
X-tra part (Beneran Tamat)
Setelah itu....
Terlihat di ruang keluarga, Lusi duduk bersama Renata. Terlihat Lusi duduk sambil menggendong baby Fabio. Lusi tampak memberi Asi kepada Fabio. Karena Lusi memang ingin Fabio mendapat Asi ekslusif darinya.
Renata pun tampak menemani Lusi sambil menonton televisi.
"Cucu Oma sedang minum Asi ya. Bagaimana sudah kenyang belom" tanya Renata sambil memandang Fabio yang sangat menikmati asi pemberian Lusi.
Lusi pun tampak tersenyum.
Lusi memang harus terbiasa kali ini dengan kehidupan barunya. Dimana ia punya bayi yang hampir sering bangun tengah malem. Entah itu untuk menyusu atau memang ia sengaja bangun.
"Bagaimana rasanya punya bayi" tanya Renata sambil tersenyum.
"Senang sudah pasti, tapi lelah juga iya"
"Nah itulah, perjuangan seorang ibu. Jadi memang perjuangan disitu"
"Iya ma, jadi ngerasain banget sih perjuangan seorang ibu. Dimana rasa sakit itu bukan cuma saat melahirkan aja..tapi membesarkannya pun penuh dengan lelah. tapi terlalu dini buat bilang lelah. Nyatanya Fabio baru sebulan. Masa aku udah bilang lelah ya"
"Iya yang penting tetap semangat ya" ucap Renata.
"Iya Ma. Aku harus tetap semangat. Ngomong-ngomong aku mau tanya sesuatu"
"Tanya lah kalau gitu"
"Uang yang mama berikan itu. Beneran buat Lusi ma"
"Ya betul"
"apakah itu tidak terlalu banyak untuk sebuah hadiah. Uangnya 5 miliyar itu buat aku terlalu banyak. Apa mama gak salah "
"Beneran buat kamu, gak salah. bahkan belum semuanya mama transfer"
"berarti boleh dong ya aku dipakai buat apa saja"
"Tentu.."
"Kemarin uang nya sudah aku pakai"
"Trus?"
"Tapi bukan buat beli barang ma, buat seseorang"
"Maksdunya? Bagaimana?"
"Uangnya sudah aku pakai 1,5 m buat biaya operasi Salsa"
"Salsa?? Salsa itu siapa??" Tanya Renta
"Anaknya Adit ma"
"Anaknya Adit??? Kenapa kamu kasih ke dia" ucap Renata.
"Ma, bukankah mama yang bilang sendiri kalau itu uangnya buat aku. Jadi artinya aku bebas berikan untuk apa saja kan"
"Tapi jangan buat Adit juga, bisa kan?"
"buat anaknya ma, bukan buat Adit"
"Sama saja kan!!!"
Renata pun mendadak bete saat Lusi membahas Adit..pria yang sudah menusuk putranya itu.
"Ma, mungkin aku salah.." ucap Lusi.
"Iya, kamu memang salah. Seharusnya kamu jangan terlalu baik buat orang seperti dia"
Lusi pun tampak terdiam. Dan mencoba mendekati Renata secara hati ke hati.
"Ma, aku minta maaf. aku lakukan itu,, karena aku rasa uang itu akan lebih bermanfaat untuk orang yang lebih membutuhkan. Karena Salsa sangat butuh biaya rumah sakit saat itu ma" ucap Lusi.
Renata pun tampak terdiam dan masih menunjukan ekspresi tidak sukanya.
"Ma, aku rasa.. mungkin kita memiliki perasaan benci pada orang lain. Namun Jangan sampai menghalangi kebaikan kita, hanya karena rasa benci kita pada orang lain" ucap Lusi.
Renata pun tampak terdiam..
Dan Lusi pun berusaha merayu sang mama mertuanya itu.
