Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Berita Viral


__ADS_3

Part 141(Berita Viral)(sesion 2)


Pukul 03.30 dini hari..


Hari sudah menjelang subuh. Meskipun Lusi yang tertimpa musibah bukan berarti Lusi bangun paling akhir. Justru Lusi lah yang paling lebih dulu bangun. Ia pun tampak kaget melihat Rian yang berada disampingnya. Rian dengan setia menemani sambil memeluknya tubuh Lusi dari belakang. Lalu Lusi pun bangun dan duduk. dan Lusi lebih kaget lagi, sudah ada Juna di sebelah Rian. Dan Lisa.. terpental jauh tidur dekat tv.


"Eh ini kok rame banget disini, tidur disini semua" ucap Lusi heran.


Lalu Lusi pun melihat sekeliling. Dan ia pun masih tidak percaya dengan apa yang terjadi semalem. Dan ini ditambah lagi semua orang pada menginap disini.


Lalu Lusi pun langsung sedikit merapihkan barang-barang yang kemarin terjun berantakan itu dilantai, yang memang belum semua ia rapihkan.


Tak lama Juna pun membuka matanya melihat Lusi yang sudah terbangun. Juna pun tampak tersenyum melihat Lusi.


"Eh kamu udah bangun" ucap Juna sambil tersenyum.


Lusi pun hanya diam melihat Juna yang cengir-cengir sendiri.


Tak lama Rian pun juga membuka matanya. Dan kaget melihat Juna yang sudah bangun memperhatikan Lusi.


"Hey kenapa dia ada disini" ucap Rian kaget.


"Ada juga lu yang kenapa ada disini" ucap Juna kesal kesal


"Lah, lu ngapain lagi tidur disamping gue" ucap Rian langsung beranjak. "Jangan-jangan lu mau deketin istri gue ya"


"Tadi nya sih gitu, tapi pas anjing penjaganya nya dah bangun gak jadi" ucap Juna.


"Lu cari kesempatan.." ucap Rian kesal.


"Makanya punya bini tuh di jagain jangan di tinggalin. Giliran di deketin malah marah.."


"Eh, lu ngajak ribut"


"Daritadi kali kita udah ribut. Kenapa lu baru sadar.."


"Eh bener ngajak berantem nih" ucap Rian memandang Juna kesal.


Ucapan mereka yang cukup membuat karamaian pun berhasil membuat Lisa terbangun juga.


"Ya ampun ini berisik amat sih" ucap Lisa terbangun. "Wah ini pasti lagi ngeributin kak Lusi. aduh.. Udah kak yarin aja jangan di pisahin biarin dia pada berantem. Pasti seruu..."


Lusi pun menghela napasnya. " kalian berdua lebih baik. Ke masjid sudah mau masuk subuh" ucap Lusi.


"Iya sayang pasti" jawab Juna.


"Heh, sayang.. sayang.. Jangan sembarangan panggil istri orang pake kata sayang ya" ucap Rian marah.


"Hei.. kata sayang itu kan makna nya luas.. sayang sebagai kakak. Sayang sebagai teman. Kan bisa.. Gak selalu sayang sebagai kekasih. Tapi itu sih tergantung Lusi mau anggap apa. Kekasih juga gak apa-apa" jawab Juna.


"ngarep lu" ucap Rian.


Lusi pun tak menghiraukan keduanya.


Lalu Lusi pun bercermin melihat dirinya, yaitu pada bagian bibir yang terlihat membengkak dan membiru karena ulah si Adit tadi malam.


Eh,, jadi bengkak begini benak Lusi sambil melihat di cermin.


"Kenapa kak?" Tanya Lisa.


"Kamu gak apa-apa" tanya Rian.


"Mm bibirnya jadi begini ya" ucap Lusi sambil bercermin.


"Kenapa sih kak?" Tanya Lisa heran.


Lusi pun menghela napas lagi. "kayanya kostan ini udah gak aman kakak takut juga kalau kamu jadi kena imbasnya Lisa.. kamu lihat pintu itu di bobol juga sama Adit" Ucap Lusi.


