Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Kenapa Bisa Begini


__ADS_3

Part 118 (Kenapa bisa begini) (Sesion 2)


Setelah itu Adit pun mendekati Lusi yang tampak sangat ketakutan sambil menangis. Tampak bibir Lusi yang agak sedikit bengkak karena ulah dari preman yang sudah menciumnya dengan kasar. Wajahnya Lusi pun terlihat pucat dan penuh air mata. Lusi sangat shock dengan yang menimpa dirinya. sehingga ia hanya bisa menangis tanpa berkata-kata.


Lalu Adit pun mengajak Lusi pulang.


"Ayo pulang, saya antar" ucap Adit.


Lusi pun menggelengkan kepalanya. Dan menolaknya.


Karena Lusi merasa hanya Rian yang lebih pantas dan aman untuk menjemputnya dalam situasi seperti ini. Meski Lusi tahu dulu Rian pernah melakukan hal sama. Tapi Rian adalah suaminya. Jadi wajar jika Lusi merasa ingin di dekat Rian.


"Ayolah pulang. disini tempanya sepi. Lebih baik kita pulang" ajak Adit.


"Sebentar pak, saya telepon seseorang dulu"


Lalu Lusi pun menelpon Rian dengan harapan Rian bisa menjemputnya.


Lusi pun mengambil handphonenya dan mencoba menelpon Rian.


Tut...


Tut...


Tut...


Tidak diangkat.


Dengan cepat Lusi pun kembali mencoba hubunginya.


Tut.. Tut.. Tut...


Masih tetap sama tidak diangkat.


Lalu Lusi pun menelponnya kembali. Dengan harapan Rian mengangkatnya.


Tut.. Tut.. Belom sampai terangkat. Namun telepon itu sudah di reject oleh Rian.


Nomor yang anda tuju mengalihkan panggilan anda cobalah beberapa saat lagi.


Lalu Lusi pun menarik napas panjangnya mencoba telepon Rian kembali. Dengan harapan kali ini bisa. Namun handphonenya Rian malah di non aktifkan.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Atau berada di luar service area. Cobalah beberapa saat lagi.


Seketika air mata Lusi pun terjatuh, saat Lusi mencoba menghubungi Rian namun tanpa jawaban.


Kamu jahat kenapa kamu tega. Aku sangat membutuhkan mu saat ini Rian. Aku ingin kamu berada disamping ku. Namun kenapa kau mengabaikan telepon ku. Benak Lusi sambil menangis.


Lalu Lusi pun mencoba menelpon yang lain. Namun sialnya handphone Lusi tidak sampai menelpon. Baterainya sudah lowbat duluan.


"Aduh bagaimana ini" ucap Lusi.


"Kenapa Lusi?" tanya Adit.


"Saya mau telepon untuk minta jemput pulang. Tapi baterai udah keburu habis"


"Kalau gitu saya akan antar kamu pulang"


"Bener kan bapak akan mengantar saya pulang"


"Tentu"


Lalu Adit pun membawa Lusi ke mobilnya dengan niat untuk mengantar Lusi pulang..


"Kamu saya antar pulang ya... " ucap Adit.


"Iya"


Lusi pun naik ke mobil milik Adit, Lusi mau karena Adit berjanji akan mengantarnya pulang.


Lusi pun tampak terdiam sambil menjatuhkan air matanya beberapa kali. Lusi terlihat sangat shock dengan apa yang ia alami barusan.


"Minumlah air putih ini agar kamu lebih tenang" ucap Adit memberikan air mineral. Dengan maksud agar Lusi lebih baik.


Tanpa berfikir macam-macam Lusi pun meminumnya.


Setelah meminum air itu..


Tiba-tiba kepala Lusi pun terasa sangat berat. Dan pusing..


Pandangan Lusi pun tampak kabur dan gelap. Lusi pun tanpa sadar memejamkan matanya. Sebenarnya Lusi pun berusaha membuka matanya lebar-lebar namun tidak bisa. Semua terasa sulit untuknya.


Adit sengaja menaruh obat bius di dalam minuman Lusi. Dengan maksud agar Lusi tak sadarkan diri. Kali ini Adit melancarkan niat jahatnya pada Lusi.


Bahkan tiga pria seram dan tukang ojek tadi . Merupakan orang suruhan Adit. Agar Lusi tidak menyimpan curiga, agar dimata Lusi, Adit ini seolah pahlawan. Padahal yang sebenarnya, Adit tidak sama sekali baik. Justru Adit lah dalang di balik semua kejahatan itu.


