Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Ku benci Mencintai


__ADS_3

Part 39 (Ku Benci Mencintai) (Seasion 2)


Keesokanya...


Setelah itu Lusi pun tetap mencoba menghubungi Rian. Walau pun sudah beberapa kali tak mendapat jawaban. Ia pun berkali-kali juga memberikan pesan singkat untuk Rian. Walau hanya sekedar untuk mengingatkan makan dan solat. Namun tak satu pun yang di balasnya.


Dalam kesendirian dan kesunyian Lusi merasa terbunuh dengan rasa rindu yang tak bertepi. Menunggu sesuatu hal yang tak pasti. Antara ia benar mencintai atau mengkhianti.


Mengapa engkau menggantung perasaan aku ini. sudah jelasl engkaulah yang lebih dulu banyak menyakiti. Dan haruskah aku yang terbunuh dengan perasaanku sendiri.. Cinta macam apa ini.


Lusi berkali kali bertanya pada diri sendiri tentang perasaanya yang kian hari. Semakin hancur.


Terkadang di sela-sela waktu. Lusi hanya bisa menangis. Karena Merasa terabaikan dan terlupakan.


Sampai suatu hari, hari ini adalah hari ulang tahun Lusi yang ke 25. Saat itu juga Lusi menelpon Rian berkali kali. Namun masih belum ada jawaban.


Lalu selang beberapa waktu kemudian, entah ada angin apa. Rian pun menjawab telepon dari Lusi.


"Kamu kemana aja. Kamu gak rindu sama aku" ucap Lusi sedikit lirih.


Dengan santainya Rian menjawab


"Lagi sibuk?!? "


"Kamu tahu gak hari ini, hari apa?"


"Hari selasa"


"iya tahu, cuma bukan itu maksud aku"


"terus kenapa?!!" ucap Rian membentak


"Hari ini, hari spesial. karena aku ulang tahun"


"Gak penting"


"kamu emangnya gak mau kasih kado. Atau ucapan selamat"


"kalau minta kado ama sinterklas jangan ama gua. Lagi juga kaya anak kecil aja minta kado. Dah lah lagi sibuk. Jangan ganggu?!? Sakit jiwa dasar. Gak punya otak!!! minta kado sama gua" ucap Rian menutup telepon..

__ADS_1


Tut.. Tut.. Tut...


Lalu Lusi pun kaget dengan apa yang diucapkan Rian.


"Lah kok dia malah marah" ucap Lusi.


tak terasa Lusi menjatuhkan air matanya.


"Kamu tega?!! Kamu kasar banget. Aku gak tahu lagi harus gimana sama kamu" ucap Lusi sambil menangis.


Lalu Lusi merebahkan diri di kasurnya dan meratapi kesedihannya itu.


Baru kali ini aku seperti mengemis cinta pada seseorang. Dasar, Lusi bodoh?!? Bisa-bisanya aku seperti ini. Terkurung dalam satu hubungan, yang menyakitkan.Benaknya dalam hati.


Tak lama ada panggilan masuk. Ketika di cek ternyata dari Lisa. Lalu Lusi pun menghapus air matanya dan menarik nafas panjangnya. Ia tidak ingin adiknya tahu bahwa dirinya sedang sedih.


Lalu Lusi pun menjawab telpon adiknya itu.


"Hallooooooo " teriakan Lisa di telpon.


"Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birhday?!? happy birthday?!?! Happy birthday to you. Ujar Lisa sambil bernyanyi dengan suara cempreng dan sambil teriak teriak.


"Sengaja suara aku yang merdu ini di jelek-jelekin biar rame. Oia, kirimin alamat kostan kakak ya. Nanti aku paketin kadonya"


"Gak usah repot-repot lagi pula kakak bukan anak kecil. ga perlu di kasih kado"


"Gak apa-apa. Santai aka"


"Kakak boleh tanya sesuatu gak?"


"Tanya aja, satu pertanyaan 50 ribu" ucap Lisa bercanda


Lalu Lusi pun tersenyum, mendengar adiknya bercanda garing.


"Kamu waktu pacaran sama Rian pernah di kasih kado apa waktu ulang tahun?. maaf ya kalau pertanyaannya agak privacy" ucap Lusi.


"kasih tau gak ya." ucap Lisa meledek.


"ya.. Terserah kamu itu sih" ucap Lusi

__ADS_1


"Yaudah aku kasih tau. cuma Sepatu?!? tapi lumayan mahal harganya"


"oh gitu" ucap Lusi,


"Ada apa emang, kakak juga pasti di kadoin ama Rian kan. Kasih tau dong kadonya apa? " ucap Lisa.


"Sepatu" ucap Lusi


"Kok sama, sepatu apa?"


"Sepatu kuda" ucap Lusi.


"Ish seriusan"


"iya.. Sepatu kuda supaya nyaring jalannya"


"Apaan sih kak becanda mulu"


"Eh,.dah dulu ya. Kakak ada keperluan sebentar" ucap Lusi.


"Oke.. Tapi kakak gak lagi sedih kan"


"Gak kok"


Gak salah lagi,benak Lusi


"Eh udah dulu ya, nanti kita sambung lagi" ucap Lusi.


"Iya.." jawab Lisa


Lalu Lusi pun menutup telepon.


Haduh..?!! Jangan kan kado. Mengucapkan selamat ulang tahun aja Rian gak berikan. benak Lusi sambil memijat kepalanya. Seolah ia tak percaya ini.


Lalu sorenya Lusi pun tetap mencoba menghubungi Rian namun masih tidak ada jawaban. Malah lebih parahnya teleponnya dimatikan.


Sedih rasanya, Sudah sulit mendapatkan cinta. Sekalinya ada aku di buang. Kamu sesibuk apa sih Rian, sampai-sampai kamu gak jawab telepon aku. Benak Lusi sambil menarik napas panjangnya berkali kali.


(Jangan Lupa Like yaa...)😊

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2