Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Fixed Itu Kakak Gue


__ADS_3

Part 136 (Fixed itu kakak gue)(Sesion 2)


Siang hari, sangat cerah tampak burung-burung berkicau. Dan semilir angin berhembus.


Tampak Fany(adiknya Zelda) sedang berjalan jalan ke Mall. Buang duit untuk hobynya yaitu shopping. Namun Fany juga bingung sebenrnya mau beli apaan di mall. karena kan dia udah punya semua. Jadi yaudahlah jalan jalan ajah.


Lalu ia memutuskan untuk berhenti dulu makan di Restaurant yang ada di mall itu. Tiba-tiba ia melihat sesosok orang seperti Lusi. Fany yang sudah lama tidak berkomunikasi dan merasa rindu dengan sahabatnya Lusi. Ia pun senang dapat bertemu dengannya. Dengan cepat Fany pun menghampirinya.


"Hey kak Lusi..." Ucap Fany sambil menepuk punggungnya. "Kamu kemana aja"


Lalu yang di tepuk punggungnya itu pun menoleh dan ternyata bukan Lusi tapi Lisa.


"Oh sorry, aku kira temen aku" ucap Fany.


"Tadi kamu bilang siapa, Lusi..." Ucap Lisa kaget.


"Iya, kamu sekilas mirip sama temen aku itu"


Lisa pun tersenyum. "Iya, aku juga punya kakak namanya Lusi"


"Owalah kok bisa ya"


"Lusi yang kamu maksud itu yang kuliah di Yogja bukan" tanya Lisa.


"Iya bener-bener. Namanya Lusi Amelia" ucap Fany memastikan lagi.


"Fixed itu kakak gue" jawab Lisa


"Pantesan agak mirip ya"


"Hehehhe, ya dong kan kita satu emak satu bapak..cuma beda habitat aja" ucap Lisa.


"kamu sibuk gak, aku mau ngbrol bentar" ucap Fany.


"Maaf ya.. buru-buru soalnya"


"aku traktir makan"


"Oke boleh deh" jawab Lisa.


Lisa pun akhirnya menemani Fany makan di restoran. dan memilih makanan yang mahal dong ya.


"pilih apa aja yang disuka. aku bakal bayar semua. kalau buat aku samain ajah deh" ucap Fany.


"Haduh.. makasih loh" jawab Lisa.


lalu tampak Lisa yang membuka buku menu sambil memilih makanan. sedangkan hanya Fany memperhatikan Lisa yang mukanya sekilas mirip Lusi. Tapi memang lebih cantik Lusi yang terlihat lebih menawan hati dan anggun. sangat berbeda juga sih untuk sifat. kalau Lusi tipikal orang yang tidak enakan jika di beri kebaikan. kalau Lisa sebaliknya, tipikal orang yang aji mumpung kalau di kasih kebaikan. setelah tampak Lisa selesai memesan Fany pun kembali memulai obrolan.


"aku kenal Kakak kamu waktu kakak kamu masih kuliah. Sekarang Lost contact sama dia. aku mau tahu Sekarang Kak Lusi gimana kabarnya?" tanya Fany sambil melihat Lisa dengan tajam.


"Menyedihkan" jawab Lisa.


"Menyedihkan bagaimana?" tanya Fany kaget.


"Ya panjang lah ceritanya, intinya aja ya. Dia ditinggalin tuh Ama suaminya. Suaminya lebih milih wanita lain. padahal lagi hamil"


"Oh my God" ucap Fany memijat keningnya. "Boleh tahu siapa nama suaminya?"

__ADS_1


"Namanya Rian" jawab Lisa


"Hah.. apa.. Rian" Fany kaget.


"Kenapa, kenal??" tanya Lisa.


"Mm boleh lihat fotonya"


"Bentar ya. cari dulu" ucap Lisa sambil membuka sosmed milik Rian di hp nya. "Nah ini...."


Fany pun tampak kaget, ternyata yang Lisa maksud itu adalah tunangan dari kakaknya sendiri yaitu Zelda.


"oh my God"


"kamu.. kaya kaget gitu" ucap Lisa heran.


" boleh minta nomer Kak Lusi yang baru" ucap Fany.


"Boleh.." Lisa memberikan nomernya.


Fany pun tampak mencatat di handphonenya.


Lalu Fany pun sejenak terdiam dan tampak shock.


" kenapa kok bengong" tanya Lisa.


"oh gak apa-apa.." jawab Fany


"Oke thanks, aku balik ya Lisa. makasih atas waktunya... Nice to meet you" ucap Fany tersnyum langsung pergi. dan tidak lupa membayar semua yang sudah di pesan.


"aneh banget sih tuh orang. dia yang mau ngajak gue makan tapi dia sendiri yang ninggalin gue"gumam Lisa heran. "biarin aja lah. tapi kayanya sih dia orangnya baik"


***


Terlihat Rian yang malamnya sengaja datang kerumah Zelda saat itu. Rian datang mengetuk pintu dengan langkah penuh keyakinan untuk menemui Sandy. kali ini tampak Rian yang ingin mengakui semua kesalahan dirinya pada Zelda dan keluarga. karena telah menutupi status pernikahannya dengan Lusi.


"Rian silahkan duduk" ucap Pak Sandy orang tua Zelda yang menerima baik kedatangan Rian.


Lalu Rian pun duduk. Malam itu memang tampak Zelda dan Fany juga sedang makan malam bersama. sedangkan Bu Nova yaitu Ibunya Zelda sedang tidak di tempat.


"Kedatangan saya kesini sebenarnya bukan untuk makan malam. Tapi untuk membicarakan pernikahan" ucap Rian.


