihat balasan saya !!! GARA-GARA KAMU SAYA DI PENJARA!!, Kalau bukan dipenjara, saya pastikan kamu sudah End"
Lusi pun tersenyum dengan pandangan sinis.
"Kamu bilang apa barusan??? Dendam!!! Kalau bicara soal dendam. Seharusnya saya yang lebih banyak menyimpan dendam sama Mas Adit. Saya yang selama ini banyak menerima perlakuan tidak baik dari mas Adit" ucap Lusi dengan nada lantang.
Adit pun tampak terdiam.
"Bahkan yang saya tahu, mas Adit ada rencana menjual saya kan. Setelah menculik saya"
"Kamu tahu darimana soal itu"
"Mas Adit gak perlu tahu darimana saya tahu?, Saya kesini mau memberikan ini"
Lalu Lusi pun memberikan hasil tes DNA.
Dan Adit pun tampak membukanya.
"Jadi, dia adalah anaknya Rian" ucap Adit.
"Iya, jadi saya harap mas Adit jangan ganggu saya dan keluarga saya lagi " ucap Lusi.
Adit pun tampak mengehela napasnya.
"Saya rasa semua sudah cukup jelas. Selain makanan dan hasil tes DNA ini. saya juga membawa video rekaman Salsa. Mas Adit bisa lihat.." ucap Lusi.
Lalu Adit pun melihat Video yang diberikan Lusi.
Saat Adit melihat nya dengan penuh haru. Memperhatikan video itu dengan hatinya, Adit pun tampak menjatuhkan air mata saat melihat Salsa. Adit menangis begitu terasa memdalam didadanya.
Lusi sadar, sejahatnya Adit. Masih ada rasa kasih dan sayang terhadap putrinya.
"Salsa anakku" ucap Adit menangis.
"Mas Adit..., Mas Adit, tidak pernah tahu.... Kalau saya pun tidak seratus persen bahagia" Lusi pun tampak menahan air matanya saat ia harus menceritakan semua kembali pada Adit.
"Dalam menjalani rumah tangga, Saya selalu menangis diawal pernikahan yang begitu terasa menyakitkan... saya selalu tersakiti dan tak pernah dihargai sema sekali"
Adit pun memandang Lusi.
"Sebagai wanita Dimata suami dan mertua. Saya seolah seperti sampah yang tidak dianggap ada. Saya tak pernah merasakan kebahagian sedikit pun. Namun disaat Semua berubah, mereka mulai bisa menerima saya. apa mas tega? menghancurkan kebahagiaan saya yang baru saja saya rasakan.. begitu?"
Tanpa sadar Lusi pun langsung menjatuhkan air mata yang ia tahan daritadi itu.
Adit pun tampak kaget melihat Lusi yang menangis.
"Mas Adit, tolong pakai hati nurani mas Adit. saya ingin hidup bahagia."
Adit pun tampak diam sambil menunduk. Dan tak bicara.
"Baik kalau gitu saya permisi"
"Lusi tunggu...." Ucap Adit.
Lusi pun tampak berhenti dan memandang Adit.
"Saya meminta maaf, saya minta maaf buat semuanya"
Lusi pun tampak terdiam sejenak.
"Hemm" Lusi pun mengangguk. "Iya mas, saya memaafkan mas Adit"
********
Pegel juga nulisnya.. kayyanya ada next episodenya maaf bngt dah klo kpnjangan.
__ADS_1
Maap Klo mgkn yg nulis rada eror soalny blm smpt ak baca ulang. dan nike am mike bisa ketuker tuker. namanya. yaudh lh w mang pikunan