Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Lautan Es Cendol


__ADS_3

Part 42 (Lautan Es Cendol) (Sesion 2)


Lalu Lusi dan Fany semakin sering bertemu layaknya adik kakak dan bisa juga dianggap sahabat. Dan hari ini ia sudah mulai masuk kuliah. Walau masih pakai kursi Roda.


Saat di kantin..


"Kata kak Zelda kak Lusi itu baik banget. Kalau kembali ke indonesia, Kak Zelda mau ketemu ka Lusi katanya"


"Kamu ceritain tentang saya ke kakak kamu"


"Iya" jawab Fany.


Semuanya...?"


"Iya semuanya"


"Aduh.. Kalau bisa sih jangan. Karena saya gak mau kalau sampai ada yang tahu. Tentang masa lalu saya. Kalau kamu kan udah terlanjur tahu.. Jadi gak apa-apa"


"Aku salah ya kak" ucap Fany. "Tapi tenang aja kok. Aku gak sebutin nama kakak. Aku cuma bilang kakak senior kampus"


"Iya jangan ya. Jadi rahasia kita aja"


"Jadi kak Lusi gak mau nih ketemu kak Zelda. Padahal dia pengen kenalan loh. dan pengen banyak terimkasih ke kak Lusi. katanya kalau gak ada kak Lusi, mungkin dia udah kehilangan aku"


"Ya kita lihat nanti aja ya. soalnya kakak malu ketemu kakak kamu. dan kalau ditanya sama Zelda siapa nama saya, bilang aja hamba Allah gitu. Karena kalau mau berbuat baik itu gak perlu juga semua orang tahu. Termasuk kakak kamu"


"yaudah deh kalau gak mau ketemu.. tapi ada sedikit hadiah dari aku. Ini untuk tanda terimakasih dan ganti rugi tangan kakak yang terluka kemarin" ucap Fany memberikan sebuah amplop


"Gak usah. saya ikhlas dan gak usah ganti rugi segala"

__ADS_1


"Harus terima pokoknya gak mau tahu. Kalau gak mau aku marah nih"


Dengan terpaksa Lusi pun mengambil amplop itu.


"Oke. saya lihat dan trawang dulu ya.. amplop nya sih tipis. paling ini cuma cukup buat beli es condel" ucap Lusi tersenyum sedikit meledek.


"Yaudah beli aja kalau gitu"


Lusi pun membuka amplop itu secara perlahan. Saat ia membuka. Ia pun kaget sekali karena berisi cek dengan jumlah uang sebesar Dua Puluh Lima Juta Rupiah.


"HAH?!!.... jumlahnya kok banyak banget. Kalau saya beliin buat es cendol semua. Saya yakin, bukan cuma buat di minum. tapi juga bisa buat berenang?!?!" ucap Lusi.


"Kenapa.. kaget yaa?!?... silahkan aja kalau mau berenang di lautan es cendol" ucap Fany tersenyum.


"Tidak disangka ternyata kamu anak sultan?!?!"


"Kok kamu tahu?!? Bapak kamu dukun ya"


lalu mereka berdua pun tertawa.. "Hahhahahaha"


"Apaan sih lawakan kita garing banget" ucap Fany


"Iya... lawakan gak jelas. tapi bener nih uangnya buat saya. Gak nyesel?!?!"


"Kenapa!?!? kurang?!?! Mau tambah, berapa lagi..?!!!"


"Gak usah.. terimakasih banyak ya nyonya. InsyaAllah cukup"


"Oke asisten" ucap Fany.

__ADS_1


"Isshh..." ucap Lusi tersenyum.


"Saya takut uang ini akan habis kalau di tangan saya. Tapi saya yakin gak akan habis kalau jadi pahala. Saya akan menyumbangkan semua uang ini ke panti asuhan. bukan maksud menolak dan saya tidak butuh uang. Tapi saya merasa.. banyak yang lebih membutuhkan di banding saya. Gak apa-apakan kalau saya sumbangin" ucap Lusi


Fany pun tersenyum..


"Oke baiklah. kenapa engga.. ah sudahlah Berati aku memberikan uang ini pada orang yang tepat. Bukan orang yang matre, dan inilah sahabat yang selama ini aku cari"


Lusi pun juga turut tersenyum..


Saat kejadian itulah persahabatan kedua belah pihak ini semakin erat. Walaupun Fany dengan keadaan kakinya yang lumpuh namun ia tidak merasa cacat karena Lusi selalu menghibur dan memberi semangat. Mereka berdua pun semakin aktif dalam kegiatan amal. Fany pun belajar tentang hidup ini bahwa banyak yang lebih tidak beruntung di bandingkan dengan dirinya.


tiga bulan kemudian...


karena orang tua dari Fany ini sangat kaya. Fany pun di bawa ke Luar negri untuk pengobatan kakinya yang lumpuh itu. meskipun Lusi sedih harus kehilangannya. namun Lusi tahu itu untuk kebaikannya dan selalu mendoakan dimana pun ia berada.


*****************************************


Oke .. guys. mohon di like yaa....


biar saya tahu kalau ternyata masih ada kehidupan disini... hehhe..


#jangan lupa makan teratur


#istirahat yang cukup


#Jangan lupa bahagia (sibad kali ah)


.

__ADS_1


.


__ADS_2