
Part 85(Makan malam) (Sesion 2)
Sesampainya Rian datang ke rumah Zelda. Rian pun betapa terkejut sesampainya disana, ia di beri surprise Ulang Tahun. Disana sudah ada kue Ulang Tahun yang begitu besar.
"Jadi sebenernya yang telepon siapa? kamu atau papi kamu sih?" tanya Rian.
"Aku yang menyuruh papi menelpon kamu" ucap Zelda. "Selamat ulang tahun Rian" ucap Zelda mencium pipi Rian.
"Eh.. Eh kok kamu cium-cium" ucap Rian kaget memegang pipinya.
"Gak apa-apa ini kan hari spesial kamu" ucap Zelda.
Lalu Zelda pun menarik tangan Rian. Dan membawanya ke dalam rumah. lalu mereka pun makan bersama. Dengan membawa chef pribadi. Dengan Menyediakan menu yang begitu spesial dan mewah.
Di meja makan sudah ada Pak Sandy dan tante Nova. Sandy dan Nova ini adalah orang tua Zelda. Dan tampak juga terlihat Fany adik dari Zelda di meja makan.
"Ayo Rian makan" ucap Nova mengajak Rian makan.
"Makasih tante" ucap Rian. "Ini adik kamu Zel?" tanya Rian memandang Fany.
"Iya ini adik aku. Namanya Fany" ucap Zelda memperkenalkan Fany.
Fany pun tak tahu bila Rian ini adalah suami dari Lusi yaitu sahabatnya sendiri.
"Seharunsya kalian tidak perlu memberi kejutan kepadaku sampai seperti ini" ucap Rian.
"Tidak apa-apa Rian" ucap Zelda.
Lalu Fany pun memandang Rian tajam.
"Jadi.. Aku di undang makan malam hanya untuk menghadiri pesta ulang tahun orang lain. Yang tak aku kenal ini" ucap Fany.
"Kamu jangan bicara begitu. Dia ini calon suami kakak kamu. Dalam waktu dekat Rian akan bertunangan dengan Zelda" ucap Nova kepada Fany.
" Apakah kak Zelda yakin akan bahagia, bila menikahi pria yang tak kakak kenal sebelumnya" tutur Fany.
Zelda pun ternsenyum.
"Fany... Kamu tumben bicara soal perasaan.. Biasanya juga kamu tahunya cuma game online" ledek Zelda.
Fany pun tersenyum..
"Aku cuma gak mau kak Zelda salah pilih.. itu aja" ucap Fany. "Aku harap Rian ini pria yang baik"
"Sayang, kamu masih terlalu kecil untuk bicara soal perasaan" ucap Sandy.
"Papi ku sayang. Aku lebih dewasa dari kak Zelda kalau bicara soal perasaan" ucap Fany.
Zelda pun tersenyum.
__ADS_1
....
Tak lama kemudian.. Renata datang.
"Aduh.. Terimakasih sekali sudah mengundang saya ke acara makan malam ini" ucap Renata dengan lebay, dan duduk bergabung dengan mereka. "Rian beruntung sekali memiliki calon istri seperti Zelda. Hingga repot-repot menyiapkan makan malam mewah seperti ini"
"Ah.. Santay saja tante" ucap Zelda.
"Lalu bagaimana dengan pertunangan Zelda dan Rian? " tanya Renata
"Oh saya sangat setuju. Dan sudah saya siapkan semuanya" ucap Sandy.
Renata pun tersenyum. "Wah bagus kalau begitu. Lebih cepat lebih baik bukan"
"Iya.. Saya pun ingin segera percepat" jawab Sandy.
"Lebih baik jangan terburu-buru.. Karena aku ingin semuanya di buat sematang mungkin" ucap Rian.
"Kamu tenang saja Rian soal itu. Kamu duduk manis dan semua acara saya persiapkan" ucap Sandy.
Rian pun hanya diam..
setelah itu...
Renata dan Rian pulang bersama.
Selama di perjalanan..
