Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Kopi Cinta


__ADS_3

Part 91(Kopi Cinta) (Sesion 2)


Keesokan harinya Lusi terbangun dari tidurnya. Seketika ia pun sedikit kaget bahwa hari sudah subuh dan ia masih di kamar nyonya Renata. Lusi tak sengaja ketiduran ketika memijit kaki ibu mertuanya itu.


Ia pun langsung keluar kamar dan tampak Nyonya Renata masih tertidur pulas. Karena hari sudah subuh Lusi pun bergegas untuk . Tidak lupa juga membangunkan Rian.


Sampai entah ada angin apa Rian mengajak Lusi untuk solat berjamaah. Setelah selesai Lusi menyiapkan pakaian kerja untuk Rian. Dan Lusi bersiap diri juga untuk berangkat kerja.


"Kalau begini terus kapan kita melakukan aksi ranjang lagi ya" ucap Rian yang pagi-pagi pikirannya sudah kemana-mana.


Lusi pun menghela napasnya.


"Rian.. Apakah aku ini layak menjadi menantu di keluarga kamu. Sementara aku pernah mengalami gangguan jiwa. Aku tak pantas hidup berdampingan dengan mu. Ibu mu takan pernah menyukaiku" ucap Lusi sambil mentihkan air matanya.


"Hey.. Hey.. Kamu jangan menangis. Sampai kapanpun aku takan menceraikan mu. Mau mama setuju atau tidak aku sama sekali tidak peduli"


Lusi pun hanya tertunduk dan mengusap air matanya.


Rian pun memeluk Lusi.


"Sudah kamu jangan terlalu pikirkan apa yang mama bilang"


Lalu setelah itu Lusi pun langsung berangkat ke kantor tanpa sarapan dulu. Ia berangkat lebih dulu ke kantor dengan perasaan yang masih sedih.


.


.


.


Sesampainya di kantor Lusi pun membuat Teh manis hangat karena ia belum sempat sarapan.


Tiba-tiba saja Viola sekertaris Rian datang. Menemui Lusi..


"Lusi.. Pak Rian minta kamu buatin kopi untuknya" ucap Viola.


Kapan dia berangkat, perasaan aku duluan yang berangkat ke kantor. Dia udah sampai aja. Benak Lusi.


Lalu Lusi pun membuat kopi untuk Rian. Saat di pantry tampak satu karyawan yang kepo dengan Lusi. Namanya Mela..


"Heh.. Kamu bikin kopi buat siapa? "


"Buat pak Rian.. " jawab Lusi.


"Buat pak Rian. gak salah. Eh anak baru!!!, kamu itu masih baru disini. Mau Cari muka ya.. Sini aku aja yang kasih" ucap Mela sinis.


Lusi pun hanya pasrah. "Yaudah sana"


.


.

__ADS_1


Lalu tampak Rian yang menunggu kopi diruangnya. Tiba-tiba ia pun sedikit kaget saat yang datang bukan Lusi.


"Siapa yang suruh kamu kesini"ucap Rian ketus.


"Tidak ada pak. Aku berinisiatif membuatkan kopi ini untuk bapak" ucap mela membawa kopi di nampan.


"Keluar kamu " ucap Rian.


"tapi pak"


"Keluar !!!" bentak Rian.


"Baik pak" ucap Mela takut melihat Rian yang marah.


Lalu mela pun keluar dengan perasaan kesal karena kopi yang ia bawa di tolak.


.


.


.


Lalu beberapa selang waktu kemudian..


sekertarisnya Rian datang lagi. Menemui Lusi di meja kerjanya.


"Lusi.. Bikin kopi ya.." ucap Viola.


"Gak tau.. Kamu disuruh bikin lagi"


.


.


.


Lalu Lusi pun menemui Rian di ruangannya dengan membawa secangkir kopi.


"Nih tuan Raja atas kopi yang anda pinta" ucap Lusi menaruh kopi di meja.


Rian pun tersenyum


"Ini baru yang aku tunggu.."


" jangan jadikan kopi sebagai alasan kamu untuk bertemu aku.. Orang yang tidak tahu. Akan menganggap seolah aku cari muka"


"sudahlah jangan dengarkan apa kata orang.. Nanti malam aku ingin mengajak mu cek in di hotel. Di rumah aku merasa tidak bebas lagi, karena mama selalu menggangu waktu kita berdua"


Lusi pun hanya diam tak menjawab.


"Lusi aku mohon..soal apa yang mama ucapkan kepadamu. Jangan kamu ambil hati" ucap Rian. "Kamu harus tahan ya saya tahu kamu orang yang kuat"

__ADS_1


"Iya Rian.. Aku akan berusaha"


"Intinya aku menunggu mu di hotel pulang kantor nanti. Dan aku tidak mau ada penolakan"


Lusi pun mengangguk. Karena bagaimana pun memang itu adalah haknya.


.


.


.


Pulang kerja...


Rian pun tampak lebih dulu pulang. Sekitar jam 16.00 sore. biasalah boss mah bebas mau pulang jam berapa pun. Sementara Lusi pulang sekitar jam 17.00 sore baru pulang. Itu pun masih ada beberapa tugas tambahan sehingga jam 19.00 baru pulang. Sesampainya di hotel waktu sudah menunjukan jam 19.30 malam.


Tiba-tiba saat di loby hotel. Entah kebetulan atau apa.. Lusi bertemu dengan Mela lagi. Mela pun menghampiri Lusi.


"Aku gak menyangka orang yang terlihat kalem seperti mu bisa juga cek in di hotel" ucap Mella.


"Maaf ya aku sedang buru-buru" ucap Lusi langsung pergi tak menghiraukannya.


Tak lama...


Sampailah Lusi di kamar hotel yang sudah di janjikan. Tampak Lusi yang datang dengan wajah yang terlihat lelah karena habis pulang kerja. Dan langsung duduk di atas ranjang.


"Tadi ada karyawan kamu melihatku" ucap Lusi.


"Terus.. " tanya Rian.


"Curiga sih.. Cuma aku abaikan. Aku lagi males debat"


"Bagus.. Kamu singkirkan perasaan yang membebani mu. Kita nikmati saja malam ini berdua" ucap Rian memeluk Lusi.


Tampak Lusi yang berdebar hatinya. Lalu tak banyak berkata.


Sampai pada akhirnya..


Terjadilah malam yang hangat untuk mereka berdua. Memadu kasih menikmati kemesraan.


Rian pun tampak senang sekali menikmati kebersamaan itu.


Lusi yang sebenarnya lelah, namun ia berusaha untuk on. Meskipun sudah hampir turn off.


Setelah itu..


Mereka pun menyelesaikan permainan sampai jam 11.00 malam.


Tampak Lusi yang merapikan diri lagi dengan seragam kerja yang ia kenakan.


Lalu Lusi pun pulang dengan naik taksi. Sementara Rian dengan mobil pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2