
Part 120 (Setelah itu)(sesion 2)
Setelah kejadian malam itu terjadi. Lusi pun mandi, dan solat. Betapa Lusi memandang dirinya begitu hina dan berdosa. Meskipun itu bukanlah keinginan dan kesalahannya. Namun tetap saja ia merasa bersalah pada dirinya sendiri.
Setelah selesai Lusi pun tampak melamun. Duduk termenung akan kejadian menyelimuti dirinya.
Tak lama Mba Rina datang, membawakan sepiring nasi dan lauk. Lusi pun tidak menghiraukan Mba Rina yang datang menghampirinya. Lusi hanya diam dengan wajah pucatnya.
"Nona makan dulu" ucap Mba Rina mendekati Lusi yang duduk termenung di kasur dengan tatapan kosong.
Lusi pun menggelengkan kepalanya.
"Tapi non terlihat sangat pucat" ucap Mba Rina khawatir.
"Saya masih kenyang" jawab Lusi datar.
"Non kemana tadi malam kenapa gak pulang"
Lusi pun tidak menjawab.
Mba Rina pun juga tak memaksa Lusi untuk cerita, setelah itu mba Rina meletakan piring yang berisi nasi dan lauk itu di atas nakas.
"Non kalau sudah laper, dimakan ya" ucap Mba Rina memandang Lusi.
Lusi pun mengangguk.
"Mba, tadi malam saat saya tidak pulang. Apakah Rian mencari saya?" Tanya Lusi.
"Mmm.. Tuan Rian ya, sepertinya tidak mencari non Lusi. semalem ia hanya pulang sebentar lalu pergi lagi"
"Dia Sama sekali gak cari saya mba" tanya Lusi sedih.
"Gak non.. "
Lusi pun memejamkan matanya, dan menjatuhkan airmatanya.
seolah tak percaya pada suaminya itu. Padahal Lusi sangat membutuhkan Rian pada malam itu..
Seketika hati Lusi pun terasa perih mendengar ucapan mba Rina. Soal Suami yang seharusnya dapat melindunginya namun telah mudah meninggalkan dirinya sendiri. Tanpa peduli sama sekali.
Lusi pun hanya bisa menjatuhkan air matanya, menerima kenyataan tersebut.
"Non kenapa?" Tanya mba Rina yang melihat Lusi menangis.
Lusi pun tidak menjawab.
Lalu mba Rina pun mengusap air mata Lusi yang jatuh.
****
Dikantor,
Tampak Viola yang sangat kesal pada Rian.
Viola berjalan cepat ke kantor, dan menemui Rian di ruangannya.
"Pak Rian saya mau bicara"ucap Viola tegas. Sambil mengepal tangannya karena kesal pada Rian.
__ADS_1
"Bagus! saya juga mau bicara sama kamu" ucap Rian kesal pada Viola, yang datang ke kantor datang terlambat.
Lalu Viola pun menghampiri Rian dan langsung menatapnya dengan sinis.
"Ada hal penting yang harus saya sampaikan" ucap Viola.
"Saya juga, ada hal penting" ucap Rian.
"Saya jauh lebih penting" ucap Viola tak mau kalah
"Ini sangat penting. Ini masalah meeting nanti siang"
"Bapak bisa gak sih dengerin saya dulu"ucap Viola emosi yang daritadi ucapannya di potong.
"Kok jadi kamu yang ribet kan saya bossnya"ucap Rian yg juga emosi.
"Pak ini masalah penting dan jauh lebih penting dari apapun. Lusi hamil!!!" Ucap Viola.
"Hah.. apa kamu bilang. Kamu serius dia hamil!!" ucap Rian kaget.
"Buat apa sih pak, saya bohong.." ucap Viola .
Rian pun menghela napasnya, seolah tak percaya dengan ucapan Viola.
"silahkan kamu meninggalkan ruangan saya dulu. saya akan mencoba menelponnya" ucap Rian.
"Saya mau bapak bertanggung jawab, awas aja kalau bapak tinggalin Lusi" ancam Viola.
"Kamu jangan sok ngatur saya. Saya akan memastikan sendiri. Omongan kamu bener atau tidak" ucap Rian.
"Silahkan pak cek sendiri, saya tidak bohong" ucap Viola langsung pergi.
