
Part 113(Mengundurkan diri) (Sesion 2)
Dijakarta memang tak nampak gunung yang tinggi...
Namun Lusi seolah sedang mendaki dalam pendakian yang sangat panjang dan lelah... Dan entah mengapa seolah tersesat. Sehingga Tak tahu kemana arah dan tujuan.
Dan setelah kejadian itu..
"Setelah ini aku putuskan aku ingin pergi saja dari dirimu Rian" ucap Lusi.
"Kenapa?" tanya Rian.
"Sepertinya aku menyerah.."
"itu sih terserah kamu saja lah.."
Lusi pun tampak kaget disaat Rian mengucapkan kata 'terserah' pada dirinya. Seolah Rian memang tidak ada niat sama sekali mempertahankan rumah tangganya itu.
Lusi pun menarik napas panjangnya dengan perasaan yang campur aduk.
Lalu Lusi pun tidur.. Karena hari memang sudah malam saat itu.
.
.
Keesokan harinya..
Terlihat Lusi yang sedang sibuk di kantor.. Mengerjakan tugasnya..
Dan disela-sela waktu... Lusi pun menyempatkan diri membuat surat pengunduran diri.
Mungkin setelah ini Lusi ingin berhenti kerja dikantor milik Rian. Dan mencari pekerjaan lain.. Atau mungkin pulang ke Bandung. Ya.. Jadi pengangguran pun tidak apa-apa di banding hidup seperti ini.
Lalu Lusi pun ke ruangan Adit. Dan memberikan surat pengunduran dirinya..
"Apa ini.. " tanya Adit. Lalu Adit pun membuka secara perlahan. "kamu Mengundurkan diri.. " ucap Adit.
"Iya.. Saya ingin mengundurkan diri dari kantor ini"
"Tidak bisa Lusi.. " jawab Adit.
__ADS_1
"Kenapa? " tanya Lusi.
"Kamu lupa bahwa kamu sudah tanda tangan kontrak selama setahun"
Lusi pun terdiam karena ia memang lupa.
"Jika saya harus membayar.. dendanya kira-kira berapa ya?" tanya Lusi.
"10 kali lipat dari gajimu.. "
"Tapi tidak tertera disitu harus membayar segitu.. "
"Itu sudah aturannya.. Kamu harus ikuti.. "
Lusi pun menghela napasnya.. Ia sadar diri tak punya uang sebanyak itu.
Padahal sebenernya, Lusi tak harus membayar sebanyak itu. Itu akal-akalan Adit saja. Supaya Lusi tetap bertahan di kantor itu.
"Adakah cara lain" tanya Lusi lagi.
"caranya cukup.. Kamu betahin saja Lusi.. Setahun sebentar dan tidak akan terasa kok" ucap Adit.
"Kamu mau cara instant"
"Mau.. Mau.. " ucap Lusi bersamangat.
"Jadi istri saya dulu" ucap Adit dengan mudahnya.
Lusi pun mengerucutkan bibirnya.. "Hah.. Apan sih pak. Saya lagi gak becanda.. "
Adit pun malah tertawa melihat tampak Lusi yang kesal.
Lusi pun berfikir...
Hah.. Bagaimana ia bisa pergi.
Mengambil uang yang di janjikan Renata pun.. Sepertinya Lusi Tidak mungkin.. Karena Lusi sudah berjanji pada diri sendiri.. Ia tidak mau menerima sepeser pun uang dari Renata.
Kalau minta pada Ayah dan ibu pun.. ia merasa malu baru pertama kali kerja. Sudah menyusahkan seperti itu..
Dengan berat hati Lusi pun tidak jadi resign. Karena sudah terlanjur tanda tangan kontrak.
__ADS_1
Haduh.. Bisa-bisanya Lusi terjebak dalam situasi seperti ini.
Setelah itu..
Lusi pun keluar dari ruangan Adit dengan perasaan kecewa karena tidak bisa resign dari perusahaan Rian.
Lalu Lusi pun keruangan Rian.
Sesampainya di ruangan Rian. Lusi langsung melempar surat Resign nya ke meja kerja Rian.
"Tolong terima surat pengunduran diri ini.. Saya mau resign aja. Sungguh payah sekali perusahaan kamu.. masa mau resign aja suruh bayar. Aku ambil jalan pintas aja. Melalui kamu"
Rian pun tampak menahan tawa melihat Lusi cemberut dan kesal...
Rian malah tambah meledek Lusi.
"Apa???!! Jadi Kamu gak bisa kabur dari perusahaan ini.. Kasihan deh kamu Lusi.. Hehehe kamu mau minta resign sama saya pun, gak akan saya kasih Lusi" ucap Rian memandang wajah Lusi yang tampak kesal. "Yang ada saya akan memperpanjang kontrak kamu sampai seumur hidup"
"Udah setujuin aja sih. "
Rian pun malah menyobek surat pengunduran diri Lusi. Dan membuang ke tong sampah.
"Dah.. Selesai.. Beres kan" ucap Rian tertawa.
"Dasar egois. Membaca saja belum kamu sudah menyobeknya"
"Maaf keinginan resign anda di tolak. Lebih baik.. Kamu kembali ke meja kerja kamu. Saya mau makan siang dulu" ucap Rian meninggalkan Lusi lalu keluar.
Hah.. Gak Adit.. Gak Rian sama aja. Kelakuan mereka berdua.. Benak Lusi.
.
.
.
Like dulu yeaaa...
....
p
__ADS_1