Lusi pun di bawa ke rumah Adit dalam keadaan yang tak sadar kan diri.


Lusi pun di tidurkan didalam kamar Adit.


Tampak sesekali Lusi menjatuhkan air matanya, walau dalam keadaan tidak sadar. Meskipun dalam keadaan tidak sadar. Hati Lusi masih sangat sakit.


Lalu, Dengan perlahan Adit pun melepas semua pakaian milik Lusi satu persatu.


Terlihat jelas tubuh Lusi yang tampak mulus dan menggairahkan tanpa sehelai benang pun.


Adit yang sudah lama tak menyentuh wanita itu pun. Langsung ON, saat melihat tubuh Lusi terekspose jelas didepan matanya.


Lalu Adit pun meniduri Lusi layaknya suami istri. Meskipun Lusi masih di pengaruhi oleh obat bius. tapi tanpa sadar Lusi menyebut nama Rian suaminya.


"Rian.. Rian.." ucap Lusi dengan nada lirih sambil memejamkan mata.

__ADS_1


Adit pun mendengarnya.


Suara Lusi yang memanggil nama Rian. panggilannya pun tertahan, karena Adit dengan sigap mencium bibir Lusi. Adit membenci sekali saat Lusi memanggil nama Rian.


Usia Lusi yang masih terbilang cukup muda sekitar 25 tahunan berhasil membuat pria yang sudah berumur 40 tahunan itu dimabuk kepayang. Seolah mendapat durian runtuh saat Adit meniduri wanita cantik yang bernama Lusi ini. Bahkan adiknya Adit yang bernama Devan yang pernah menjadi pacar Lusi. Tak pernah sekalipun menyentuh Lusi.


Saat meniduri Lusi Adit pun sempat kaget ternyata Lusi ini sudah tidak gadis lagi. Karena saat melakukannya tidak meninggalkan noda darah di sprei. Meskipun begitu, tidak membuat Adit tidak menikmatinya. Ia tetap merasa beruntung dapat menikmati Lusi yang cantik jelita itu. Dan ia merasa senang sekali dapat memiliki Lusi seutuhnya walau hanya satu malam.


Dan bukan sekedar sampai disitu Adit pun merekamnya.


Adit pun tampak bahagia. saat ia mampu menikmati setiap inci bagian tubuh Lusi. Dan ditambah ia dapat uang juga dari Renata setelah ini pikirnya.


"Siap-siap Lusi kamu akan putus dengan Rian. Dan aku akan dapat uang dari Renata. Lebih bagus lagi kalau aku juga bisa mendapatkan dirimu" gumam Adit.


Setelah puas Adit pun memeluk Lusi yang tampak tertidur. Membelai wajah Lusi dan mencium bibirnya lalu memfotonya Dan dijadikan foto profil di handphonenya. Meskipun terlihat menjijikan tapi Adit tampak bahagia sekali.


*******


Lusi pun tersadar, dan saat itu hari telah pagi. Lusi pun memandang ke arah kiri dan kanan. Ia kaget dengan dirinya tanpa pakaian sama sekali, hanya di tutupi selimut tebal di badanya.


" Aku dimana, Kenapa aku ada di sini. Ini bukan kamarku" ucap Lusi bingung.


Lusi pun duduk Dan Membalut badanya dengan selimut tebal yang ada didekatnya.


Lusi pun mencari pakaiannya. Namun ia tidak mampu menemukannya.


"Ya ampun kenapa bisa begini. Siapa yang berani berbuat ini kepadaku"


Lalu, Lusi langsung beranjak menuju pintu dan membuka pintu namun ia terkunci. Dan tak mampu membukanya.


Lusi pun menggedor gedor pintunya ingin keluar namun tak ada jawaban.


Lusi pun kembali duduk di kasur sambil menangis. Air matanya mengalir terus menerus sambil memegang selimut yang melekat di tubuhnya.


Tiba-tiba..


Ceklek..


Pintu terbuka..


Lusi pun langsung menoleh ke arah pintu itu. Dan betapa kagetnya saat melihat Adit.


"Apa yang baru saja terjadi, kenapa saya disini!!!" ucap Lusi.


"Kamu tenang dulu jangan panik" ucap Adit menenangkan.


Lusi pun berdiri dan menghampiri Adit dengan selimut yang ia sengaja pakai untuk menutupi tubuh polosnya.


