Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Diluar Service Area


__ADS_3

Target penulis 150 episode harusnya dah bisa End... Tapi ternyata belum.. Tapi ikutin aja dulu ya...


Part 149(Diluar Service Area)(Sesion2)


Setelah mobil itu sedikit penyok karena Mela, Lusi pun tampak menemui Renata di ruangannya.


Terlihat Renata yang menyempatkan diri untuk menemui Lusi diruangannya sebelum meeting nanti.


Lusi pun tampak tak enak hati pada Renata, karena tidak mampu menjaga mobil Renata dengan baik. Lusi pun duduk dihadapan Renata.


"Maaf kan saya, saya berjanji akan mengganti kerusakan mobil Mama. Mama boleh potong dari gaji yang Lusi terima"


"Kamu ini apaan sih. Seperti sama siapa saja. Yaudah biarin saja tinggal di bawa bengkel aja kan" ucap Mama santai.


"Ada hal yang ingin Mama bicarakan. Soal video syur yang melibatkan dirimu dan Adit. Mama baru tahu dan Mama kaget saat tahu itu"


"Lusi minta maaf soal itu ma"


"Mama juga pusing harus mengambil jalan tengahnya seperti apa ya. Ini memang bukan kesalahan kamu Lusi. Tapi semua ini kesalahan Mama. Yang sudah membawa mu kepada Adit yang jahat itu" ucap Renata menghela napasnya.


"Kalau saja dulu mama tidak pernah menyuruh Adit untuk melakukan itu semua kepada kamu. Hal ini tidak akan terjadi Lusi. Mama tidak pernah menyangka mama bisa sejahat ini sama kamu. Sehingga membiarkan Adit melakukan itu sama kamu" renata pun tampak menjatuhkan air matanya.


Renata pun tampak merasa bersalah.


Lusi pun memegang hanya tangan Renata.


*********


Tak lama setelah itu...


Lusi pun menelpon Rian yang berada di luar kota namun tidak diangkat sepertinya memang masih sibuk. Lusi pun hanya mengirimkan sebuah pesan singkat untuk jangan lupa makan siang dan solat.


15 menit kemudian tampak Rian yang menelpon Lusi kembali. karena ada panggilan yang tak terjawab


"Hallo", telepon dari Rian.


"Eh. Iya ada apa telpon?" tanya Lusi di telpon.


"Kok ada apa?? bukannya kamu yang telepon duluan" ucap Rian marah ditelepon.


"Iya tadi emang aku telepon duluan. tapi kalau sekarang udah gak pengen telepon" ucap Lusi.


"Kok gitu"


"Iya lagi makan soalnya. Jadi sekarang lagi gak pengen telepon"


"Udah lah matiin aja" ucap Rian ngambek.


Rian pun ngambek.


"Canda ih. gitu aja marah. Kamu lagi ngapain sih?" Tanya Lusi balik, agar Rian tidak marah lagi.


"Lagi ngebayangin kamu gak pakai baju" ucap Rian singkat. namun membuat Lusi kaget


"Hah.. porno banget"


"Hehe Biarin aja. Abis ngapain lagi. Daripada aku bayangin wanita lain. Pokoknya pulang dari luar kota nanti aku minta service panas dari kamu"


"Ya beres pokoknya itu mah"


"Jangan cuma beres beres aja, awas aja kalau bohong" ucap Rian lagi.


"Mana pernah aku bohong"


"Iya.. Bohong sih nggak. Cuma menghindar iya. Tunggu aku pulang ya. Jangan kabur apalagi pura-pura tidur"


"Siapa yang pura-pura tidur. Orang beneran merem kok"


"merem nya kamu. Penderitaan Buat aku!!! Pokoknya Aku mau siapin gas buat besok, aku mau gas poll habis habisan. Kamu siap-siap aja. Siapin mental dan tenaga!! Jangan pingsan ya.."


"Ikh.. kaya apaan aja pingsan segala. Lagian itu jangan digas terus. kopling dan remnya tetep harus dimainin. Kalau tiba-tiba ada lampu merah apa polisi tidur gimana?"


"Biarin, sikat aja. Mau ada aral melintang. Hajar Sampai titik darah penghabisan ahahha" ucap Rian tertawa bahagia.


"yaudah kalau mau gas. gas aja. tapi Jangan lupa isi bensin dulu. Nanti belum apa-apa mogok duluan,ahahah" ucap Lusi tertawa balik.


"Wah nantangin rupanya. awas kamu ya.. Yaudahlah dah dulu ya.. motor balap mau isi bensin dulu sebelum ke sircuit"

__ADS_1


"Yaudah sana. Jangan lupa makan nya baca doa"


"Iya"


Telepon ditutup...


******


Keesokan harinya tampak teman-teman Renata yang baru saja datang. Sekitaran enam orang. Dan sepertinya mereka adalah wanita sosialita yang punya banyak uang. Itu terlihat dari tasnya yang terlihat mahal, cincinya yang bling bling. Dan juga sanggul yang gak tahan kalau diliat liat. Mereka datang karena memang ada acara arisan. Ya biasalah ibu-ibu.


