
Part 52 (Fitting baju pengantin) (sesion2)
Keesokan harinya..
Hari ini Lusi sudah bersiap-siap pergi ke Jakarta ingin menemui Juna dengan maksud mendamaikan ia dengan kakaknya. Namun belom sampai ia keluar rumah sudah dilarang pergi oleh sang Ibu.
"Mau kemana?" tanya Ibu sambil memandang putrinya itu.
"Ke Jakarta" jawab Lusi.
"mau ngapain kesana" tanya ibu lagi dengan tatapan penuh investigasi.
"Nemuin Juna"
"Lusi kamu ini ya. Nikah tinggal seminggu lagi malah ngayap jauh2" ucap Ibu sedikit mengomel.
"Iya bu ga jadi" ucap Lusi pasrah.
Tak lama waktu berselang kemudian. Terlihat Rian datang. Ibu pun sedikit memandang tajam Lusi.
"Tuh kan bener. Coba kalau kamu pergi. Rian bisa kecewa" ucap Ibu membela rian. Dan menyalahkan Lusi.
Lalu Lusi pun menemui Rian di ruang tamu.
"Ada apa lagi" ucap Lusi jutek
"Haruskah pertanyaan itu kamu lontarkan kepada calon suami mu ini" lirik Rian dengan tatapan tajam.
Lalu Lusi pun menghela nafasnya.
"Ada apa honey" ucap Lusi sambil tersenyum. Kali ini dengan suara yang lembut.
"Bisakah tidak selembut ini. Aku geli mendengarnya" ucap Rian.
Aish nih orang ngajak berantem ya. Benak Lusi kesal.
__ADS_1
Tiba-tiba saja ibu menyajikan suguhan. Ketika Lusi cek. Haah.. Ternyata brownies pemberian kak Elfa untuk Juna.. Rasa-rasanya Lusi ingin menariknya kembali. Tapi tidak mungkin itu sudah tersaji.
Lalu Rian pun memakannya dengan lahap. Dan ia memakannya nyaris habis.
Ini orang pulang nyangkul, Doyan apa laper sih benak Lusi.
"Maaf ya bu. Rupanya perjalanan Jakarta Bandung itu membuat saya lapar" ucap Rian sambil mengambil dan memakan brownies itu secara kontinu.
Terus aja abisin dasar rakus.
"Gak apa-apa abisin aja nak Rian" ucap Ibu.
Ya ampun.. Ibu.. malah nambah-namgbahin.
Lalu Lusi pun mendekati ibunya yang sedang berdiri. Dan menariknya pelan lalu berbisik.
"Ibu tahu gak? itu kue buat Juna"
Lalu Ibu pun mencubit kecil lengan anaknya.
Lusi pun hanya menarik napas panjang saat ibu menyalahkan dirinya.
ini bukan soal pikiran tapi soal amanah.. maafin aku kak elfa browniesnya di makan Rian.
Lalu Lusi pun duduk kembali sambil sedikit kesal melihat Rian.
"Tadinya aku kesini mau ajak fiting baju nikah. Tapi sepertinya kamu tak mengharapkannya. Yaudah.. baju pernikahannya aku yang pilih aja" ucap Rian.
"tunggu.. tunggu.. yaudah ayok.. Aku ikut" ucap Lusi.
Lalu setelah itu Rian dan Lusi pergi, untuk melakukan fiting. Sesampainya Lusi di tawarkan beberapa baju. Lalu Lusi mencoba beberapa baju yang dipilihkan Rian.
"Apa apaan ini. Masa bajunya seksi begini" ucap Lusi sambil bercermin melihat dirinya.
Lalu Lusi menemui Rian. Dan protes kepadanya.
__ADS_1
"Rian.. Ini bajunya terlalu seksi. nanti akan ada banyak orang yang melihat aku malu.. Ada pak Rt, Pak Rw, pak lurah dan bapak bapak lainnya. Aku malu kalau seksi. kamu lihat... belahan pahanya terlalu tinggi. Dadanya juga sangat terbuka" ucap Lusi kesal.
Dan Rian dengan santainya menjawab..
"Terserah kamu lah, mau pakai daster, mau pakai baju bola, baju tidur kek. Enaknya kamu ajalah" ucap Rian sambil duduk sibuk main hape.
"Yaudah mba pilihkan saja baju adat sunda yang elegan dan sopan ya" ucap Lusi kepada pemilik jasa perias pengantin.
Lalu Lusi pun memilih kebaya dengan adat Sunda. Berikut juga dengan pakaian prianya. Dan Lusi pun mencoba.
"Nah ini baru bagus" ucap Lusi sambil bercermin. Memandang baju kebaya putih yang ia kenakan.
sebenarnya pernikahan ini keinginan siapa sih. Si Rian gak ada antusias sama sekali. Ia daritadi malah duduk sibuk terus dengan hapenya. benak Lusi kesal.
Lalu setelah itu mereka pun pulang. Saat di perjalanan.
"Untuk acara nikahan kita, tamu undangannya hanya 20 orang. Tidak bisa lebih" ucap Rian fokus menyetir.
"Rian.. Ini tuh acara nikahan bukan arisan. Keluarga besar aku itu lebih dari 20 orang" ucap Lusi..
"Ikutin aja. Jangan cerewet" ucap Rian tegas.
"Terserah kamu lah" ucap Lusi masa bodo.
"Pokoknya kamu yang jelasin soal jumlah tamu udangan ke Ayah kamu. Aku gak mau tau. No debat!!! " ucap Rian dengan raut wajah yang mengesalkan
"Iya iya" ucap Lusi kesal.
.
.
.
.
__ADS_1
. jangan lupa like