"Ya, silahkan. Memang kita harus membicarakannya kan. Bagaimana mau tanggal berapa Rian. Kita majukan mungkin memang lebih baik" ucap pak sandy tersenyum menatap Rian.


Tampak Fany yang memang sudah tahu tentang Rian yang suaminya Lusi pun. melihat Rian dengan tatapan kesal dan benci.


Sementara Zelda tampak memperhatikan Rian.


"Bukan. Bukan soal tanggal. Tapi sebenarnya.." ucap Rian gugup. "saya ingin membatalkannya. Saya ingin membatalkan pernikahan saya dengan Zelda" ucap Rian.


Lalu tampak Pak Sandy yang langsung kaget dan tampak kesal. Begitu mendengar apa yang dikatakan Rian. begitu pun juga dengan Zelda.


"Apa kata kamu barusan. Kamu jangan bercanda Rian!" ucap Pak Sandy kesal.


"Selama ini saya sudah salah om, selama ini saya menyembunyikan pernikahan saya di depan semua orang" ucap Rian mengakui kesalahannya.


Pak Sandy pun tampak kaget dan sangat kesal saat itu pada Rian.

__ADS_1


"Sebenarnya, saya sudah menikah dengan wanita lain dan kini ia sedang hamil" ucap Rian.


Lalu tampak Pak Sandy yang langsung berdiri, dan menarik kerah baju Rian langsung memukul Rian.


buuggggg


"Beraninya kamu mempermainkan saya" ucap Pak Sandy kesal. menatap Rian tajam.


Wajah Rian pun tampak memerah karena kena pukul. Rian pun tampak memegang wajahnya kesakitan.


"Saya mungkin salah telah membohongi Om dan Zelda. Tapi saya tidak bisa membohongi diri saya sendiri. saya tidak bisa menelantarkan istri saya om. Om boleh marah dan memukuli saya. Tapi saya jujur tidak bisa meninggalkan istri saya. saya juga sangat menyesal sudah melakukan kebohongan ini" ucap Rian.


"Beraninya kamu sudah menipu saya" ucap Sandy kesal.


"maaf kan saya om"


Lalu tak lama tampak Sandy yang memanggil asistennya beberapa orang. Dan lalu mereka memukuli Rian hingga babak belur.


tampak Rian yang cuma bisa menerima dan kesakitan dengan pukulan itu.


Tiba-tiba tampak Fany yang menghentikan semua. "Stopp..!!!!." Ucap Fany dengan nada tinggi..


Rian pun tampak tersungkur dan kesakitan. Rian pun ikhlas menerima semuanya karena memang hanya dengan cara ini Rian mampu mengakhiri hubungannya dengan Zelda. Walaupun harus mempertaruhkan nyawanya sendiri. Fany tampak mulai berbicara di depan keluarganya.


"Pi.. Mungkin Rian memang salah karena sudah tidak jujur dengan kita. Tapi Rian juga tidak salah, bila dia ingin bertanggung jawab atas istrinya yang kini sedang hamil" ucap Fany berdiri dan menatap papinya dan Zelda.


"Papi.." ucap Fany. " lebih baik kita tahu semua ini di awal. Dibanding harus di akhir. Saya yakin kak Zelda pun bisa menerima keadaan ini"


Zelda pun hanya tampak menangis. Menerima kenyataan pahit bahwa dirinya telah ditipu oleh Rian.


"saya akan membuat kamu menyesal Rian", ucap Sandy kesal.


"Pi Fany mohon. buka hati Papi. Bayangkan jika ternyata anak perempuan Papi yang ditinggalkan oleh suaminya pada saat hamil. dan Bayangkan juga jika ternyata cucu papi yang ditinggalkan oleh ayahnya.. Rasanya pasti akan sakit pi, sakit" ucap Fany berusaha membuka hati papinya yang sangat kesal.


"Cukup cukup. semua sudah cukup" ucap Zelda menangis. "Pergilah Rian..." Lalu Zelda pun melangkahkan kakinya pergi dan masuk kedalam kamar sambil menangis.


"Saya kecewa sama kamu Rian.. saya kecewa" ucap pak Sandy yang juga pergi meninggalkan Rian.


lalu tampak Fany menghela napas panjangnya..


Kini tampak Fany dan Rian saja di ruang makan.


"Terimakasih Fany, kamu sudah membela saya" ucap Rian yang masih tersungkur kesakitan karena dipukuli.


"Jangan ge'er dulu aku bela kamu. karena Kak Lusi, bukan murni karena kamu" ucap Fany. "Aku pun sangat benci sama kamu Rian, yang sudah menipu kakak ku"


"Kamu kenal sama Lusi" ucap Rian.


"Kenal. Kenal banget malah"


"sebenarnya aku ingin sekali menampar mu bolak balik karena sudah menyakiti kak Lusi dan juga kak Zelda. tapi karena kamu udah babak belur. gak jadi.."


"Maafkan aku Fany" jawab Rian.


"kalau emang kamu cinta sama kak Lusi. Sekarang aku pinta kamu jaga kak Lusi. Aku gak mau denger kamu nyakitin dia lagi.." ucap Fany. "bagaimana pun kak Lusi sudah aku anggap seperti kakakku sendiri. aku tidak tega bila mendengar ia selalu tersakiti lagi. kak Lusi orang baik Rian. tidak sepantasnya kamu menyakitinya"


"Iya, saya akan menjaganya Fany. kamu tenang saja" ucap Rian.

__ADS_1


*********


gaes maaf kalau mungkin ceritanya ngebosenin ya maklum lah . aku hanya manusia biasa. tapi like like like ya...


__ADS_2