Lalu Juna pun menghampiri dan melihat pintu.


"Oia ya, ini bener di bobol .. yaudah nanti pulang solat subuh. aku benerin" ucap Juna sambil mengecek pintu.


"Yaudah lu benerin dah Jun. Kalau kita mah gak mungkin bisa. tadi malem aku gak terlalu perhatiin kalau pintu itu rusak" ucap Lisa.


"Gua ajah, gua ajah. Yang benerin jangan dia.." sahut Rian.


"Hah.. udah gak usah Rian. Lu tar ke kantor kan pagi .. Gue ajah.." ucap Juna.


"Yaudah makasih ya. Inget pintu ya yang lu benerin jangan yang lain" ucap Rian.


Lalu Rian dan Juna pun pergi ke masjid..


Pulang dari masjid tampak Rian yang masih mengkhawatirkan kondisi Lusi, terutama keadaan psikisnya.


"Kamu kalau sekiranya gak kuat kerja. Istirahat aja ya" ucap Rian


Lusi pun menggelengkan kepalanya.


"Gak apa-apa. Aku gak apa-apa"


"Yakin"


"Iya.."


Lalu tampak Rian yang memeluk Lusi. Lusi pun tampak menangis tersedu.


"Aku gak tahu Rian kalau tadi malam kamu gak datang pasti aku gak tahu lagi dengan nasib ku. Huhuhuh" ucap Lusi yang menangis.


Tampak Lusi yang masih terlihat sangat hancur. "Aku takut Rian. Aku takut"


Rian pun mendekap sang istri.


"Sudah kamu jangan nangis"


Lalu Rian dan pun pulang. Karena memang pagi ini Rian harus meeting di kantor.. di tambah lagi Rian tak membawa pakaian untuk ke kantor. Jadi memang harus pulang.


Lalu Lusi pun mempersiapkan diri juga untuk berangkat ke kantor.. meski masih terasa membekas kejadian tadi malam. Namun Lusi tetap harus pergi. Siapa tahu dengan ia kantor hatinya bisa lebih tenang. Lusi pun tidak lupa juga mengobati luka dibibirnya.


Lusi bersiap diri.


Lusi sudah tidak mau lagi menutup kehamilannya. Lusi pun juga harus percaya diri dengan perutnya yang kini semakin membesar dan tak bisa di sembunyikan lagi. Lusi pun berangkat dengan baju kantor ala orang hamil. Ya,, dengan celana hamil dan baju yang lebih lebar pastinya.

__ADS_1


Kali ini Lusi berangkat di antar oleh adiknya Lisa. Selama di perjalanan Lusi pun tampak melamun. Karena rasanya masih terasa sakit bila mengingat kejadian tadi malam. Lusi pun tidak kuasa untuk menceritakan semuanya kembali., Pada sang adik.


Dan setelah ini Lusi pun ingin pindah ke tempat kost yang lebih ketat lagi penjagaannya agar tidak dimasuki oleh orang asing.


Tak lama mereka sampai.


"terimakasih ya Lisa.." ucap Lusi turun dari mobilnya adiknya.


"Iya kak"


........


Lalu lusi pun berjalan memasuki kantornya dan bersiap untuk naik lift.


Tiba-tiba....


Kring... Kring.. suara ponsel berbunyi.


Lusi pun mengangkat nomer asing yang tak ia kenali itu.


Saat diangkat suara telepon dengan nada ancaman.


"Lusi.. kamu akan menyesal. Kamu akan menyesal. .." ucapnya di telepon. Dan Lusi menyadari bahwa itu adalah suara Adit


Tanpa Lusi berbicara sepatah kata pun.


Tiba tiba telepon itu pun langsung tertutup..


Tut.. Tut..Tut..


Lusi pun hanya menarik napas dalamnya. Karena ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Adit setelah ini.


"Ya Allah ada apa lagi ini"


Lalu Lusi pun masuk kedalam kantor. Banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya. Seketika Lusi yang keluar dari lift.


bertemu Mella di lantai7..