"Kalau sekiranya mama tidak terima atas apa yang sudah aku lakukan untuk Salsa. Aku minta maaf, Aku ikhlas, bila suatu saat aku ada uang, aku akan menggantinya" ucap Lusi.
Lalu tak lama, tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi. mba Meti membukakan pintu.
Meti pun mengecek siapa yang datang.
"Non, ada yang cariin katanya mba Nike" ucap Meti.
"Oh.. ternyata dia sudah datang. baik mba. ajak masuk aja mba"
Lalu Salsa dan Nike pun masuk. Dan melihat Lusi yang sedang menggendong Fabio.
"Ya ampun Salsa... ayo sini peluk mama"ucap Lusi tersenyum. Dan langsung memeluk Salsa.
"Oia kenalin, ini ibu mertua saya. Namanya ibu Renata" ucap Lusi memperkenalkan Renata.
Renata pun hanya tampak membuang wajahnya. Sedangkan Salsa langsung sangat senang melihat Fabio.
"Silahkan duduk Mba" ucap Lusi.
"Iya Lusi terimakasih" ucap Mba Nike.
Terlihat Salsa begitu bahagia. Dapat melihat Fabio.
"Hallo Dede Fabio" ucap Salsa. Salsa terlihat melihat dan mengajak main Fabio yang terlihat baru saja selesai Lusi berikan ASI.
Lalu tak lama Rian pun muncul..
Dan tampak kaget saat melihat Salsa datang. Salsa pun langsung teriak memanggil Rian dengan sebutan Papa saat Rian hadir.
"Papa" teriak Salsa saat melihat Rian.
"Hallo" Sapa Rian tersenyum.
Rian pun tampak memeluk Salsa. Rian sangat senang melihat salsa ada dirumahnya.
Renata pun heran melihat Rian yang dekat dengan anaknya Adit.
"Kamu sedekat ini sama anaknya Adit" tanya Renata.
"Iya ma... Aku dekat dengannya" ucap Rian.
"Ini Mamanya papa Rian ya" ucap Salsa.
"Iya ini mamanya papa Rian, namanya Oma Renata sudah kenalan belum" ucap Rian.
"Sudah tadi"
"Ayo sapa Oma Renata" ucap Rian
"Hallo Oma" ucap Salsa.
Lusi pun mendekati Salsa.
"Kamu tahu gak Salsa" ucap Lusi kepada Salsa. "Oma Renata loh, yang sudah bantuin Salsa. Bantuin Salsa bisa sembuh dan sehat kembali" ucap Lusi.
" Oma??" Ucap Salsa.
"Iya, sekarang Salsa ucapin terimakasih sama Oma Renata. Karena Oma sudah baik sama Salsa" ucap lusi.
Lalu Salsa pun mendekati Renata.
"Oma terimakasih sudah baik sama Salsa" lalu salsa pun tampak mengambil tangan Renata.
Renata pun tampak tersenyum walaupun sedikit memaksa.
"Oma boleh gak aku cium Oma. Sebagai ucapan terimakasih" ucap Salsa.
"Gak perlu" ucap Renata.
Lalu Rian pun mendekati Renata.
"Ma.. ayolah. Masa sama anak kecil..mama besifat seperti anak kecil juga. Jadi sebenarnya yang anak kecil mama atau Salsa nih" ucap Rian.
Renata pun sedikit menunduk. Dan Salsa pun mencium kedua pipi Renata.
Muuaaachh.
"Terimakasih Oma..." Ucap Salsa.
"Peluklah ma" ucap Rian.
Lalu Renata pun tampak memeluknya.
__ADS_1
meskipun renata agak terlihat sinis. Namun akhirnya memeluk juga.
"Oma makasih sudah baik sama salsa. Sekarang Salsa bisa main. Dan gak dirumah sakit lagi. Aku sayang Oma" ucap Salsa.
Aku yakin mama pun punya perasaan yang baik. Walaupun itu didalam hati yang paling dalam dan sangat kecil.. benak Rian.
