
Part 137(Bernapas Lega)(sesion 2)
Setelah itu tampak Rian yang babak belur dan memutuskan untuk pulang dengan mengendarai mobilnya. Dengan jalan sedikit sempoyongan tiba-tiba Zelda memanggil Rian.
"Rian, tunggu" panggil Zelda.
Rian pun memutar balik badannya dan melihat Zelda yang mengejarnya.
"Sebentar, tidak baik kamu pulang dalam keadaan seperti ini. Sebaiknya aku yang mengantar mu pulang" ucap Zelda.
"Aku bisa pulang sendiri. Kalau aku mau, Aku bisa naik taksi. Lagi pula pantang aku pulang diantar oleh seorang wanita"
"Boleh kita bicara sebentar. Mungkin sambil mengobati lukamu" ucap Zelda.
Zelda pun tampak mengambil p3k. Dan mengobati luka lebam di wajah Rian. Meskipun Zelda sangat kesal pada Rian. Namun Zelda juga tidak tega melihat Rian pulang dengan keadaan babak belur.
"Yaudah kalau kita mengobrol sebaiknya tidak disini. Mungkin kita keluar sebentar" ucap Rian.
Lalu Rian pun mengajak Zelda ke sebuah taman. Suasana memang sangat lah romantis di taman itu. Tapi tidak suasana hati Rian dan Zelda kala malam itu. Karena memang mereka akan membicarakan hubungan yang segera akan berkahir.
Tampak malam hari yang indah dan mereka duduk berdua.
__ADS_1
"Rian, maafkan atas kesalahan papi aku ya. Aku juga tidak mau kalau papi aku harus tersandung hukum karena kasus pemukulan ini" ucap Zelda sambil mengobati luka Rian.
"Tidak apa-apa Zel. Aku memang pantas mendapatkan ini. Lagi pula harusnya aku yang meminta maaf. Aku sudah menghancurkan nama baik keluarga kamu. Semua orang taunya kita akan menikah. Tapi nyatanya nya apa. Aku membatalkan dengan membawa berita pahit dan membuat keluargamu terluka" ucap Rian.
Zelda pun tampak menatap Rian dengan seksama.
"Dari awal Ibuku tidak pernah sekalipun suka sama Lusi. Sehingga aku harus menutupi semuanya. Aku harus menjalani sebuah perjodohan ini. Dan menyembunyikan hubungan ku dengan Lusi" Ucap Rian.
"Jadi Lusi itu istri kamu Rian"
"Iya dia adalah istri aku Zel. Aku sudah banyak melakukan kesalahan dengan Lusi sampai akhirnya aku tersadar bahwa aku salah. Tapi..."
"Tapi kenapa?" Tanya Rian penasaran.
"Apa dia tidak cinta sama kamu?" Ucap Zela.
"Entah lah. Hanya satu hal yang harus kamu tahu"
"Apa?"
"Dia tidak ingin kamu terluka"
__ADS_1
Zelda pun menatap Rian.
"Terluka.. maksudnya bagaimana?" Tanya Zelda.
"Lusi lebih memilih dia yang pergi. Dan dia lebih bahagia kalau aku bisa terus bersama kamu. Dibanding...dia kembali dengan aku. Namun harus sakit melihat kamu sakit"
Zelda pun tampak kaget dengan ucapan Rian.
"Ya ampun Rian.." ucap Zelda. "Tidak sepatutnya dia memikirkan perasaan aku"
Lalu setelah itu tampak Zelda juga yang menerima kepergiaan Rian dan mengikhlaskan nya untuk kembali bersama Lusi.
"Pergilah Rian tidak usah kamu peduli lagi soal aku." Ucap Zelda.
"Kamu yakin"
"Saya yakin. Ini bukan lagi soal cinta. Tapi soal istrimu dan bayi dalam kandunganya. Lusi sangat butuhkan mu Rian"
Kali ini Rian tampak bernapas lega. Karena pada akhirnya Zelda mampu melepas Rian pergi dengan ikhlas. Dan kini tinggal Rian memikirkan hubungannya dengan Lusi yang harus kembali di rajut.
**********
__ADS_1
Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like..