"Lu itu udah gak punya rasa, gak tahu malu ya" ucap Mela sinis.


Lusi pun merasa aneh pada Mela yang memang sudah langganan sekali menghina dirinya. Namun kali ini ia tampak membawa temannya.


Maksudnya apalagi nih bawa bawa temen. Mau ngeroyok


"Kenapa sih Mel.." tanya Lusi yang juga memandangnya sini.


"Jangan belagak gak tahu. lu kan yang sok jadi pahlawan kesiangan.. yang udah bikin pacar gue Erik dikeluarin dari sini. Lu jangan ngerasa paling bener.. lu sadar diri gak sih kalau lu pun gak bagus bagus amat. Lu aja hamil anak haram"


Seketika Lusi pun langsung menarik napas nya lebih dalam dengan ucapan Mela yang begitu berani.


"Mel.. gak ada di dunia ini anak yang terlahir haram. Kalau pun ada bukan anaknya yang haram" ucap Lusi.


"Heh, semua orang juga dah tahu kelakuan bejat lu. Sok ceramahin gue"


"Bejat apa sih Mel. Perempuan hamil ya wajar Mel.. kecuali aku laki-laki terus aku hamil. Baru aneh"


"Heh dasar emang gak punya malu "


Saat di sela sela jam kerja..


Lusi pun turun ke lantai tiga untuk mengambil berkas.


Kali ini ada tampak lain. Banyak yang memperhatikan Lusi dengan tatapan yang tidak biasa. dan bukan cuma Mela aja kali ini. Tapi hampir semua orang kantor yang melihat Lusi dengan cara yang beda. Lusi pun tidak tahu apa yang menjadi kesalahan dirinya. Pada semua orang hari ini.


Apalagi di mata pria, Padahal selama ini Lusi selalu berpaiakaian sopan. Banyak tatapan mata yang menggoda Lusi namun tak jarang juga ada yang memandang Lusi sinis. Apa mungkin karena Lusi hamil..


Lusi pun tampak terdiam disaat Lusi dipandang dengan tatapan yang tidak biasa itu.


"Swwiitt....swiit mantap ya.." ucap salah satu teman pria.


"Hehehehe mantap.."


Lusi pun hanya diam tidak menyahuti. Namun terasa muak sekali mendengar itu.


"Dasar gak punya muka" ucap temen kantor wanitanya.


Lusi pun tampak membulatkan matanya. Seolah tak percaya.


Nih orang pada kenapa ya hari ini.. benak Lusi heran.


Lusi pun kembali ke lantai 7.


Dan duduk di meja kerjanya lagi. Sambil menatap layar komputernya.


Tiba-tiba..


"Mba kira cuma gosip, kamu punya hubungan sama pak Adit. Ternyata semua itu benar ya" ucap Mba Santi.


"Maksudnya apa mba..." Tanya Lusi.


"Lusi, kamu kalau mau punya pacar siapapun mba gak ngelarang. Siapapun itu.. tapi please jangan Adit"


"Aduh mba apa sih mba.. saya gak mungkin sama dia"


"Tau gak sih berita kamu lagi ramai di group Wa kantor" ucap mba Santi.


"Ha.. Berita apa mba?" Tanya Lusi kaget sekaligus penasaran.


Lalu Mba Sinta memberikan handphonenya kepada Lusi. Agar Lusi melihatnya. Lusi pun merasa tidak tahu. Karena memang hp Lusi itu jadul. Yang cuma bisa telpon dan SMS.


Lusi yang melihat pun langsung kaget.


"Astagfirullahaladzim" ucap Lusi kaget, melihat video dengan Adit dalam satu ranjang. Lusi tampak tak sadar dan memejamkan matanya kala itu.


Namun video itu jelas mempertontonkan wajah Lusi yang seolah pasrah mendapat ciuman panas dari Adit. Terlihat Adit yang sedang meniduri Lusi.


"Ya ampun ini kenapa ada disini"


Saat melihat itu semua..


