
Part 87 (Malam yang batal)
Keesokan harinya, tampak Lusi yang berangkat kerja. Lagi-lagi telat, karena beres-beres rumah terlebih dulu. Biasalah nyonya Renata ini rajin sekali menyuruh menantunya beres-beres bak pembantu di rumah.
Sesampainya di kantor..
tampak Lusi yang sedikit tidak enak hati karena datang terlambat.
"Eh.. Eh.. Kamu lagi.. Kamu lagi.. Kenapa telat?" tanya pak Manager.
Kali ini bukan Pak Adit yang menegur Lusi. Tapi pak Manager. Namanya Pak Sultan. Pak Sultan ini juga yang termasuk orang bertanggung jawab di Divisi Lusi.
"Maaf pak.." ucap Lusi.
"Lain kali kalau kamu masih telat saya akan SP kamu"
Lusi pun hanya diam sambil berbicara dalam hati.
Hah .. Apa-apaan ini masa istri pemilik perusahaan mau dikasih SP.. Benak Lusi sambil tertunduk.
Tiba-tiba pak Adit selaku Direktur keuangan datang, dan pak Sultan pun agak menundukan kepalanya dan memberikan sikap hormat pada Pak Adit.
"Selamat pagi pak" ucap Pak Sultan kepada Adit.
"Selamat pagi, ada apa? " tanya Adit.
"Biasa pak, karyawan baru. Datang terlambat.. "
"Oh.. Iya saya pun sudah menegurnya kemarin. Lusi, kamu ke ruangan saya sekarang" ucap Adit langsung pergi.
Lusi pun mengikuti Adit ke ruangannya dari belakang. Dan hingga beberapa saat Lusi pun sampai ke Ruangan Pak Adit.
Lusi pun duduk dengan perasaan yang canggung.
Aduh.. Jangan-jangan aku mau dikeluarin lagi dari kantor ini. Benak Lusi sambil harap-harap cemas.
Tapi kalau pun mau di keluarin dari nih kantor, gak apa-apa. Masih banyak kerjaan lain. Benak Lusi lagi.
"Nih.. " ucap Pak Adit memberikan sebuah kertas.
"Apa ini pak?" tanya Lusi.
"Surat kontrak kerja kamu, saya tahu kamu disini masih training kan. saya akan mengkontrak kerja kamu selama satu tahun" ucap Pak Adit.
Lusi pun membaca surat itu. Ya biasalah isinya peraturan. Namun ada satu poin yang tidak bisa dianggap remeh, yaitu.. Bilamana, masa kontrak belum selesai dan karyawan mengundurkan diri akan dikenakan biaya penalty.
__ADS_1
Hah.. Haruskah aku menandatangani ini. Sementara ini adalah perusahaan suamiku sendiri.. Benak Lusi.
"Sebaiknya kamu tandatangani ini. Setelah setahun kamu bisa menjadi karyawan tetap disini" ucap Adit menambahkan.
"Memangnya harus, saya tandatangani ini" ucap Lusi.
"Iya.. Semua karyawan memang tandatangan kontrak kok"
"Baiklah kalau begitu" ucap Lusi sambil mendandatanganinya..
Setelah selesai Lusi pun ke meja kerjanya. Dan duduk lalu mengerjakan tugas-tugasnya.
Disela sela, Lusi pun teringat bahwa ia pernah berjanji pada Salsa anaknya Pak Adit untuk membelikan boneka Barbie. Lusi pun kasbon kepada perusahaan. ya tidak banyak namun cukuplah kalau cuma buat beli boneka barbie.
.
.
.
Jam pulang...
Lusi pun pulang lebih malam, karena ada pekerjaan yang belum selesai. Karena banyak pekerjaan yang dilimpahkan kepada Lusi. Ia pun harus lembur..
Hingga jam 20.00 malam Lusi sampai rumah. Terlihat Rian yang duduk sambil cemberut karena terlalu lama menunggu.
"Lembur.. " ucap Lusi yang tampak lelah dan duduk di samping Rian.
"Mau aja sih lembur" ucap Rian ketus.
"Abis gimana, sudah jadi tugas"
"Tugas kamu itu ngelayanin aku"
Lusi pun tersenyum. " Iya aku sadar kok aku ini istri kamu"
"Yaudah kalau kamu sadar, aku tunggu kamu di kamar ya. Kamu mandi yang wangi. Ya pokoknya itulah" ucap Rian langsung cus kekamar.
Lalu Lusi pun bergegas ke kamar dan langsung mandi.
Selesai mandi, Lusi pun tampak melihat Rian yang tersenyum sumringah menyambut Lusi di atas ranjang.
Lusi pun hanya tersenyum malu saat melihat suaminya memandang dengan tatapan tajam dan sedikit nakal.
"Ish... Kenapa hatiku selalu berdebar ya tiap kali ingin melakukan ini"
__ADS_1
Rian pun hanya tersenyum tak nenjawab. Lalu ia pun langsung memeluk Lusi dan sudah tidak sabar ingin menikmati malam bersamanya.
Sontak Rian langsung menarik Lusi ke kasur dan saat ingin mencium bibirnya.
Tiba-tiba...
Tok.. Tok.. Tok suara ketukan pintu. Rian pun langsung membukanya.
Ternyata yang mengetuk adalah sang mama. Renata pun langsung memandang sinis melihat Lusi yang berada di atas ranjang milik Rian. Sepertinya Renata paham apa yang ingin mereka lakukan pada saat itu. Dan Renata pun menghalanginya dengan mencari alasan.
"Ada apa ma,," tanya Rian.
"Aduh kaki mama pegel-pegel Rian. Pijitin kaki mama ya"
"Ya ampun ma.. "
"Cepetan.. " ucap Renata.
" Harusnya yang kerjain ini kan bisa yang lain. Kenapa harus aku"
"Kali-kali kamu berbakti sama mama Rian"
"oke"
Setelah habis memijat selesai. Mama pun meminta banyak permintaan. Minta di belikan obat-obatan dan makananlah. Sampai Rian ke luar rumah.
Sampai pada akhirnya setelah selesai.. Rian pun ke kamar dan tampak Lusi yang tidur lebih dulu.
"Haduh.. Dia malah tidur. Mau di bangunin, ah aku kasian... Yaudahlah..." ucap Rian, sambil mencium kening Lusi. Yang tampak tertidur. "Karena kamu terlalu baik Lusi. Hingga hatiku jatuh pada mu.. Wanita yang selalu aku sakiti namun tetap bisa bertahan hingga kini. " ucap Rian yang tersenyum menatap Lusi.
Lalu setelah itu, tak lama Rian pun tertidur..
Lusi pun terbangun, waktu menunjukan pukul 02.30 pagi.
Lalu Lusi pun memandang Rian yang sudah tertidur.
"Kasihan pasti dia lelah" ucap Lusi sambil memandang Rian. "hemm... Biarin aja lah dia tidur. Agar dia istirahat"ucap Lusi, mencium pipi Rian.
Setelah itu Lusi pun solat tahajud. Dan kembali tidur lagi.
Sampai pada akhirnya mereka pun tidak melakukan apa-apa.
............
**maaf kalau mungkin ceritanya kurang bagus atau bagaimana.. tapi ya saya hanya menulis cerita sebisanya saya aja.
__ADS_1
tolong di Like ya... 😊**