Lusi pun menampakan diri. Karena memang Lusi tinggal disitu. Dan kebetulan juga weekend.


Saat Lusi menampakan diri tiba-tiba saja sebagain teman Renata memandang Lusi dengan tatapan sinis.


namun..


Tiba-tiba saja Lusi ditarik oleh Renata. Untuk menghindari mereka.


"Selama ada temen mama kamu ngumpet dulu ya dikamar. Karena mama gak mau kamu jadi bahan gosipan untuk mereka" ucap Renata.


"Iya ma..."


*******


Renata pun tidak lupa juga menyuguhkan makanan banyak untuk mereka. biasalah Renata selalu memberikan yang terbaik untuk temennya itu. dan terlihat juga teman teman Renata yang ketawa ketiwi sampai suaranya memenuhi seisi ruangan.


Namun namanya ibu ibu sepertinya gosipan itu tidak bisa terelakan.


"Sis kenapa bisa sama itu perempuan sih bukannya Rian tunangannya sama Zelda" ucap jeng Marina nyinyir.


"Yah namanya jodoh jeng" jawab Renata.


"Kok kamu setuju sih sama dia. Zelda itu kan kaya raya. Dan lebih baik" jawab temennya yg lain.


Renata pun tampak menghela napasnya. Tidak menyahuti pertanyaan yang dilontarkan.


"Pasti wanita itu dari kalangan kelas bawah ya. Dan saya yakin Rian cuma di jadiin mesin ATM aja" jeng Marina menyahuti.


"Eh gak boleh gitu. Tapi keliatannya baik kok menantunya Renata" ucap Jeng Selvi temannya Renata juga.


Renata pun tampak kesal dengan temannya yang merendahkan Lusi.


Lalu Renata pun pergi dan dibawanya Lusi dihadapan mereka.


"Kenalkan ini menantu saya" ucap Renata.


"Oh dia orangnya" ucap Jeng Marina sinis.


"Saya tidak suka dari kalian ada yang merendahkan Menantu saya ini. Dia orangnya baik." ucap Renata marah.


Renata yang sudah marah namun tetap saja si jeng Marina ini tak tahu diri. Dan masih saja merendahkan Lusi. dengan tatapan sinis.


"Jeng.. emang keliatan kok dia ini wanita yang gak bener. Terkesan biasa dan murahan gitu" ucap Jeng Marina.


"Sekali lagi kamu bilang seperti itu. Aku cabein mulut kamu Marina" Renata pun semakin kesal.


"Kok kamu jahat sih bela dia segala"


"Biarin aja. Itu hak saya mau membela siapa. jangan harap saya akan memberikan gratis. Untuk biaya pernikahan anak kamu Andi di hotel saya nanti" ucap Renata.


Kebetulan Andi ini anaknya Marina yang akan menikah dua Minggu lagi dihotel milik Renata . Dan Renata memberikan gratis untuk sewa di hotel miliknya. Karena Renata dan Marina sudah bersahabat sejak lama. jadi diberikan secara sebagai bentuk persahabatan.


Dan ditambah lagi sebenarnya, Marina juga punya anak perempuan. Marina ingin sekali menjodohkan pada Rian. Namun sudah keduluan Zelda. Dan Marina semakin kaget melihat Lusi yang tiba tiba saja datang dan tahu tahu menjadi istrinya Rian.


Lalu Marina pun meminta maaf saat Renata marah dan mengancamnya.


"Eh... Jangan marah ya. Tadi hanya bercanda" ucap Jeng Marina menggandeng tangan Renata.


"Lusi, kamu temani mama disini" ucap Renata.


"Tapi ma.."


"Gak apa-apa. Duduklah bersama disini" perintah Renata.


"Saya sudah menganggap Lusi seperti anak saya sendiri. Jadi saya tidak suka kalau dari kalian ada yang menghinanya" ucap Renata.


"Iya jeng maaf ya. Menantu kamu ini cantik. Kita berteman baik dari dulu kan. Jangan diambil hati ya ucapan saya barusan" ucap jeng Marina.

__ADS_1


Dan tampak Marina yang mulai mengkondisikan mulut jahanam nya itu. Karena takut persahabatan antara Renata dan dirinya berantakan. Apalagi dengan ancaman tidak jadi dapat pesta gratisan di hotel miliknya.


Dan tampak Lusi yang bergabung menikmati arisan ala ala ibu ibu sosialita itu.


Dan setelah itu dilanjutkan dengan minum teh dan kopi bersama. Soal menu makanan sudah gak usah diragukan lagi. Karena sudah ada chef handal yang sengaja Renata bawa ke rumah untuk menyiapkan semua menu yang istimewa pastinya..


Dan ditambah lagi, Renata memilki tempat karoke pribadi yang biasanya mereka lakukan setelah makan bersama.


Dan.. ah benar saja, Mak Mak hedon yang rempong ini langsung karokean bersama. Lusi pun juga di ajak Renata. Dan Lusi pun bergabung di beri kesempatan untuk nyanyi sebuah lagu. Karena Lusi sudah pernah dengar lagu tembang kenangan. Lusi pun hapal hapal saja orang udah ada teksnya juga di bawah.