Lusi dan Rian pun tampak tersenyum melihat Renata yang mulai bisa menerima Salsa.
"Nah gitu dong ma" ucap Rian.
*****
Dua minggu kemudian tampak Lusi yang menyiapkan diri. Karena hari ini adalah wisudanya Lisa. Lusi menyiapkan diri dengan memakai baju kebaya. Lusi pun dijemput seperti biasa oleh pak Makmur. Rian tidak ikut hadir. Karena masih ada meeting pagi.
Lusi pun tampil terlihat cantik dengan kebaya yang ia kenakan. Senada dengan warna kebaya yang ibu dan Lisa pakai. Sementara Lisa juga tak kalah cantik dengan sang kakak.
Sesampainya di tempat wisuda. Lusi pun tampak melihat Elfa. Kak Elfa ini adalah kakak dari Juna. Elfa pun sangat senang bisa bertemu lagi dengan Lusi.
"Lusi?? Ya ampun kamu. Udah punya anak" ucap Elfa
"Iya mba Alhamdulillah"
"Aih, lucu banget. Kak Elfa dari dulu pengen banget punya bayi. Tapi Allah belum kasih. Boleh saya gendong"
"Oh boleh"
Lusi pun tampak memberikan Fabio pada kak Elfa.
Lalu tak lama Juna pun melihat Lusi. Namun Juna tampak malu saat bertemu Lusi.
"Nah ini Lusi. Kamu gak sapa Jun" ucap Elfa.
Juna pun hanya menunduk
Lusi tahu apa yang membuat Juna malu.
Apalagi kalau bukan soal ciuman itu.
"Suami kamu mana?" Ucap Elfa
"Kayanya agak siang baru bisa datang"
*****
Setelah acara wisuda. tampak foto wisuda bersama keluarga. Dan semua terasa begitu mengesankan.
Dan ada dimana moment Lisa dan Lusi hanya foto berdua saja. Seperti layaknya seorang kakak dan adik. Lusi selalu bersyukur apa yang ia miliki.
Saat acara foto bersama selesai. Lusi pun tak sengaja bertemu Juna lagi.
Juna pun tampak menarik tangan Lusi. untuk menghindari banyak orang dan hanya berdua saja.
"kamu apaan sih Jun tarik-tarik" ucap Lusi emosi.
"Aku meminta maaf soal kemarin saat aku mencium kamu Lusi" ucap Juna
Lusi pun tampak diam sambil membuang pandangannya.
"Aku mohon kamu jangan marah sama aku. Aku tahu aku salah" ucap Juna.
Lusi pun masih tampak diam.
"Lusi aku meminta maaf" ucap Juna lagi.
Lusi pun tampak menghela napas.
"Jun.. kamu tahu, perbuatan kamu itu bisa menimbulkan fitnah" ucap Lusi
"Iya aku tahu.. aku salah, aku hanya ingin merasakan ciuman pertama saja Lusi. Walaupun kamu tidak bisa aku miliki. Setidaknya ciuman pertama aku sama kamu"
Lusi pun kembali menghela napasnya.
"Jun.. aku bingung harus mau bilang apa sama kamu. Kamu tahu Jun. Dosa Jun cium orang sembarangan. Aku bener-bener gak habis pikir sama kamu" ucap Lusi.
"Sekali lagi aku minta maaf, aku gak sengaja"
Lusi pun tampak membuang pandangannya.
"Ada suatu hal yang aku ingin kasih tahu ke kamu" ucap Juna.
"Apa?"
"Setelah ini aku akan pergi. Minggu depan Aku akan pergi ke luar negri. Aku harap kamu bisa menjaga dirimu"
Lusi pun hanya diam tidak berkata.
Lalu tak lama tampak Rian yang baru saja datang. Dan melihat Lusi yang mengbrol dengan Juna.
"Lusi.. kamu ngapain disini..?" Tanya Rian.
"Mm.. gak kok cuma ngbrol aja" ucap Lusi.
