Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Kenapa Kamu Tega


__ADS_3

part 121 (Kenapa Kamu Tega) (sesion 2)


Setelah Rian tak menemukan Lusi.. Dengan cepat Rian pun meninggalkan kantor dengan membawa mobilnya.


Di dalam mobil Rian bertanya-tanya, kemana Lusi.


Dasar wanita sialan, awas saja kalau sampai ketemu. benak Rian sambil fokus menyetir dan beberapa kali memukul stirnya karena kesal.


Lalu ia pun pulang untuk mencari Lusi.


Sesampainya di rumah, Rian langsung membanting pintu.


BRAAAAKKK suara pintu terbuka.


Lalu Rian pun ke kamar, dan ternyata pintu kamar terkunci dari dalam.


Rian pun mengetuknya dengan kasar.


Tok..tokk..tokk.. toookk..tokkk.. suara ketukan pintu terdengar berulang dengan cepat.


Lusi yang sedang istirahat dan tertidur di kamar pun langsung terbangun dengan suara ketukan pintu yang tidak sabaran itu.


Lalu Lusi membuka pintu kamarnya. Dan melihat Rian yang tampak di hadapannya.


Lusi pun langsung menatap Rian di hadapannya, Betapa rindunya Lusi dari kemarin ia ingin bertemu dengan Rian.


Lusi ingin sekali memeluk Rian dan menumpahkan air matanya dalam peluknya. Rasanya sakit menanggung semua beban sendiri.


Namun semua cuma sebuah harapan. Kenyataan tak sesuai keinginanya.


Justru semua berbanding terbalik dari harapan Lusi.


Rian bukannya memeluk Lusi. Justru Rian pulang dengan rasa amarah yang menggebu dan langsung menampar Lusi dengan keras.


PLAAAAAAAAAKKKK suara tamparan yang mendarat di pipi Lusi yang begitu terasa menyakitkan. Wajah Lusi terlempar dan Lusi menjatuhkan air mata sambil memegang pipinya.


"Kenapa kamu tampar aku" ucap Lusi nada lirih sambil memegang pipinya.


"Kenapa katamu!! Setelah kamu lakukan semua itu, kenapa katamu!!!" Ucap Rian kesal menarik baju Lusi.


Dan dengan mudahnya Rian pun memukul wajah Lusi.


Buuugg..


Bibir Lusi pun tampak berdarah dengan pukulan Rian yang mengenai bibirnya.


Lusi pun langsung kesakitan sambil memegang wajahnya yang terkena pukul.


Lusi pun tampak menangis.


Sementara Rian masih terlihat sangat marah.

__ADS_1


"kenapa kamu tega pukul aku Rian" ucap Lusi.


"Kamu lihat ini!!!!" Ucap Rian langsung menunjukan foto Lusi bersama Adit dalam satu ranjang. betapa kagetnya Lusi melihat itu semua. Ia pun sangat jijik sekali melihat dirinya di tiduri oleh pria bajingan itu. Seketika air mata Lusi pun terjatuh.


"Kamu dapat foto ini dari mana?" Tanya Lusi.


"Siapa lagi kalau bukan Adit"


"Jadi karena ini kamu tega memukul aku"


"Iya!!!"


"Mana janji kamu Rian, yang takan berbuat kasar sama aku lagi" ucap Lusi sambil menangis.


"Itu pelajaran buat kamu yang sudah berani selingkuh dan tidur bersama pria sialan itu!!!" Ucap Rian.


"Semua itu fitnah itu salah Rian!!!" ucap Lusi.


"Cukup LUSI, SEMUA SUDAH CUKUP JELAS"


Rian pun tampak tidak percaya pada Lusi.


"Kamu harus mendengar penjelasan ku dulu!!!"


"aku tidak mau mendengar apapun dari mulutmu.. Dasar wanita murahan!!" ucap Rian, "Sekarang aku mau, kamu pergi dari rumah ini"


Perasaan Lusi pun tampak kaget ketika Rian dengan mudahnya mengusir dirinya.


"Rian, kamu mengusir ku.." ucap Lusi dengan nada lirih.


"asal kamu tahu Rian, Aku ini sedang mengandung anak mu" ucap Lusi.


"anakku!!, Setelah aku tahu kamu tidur dengan Adit, apakah aku bisa yakin bahwa yang kamu kandung itu anakku" ucap Rian lagi.


Lusi pun tampak hancur perasaanya disaat Anak yang Lusi kandung tak diakui oleh ayahnya sendiri.