Seketika mereka pun terkesima mendengar suara Lusi yang begitu bagus dan menggelegar namun tetap enak didengar. Eh Lusi malah semakin akrab setelah mereka tahu Lusi ini bisa menghibur mereka dengan suara bagusnya . Begitu mudahnya bergabung dengan emak emak ini.


Dan lucunya lagi, ada yang ceplas ceplos menceritakan hubungannya saat diranjang. Dan malah jadi bahan candaan untuk mereka juga. Dan tampak Renata yang jadi bahan candaan karena seorang janda yang tampak kesepian. Hehehe biasalah namanya juga emak-emak kadang kalau udah ketemu spesiesnya gitu suka gak tersaring dengan rapi kata-katanya.


*Gak usah dijelaskan seperti apa. Karena pengalaman author kalau ketemu emak emak ya begitu dah*


Dan mereka meminta Lusi untuk menyanyi sebuah lagu lagi. Ah kapan lagi bisa kumpul kumpul sama emak emak tajir ini benak Lusi. Lusi sih seneng senang saja saat diajak karokean.


Tak lama kemudian, Rian pun tampak pulang dari tugasnya keluar kota. Ia pun mencari istrinya, yang ternyata tidak ada diruang tamu ataupun dikamarnya. Memang Rian sangatlah bersemangat pulang, Karena Lusi sudah berjanji akan memberikan servicenya setelah Rian pulang tugas. Namun sayang seribu sayang, ternyata Lusi malah diluar service area. entah kemana itu dia pergi.


Sampai akhirnya suara ramai ramai membuat Rian ke ruang karaoke dan kaget melihat istrinya yang bernyanyi bersama teman teman mamanya. Tampak temannya Renata joget joget dan tertawa-tawa bersama, Sambil memainkan pinggul dan jempolnya. Astaga...


"Apa-apaan ini" ucap Rian memandang tajam mereka.


Tampak temen teman Renata pun kaget akan kedatangan putra mahkota itu seolah tak suka. Atas kelakuan happy happy mereka.


Lusi pun langsung mengecilkan volume lagu yang disetel itu.


"Lusi kamu kenapa disini. Sejak kapan kamu berteman sama teman teman nya mama" ucap Rian memandang sinis.


"Aku itu cari kamu kemana mana tau" ucap Rian lagi dengan nada kesal.


"Kemana nya gimana? aku kan ada dirumah, gak kemana mana" ucap Lusi.


"Aku itu maunya!!!! aku pulang sudah ada kamu di depan pintu. Sambut aku dan kasih kecupan. Paham..!!!"


"Iya Rian" ucap Lusi lemah.


"Oh itu salah mama Rian,, yang ngajak Lusi ikut karaoke bareng" ucap Renata.


"Ma, mama kan tahu Lusi lagi hamil. Jangan ngajak yang aneh-aneh deh ma" ucap Rian tidak terima.


"Aneh gimana sih Rian. Karokean itu bukan suatu hal yang aneh kok. Mama lihat, Lusi seneng seneng ajah karoekan bareng mama"


"Iya Lusi emang seneng. Tapi belum tentu dengan bayi yang dalam kandunganya kan ma" ucap Rian langsung menarik tangan Lusi.


"Eh tar dulu satu lagu lagi nak Rian. Lusi nyanyi satu lagu lagi ya. Lagu apa saja deh" ucap temen mamanya.


"Gak bisa Lusi sibuk!!!" Ketus Rian.


"Sibuk apa tuh nak Rian. Jangan sibuk sibuk, kan lagi hamil kasihan istrinya"


"SIibuk ngelayanin saya dikamar." ucap Rian langsung pergi sambil menggandeng Lusi.


Lalu mereka pun tampak tertawa mendengar ucapan Rian yang marah ternyata ada udang dibalik bakwan.


"Aduh galak dan agresif sekali putra mu itu Renata" ucap Selvi.


"Iya dia abis pulang dari luar kota. Mungkin dia lelah" ucap Renata.


"Oh pantes.. sudah diubun ubun tampaknya" ucap Selvy yang tertawa.


"Biasa laki laki mah suka gampang marah kalau belum tersalurkan" sahut Rika temannya Renata.


"Iya gak kaya kita kita ya jeng yang perempuan, banyak malunya tapi sebenernya mau banget"


"Ahahahhaha" mereka pun tampak tertawa bersama.


Rian sebenarnya sudah menelpon Lusi sebelum sampai rumah. Namun karena lagi sibuk bersama Mak Mak rempong. Suara handphonenya sampai tidak terdengar.


*******


Oke guys jangan lupa like.. ya.... Kalau lagi off agak cepet nih up-nya ..


Tapi klo lagi kerja, agak melambat up. Karena ya tau sendiri lah.. otak saya gak bisa dibagi bagi. Karena kalau lagi kerja fokus dulu... Untuk apa.. untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam bekerja..


Oke jangan lupa like like like..

__ADS_1


__ADS_2