"Semuanya mama siapkan agar menjadi kejutan untukmu"
"Ma.. Apa benar aku akan bertunangan dengan Zelda. Bagaimana kalau Zelda tahu, kalau aku sudah menikah" ucap Rian.
"Kunci mulut mu rapat-rapat. Kalau bisa jahit sekalian mulut mu itu Rian. Rahasiakan soal pernikahan mu dengan Lusi"
Rian pun menghela nafasnya.
"Kalau sekali saja kamu menolak untuk menikahi Zelda. harta papa kamu takan pernah jatuh ke tangan mu. Sekarang kamu tinggal pilih.. Mau kamu pilih Lusi atau harta papa mu" ucap Renata. ''ingat janji mu Rian pada mama"
"Iya ma"
..
..
..
Tak lama mereka pun sampai rumah. Lusi pun menunggu mereka di depan pintu rumah.
Lusi pun tersenyum saat mereka pulang.
__ADS_1
"Kenapa malam sekali pulangnya. Aku sudah menyiapkan makan malam. Aku membuat nya bersama dengan Mba Rina"
Mba Rina ini adalah asisten rumah tangga di rumah. Rian pun langsung memandang Lusi.
"Aku sudah makan di luar tadi" ucap Rian.
"Hah.. Sudah kenyang. kita baru saja, makan diluar bersama untuk merayakan ulang tahun Rian. Masakan kamu kasih saja buat kucing" ucap Renata ketus.
Hati Lusi pun terasa hancur. Disaat Renata sama sekali tidak menghargai Lusi. di tambah lagi, Lusi tidak di ajak ke acara Ulang Tahun Rian..
Padahal, aku adalah istrinya. Mengapa aku tidak diajak ke acara ulang tahun suamiku sendiri. Benak Lusi sedih.
Lalu Lusi pun makan malam sendiri. Sambil sesekali menjatuhkan air matanya.
Seusai itu.. Lusi pun masuk ke dalam kamar. Tampak Rian yang sedang bersandar. Lusi pun menghampiri Rian.
"Rian" ucap Lusi.. "Aku tak tahu harus betah atau tidak tinggal disini. Mama mu tak menyukai ku" ucap Lusi sedih.
"Kamu jangan bicara seperti itu. Mama ku itu orangnya baik"
" Dia memang baik. Tapi tidak baik bila saat berhadapan dengan ku.."
"Saya harap kamu bisa sabar Lusi dalam menghadapi mamaku"
"Iya aku bisa sabar kalau hati ku terbuat dari batu"
"Lusi ku mohon jangan buatku pusing"
"Pusing apa Rian??., apakah perasaan sakitku ini hanya membuat mu pusing" ucap Lusi.
"Bukan begitu,, aku hanya membenci mendengar kamu mengeluh tentang mama ku. Sekarang mau bagaiman lagi, itu sudah resiko kamu menghadapi mama ku. Karena kamu adalah istri aku" ucap Rian.
Lusi pun menjatuhkan air matanya.
"Tapi sampai kapan aku harus bersabar" ucap Lusi.
"Kamu baru satu hari saja sudah mengeluh. Mana pengorbanan mu sebagai istri dan sebagai menantu Lusi"
Lusi pun hanya menangis.
Rian pun memeluk Lusi. Dan tampak Lusi yang menangis di pelukan Rian.
"Kalau memang aku harus kuat. Aku mohon kamu kuatkan aku Rian. Karena aku tidak tahu lagi bagaimana cara menguatkan hati ku yang mudah rapuh ini" ucap Lusi menangis. "Aku hanya bisa diam atas semua penghinaan orang tuamu. Karena aku sadar aku tak ingin melawannya. Lalu salahku apa bila aku hanya menceritakan semua apa yang kurasa"
Rian pun menghapus air mata Lusi.
"Untuk saat ini saya pinta kamu yang sabar Lusi. Please..." ucap Rian memeluk Lusi.
Lusi pun menghela napas panjangnya.
__ADS_1
*Likee.... Yooo