"Pak apa yang terjadi sebenarnya? " tanya Lusi dengan nada tinggi.


"Ya.. Apalagi kalau bukan kita melakukannya"


"melakukan apa? " tanya Lusi.


"Sepakat apa pak. Saya tidak membuat kesepakatan apapun" ucap Lusi bingung.


"Lusi.. Kamu sudah menyepakati. Bahwa kita melakukan ini atas keinginan kita berdua"


Lusi pun tampak kaget dan tak percaya dengan ucapan Adit.


"Bapak jangan mengada ngada, pasti bapak mengarang cerita kan" ucap Lusi.


"Iya saya serius"


Lusi pun bertambah sedih.


"Bapak kenapa melakukan ini kepada saya!!!" Lusi tampak shock.


" Asal kamu tahu, Kalau saja saya tidak menolongmu. Mungkin saja dirimu sudah habis dengan tiga orang pria itu"


Lusi pun tampak menggelengkan kepalanya seolah tak percaya.


"Tapi kenapa harus begini" ucap Lusi kecewa.


"Lebih baik kamu melakukannya ini sama saya kan. Dibanding sama mereka" ucap Adit


Lusi pun tampak menangis dan tak habis pikir yang ia alami.


"Asal kamu tahu Lusi. Sebetulnya saya kaget. Ternyata wanita sepolos kamu sudah tidak gadis lagi" ucap Adit dengan gampangnya menceritakan itu.


Lusi pun tampak kaget lagi dengan ucapan Adit yang membahas itu. Bagaimana tidak. Jika adit tahu bahwa dirinya sudah tak gadis lagi. Itu artinya Adit benar-benar sudah mencoba tubuh Lusi.


Tubuh Lusi, yang ia peruntukan hanya untuk suaminya. Ternyata sudah di cicipi orang lain. Sungguh terlalu..


"Beraninya bapak bicara begitu, Saya masih gadis atau pun tidak. Tidak ada urusannya sama sekali buat bapak" ucap Lusi kesal.


"Saya yakin kamu pun sudah sering melakukannya ke banyak pria lain kan" ucap Adit


"Bapak tahu apa tentang saya" ucap Lusi.


"Dan saya peringatkan satu hal. Saya tidak mungkin membuat kesepakatan sebodoh ini !!!" ucap Lusi marah dan bicara dengan nada tinggi


"Saya tahu kamu pasti menikmati permainan saya tadi malam kan. " ucap Adit.


"Apa bapak bilang!!! .. menikmati!!! Bapak sadar diri gak sih.. Bapak itu cuma PRIA TUA, JELEK dan bau tanah!!! Harusnya bapak ngaca!!! Tidak mungkin saya menikmatinya" ucap Lusi emosi karena sangat kesal.


Mungkin baru kali ini Lusi menghina seseorang dengan sebutan jelek.


Lalu dengan mudahnya Adit pun malah menampar Lusi.


PLAKKKKKKK suara tamparan yang dilayangkan oleh Adit. Dan mengenai pipi Lusi.

__ADS_1


Wajah Lusi terlempar kesamping dan meninggalkan bekas merah dipipinya.


Lusi pun kembali menangis atas tamparan Adit yang bukan sekedar menyakiti pipinya tapi juga hatinya.


"Berani sekali kamu bicara begitu setelah apa yang kita lakukan tadi malam!!!" ucap Adit kesal.


"Bapak pun Berani sekali menampar saya setelah apa yang sudah bapak lakukan terhadap saya tadi malam" ucap Lusi membalikan omongan Adit.


Kalau saja Lusi tak memegangi selimut yang terbalut ditubuhnya. Lusi pun juga akan menampar Adit dengan keras. Bahkan memukulnya.


Lusi pun menangis terisak.


"Dimana hati nurani Bapak. Saya punya harga diri, jangan hanya karena bapak sudah menolong saya. Bapak seenaknya melakukan apa saja pada diri saya. Sekarang biarkan saya pulang. Berikan baju saya" ucap Lusi.


"Baju kamu yang mana. Baju kamu sudah sobek. untuk apa kamu mencarinya"


"Segera berikan baju apa saja.. Saya mau pulang!!!" teriak Lusi sambil menangis.


"Tidak bisa.. Saya mau kita melakukannya lagi"


"Pak jangan kurang ajar sama saya" ucap Lusi.


Adit pun tidak peduli lagi.. mendorong Lusi ke kasur dan ingin melakukannya lagi. Kali ini Adit ingin merasakan Lusi, dalam keadaan sadar.