Rian pun tampak memandang Juna.
"Kamu ngapain ajak Lusi ngbrol" ucap Rian.
"Cuma ngbrol aja kok. gak di apa-apain. Aku permisi dulu.." ucap Juna
Juna pun tampak pergi.
"Dia ngapain" tanya Rian.
"Perpisahan" jawab Rian.
"Perpisahan apa?"
"Dia mau pamit katanya mau keluar negri"
"Oh bagus lah.. biar dia sukses. Dan menggapai cita-citanya" ucap Rian memandang Lusi yang tampak melihat Juna. "Kamu sedih?"
"Gak sedih. Setiap orang punya jalan hidup dan pilihan hidup masing-masing kan".
"bagus kalau kamu gak sedih.. Oia lusa aku mau ngajak kamu liburan"ucap Rian.
"Kemana?" Tanya Lusi.
"Kita ke Bali, kita honeymoon lagi"
"Punya bayi kita honeymoon gitu"
"Ya gak apa-apa lah.. sekalian liburan"
"oke"
"Kita langsung pulang yuk, Fabio mana?"
"Tadi lagi sama Ibu"
"Yaudah kita bawa Fabio habis itu kita pulang ya"
Kedatangan Rian memang pada saat itu adalah untuk menjemput Lusi. Lalu Lusi pun pulang bersama Rian.
*****
Keesokan harinya, waktu menunjukan pukul 05.00 pagi. Lusi pun tampak kaget karena Rian sudah tidak ada dikamar. Lusi pun tampak heran. Namun Lusi hanya berfikir kalau Rian sudah di lantai bawah.
Lalu Lusi pun solat subuh. Setelah selesai solat Lusi melihat Fabio yang masih tidur. Lusi pun langsung lantai ke bawah, dan tidak lupa membawa Fabio. Lusi sengaja membawa Fabio agar kalau Fabio bangun Lusi bisa langsung di dekatnya.
Lusi pun duduk dikursi dan terlihat mama yang sedang sarapan.
"Ma, Rian udah gak ada dikamar. Kemana ya? Pagi banget perginya" tanya Lusi.
"Ada urusan kantor sepertinya" ucap Renata. "Lusi nanti mama mau ajak Fabio jalan-jalan..stock asi kamu ada kan"
"Ada sih ma, kemana ma?"
"Kerumah temen mama"
Lusi pun hanya tampak berfikir. sambil mengerenyitkan keningnya
"Kenapa kaya orang mikir. Santay aja kali. Kamu tenang nanti kalau Fabio nangis langsung mama telepon kamu"
"Ya ma.." ucap Lusi.
"Kamu me time aja ngapain kek, luluran. Atau apa gitu"
Lusi pun tampak tersenyum.
Tak lama Fabio pun bangun. terdengar suara tangisan Fabio.
"wah Fabio bangun. Lusi Susui dulu ya ma. setelah Fabio kenyang Lusi mandiin Fabio. biar wangi pas Fabio di ajak ketemu temen-temen mama"
setalah itu.. Lusi pun beres-beres menyiapkan keperluan Fabio. Dan tidak lupa paling Penting asi. Yang harus di bawa.
Setelah selesai..Tampak Renata yang membawa Fabio pergi. dengan di bantu baby sitter.
__ADS_1
setelah Fabio diajak pergi mama.
Lusi pun setelah itu mandi. karena Lusi memang belum sempat mandi.
Selsai mandi Lusi pun kembali ke ruang tengah.
Lusi pun merasa kesepian sendirian dirumah. tidak ada Rian, tidak ada mama dan juga Fabio. Tapi ya dinikmati ajalah.
Hah.. bingung juga sih. Kalau sendirian begini. Leha-leha aja dulu lah.. tidur-tiduran sambil nonton tv. tapi acara tv lagi gak ada yang rame. benak Lusi sambil memegang remot tv diruang tengah.