Lusi pun menangis dan ini yang membuat orang lain memandang Lusi sinis.

__ADS_1


Huhuhuhu... Tangisan Lusi pun pecah.


Hatinya Lusi pun hancur melihat dirinya. Ia tidak percaya bahwa Adit akan Setega itu.


Lusi pun tampak menangis tersedu menyaksikan itu semua di depan matanya.


"Ya Allah mba, Adit kok tega banget kirim ini di group kantor sih mbak" ucap Lusi tak kuasa menahan air mata.


Lalu Lusi pun tampak tak berani kemana-mana ia pun hanya menunduk dan menutupi wajahnya dengan tas.


Kenapa Adit tega melakukan ini. Benak Lusi.


Dan tampak orang kantor yang lain pun mulai kepo dengan karyawan yang kali ini viral karena video skandalnya itu.


Malah ada yang berasumsi bahwa anak yang Lusi kandung kini adalah anaknya Adit.


Tampak teman kantor yang lain sengaja datang ke meja kerja Lusi hanya untuk membully nya dengan tatapan sinis.


*Karena Autor ini gak tau caranya membully orang jadi gak ditulis ya*


Lusi pun hanya menangis.


mba Santi pun tampak memeluk Lusi. Mba Santi merasa ada yang aneh melihat tangisan Lusi yang tidak biasa itu.


Lusi pun hanya bisa menangis selama jam kerja di kantornya. Ia tidak fokus dengan semua pekerjaan hari ini. Rasanya ia ingin sekali pulang.


Hingga berita itu pun sampailah ke telinga Rian.


Rian yang tampak sibuk hari ini pun akhirnya melaksanan meeting dadakan Sebelum karyawan pulang.


Lusi pun yang masih punya urat malu itu.. jelas tidak mau ikut meeting. takut melihat setiap mata yang akan memandang nya penuh dengan hina. Rasanya Lusi takan sanggup untuk menerima itu semua. Lusi pun berniat tak mau ikut meeting sore itu.


Namun tiba-tiba Intan pun menarik tangan Lusi. Untuk ikut meeting.


"Ayolah meeting doang gak usah takut" ucap Intan.


"Aku malu Tan" ucap Lusi menangis.


"Gak apa-apa.." ucap Intan.


Lalu Lusi pun memberanikan diri. Sambil menutup wajahnya dengan tasnya. Seolah Lusi ini seperti tersangka yang disorot kamera. Dan Intan pun hanya menggandeng tangan Lusi. Intan disuruh Viola agar Lusi mau ikut meeting.


Sesampainya di ruang meeting. Lusi pun malu melihat teman sekantornya. Lusi pun menutupi seluruh wajahnya dengan tas yang ia bawa.


Tak lama tampak Rian datang tampilan gagah dan tampan itu. Lalu memimpin meeting.


Dan meeting di hadiri seluruh karyawan dan para petinggi perusahaan.


"Selamat siang semuanya.." ucap Rian.


"Selamat siang pak" jawab yang lain.


Tampak karyawan memperhatikan Rian.


"Kali ini ada berita yang saya ingin sampaikan kepada kalian... Bukan tentang perusahaan. Berita tidak penting namun bagi saya ini sangatlah penting. Selama ini saya mungkin salah menyembunyikannya dari kalian. Tapi saya rasa kalian juga harus tahu. selama ini sebenarnya saya punya istri, dan dia ada diantara kalian" ucap Rian.


Tampak yang lain pun bertanya tanya siapa ya.


"Selama ini saya menyembunyikannya. Dan Dia ada disini. Dia adalah istri saya, dia adalah Lusi..." ucap Rian.


Seluruh mata pun langsung memandang ke arah Lusi yang daritadi menutup wajahnya dengan tas.


"Sini maju kamu" ucap Rian memandang Lusi.


Lusi pun tampak tercengang.


"Iya kamu, yang kaya orang bingung. Maju sini" ucap Rian lagi.


Lalu Viola pun menggandeng Lusi dan membawanya ke hadapan Rian.