"Semua sudah terlanjur Lusi.. Kali ini saya ingin mengulanginya" ucap Adit menghampiri Lusi diatas kasur.


Lusi pun tampak kesal dan ingin memukul Adit dengan pas bunga yang ada di nakas. Namun saat Lusi melakukan itu Adit bukannya melepaskan Lusi. Malah semakin kesal pada Lusi. Adit pun lansung merampas pas bunga di tangan Lusi dan melemparnya..


Adit pun langsung melancarkan serangan pada Lusi dengan memaksa Lusi. Lusi pun tampak tak bisa lepas dari Adit.


Lusi pun sangat sangat sedih saat itu..


Bagaimana tidak, Adit adalah orang yang sudah Lusi anggap baik itu. telah tega melakukan semua kepada Lusi. Meminta tolong pun dirasa percuma. Karena ternyata kamar yang Adit kedap suara.


Adit pun menarik kasar selimut yang menutupi tubuh Lusi. Lalu memeluk Lusi dan berusaha menciumnya.


Dengan cepat tangan Lusi pun mencari senjata yang ada di laci nakas. Dengan meraba-raba ,Dan beruntung Lusi pun menemukan sebuah pisau cutter.


Lalu Lusi pun menodongkan pisau cutter itu ke leher Adit yang berada di hadapannya.


"Bapak mundur atau saya akan membunuh bapak" ucap Lusi mengancam Adit.


"Kamu berani membunuh saya"


"Tentu saja, buat apa saya takut"


Adit pun tampak takut melihat Lusi yang tampak berani sambil menatapnya tajam.


"Turunkan segera.. " ucap Adit perlahan-lahan Menghindar dari Lusi.


"Bapak cepet pergi atau saya akan membunuh bapak. Jika bapak saja bisa berbuat nekat. Saya jauh akan lebih nekat. Dan biarkan saya pulang"


Adit tampak takut. Adit pun langsung keluar dari kamar.


Saat Adit keluar..


Lusi pun dengan cepat mengambil baju Adit di lemari dengan asal. Baju apa saja kali ini. Asal Lusi bisa keluar dari rumah Adit.


Lusi pun mengambil kemeja dan celana Adit. Tidak peduli bila harus kebesaran yang penting bisa menutupi tubuhnya.


Lusi pun tidak melepaskan sama sekali pisau cutter yang berada di tangannya. Karena ia tahu ini untuk perlindungan dirinya.


Lalu Lusi pun dengan cepat meninggalkan rumah Adit. Dan kelupaan untuk membawa tasnya. Padahal di tasnya itu ada benda penting berupa dompet dan ponsel miliknya.


Lusi pun berlari dengan sekuat tenaga. Lusi pun berlari terus tidak peduli sampai mana yang penting ia bisa pergi jauh dari Adit.


Namun di tengah jalan karena Lusi belom makan dari kemarin dan kondisi tubuhnya sedang tidak fit. Tiba-tiba Lusi pingsan di tengah jalan.


Lalu orang-orang pun berkeremun menghampiri Lusi yang pingsan.


Dan tak sengaja Viola yang ingin berangkat ke kantor. Penasaran, melihat kerumunan itu. Dan betapa kagetnya Viola saat melihat ternyata Lusi yang pingsan.


"Ya ampun saya kenal dia" ucap Viola masuk ke krumnunan itu. "Dia teman saya!?"


Lalu Lusi pun di bawa ke dalam mobil milik Viola.


Lalu apakah yg terjadi nanti... ?


Tapi kayanya kalau di tangan Viola sih, Lusi akan baik dan aman-aman saja.


****


Maaf klo mungkin kepanjangan kadang satu partnya aja banyak banget alur ceritanya.. Abis bagaimana ya.. Kalau bikin dua part,, kadang klo nanggung2 gak enak gitu rasanya.. Hehe


autor modal nekat kayanya sih emang cuman gua doang. uda tahu yang baca dikit tp tetep aja punya episode yg banyak.. yah.. ga putus semangat juga sih. walau gak ada yg kasih semangat... hehheh


tp kayanya kayanya utk beberapa hari kedepan eike gak up dulu.. ada urusan keluarga.. jadi mgkn nanti kali ya... sabtu atau minggu. atau senin..


Pokoknya like lah.


Like..


Like


Like


Like.. Like


Like


.

__ADS_1


n mohon maaf klo ini terlalu dewasa..


Hatur nuhun..


__ADS_2