Namun tiba-tiba ada dua orang yang Lusi tak kenali masuk kedalam rumah. Dengan membawa alat make up ditas miliknya. dan yang satunya membawa gaun pengantin.
"Apa-apaan ini mba?" Ucap Lusi bingung.
"kenalin nama saya Ayu. satu ini namanya Lolo asisten saya. Ikutin aja ya. Ini mba nya mau jadiin model buat gaun pengantin yang dibuat oleh designer terkenal di Indonesia" ucap Mba Ayu
"Terus apa hubungannya sama saya, saya bukan model" ucap Lusi mengheran.
"Ikutin aja mba, ini mau nya mas Rian"
"Aduh, gak mau ah"tolak Lusi
"Ikutin aja kenapa sih, oke relax tenang. Ini cuma jadi model bukan mau ujian nasional. Jadi gak usah parno" ucap Mba Ayu lagi.
"Saya tau tapi gak mau" tolak Lusi.
"Ikutin aja oke"
Lusi pun menghela napasnya.
Lalu si mba ini langsung me make up wajah Lusi sedemikian rupa. Lusi pun yang awalnya tidak mau. pada akhirnya mau meskipun agak terpaksa. Karena si dua orang ini memaksa sekali.
setelah make up selesai. Lusi pun terlihat cantik dan anggun. Lusi pun dipakaikan gaun pengantin berwarna putih. Lusi pun bercermin melihat dirinya yang tampak cantik itu.
"Mba aku cakep juga ya kalau gini. Gak keliatan habis melahirkan, hehehe" ucap Lusi melihat dirinya di cermin.
"Ya.. emang betul. nikmatin ajah makanya mba. Kan aku bilang ini dari designer terkenal. Jadi gak bakal rugi...Nah sekarang udah beres. Kita ke tempat pemotretan ya" ucap Mba Ayi.
"Mba gak mau culik aku kan"
"Gak akan"
Lalu Si mba MUA langsung membawa Lusi keluar. Dan membawa Lusi dengan naik mobil.
Lalu Lusi pun di bawa ke sebuah hotel mewah.
"Mba pemotretanya disini.. di hotel" tanya Lusi heran.
"Iya"
"Serem amat..gak cek in kan"
"Gak akan cek in.. tenang aja"
"Bener ya mba"
"Bener.. bawel ih"
Lalu Lusi pun tampak melangkahkan kaki dan turun. Saat turun dari mobil terlihat Juna yang sudah ada di depan. Juna terlihat rapi dengan setelan jas hitam.
"Ka-Kamu kok disini? Kenapa bisa disini" ucap Lusi kaget.
"Bisa lah. Ini kan dibumi Lusi. Jadi aku bisa disini" ucap Juna. Juna pun memegang tangan Lusi. Dan menggandengnya.
"Aku akan temani kamu ke lokasi pemotretan itu ya" ucap Juna.
"Kamu kok tau aku mau pemotretan"
"Tahu dong "
Lusi pun tampak berjalan agak kesusahan sebenarnya. Karena belakang baju pengantin yang terlalu panjang.
Namun ada mba Mua membantu Lusi dengan memegangi belakang gaun itu.
Selama perjalanan itu, Lusi pun tampak tegang. Karena ia sebenernya gak pede pakai gaun pengantin. Meskipun gaun yang ia pakai sangatlah bagus.
Saat sampai tampak Juna membawa Lusi ke ruangan yang besar dan ternyata..
Saat Lusi datang, tampak music romantis dimainkan. Dan Lusi pun berjalan di atas karpet merah yang sengaja disediakan.
Rian pun tampak tersenyum. Dan Juna mengantar Lusi menemui Rian. Rian tampak gagah dan tampan dengan setelan jas berwarna hitam.
"Ayo kita hampiri Rian" ucap Juna.
Lusi pun menghampiri Rian. sampai di hadapan Rian. Rian pun tampak berjabat tangan Juna.
