Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Gaun Merah


__ADS_3

Part 65 (Gaun Merah) (sesion 2)


Jam 05.00 pagi. Rian membuka pintu rumahnya. Terlihat Lusi yang duduk di depan pintu. Sambil bersandar.


Lalu Lusi pun berdiri. Lusi pun tak mampu lagi menahan air matanya. Tampak matanya yang memerah. Tanpa sepatah kata pun Lusi masuk. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi dengan keadaannya. Antara harus berbakti atau membiarkan dirinya sendiri terluka.


Meskipun suaminya telah tega melakukan itu namun Lusi berusaha menerimanya dengan ikhlas. Lalu ia pun solat subuh dan menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya. Lusi pun berusaha untuk tersenyum walau memaksa.


Aku ikhlas Rian jika semua yang terjadi itu padaku sebagai ujianku. Dan menikahi mu adalah pahala untukku. Namun sekuat apapun itu, aku pasti rapuh juga air mataku sulit untuk di bendung lagi. Benak Lusi sambil menyiapkan keperluan suaminya untuk ke kantor.


Setelah itu mereka pun sarapan bersama. Lusi pun tak bicara sepatah kata pun. Hanya sedikit senyuman kecil dari bibirnya. Ia pun hanya diam sambil menikmati sarapan pagi yang Rian berikan. Lalu Lusi hanya memakan setengahnya.


"Kenapa kamu gak habiskan" tanya Rian.


"Sengaja" jawab Lusi.


"kenapa, Gak enak!!!" tanya Rian lagi.


"Bukan.. Ini aku sisakan untuk makan siang. Karena aku tahu dalam sehari aku cuma makan sekali. Dan itu juga belum tentu pasti" jawab Lusi dengan suara pelan.


Rian pun seolah menelan ludahnya.


Beberapa saat terdiam. Lalu Rian pun membuka obrolan lagi.

__ADS_1


"Malam ini aku akan mengajak mu Dinner. Kita makan malam di luar. Nanti kita berangkat jam tujuh malam. Ada gaun milik mama di lemari kamu pakai saja"


"Tidak Rian. Itu punya ibu mu"


"Ini perintah.. Mama kehilangan satu gaun pun ia takan sadar. Pilihlah yang pas dengan usia mu. Aku tidak ingin kamu terlihat ibu-ibu karena salah memilih gaun. Mengerti.. "


Lalu Lusi pun mengangguk.


Lalu Rian pun berbicara lagi.


"Sebenarnya ini adalah rumah mama. Mama memiliki tiga rumah. Dan salah satunya disini. Karena tidak diisi jadi aku yang mengisinya. Sewaktu-waktu mama bisa saja ke sini. Namun ia sangat sibuk jadi tidak ada kemungkinan sih untuk kesini"


"Iya Rian"


Rian pun berangkat ke kantor.


Lusi pun tersenyum padanya.


Sejahat apapun Rian menjahati Lusi. Rian tetaplah suaminya yang tak mungkin ia abaikan.


Lusi pun memandang Rian dari jendela. Sambil memandang kepergian mobilnya. Sampai tak tampak lagi di depan matanya.


Berkali-kali kamu meruntuhkan hatiku serta jiwa ku.. Aku tetaplah istrimu yang selalu berbakti, mendoakan mu disetiap langkah kakimu. Yang berusaha mencintai mu. Selalu berusaha pula untuk tidak membenci walau sudah berkali-kali kau sakiti. Aku tak paham lagi soal cinta. Namun akan ku berikan baktiku sebagai seorang istri. Benak Lusi.

__ADS_1


Lalu Lusi pun membersihkan dan bebenah rumah. Dalam lamunan Lusi tampak tersenym bahagia.


Hah..aku senang sekali.. Apakah ini pertanda baik bahwa Rian mulai mencintaiku. Aku harap begitu Rian... Karena aku sudah sangat ingin di cintai sebagai seorang istri. Aku ingin seperti istri yang lain. Yang merasakan indahnya sebuah rumah tangga yang utuh. Benak Lusi sambil tersenyum.


Sampai pada saatnya waktu menunjukan jam 18.00. Lusi solat maghrib dahulu. Setelah selesai ia pun memilih gaun yang ada dilemari pakaian. Memang ada satu lemari yang berisi baju wanita. Mungkin itu adalah milik Renata. Lusi pun kebingungan karena semuanya bagus dan terkesan mewah.


Sepertinya aku mau pakai beberapa. Tapi tidak mungkin, aku harus memilihnya. Yang sopan namun tetap elegan. Tapi yang mana ya bingung. Semuanya bagus... Aahh tang ting tung ajalah yang mana..yang mana, yang mana akan ku pilih Benak Lusi sambil memejamkan matanya untuk memilih gaun.


Lalu ia pun mendapatkannya. Daaaannnnn..


Gaun berwarna merah Yang ia pilih.


"Astaga kenapa aku memilih warna merah ini. Ini sepertinya bukan karakter aku banget. Aku kan orangnya kalem. Ini agak seksi sih sebenarnya. Harusnya jangan ini. Tapi..emm.. Ya sudahlah ini salah aku sendiri milih gaun pakai merem segala. benak Lusi.


Lalu Lusi pun merias wajahnya dengan make up. Dan memakai gaun merah itu. Lusi tampak cantik sekali dengan gaun yang ia kenakan.


Lalu Lusi pun menunggunya di depan pintu sambil tersenyum.


Tak lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Lalu pintu pun terbuka. Rian pun pulang... Saat Rian membuka pintu. Ia pun kaget melihat Lusi yang begitu terlihat cantik dengan balutan gaun merah.


Rian pun terkesima dan memandang Lusi lama.


(Lanjut ke episode slanjutnya)

__ADS_1


__ADS_2