"Aku berani sumpah,anak dalam kandungan ku ini adalah anakmu!!!" Ucap Lusi.


Rian pun tidak sama sekali mendengarkan Lusi. Rian terbawa kesal dengan semua yang sudah menjadi bukti bahwa Lusi selingkuh.


Rian pun langsung mengambil baju Lusi yang berada di lemari dan langsung melemparnya keluar kamar.


"Aku sudah tak mau lihat kamu disini. Sekarang kamu pergi dari rumah ini!!!" ucap Rian nada tinggi.


Hati Lusi pun sangat perih melihat Rian membuang baju-bajunya yang ada di lemari.


Andai Rian tahu yang sebenarnya, bahwa Lusi cuma masuk dalam jebakan Adit.


Namun Lusi tidak mau banyak bicara, karena dirasa semua percuma Rian takan mau percaya. Bukti foto itu membuat Rian gelap mata dan Lusi takut bila harus kena pukul lagi oleh Rian.


Sambil menangis Lusi pun tampak mengambil bajunya satu persatu yang sudah Rian lempar.

__ADS_1


Lusi tak menyangka bahwa hidupnya akan sepahit ini. Yang seharusnya berita kehamilannya mendatangkan kebahagiaan untuk dirinya dan suaminya. namun ini berbanding terbalik. justru Lusi harus menerima kenyataan pahit bahwa Rian sama sekali tak mengakui anaknya. justru suaminya malah mencacinya sedemikian rupa. sungguh semua terasa menyesakan dada. Lusi tak pernah menyalahkan bayi yang dikandunganya. Hanya saja, Lusi sangat merasa sedih dan kecewa. mengapa ini semua bisa terjadi.


"Baiklah, kalau memang itu mau mu. Aku tak bisa memaksa mu. aku akan pergi dari sini" ucap Lusi memandang Rian dengan penuh air mata.


Dan Sepertinya Rian sama sekali tak mau memandang Lusi sedikit pun.


Lusi pun hanya menangis sambil menyapu air matanya dengan tangan.


Lalu Lusi pun melangkah kan kaki dengan perlahan, memasukan bajunya kedalam tas.


Rian pun tampak tak peduli pada Lusi. Ia hanya terlihat membuang wajahnya dan sama sekali tidak mau melihat Lusi sama sekali. Lusi pun pergi, lalu Menuruni setiap anak tangga


Lalu tak sengaja Lusi bertemu Renata diruang tamu, Renata baru saja pulang bertemu teman-temanya.


Lusi pun tampak memandang Renata di hadapannya.


Karena Lusi merasa bagaimana pun Renata adalah mertuanya. Lusi juga menyempatkan diri untuk berpamitan pada Renata. Karena dirinya kini harus pergi.


"Nyonya, saya pamit. Saya harus pergi dari sini" ucap Lusi pamit berpisah.


ucapan Lusi sama sekali tak dijawabnya.


Renata pun hanya diam tak memandang Lusi.


Karena itu memang keinginannya untuk Lusi pergi dari rumahnya.


Lalu Lusi pun melangkahkan kakinya pergi. Lusi pergi bersama luka yang menusuk didalam dadanya. semua sudah tak bisa ia harapkan lagi. semua orang di dalam rumah itu sudah tak menginginkan dirinya lagi, mertuanya bahkan suaminya kini tak Sudi lagi melihat dirinya, Lusi hanya bisa menangis membawa tas yang berisi baju-bajunya.


oke guys lanjut nanti yaa..


*************


info:


maaf guys kemarin kemarin aku pindah ke aplikasi sebelah.. ke aplikasi berwarna oren..


aplikasi apa hayo...?? aplikasi belanja online heheheh


soalnya lagi banyak free ongkir .


sebenernya disamping itu ada perihal lain yaitu kelelahan yang berkepanjangan.


di tempat gawe banyak banget yang gak masuk ada yang cuti dan juga sakit. jadi kerjanya jadi lebih extra.. ditambah lagi pekerjaan rumah yang menumpuk... yah banyak lah aktivitas yang bikin saya harus berpikir keras..


kita harus jaga kesehatan ya.. guys.. Krn kalau udah sakit.. pemulihan juga lama.


sehat itu mahal.. mahal guys. mahal bngt.. Krn klo udh sakit apapun yang enak jadi gak enak.


terus jangan lupa berdoa untuk setiap kebaikan demi kebaikan agar berkah dunia akhirat. amin ..


jangan lupa like like like like like guys..

__ADS_1


biar saya bisa lanjut ke next episode ya


oke next LG ya... nanti..


__ADS_2