Rian pun mengambil ponselnya lalu mencoba menelpon Lusi untuk memastikan apakah benar Lusi hamil. Atau cuma berita bohong dari Viola.
Namun saat Rian menelpon, ternyata nomer Lusi tidak bisa dihubungi.
Ini perempuan sok sibuk banget.. dia lagi ngapain sih.. oke, aku akan menelponnya setengah jam lagi benak Rian dalam hati.
Setelah setengah jam kemudian, Rian menelpon Lusi lagi. Dan kali ini berhasil dan tersambung..
Tiba-tiba saat Rian menelpon yang mengangkat suara laki-laki, Rian pun tampak kaget.
"Hallo Tuan" ucap Adit di telpon.
"Siapa ini!!! kenapa handphone Lusi yang mengangkat kamu!!" ucap Rian kaget dan marah saat di telpon.
"tebak siapa!?"
"Jangan bercanda saya serius!!!"
"Saya adalah pria satu tempat kerja dengan mu. Dan kamu tahu siapa saya"
"Katakan siapa kamu. Kenapa bisa handphone milik Lusi berada di tangan mu" ucap Rian kesal.
"Hahahha, Bukan cuma handphone. Bahkan Lusi pun sudah menjadi milikku"
"Maksud kamu apa!!!" ucap Rian kesal.
__ADS_1
"Nanti kamu akan paham maksud saya" ucap Adit. Lalu menutup teleponnya.
Saat itu memang handphone milik Lusi tertinggal di rumah Adit. Dan dengan liciknya Adit sengaja mencharger ponsel Lusi. Dan sengaja mengangkat panggilan dari Rian untuk memperkeruh suasana.
Lalu dengan cepat Adit pun mengirimi Rian foto saat Adit meniduri Lusi. Ia sengaja melakukan semua itu agar dapat menghancurkan hubungan Rian dan Lusi.
Ting ning... Suara ponsel Rian.
Lalu Rian pun melihat kiriman foto tersebut. Dan betapa kagetnya Rian. Ternyata pengirim itu adalah Adit. Terlihat jelas beberapa foto terlihat saat Lusi ditiduri Adit. Sektika Rian pun langsung marah dan menendang meja kerjanya.
BRAAAAKKK
"Brngsk!!!!" Ucap Rian kesal sambil meremas handphonenya. " Aku pikir kamu baik. Ternyata kamu wanita murahan. Aku tak menyangka,dibelakang ku kamu selingkuh dengan Adit"
Lalu Rian pun membatalkan semua meeting di kantornya. Dan langsung mencari Lusi.
Rian pun keluar dari ruangannya..
"Bapak mau kemana?" Tanya Viola.
"Bukan urusan mu!!! Batalkan semua janji saya hari ini!!!"ucap Rian kesal.
"Loh kenapa pak"
"Jangan banyak tanya!!!" Ucap Rian kesal langsung pergi.
"Kok pak Rian marah, kenapa ya?" Ucap Viola merasa heran.
Lalu Rian pun mencari Lusi di meja kerjanya. Dengan berjalan cepat dan wajah yang marah. Sesampainya tampak karyawan lain yang kaget melihat kedatangan Rian.
"Permisi, pak. Ada apa?" Tanya Intan.
"Mana Lusi!!" Ucap Rian dengan nada tinggi.
"maaf pak, sepertinya Lusi hari ini tidak masuk"
"Kenapa tidak masuk!!!" Ucap Rian.
"Saya tidak tahu pak.."
Setelah itu Rian pun langsung pergi. Dan berjalan dengan cepat.
"Ada apa ya mba Shanti, pak Rian mencari Lusi. sepertinya pak Rian terlihat marah" ucap Intan pada mba Santi yang duduk di samping meja kerjanya.
"Mba juga gak tahu Tan.."
**************
Oke next, apakah yg selanjutnya terjadi...
Kalau ingin tahu, ikuti cerita selanjutnya ya...
*********
Maaf bngt guys Bru up kmrn2 badan aku
pegel pegel bngt... Butuh bngt istirahat...
__ADS_1
Oke deh.. jangan tinggalkan dulu cerita recehku ya. Mdh2an kalian gak bosen.. 😊