"Terimakasih Juna. Sudah membantu Lusi sampai sini" ucap Rian.
Juna pun tampak tersenyum.
"Jadi kalian kerja sama" ucap Lusi.
"Kenapa, kaget." ucap Rian yang melihat Lusi.
Semua mata tamu undangan pun memandang Rian dan Lusi saat itu.
Rian dan Renata mengundang rekan bisnis dan serta karyawan dikantornya. Disana pun tampak, Viola , intan dan mba Santi. Ibu dan ayah, Lisa juga tampak datang Zelda dan Fany pun tampak datang juga.
Dan tampak Renata yang sudah bekerja sama dengan Rian. Untuk pesta ulang tahun pernikahan yang dibuat secara diam-diam itu.
"Jadi, aku dikerjain" ucap Lusi.
"Ini surprise untuk kamu Lusi. Selamat hari ulang tahun pernikahan kita yang pertama"
"Rian... kamu kenapa sih diam-diam begini"
"Sengaja namanya juga surprise. jadi diam-diam. oya, kamu aku berikan kesempatan. Silahkan kamu mau bicara apa. Mungkin ada sesuatu yang kamu ingin sampaikan" ucap Rian memberikan sebuah mic.
"Rian. aku bingung mau ngomong apa?" Ucap Lusi. "Kamu aja yang ngomong kalau gitu ya"
"Sama aku juga bingung mau ngomong apa.. tapi cuma satu kata yang harus kamu tahu. I love you.. " ucap Rian.
Lusi pun tampak tersenyum . "I love you too" jawab Lusi.
"Cium..cium....." Teriak dari tamu undangan.
"Boleh kan ya aku cium" ucap Rian. Dan bersiap mencium Lusi. Saat Rian mau Mencium Lusi.
Tiba-tiba suara Fabio terdengar menangis.
Lusi pun langsung refleks. Dan menoleh ke arah Fabio, yang sedang digendong mama.
"Fabio.." ucap Lusi.
"Seperti ciumannya harus disensor karena ada Fabio yang gak ikhlas mamanya dicium" ucap Rian.
Lalu Rian pun mengambil Fabio yang sedang digendong mama. Lalu membawa ke Lusi.
Fabio pun tampak tampan dengan pakaian jumper bayi model jas.
"Oke kita cium" ucap Rian.
Lalu Rian pun tampak mencium pipi Fabio sebelah kanan dan Lusi pun sebelah kiri.
Dan tampak fotografer yang akhirnya memfoto mereka. Dan pada akhirnya bukan ciuman bibir yang dilakukan. Tapi ciuman yang semua ke arah Fabio. Hehehehe...
"Kenapa harus ada acara ini" ucap Lusi.
"Karena acara nikahan kita sebelum nya dilakukan secara tertutup. Dan sekarang aku ingin mereka tahu. Kalau kamu adalah istri aku dan sekaligus memperkenalkan buah hati kita Fabio" ucap Rian.
Lalu Rian pun tampak memegang tangan Lusi. Dan tamu undangan pun tampak baper melihat Lusi.
"Hadeh untung aja aku udah mandi..kalau belum aku pasti malu banget" ucap Lusi.
"Mau mandi atau belum. Aku gak peduli, kalau aku sih yang penting jiwa dan raga kamu" ucap Rian.
Lusi pun hanya tersenyum.
"Hadeh.. heheh meleleh"
Acara pun tampak terasa tampak menyenangkan. Lusi pun sangat bahagia...
********
------Tamat-------
********
Dan pada akhirnya kehidupan mereka pun bahagia.
Yang jahat sudah melunak. Dan masalah masalah pun satu persatu selesai. Dan Adit.. ah Adit sudah di penjara.
Namun meskipun begitu Lusi selalu perhatian dengan Salsa. Dan selalu peduli dengan kebutuhan Salsa .
Sudah ya..
__ADS_1
Terimakasih banyak utk pembaca see you bye bye..