Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Cinta Lusi hanyalah ilusi


__ADS_3

Part 31


(cinta Lusi hanya ilusi)


(Seasion 2)


Tak lama Lusi, Ibu dan Rian pun sampai di sebuah mall. Dan Rian pun mengajak Lusi dan Ibunya kesebuah toko perhiasan. Yang rencananya Rian ingin membeli sepasang cincin untuk pertunangan mereka nanti. Sesampainya...


"Selamat datang. Silahkan mau pilih yang mana?" tanya penjual.


"Tolong pilihkan sepasang cincin yang paling murah dan paling jelek di toko ini" ucap Lusi.


Lalu penjual toko sedikit heran dengan apa yang diucapkan Lusi.


"Bukan, pilihkan cincin yang paling mahal dan paling mewah di toko ini" ucap Rian.


Lalu Ibu pun angkat bicara.


"Kalau gitu pilihkan saja. Sepasang cincin yang sederhana tapi bagus. Dan pas di jari mereka ya" ucap Ibu.


"Oh baik" ucap penjual.


Mereka pun hanya bisa diam. Disaat ibu yang memilihkan cincin pertunangan mereka.


Lalu Lusi dan Rian pun mencoba cincin. Yang dipilihkan sang Ibu. Lusi hanya cuek dan masa bodo saat Ibunya mememilihkan cincin. Lalu setelah itu mereka pun berencana pulang.


"Sebelum pulang Ibu mau ke toilet dulu" ucap Ibu pergi.


Saat Ibu pergi, tiba-tiba Rian pun menarik tangan Lusi dengan kasar.


"Aku mau pertunangan kita seminggu lagi." ucap Rian dengan nada mengancam.

__ADS_1


Lusi hanya menatap tajam wajah Rian.


"Awas kalau sampai ketahuan selingkuh. Jangan harap kamu bisa hidup bahagia" ucap Rian.


Lusi pun menarik tangannya.


Tak lama ibu datang.


Lalu mereka pun pulang. Namun kali ini lebih memilih pulang naik taksi di banding bersama Rian. Selama perjalanan Lusi merasa sangat bersalah pada dirinya sendiri. Karena telah memilih perjanjian gila itu. Hatinya terus merasa gundah hingga sampailah ia dirumah. Sesampainya di rumah Lusi kaget masih terlihat ada Juna.


"Kirain kamu udah pulang" ucap Lusi.


"Jangankan beberapa jam. Setahun pun aku siap menunggu kamu Lusi" ucap Juna


Lusi pun hanya diam saat gombalan Juna sampai ke telinganya. Sebetulnya ia ingin tersenyum namun Lusi berusaha untuk memunafikannya.


"Aku mau ngobrol sama kamu. kita keluar aja. Gak enak kalau disini" ucap Juna.


"Ya" jawab Lusi


Lalu Juna dan Lusi pun pergi ke sebuah cafe. Sambil menikmati cemilan sore. Dan diiringi musik merdu nan indah. Mungkin suasana seperti ini sangatlah romantis, bagi sepasang muda mudi yang sedang jatuh cinta. Namun tidak untuk Juna dan Lusi yang sedang mengharu biru.


"Kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini. Dimana hati kamu Lusi. Kamu tega! Dan ternyata benar, hati kamu udah gak ada. Diblokir sama Rian kan!!!" ucap Juna.


"Bukan cuma itu Jun.Tapi hati aku sudah dihack dan dirusaknya. Sampai-sampai aku tidak mampu mengendalikan hati aku sendiri."


Juna pun tersenyum getir.


"Dan aku tersadar. Kalau bagi kamu Lusi, Cinta hanyalah ilusi. Tidak pernah ada dan tak pernah nyata" ucap Juna


"Memang, cinta itu hanyalah ilusi. Cinta tak pernah ada. Yang ada hanya orang yang berkuasa, yang mengatasnamakan cinta untuk keegoisannya" ucap Lusi

__ADS_1


"Langsung aja to the point. Kenapa tiba-tiba kamu bisa mau tunangan sama Rian"


Lalu lusi pun sejenak terdiam.


"Kamu memilih Rian. Karena kamu masih ingin merasakan malam pertama itu kan. Malam pertama yang berkesan dan memuaskan" ucap Juna.


Lalu Lusi pun kaget mendengar apa yang dikatakan Juna.


"Tega kamu Juna. Bicara seperti itu" ucap Lusi.


"Asal kamu tahu.. aku sudah dibuang padahal aku belum berjuang." Ucap Lusi menitihkan air matanya.


"Di keluarga aku tidak di terima. di hadapan orang yang mencintaiku pun aku terbuang. Tak ada yang pantas bagiku di dunia ini. Sampai pada akhirnya rasa putus asa yang membawa aku kembali kepada kesalahan yang sama"


"Maafkan Lusi. Aku tidak bermaksud membuat kamu menangis"


Lusi pun berkali-kali menghapus air matanya yang terjatuh.


"Jika aku bisa memilih. Aku tidak ingin hidup bersama orang yang telah merusak segala kehidupan ku. Tapi takdir memaksaku untuk tetap begini. Aku ingin menikmati indahnya cinta. Namun ternyata cinta tak seindah itu. Lebih banyak Luka di banding suka. Sampai pada akhirnya aku membenci diriku sendiri. Masih hidup pun sudah bagus untukku Juna. Apakah aku harus bunuh diri. Agar aku bisa mengakhiri segalanya" ucap Lusi


Lusi pun menghelas nafasnya.


"Jadi aku mohon pikirkan masa depan mu. Jangan pikirkan aku"


"Maksud kamu apa Lusi"


"Coba kamu tanyakan sendiri sama kak Elfa!"


"Kamu kenal kak Elfa !!!" ucap Juna kaget.


Lalu Lusi pun berlari keluar cafe. Juna pun mengejar dan menarik tangan Lusi. Lusi pun menangis, lalu Juna pun memeluknya.

__ADS_1


"Menangis lah Lusi. Jika menangis di pelukanku ini mampu mengobati hatimu yang terluka" ucap Juna.


__ADS_2