"Nah ini istri saya" ucap Rian. Lusi pun masih saja tampak malu menutup wajah nya.


"Saya sampaikan kepada kalian semua. Bagi siapa saja yang menyimpan dan menyebarkan video yang beredar saat ini. Antara Lusi dengan Adit. Saya pastikan saya akan memecat orang itu. paham!!! Dan satu lagi,, saya tidak mau mendengar dari kalian ada yang menghina istri saya dalam bentuk apapun. mengerti.."


"Iya pak mengerti" ucap Para karyawan.


"Kamu sekarang gak usah takut lagi.. kalau ada yang berani menghina kamu. Kamu tinggal bilang sama saya. Orang itu yang akan berurusan dengan saya. Paham Lusi"


"I.iya pak.."


"Apakah selama ini ada yang menjahati dan menghina kamu?" Tanya Rian.


Lusi pun sejenak terdiam dan menggelengkan kepalanya.


"Baiklah kalau tidak ada.. Saya dan Lusi sudah menikah delapan bulan yang lalu. Memang ini sedikit di rahasia kan karena memang ada beberapa alasan. Namun bukan berarti saya tidak mencintai istri saya ini. Saya sangat cinta dan sayang dengannya. Dan saya akan mempost foto pernikahan saya dengannya di group. Biar kalian lihat" ucap Rian.


Rian pun langsung menghapus video panas Lusi dan Adit itu di gorup WA. Dan mempostingnya foto baru yaitu pernikahannya dengan Lusi delapan bulan lalu. Lalu tampak karyawan yang lain membuka hpnya dan melihat foto Lusi dan Rian saat menikah. Barulah mereka benar-benar percaya.


Seketika Lusi pun tampak menjatuhkan air matanya.


Rian pun memandang wanita yang ia anggap lemah itu, dengan penuh cinta


"Sudahlah jangan nangis ya" ucap Rian menghapus air mata Lusi. "Kamu jangan nangis"


"kalau ditanya soal video itu. Kalian hanya perlu tahu. Adit yang sudah jahat kepada istri saya ini. Dan saya menyesal kenapa hal ini bisa tejadi pada Lusi. Saya sungguh sangat menyesalinya. Dan perlu saya sampaikan lagi.. anak yang didalam kandungan Lusi ini adalah anak saya. Jadi sudah tampak jelas siapa ayah dari anak Lusi. Dan kalau bicara hubungan saya dan Zelda jawabannya sudah berkahir. Cukup sekian dari saya Terimakasih"


Lalu Rian pun menutup meeting itu. Setelah itu Rian pun tampak menggandeng tangan Lusi dan membawanya keluar dari ruangan. Karena peraturannya boss duluan lah yang keluar dari ruang meeting baru yang lainnya.


Dan setelah itu tampak Rian yang yang pulang bersama Lusi dengan mobilnya.


Yang lain pun tampak kaget saat penguman itu disampaikan oleh boss mereka sendiri. Bahwa Lusi ini adalah istri dari boss mereka.


.............


Bau bau mau tamat nih.....


abis nulis ini aku kebawa mimpi dan jadi mimpi buruk... aku yang seorang ibu dari seorang anak perempuan.. rasanya takut... takut.. dan takut.. semua tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata hanya bisa berdoa.. saya mencintai anak perempuan saya. melebihi diri saya sendiri.. saya berharap dan selalu berdoa hidup anak saya selalu bahagia... karena saya tahu rasanya jadi perempuan itu susah.. susah guys susah.


tp ya hidup itu harus terus berjalan mau seberapa takut kita menghadapi dunia ini. karena Allah yang maha mengetahui apa yang hambanya tidak ketahui. dan hanya kepadaNya lah kita mengharapkan pertolongan serta perlindunganNya.. jadi selama Allah ada di hati kita. kita tak perlu takut. karena Allah lah yang menguatkan hati seorang hamba-Nya. dan jangan lupa bersyukur, bersujud, berdoa dan bertawakal hanya padaNya..


oke guys like like like ..

__ADS_1


__ADS_2